The Abyssal Dungeon

The Abyssal Dungeon
Chapter 35



Ethan dan timnya tiba di ruangan di mana Raja Light City menunggu mereka. Dia duduk di atas takhta dan dikelilingi oleh pengawalnya yang setia.


“Apakah kalian kesini ingin memberikan kabar tentang putriku, Isabella?” Tanya Raja khawatir.


“Maafkan kami Baginda Raja. Kami belum bisa menyelamatkan Tuan Putri Isabella. Kami kesini ingin menanyakan sesuatu kepada Baginda Raja yang mungkin akan menjadi petunjuk untuk kami menyelamatkan Tuan Putri Isabella,” ucap Ethan.


Raja menghela napasnya berat. “Apa yang ingin kalian tanyakan?”


“Apakah Baginda Raja tahu tentabg tiga benda pusaka dan mengapa musuh kami mengumpulkannya,” ucap Ethan.


"Tiga benda pusaka yang sudah berada di tangan musuh kalian adalah Moon Stone, Sapphire Heart, dan Divine Eye," kata Raja.


Semua orang dalam tim itu saling pandang dan berbisik-bisik satu sama lain. Mereka belum pernah mendengar nama dari tiga benda pusaka itu.


"Tiga benda pusaka itu mempunyai kekuatan yang sangat besar. Apabila tiga benda pusaka itu tidak digunakan dengan bijaksana maka kekuatan itu akan mengancam dunia,” kata Raja.


Semua orang dalam tim itu menjadi tegang. Raja mulai menceritakan legenda tentang tiga benda pusaka tersebut.


"Pertama, Moon Stone. Konon, benda ini memiliki kekuatan untuk mengontrol kekuatan penuh bulan. Pada saat bulan purnama, orang yang memegang batu tersebut akan memiliki kekuatan yang tak terkalahkan," kata Raja.


Semua orang dalam tim itu terdiam dan berpikir tentang kekuatan yang luar biasa itu. Namun, mereka juga tahu bahwa kekuatan seperti itu dapat menimbulkan bahaya jika digunakan dengan tidak bijaksana.


"Kedua, Sapphire Heart. Benda ini diyakini memiliki kekuatan untuk mengubah sifat seseorang. Siapa pun yang memegang Sapphire Heart akan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi emosi dan pikiran orang lain," kata Raja.


Semua orang dalam tim itu berpikir tentang kekuatan itu dan mengetahui bahwa itu juga dapat menjadi bahaya jika digunakan dengan tidak bijaksana.


"Ketiga, Divine Eye. Benda ini adalah yang paling berbahaya dari ketiganya. Diyakini bahwa Divine Eye memiliki kemampuan untuk melihat ke dalam pikiran orang lain. Memegang benda ini akan memberikanmu kekuatan untuk membaca pikiran dan memahami niat seseorang. Namun, kekuatan ini juga datang dengan tanggung jawab besar, karena menggunakan kekuatan ini untuk keuntungan pribadi dapat menghancurkan kepercayaan orang lain," lanjut Raja.


Ethan dan timnya mendengarkan dengan seksama, menyadari betapa berharga dan berbahayanya tiga benda pusaka tersebut. Mereka tahu bahwa kekuatan semacam itu tidak boleh disalahgunakan.


"Jadi ini adalah masalah yang sangat besar apabila musuh kalian memiliki ketiga bunda pusaka tersebut," ujar Raja.


"Apakah kalian tahu tentang Divine Tree?” lanjut Raja.


Ethan dan timnya menggeleng.


“Divine Tree adalah pohon legendaris yang tumbuh untuk memberikan kehidupan dan kekuatan kepada semua yang ada di sekitarnya,” jelas Raja. “Divine Tree yang akan menghasilkan puluhan ribu monster kuat yang dapat mengancam dunia kita."


Tim itu menjadi terkejut. Mereka tidak pernah berpikir bahwa tiga benda pusaka tersebut dapat digunakan untuk menciptakan kekuatan seperti itu.


"Kalian harus mencegah musuh kalian menumbuhkan Divine Tree," tegas Raja.


Ethan bertanya, "Bagaimana kami bisa mencegah mereka menumbuhkan Divine Tree, Raja?”


Maria menambahkan, "Tapi bagaimana kami bisa menemukan Divine Tree dan menghancurkannya?"


"Saya memiliki rencana," ujar Raja William. "Saya akan memberikan kepada kalian peta rahasia yang mengarah ke lokasi Divine Tree. Namun, di sepanjang jalan, kalian akan menghadapi monster-monster yang kuat dan licik. Mereka telah mengetahui tentang rencana kita dan mereka akan melakukan segala cara untuk menghentikan kita."


Gwyneth bertanya, "Apa yang akan terjadi jika mereka berhasil menumbuhkan Divine Tree, Raja?”


Raja William menatap mereka dengan mata yang serius, "Kita harus berharap bahwa itu tidak terjadi. Tetapi jika itu terjadi, maka dunia kita akan berada dalam bahaya besar. Kalian adalah satu-satunya harapan kita untuk menghentikan mereka."


Tim itu merasa terbebani oleh tanggung jawab yang diberikan kepada mereka. Mereka tahu bahwa mereka harus melakukannya dengan baik dan bertanggung jawab.


"Kami akan melakukannya, Raja,” tegas Ethan.


"Ada satu hal yang mungkin bisa mencegah semua itu terjadi,” kata Raja dengan nada serius.


Tim itu segera mengangkat kepala mereka, melihat ke arah Raja dengan perhatian yang penuh.


"Isabella, putri tunggalku, mereka menculiknya karena mereka mengetahui bahwa Isabella adalah pembawa Moon Stone. Mereka ingin menguasai kekuatan Moon Stone itu sendiri." Ucap Raja.


Tim itu menjadi semakin khawatir. Mereka tahu bahwa jika Dart berhasil mendapatkan Moon Stone, dampaknya akan sangat berbahaya.


"Lalu apa yang kami bisa lakukan, Raja?Bagaimana kami bisa menyelamatkan Isabella?" tanya Sarah, dengan suara gemetar.


Raja mengambil napas dalam-dalam. "Kalian harus menyusup ke Kuil Cahaya dan menyelamatkan Isabella. Namun, ingatlah, tugas ini sangat berbahaya dan kehidupan Isabella ada di tangan kalian."


Ethan dengan tegas berkata, "Kami akan menyelamatkan Isabella, Raja. Kami tidak akan membiarkan Dart melakukan apapun terhadapnya."


Raja tersenyum, terlihat lega. "Saya percaya pada kalian, tim. Tapi perlu diingat, sepertinya musuh kalian bukanlah musuh yang bisa dianggap remeh. Ia memiliki kekuatan dan kecerdikan yang luar biasa. Kalian harus waspada dan berhati-hati."


Maria bertanya, "Apakah Anda memiliki informasi tentang lokasi Kuil Cahaya?”


Raja mengambil sebuah peta dan meletakkannya di meja. "Inilah peta Kuil Cahaya. Itu berada di pegunungan terlarang di sebelah timur kerajaan ini. Kalian harus melewati medan yang berbahaya dan jebakan yang banyak untuk mencapai tujuan itu."


Ethan menganggukkan kepala. "Kami akan merancang rencana yang baik dan memastikan keberhasilan misi ini. Isabella adalah keluarga kerajaan dan kami akan melindunginya."


Raja tersenyum. “Terima kasih. Saya tahu bahwa kalian adalah pilihan yang tepat untuk tugas ini. Tetaplah bersatu dan berhati-hati di perjalanan ini. Kerajaan kita bergantung pada kalian."



Ethan dan timnya merencanakan segala sesuatunya dengan matang untuk menyelamatkan Putri Isabella dari Dart. Namun, mereka tidak menyadari bahwa waktu terus berjalan dan Dart semakin dekat dengan ritual pengambilan Moon Stone dari tubuh Isabella. Mereka harus segera bertindak jika tidak ingin terlambat.


Ethan mengambil peta Kuil Cahaya dan menunjukkannya pada timnya. “Kita tidak punya banyak waktu lagi, teman-teman. Ritual pengambilan Moon Stone dari tubuh Isabella akan dilakukan pada bulan purnama, yang artinya kita hanya punya beberapa hari lagi untuk menemukan dan menyelamatkan Isabella dari Dart.”