
"Ethan, aku merasa gelisah," kata Sarah dengan suara bergetar. "Apakah kalian merasa itu juga?"
Semua orang mengangguk. Mereka merasakan adanya kehadiran makhluk jahat di sekitar mereka. Hanzel mengambil posisi siaga, sementara Gwyneth mengambil pedangnya dan bersiap-siap untuk bertarung.
"Mari kita berhati-hati," kata Hanzel. "Monster itu mungkin mengintai kita dari tempat yang tidak terduga."
Ketika mereka memulai mendaki, mereka melihat bahwa lereng gunung berapi penuh dengan ancaman. Ada monster batu besar dengan gigi tajam seperti pisau, yang menggeram dengan suara yang menakutkan. Ada juga monster raksasa yang memiliki tangan yang cukup besar untuk merobek tubuh seseorang menjadi dua.
Alex bersiap untuk menyerang monster batu besar itu dengan tombaknya, tetapi makhluk itu dengan cepat melemparkan dirinya ke samping dan melemparkan batu besar ke arah Alex. Alex berhasil menghindari serangan itu, tetapi dia tersandung dan jatuh ke tanah. Sarah melepaskan panah ke arah monster itu dan mengenai matanya. Monster itu berteriak kesakitan dan melarikan diri.
"Kalian harus berhati-hati dengan gerakan mereka," kata Maria. "Mereka mungkin terlihat lambat, tetapi mereka cukup cepat untuk menyerang dengan tiba-tiba."
Mereka terus mendaki gunung, tetapi semakin tinggi mereka pergi, semakin sulit bertahan hidup. Mereka menghadapi monster api yang berjalan di sekitar mereka dan menembakkan api dari mulut mereka. Ethan berhasil melawan monster itu dengan pedangnya, tetapi tiba-tiba muncul monster air yang muncul dari air terjun di dekat mereka.
Gregor langsung muncul di depan mereka dengan tubuh raksasa dan memukul monster air itu dengan kekuatannya. Monster itu hancur dan membiarkan mereka melanjutkan perjalanan mereka.
Mereka terus melangkah ke atas, dan saat mereka mencapai puncak, mereka melihat makhluk besar yang terbaring di tanah dengan nafas yang sangat cepat. Makhluk itu memiliki sayap yang besar dan tanduk yang menonjol di kepalanya.
"Gwyneth, mari kita menghadapinya bersama-sama," kata Hanzel.
Ketika mereka melangkah lebih dekat ke makhluk itu, tiba-tiba makhluk itu terbangun dan mulai menyerang mereka. Gwyneth dan Hanzel bergabung untuk mengalahkan makhluk itu, sementara yang lainnya memegang senjata mereka dan memperkuat pertahanan.
"Percayalah padaku, kita akan baik-baik saja," kata Hanzel kepada Gwyneth sambil menghindari serangan makhluk tersebut.
Gwyneth mengangguk dan bersama-sama dengan Hanzel, mereka menyerang dengan pedang mereka masing-masing. Tanduk di kepalan makhluk itu sangat kuat dan sulit untuk dilawan, namun Gwyneth dan Hanzel sangat terampil dalam bertarung dan mereka berhasil memotong tanduk itu.
Ethan maju terlebih dahulu dan menyerang dengan pedangnya. Sarah membidik panahnya ke arah kepala monster itu, sementara Alex menerjang ke arahnya dengan tombaknya yang berduri.
Maria menghindari serangan monster itu dengan memutar-mutar pisau kecilnya dengan keahlian yang luar biasa, sementara Gregor mengangkat kedua tangannya dan dengan mudah melompat ke udara, mendarat di atas monster itu dan menghantam kepala monster itu dengan kekuatan titan-nya.
Makhluk itu berteriak kesakitan dan mulai mundur, kelompok pahlawan itu mengejarnya dan menyerang dengan lebih keras lagi. Mereka saling membantu satu sama lain dan berhasil mengalahkan makhluk itu dengan keahlian dan kekuatan mereka yang luar biasa.
"Kita berhasil," kata Ethan. "Tapi kita harus hati-hati dengan ancaman lain yang mungkin ada."
Mereka beristirahat sejenak dan melihat ke sekeliling mereka.
Mereka kemudian melanjutkan perjalanan mereka, melewati gunung berapi yang mengeluarkan asap tebal. Mereka berjalan dengan hati-hati, menghindari lubang-lubang yang mungkin ada di tanah, karena mereka tidak tahu apa yang ada di dalamnya.
Saat mereka terus berjalan, mereka mendengar suara gemuruh yang semakin dekat. Mereka berhenti sejenak dan melihat ke arah sumber suara. Mereka melihat sebuah makhluk besar yang terlihat seperti gorila, tetapi memiliki rambut hitam bercahaya dan bermata merah.
"Makhluk apa itu?" tanya Sarah dengan waspada.
"Sepertinya itu adalah raja dari semua monster di gunung ini," kata Gregor.
"Maka kita harus mengalahkannya," kata Hanzel dengan percaya diri.
Kelompok pahlawan itu kemudian bersiap untuk melawan makhluk raksasa itu. Gregor melangkah maju dengan penuh keyakinan dan memukul makhluk itu dengan pukulan titan nya. Namun, makhluk itu hanya terkejut sebentar dan kemudian melawan balik dengan mengayunkan tangannya yang besar.
Ethan kemudian menyerang dengan pedangnya, tetapi pedangnya tidak dapat menembus kulit makhluk itu. Sarah kemudian mengeluarkan panahnya, tetapi panahnya hanya menembus sedikit dari kulit makhluk itu.
Maria kemudian mengambil pisau dan melompat ke arah makhluk itu. Dia menghindari serangan makhluk itu dan berhasil memotong kulitnya yang kuat. Makhluk itu berteriak kesakitan dan mengayunkan tangannya untuk menyerang Maria. Namun, Hanzel melompat ke depan dan menahan serangan itu dengan ilmu bela dirinya.
Gwyneth kemudian bergabung dengan Maria dan bersama-sama mereka menyerang makhluk itu dengan pedang mereka masing-masing. Makhluk itu mulai lemah dan akhirnya jatuh ke tanah dengan suara keras.
Mereka mengambil napas dalam-dalam dan melanjutkan perjalanan mereka.
Kelompok pahlawan itu terus berjalan, melewati lorong-lorong yang terjal dan gelap. Mereka harus berhati-hati agar tidak tersesat dan terjebak di dalam gunung berapi yang berbahaya. Saat mereka berjalan, mereka mendengar suara ribut-ribut di kejauhan.
"Mungkin ada monster lain di depan sana," kata Sarah.
"Kita harus berhati-hati," kata Ethan.
Mereka terus berjalan, semakin dekat dengan sumber suara ribut-ribut itu. Akhirnya, mereka sampai di suatu ruangan yang besar dan terang. Di ruangan itu, mereka melihat banyak monster yabg mungkin berkisar seribu monster. Ada monster dengan sayap besar, monster dengan cakar tajam, monster dengan gigi yang panjang, dan masih banyak lagi.
“Akhirnya kalian datang!”
***
Jangan lupa like, komen dan votenya semua, terima kasih. 🙃🙃