The Abyssal Dungeon

The Abyssal Dungeon
Chapter 43



Ethan memanggil teman-temannya untuk berkumpul di ruang perjamuan Kerajaan Light City. Saat mereka semua berkumpul, Ethan memberi tahu mereka tentang kekuatannya yang semakin sulit dikendalikan dan tentang rencananya untuk pergi ke sebelah barat Abyssal Dungeon.


Ethan melihat satu persatu teman-teman seperjuangannya. “Teman-teman, aku telah memanggil kalian semua ke sini karena aku membutuhkan bantuan dan dukungan kalian. Seperti yang kalian ketahui, kekuatanku semakin sulit dikendalikan dan satu-satunya cara untuk mengendalikannya adalah dengan meminta bantuan naga api di sebelah barat Abyssal Dungeon. Aku tahu perjalanan ini berbahaya dan situasi sekarang yang sulit dengan Dart memiliki tiga benda pusaka, tetapi aku harus bisa mengendalikan lagi kekuatanku, kalau tidak aku sama sekali tidak bisa mengalahkan Dart sampai kapanpun.”


Ethan tertunduk lesu. “Jadi aku membutuhkan kalian untuk berjaga disini terlebih dahulu dan ijinkan aku untuk belajar mengendalikan kekuatanku terlebih dahulu, sebelum kita pergi lagi untuk melawan Dart.”


“Ethan, kamu tahu kita akan selalu ada untukmu. Kita sudah melewati begitu banyak petualangan bersama-sama, dan kita tidak akan meninggalkanmu sekarang." Ucap Sarah.


David yang dari tadi terlihat khawatirpun mulai berkata. “Tapi Ethan, aku mendengar di sebelah barat Abyssal Dungeon adalah tempat yang sangat berbahaya. Kamu perlu mempersiapkan diri dengan baik sebelum pergi ke sana. Apakah kamu yakin kamu siap?"


Ethan tersenyum mencoba menenangkan Savid. “Aku sadar tentang risikonya, David. Tapi aku harus melakukan ini sendiri, aku ingin mencari apa penyebab kekuatanku tiba-tina menjadi tidak stabil, karena itulh sebabnya aku meminta bantuan kalian. Selama aku pergi aku mohon kalian dapat menjaga keamanan dari kejahatan Dart.”


“Kami akan melakukan sebaik mungkin untuk melindungi orang-orang dari kejahatan Dart, dan untuk keperginmu kesana, siapa tahu mungkin di sana kamu akan menemukan sesuatu yang berharga atau kemampuan baru." Ucap Maria.


“Baiklah, Ethan. Kaki akan melakukan apa yang kamu perintahkan. Tapi kamu harus berjanji kamu harus kembali dengan selamat.” Ucap Hanzel.


Ethan meyakinkan dirinya dan teman-temannya. “Aku berjanji, Hanzel. Aku tidak akan membiarkan apapun terjadi padaku. Bersama-sama kita kuat."


Gregor yang daritadi diam ikut bersuara. “Aku mendukung keputusanmu, Ethan. Kita akan menghadapi semua rintangan di depan kita bersama-sama.”


Ethan melihat ke arah Gwyneth yang dari tadi diam memperhatikannya, tanpa berkata apa-apa Gwyneth keluar dari ruangan itu meninggalkan teman-temannya.



Keberangkatan Ethan ke sebelah barat Abyssal Dungeon merupakan momen yang menegangkan dan berbahaya. Mereka semua berkumpul di pelabuhan Kerajaan Light City, mempersiapkan diri untuk perjalanan yang sulit ke wilayah yang tidak diketahui. Ethan telah merencanakan untuk berangkat segera setelah matahari terbit.


Namun, saat mereka ia bersiap-siap di pelabuhan, Gwyneth datang dengan terburu-buru dan raut wajah yang penuh tekad.


“Ethan! Tunggu! Aku ingin ikut denganmu. Aku tahu betapa berbahayanya perjalanan ini, tetapi aku tidak bisa duduk diam dan membiarkanmu pergi sendirian." Ucap Gwyneth.


Ethan terkejut mendengar permintaan Gwyneth. “Gwyneth, kamu tahu betapa berbahayanya perjalanan ini. Aku tidak ingin membahayakanmu. Ini adalah risiko yang besar."


“Ethan, kita sudah melalui banyak petualangan bersama. Kita selalu menjaga satu sama lain. Aku tahu aku bisa melakukan ini dan membantumu menuju naga api, aku tidak bisa duduk diam dan tidak melakukan apa-apa.” Ucap Gwyneth.


David, yang mendengarkan percakapan mereka, mengangguk setuju. “Ethan, Gwyneth benar. Kita selalu menjaga satu sama lain, dan itu termasuk melindungi satu sama lain dalam petualangan berbahaya. Gwyneth adalah seorang pejuang yang tangguh, dan aku yakin dia akan memberikan kontribusi besar bagmu.”


Ethan melihat keberanian dan tekad yang kuat dalam mata Gwyneth. Dia tahu bahwa dia tidak akan dapat menghentikan Gwyneth jika dia benar-benar telah memutuskan untuk ikut.


Gwyneth tersenyum lega dan mengangguk.


“Tentu saja, Ethan. Aku berjanji aku akan berhati-hati dan mendengarkan perintahmu. Kita akan melalui ini bersama." Ucap Gwyneth.


Dengan persetujuan Ethan dan dukungan teman-temannya, Gwyneth secara resmi bergabung dalam ekspedisi ke sebelah barat Abyssal Dungeon bersama Ethan. Mereka naik ke kapal yang telah disiapkan untuk perjalanan mereka.


Ethan dan Gwyneth duduk di geladak kapal, menyatu dengan suasana samudera yang tenang. Udara segar dan angin laut yang berhembus memberikan kelegaan setelah persiapan yang melelahkan untuk ekspedisi mereka. Mereka merasa antusias dan tegang dengan petualangan yang menanti di sebelah barat Abyssal Dungeon, sebuah dungeon yang terkenal dengan kegelapan yang belum pernah terungkap sebelumnya.


Kapal yang mereka naiki merupakan kapal khusus yang dirancang untuk menaklukkan perjalanan ke Abyssal Dungeon.


Saat mereka duduk bersama di geladak kapal, cahaya matahari yang terbenam memancarkan warna-warni indah di langit. Mereka merasakan energi dari samudera yang luas, yang membawa harapan dan tantangan di hadapan mereka. Suara ombak yang memecah menjadi serangkaian melodi menenangkan, memberi mereka kekuatan untuk menghadapi apa pun yang akan datang.


“Gwyneth, aku tahu kamu adalah seorang pejuang yang tangguh. Tapi perjalanan ini sangat berbahaya, dan aku khawatir tentang keselamatanmu." Ucap Ethan memecahkan keheningan.


Gwyneth menoleh ke arah Ethan dan berkata. “Ethan, aku menghargai kekhawatiranmu. Tapi kamu tahu bahwa aku tidak akan mundur begitu saja. Kita akan menjaga satu sama lain, seperti yang kita selalu lakukan."


Ethan tersenyum, menghargai tekad dan keberanian Gwyneth.


“Terima kasih, Gwyneth. Aku tahu aku bisa mengandalkanmu. Kita akan menghadapi apa pun yang datang dan pulang dengan selamat.” Ucap Ethan.


“Kita berdua adalah tim yang tak terpisahkan, Ethan. Bersama-sama, kita dapat mengatasi segala rintangan."Ucap Gwyneth.


Tiba-tiba, dari dalam laut yang menggulung-gulung, muncul sebuah makhluk raksasa yang menakutkan. Seekor monster laut dengan gigi tajam, kulit yang keras seperti batu, dan mata yang melotot dengan ganasnya. Itu adalah serangga laut raksasa, makhluk yang langka dan sangat berbahaya. Ethan dan Gwyneth tidak terkejut, mereka sudah siap menghadapi apa pun yang mungkin terjadi.


Monster laut itu menggonggong seperti hujan deras di atas geladak kapal mereka. Kapal terombang-ambing oleh serangan monster itu, tetapi Ethan dan Gwyneth tetap berdiri dengan kokoh. Ethan memegang pedangnya yang berkilauan, dan Gwyneth menatap monster dengan mata yang penuh semangat.


“Kita harus menghentikannya, Gwyneth! Bersiaplah!" Ucap Ethan.


“Aku siap, Ethan! Kita akan menghancurkannya bersama-sama!" Ucap Gwyneth.


Monster itu melompat dari air, mencoba menggigit Ethan dengan gigi-gigi tajamnya. Ethan meloncat menghindar, dan dengan kecepatan kilat, dia menusukkan pedangnya ke perut monster itu. Namun, kulit monster itu terlalu keras dan pedangnya hanya melukai sedikit saja.


“Ini tidak cukup kuat! Kita harus menemukan titik lemahnya!" Ucap Ethan.