The Abyssal Dungeon

The Abyssal Dungeon
Chapter 19



Penyihir itu berwajah pucat, dengan mata merah menyala dan gigi yang tajam seperti pisau. Tangan kanannya memegang tongkat ajaib dan tangan kirinya memegang buku mantra hitam.


"Kalian datang mencari kematian?" tanya penyihir jahat dengan suara menggeram.


"Kami datang untuk menghentikanmu," jawab Ethan dengan tegas.


"Kalian tidak akan berhasil," kata penyihir jahat sambil melepaskan mantra dari bukunya. Ruangan penuh dengan api dan badai, tetapi kelompok pahlawan tersebut dengan sigap menghindar dan melawan mantra itu dengan senjata mereka.


Pertarungan dimulai dan mereka melawan mantra satu per satu. Sarah melepaskan panah yang menghujani si penyihir, tetapi penyihir jahat menghindari semua serangan tersebut. Alex melompat dengan tombaknya dan mencoba menusuk si penyihir, tetapi ia berhasil dihentikan oleh mantra penyihir jahat.


Maria, Hanzel, dan Gwyneth menyerang bersamaan, mereka memotong dan menikam dengan cepat dan lincah, tetapi si penyihir mengelak dan menghindari serangan mereka.


Ethan berlari menuju si penyihir dengan kecepatan yang luar biasa. Ia melepaskan tendangan tinggi yang dilanjutkan dengan pukulan langsung ke wajah si penyihir. Namun, si penyihir menghindar dengan gerakan cepat ke samping.


Ethan kemudian melepaskan serangan berturut-turut, namun si penyihir mampu menghindari dan memblokir setiap serangan tersebut. Ethan terus mengeluarkan serangan-serangan berbahaya, ia memasang strategi untuk membuat si penyihir keluar dari zona nyamannya.


Si penyihir jahat merasa terdesak dan mengeluarkan mantra yang memicu badai petir. Namun, Sarah yang tangkas dengan panahnya melepaskan serangan yang tepat pada saat yang tepat, menghantam si penyihir jahat dan mengalihkan perhatiannya.


Ethan melihat kesempatan ini dan dengan cepat berlari menuju si penyihir, ia melompat dan berhasil menikamkan pedangnya tepat pada jantung si penyihir. Si penyihir jahat terkulai di tanah, tetapi tiba-tiba tubuh penyihir itu menghilang dan muncul kembali di hadapan mereka tanpa luka sedikitpun di tubuhnya.


“Kalian tidak akan bisa mengalahkanku dengan kekuatan seperti itu,” kata penyihir jahat itu tertawa keras.


Ethan, yang mengetahui bahwa ia harus mengambil risiko besar, akhirnya mengambil langkah maju dan menghadapi penyihir jahat secara langsung.


"Kita berdua, tanpa senjata," tawar Ethan sambil menantang.


Penyihir jahat terlihat tertawa kecil dan menghampiri Ethan. Mereka berdua saling menatap dan saling mengamati, mencari kelemahan satu sama lain.


"Mengapa kamu ingin bertarung tanpa senjata?" tanya penyihir jahat dengan senyum yang jahat.


"Karena aku ingin mengalahkanmu dengan kekuatan fisikku sendiri," jawab Ethan dengan mantap.


Penyihir jahat tertawa dan mengangkat tongkat ajaibnya. Ethan melompat ke belakang untuk menghindari serangan api, tetapi si penyihir mengejarnya dengan cepat sambil melontarkan mantra lainnya. Ethan berhasil menangkis mantra tersebut dengan kekuatan kehendaknya sendiri, dan kemudian mengirimkan pukulan bertubi-tubi ke arah si penyihir. Namun, si penyihir menghindarinya dengan lincah dan terus melancarkan mantra dan serangan baliknya.


Ethan mengelak dari pukulan tersebut dengan bergerak ke samping dan mengejar si penyihir dengan kecepatan yang sama. Keduanya berkeliling di sekitar arena tempat mereka bertarung, mencoba mencari celah untuk menyerang.


Ketika si penyihir mengirimkan pukulan keras ke arahnya, Ethan dengan cepat menghindarinya dan menangkap tangannya. Ia menggunakan momentum dari serangan si penyihir untuk melemparkannya ke lantai, membuatnya terdorong mundur beberapa langkah. Ethan kemudian melompat ke atasnya, memegang lehernya dan menekan ke bawah dengan kuat. Tiba-tiba, si penyihir mengeluarkan mantra dan api hitam mulai membara di sekelilingnya.


Ethan berhasil menghindari serangan tersebut dan menyerang balik dengan pukulan telak ke wajah penyihir jahat. Si penyihir terdorong mundur beberapa langkah, tetapi segera bangkit kembali dan menyerang Ethan dengan pukulan balik yang lebih kuat.


Pertempuran antara Ethan dan penyihir jahat berlangsung lama, keduanya sama kuatnya. Sementara itu, anggota kelompok pahlawan yang lain terus berjuang melawan mantra dan kekuatan lain yang dilepaskan penyihir jahat. Mereka terus saling membantu dan menyerang bersama, tetapi mereka belum bisa mengalahkan si penyihir.


Ethan dan penyihir jahat terus berjuang, saling melukai dan menyerang satu sama lain dengan kekuatan penuh. Namun, Ethan mulai merasa lelah dan hampir kalah dalam pertempuran tersebut.


Tiba-tiba, Sarah yang masih berada di belakang memperhatikan situasi dan mendapat ide brilian. Dia mengambil busurnya dan melepaskan panah terakhir ke arah buku mantra penyihir jahat. Buku mantra tersebut hancur berkeping-keping dan si penyihir terkejut, ia terdistraksi sejenak dan Ethan berhasil memanfaatkan kesempatan itu.


Ethan mengambil pedangnya dan menyerang si penyihir dengan penuh kekuatan. Pedang itu berhasil menembus tubuh penyihir jahat, dan ia jatuh ke tanah dengan darah yang mengalir dari luka itu.


"Kita berhasil!" teriak Maria dengan gembira.


"Kita saling membantu dan saling melindungi satu sama lain. Itulah yang membuat kita berhasil," kata Hanzel dengan bangga.


Namun tiba-tiba, tubuh penyihir jahat itu bangkit kembali dari tanah. Semua orang terkejut dan bersiap untuk pertarungan. Tubuhnya terlihat rapuh dan lemah, tetapi mata hijau yang tajam memandang mereka dengan sinis. Dia mengeluarkan mantra dan menyebarkan kegelapan di sekitar mereka.


"Kalian tidak punya harapan melawan saya! Aku sudah mengetahui pergerakan kalian. Kalian tak akan pernah menang melawan kekuatanku," teriaknya dengan suara menggema.


Kelompok pahlawan itu terlihat putus asa, tetapi tiba-tiba Sarah mengingatkan mereka tentang kekuatan roh naga yang mereka miliki. Mereka pun bersatu dan merangkai kekuatan mereka dengan kekuatan roh naga masing-masing.


"Mari kita gabungkan kekuatan roh naga kita," ujar Sarah.


Penyihir jahat terkejut dan kewalahan melihat kekuatan roh naga mereka yang maha dahsyat. Namun, ia tetap berdiri tegak dan siap melawan.


"Pertempuran ini belum berakhir, anak-anak. Aku masih punya kekuatan yang cukup untuk mengalahkan kalian," kata penyihir jahat dengan suara serak.


Kelompok pahlawan itu tampak siap untuk bertarung dan memperlihatkan kekuatan roh naga mereka. Ethan langsung mengeluarkan api dari tangannya dan melemparkannya ke arah penyihir jahat. Api tersebut meluncur dengan cepat dan mengenai tubuh penyihir jahat, membuatnya terpental beberapa meter. Namun, penyihir jahat tersebut masih bisa bangkit dan melawan kembali.


Gwyneth melontarkan jurus-jurus pedang yang mematikan ke arah penyihir jahat. Namun, penyihir jahat tersebut berhasil menghindari jurus-jurus tersebut dengan tangkas. Ia kemudian melemparkan sihir es yang membuat tanah di sekitarnya membeku.


Namun, para penyihir kelompok pahlawan tersebut tidak mudah menyerah. Mereka melancarkan serangan dengan kekuatan roh naga mereka yang maha dahsyat. Kekuatan tersebut berupa petir, angin, dan api yang meluncur ke arah penyihir jahat dengan cepat. Penyihir jahat terdesak dan kewalahan melawan serangan tersebut.


"Aku tidak akan kalah begitu saja!" teriak Penyihir jahat dengan keras.


Ia mengambil tongkat ajaibnya dan melancarkan serangan terakhir ke arah kelompok pahlawan itu. Penyihir jahat melancarkan serangan menggunakan mantra-mantra ajaibnya yang sangat kuat. Ia mengeluarkan sihir es dan api yang meluncur ke arah kelompok pahlawan dengan kecepatan tinggi. Serangan-serangan ini bisa merusak lingkungan sekitarnya dan membahayakan nyawa kelompok pahlawan. Namun, kekuatan roh naga mereka terlalu kuat dan berhasil menghindari serangan tersebut.


Ethan melihat kesempatan untuk mengakhiri pertempuran melawan penyihir jahat. Ia memegang erat pedangnya yang berkilau dan berapi.


Ethan berlari dengan cepat menuju penyihir jahat, yang masih terus mencoba mengeluarkan mantra-mantra ajaibnya. Dalam sekejap, Ethan sudah berada tepat di depan penyihir jahat dan menyodorkan pedangnya.


"Kejahatanmu telah berakhir di sini!" teriak Ethan dengan penuh semangat sambil menusukkan pedangnya ke arah penyihir jahat.


Pedang Ethan menusuk dengan cepat dan tepat ke arah dada penyihir jahat. Tiba-tiba, terdengar suara letupan keras dan cahaya terang memenuhi seluruh area di sekitar mereka.


Saat cahaya itu memudar, terlihat Ethan masih memegang pedangnya yang masih terbenam di dada penyihir jahat. Darah mengalir keluar dari luka di dada penyihir jahat.


Ethan menarik pedangnya perlahan, dan tubuh penyihir jahat mulai terjatuh ke tanah. Ia masih mencoba mengeluarkan mantra-mantra ajaibnya, tetapi kekuatannya telah memudar dan tidak berdaya melawan lagi.


Penyihir jahat jatuh ke tanah, terkalahkan oleh kekuatan roh naga kelompok pahlawan itu. Kelompok pahlawan tersebut kembali ke bentuk semula dan memastikan bahwa penyihir jahat itu tidak akan menyerang lagi.


Tiba-tiba saja sebuah kabut hitam menyelimuti tubuh penyihir jahat dan tubuh penyihir jahat tersebut berubah menjadi seorang wanita.


Dia terlihat sangat lemah dan pucat, dan kelompok pahlawan itu mendekatinya untuk memeriksa keadaannya.


“Hati-hati mungkin saja ini adalah salah satu triknya,” kata Sarah mempersiapkan panahnya.


“Aku mengaku kalah,” ucap wanita itu lemah.


“Apa yang terjadi denganmu dan mengapa kamu melakukan semua ini?” Tanya Ethan.


“Namaku Anna, aku melakukan semua ini karena ingin balas dendam,” kata Anna pemuh amarah.


“Balas dendam? Apa maksudmu?” Tanya Ethan lagi.


Anna pun menceritakan kisah hidupnya. Anna mengatakan bahwa dia adalah seorang anak yatim piatu yang tinggal di desa kecil. Dia selalu merasa bahwa hidupnya tidak adil dan selalu disingkirkan oleh masyarakat sekitarnya. Dia merasa bahwa kehidupannya sangat menyedihkan dan tak berarti, dan waktu itu dia bertemu dengan seseorang yang memberikannya sebuah buku sihir, ia pun memutuskan untuk belajar ilmu sihir untuk membalas dendam pada orang-orang yang selalu menyakiti dan mengabaikannya.


Namun, ketika dia menggunakan ilmu sihirnya untuk membalas dendam pada orang-orang itu, dia merasa bahwa dia tidak lagi bisa mengendalikan kekuatan itu. Dia menjadi semakin terobsesi dengan kekuatan sihirnya dan akhirnya berubah menjadi penyihir jahat yang sangat kuat.


“Siapa orang yang memberikanmu buku sihir itu?” Tanya Ethan.


“Dia a….arrgh,” Anna mengerang kesakitan saat sebuah cahaya menembus kepalanya. Tubuh Anna tergeletak di lantai dengan darah yang keluar dari kepalanya.


Ethan dan timnya terkejut, tiba-tiba sesosok manusia berapi melayang terbang di atas mereka.


“A-ayah.”


***


Penasaran? Jangan lupa untuk vote, like dan komennya semua!!!🔥🔥🔥