
"Sudah cukup, Ethan. Kekuatanku jauh lebih kuat darimu. Kau dan teman-temanmu tidak bisa mengalahkanku," kata Dart dengan sombong.
Namun, tiba-tiba Gregor menggunakan kekuatan Roh Naga Tanah-nya untuk menyerang Dart dari bawah tanah. Dart tidak menyadari hal itu dan terkejut ketika Gregor muncul di hadapannya.
Dart berusaha menghadapi serangan tiba-tiba dari Gregor yang menggunakan kekuatan Roh Naga Tanah-nya. Dengan lincah, Dart menghindari serangan pertama, tetapi Gregor tidak mudah dikalahkan. Ia melompat keluar dari tanah dan langsung menyerang Dart dengan serangan beruntun.
"Kamu pikir kamu bisa mengalahkanku semudah itu?” ucap Gregor dengan nada mengancam sambil melepaskan serangan-serangan kuat. Dart mengeluarkan api dari tangannya, melawan serangan-serangan itu dengan keahliannya yang luar biasa. Percikan api dan percikan tanah terus menerus terjadi di sekitar mereka.
Di sisi lain, Sarah dengan cepat menggunakan kekuatan Roh Naga Cahaya-nya untuk menyembuhkan timnya yang terluka. Cahaya yang lembut menyelimuti tubuh mereka, menghilangkan rasa sakit dan memulihkan energi mereka. "Tetap bertahan, kita harus mengalahkannya!" seru Sarah dengan semangat.
Sementara itu, Maria mengeluarkan es yang sangat dingin dari telapak tangannya. Dalam sekejap, udara di sekitarnya membeku, membentuk lapisan es yang menutupi Ethan yang sedang berusaha mengendalikan kekuatan apinya.
Hanzel, yang telah sembuh karena penyembuhan dari Sarah, mengangkat tangannya ke langit. Kilat menyambar dari langit, menyambar Dart dengan kekuatan yang dahsyat. Ledakan cahaya dan suara petir mengguncang tempat itu. Dart terpental ke belakang, kesadarannya sedikit terganggu.
Gwyneth memanfaatkannya dengan cermat. Ia menciptakan ilusi-ilusi yang menyesatkan, memenuhi pikiran Dart dengan kebingungan dan ketakutan. Tapi Dart tidak merasa sulit sama sekali ia berkonsentrasi dan berhasil lepas dari belenggu ilusi Gwyneth.
Suara percikan api, ledakan kilat, dan gemuruh tanah terus bergema di sekitar mereka. Dart berusaha untuk bertahan, tetapi serangan-serangan yang tak henti-hentinya dari tim Ethan membuatnya semakin tertekan.
Sudah cukup, Dart! Kami tidak akan membiarkanmu menghancurkan dunia ini dengan kekuatanmu yang jahat!" seru David dengan tekad yang bulat.
David memutar tombaknya dengan kecepatan yang luar biasa, menyebabkan pusaran angin yang hebat di sekitarnya. Serangan David menghantam Dart dengan kekuatan yang besar, membuatnya terhuyung mundur.
Sementara itu, kekuatan Ethan yang membara tampak tidak terkendali. Api yang memancar dari tubuhnya mulai membahayakan teman-temannya yang berada di sekitarnya. Sarah, Maria, David, Hanzel, Gwyneth, dan Gregor berusaha menghindar, tetapi kekuatan api yang meluas dengan cepat membuat mereka terjepit.
Dart, yang memperhatikan situasi tersebut mengambil kesempatan. Dengan cepat, ia melihat batu bercahaya yang dipakai Ethan sebagai kalung. Dart bergerak cepat, melompat ke depan dan menggapai batu tersebut.
"Hentikan dia,” teriak Sarah dengan khawatir, sementara api semakin mendekat kepada mereka.
Tanpa ragu, Dart meraih batu bercahaya dari leher Ethan dan memegangnya erat-erat di tangannya. Saat itu juga ia terbang melesat dengan kekuatan api miliknya meninggalkan Ethan dan timnya.
Pasukan mosnter milik Dart datang kembali menyerang Ethan dan timnya membuat mereka tidak bisa mengejar Dart.
Maria meluncurkan serangan es yang tajam, menghentikan gerakan musuh dengan membekukan mereka. David menggunakan kekuatan angin untuk menghalau serangan-serangan yang datang ke arah timnya. Hanzel, dengan kekuatan petirnya, mengeluarkan kilat-kilat yang memporak-porandakan musuh-musuhnya.
Di tengah kekacauan pertempuran, Ethan berada dalam fokus yang sepenuhnya. Dia mengabaikan serangan musuh dan fokus pada dirinya sendiri. Dalam keheningan batin, ia memusatkan perhatiannya pada energi yang berkobar dalam dirinya.
Dengan matanya yang memancarkan intensitas yang luar biasa, Ethan menutup mata dan merasakan kekuatan yang ada di dalam dirinya. Dia meraba setiap gelombang energi yang berkecamuk di dalam tubuhnya dan berusaha untuk mengarahkannya dengan hati yang tenang.
"Kontrolkan dirimu, Ethan! Kau bisa melakukannya!" gumamnya pada dirinya sendiri, dengan suara yang penuh tekad.
Ketika ia memusatkan perhatiannya, kekuatan api yang tadinya tak terkendali mulai mereda. Api yang membara di sekitar Ethan perlahan memudar dan berubah menjadi nyala yang tenang. Rasa panas yang terbakar di tubuhnya berangsur-angsur mereda, digantikan dengan ketenangan yang mendalam.
Dengan perlahan, Ethan membuka matanya dan melihat bahwa kekuatannya telah terkendali. Ia merasa tenang, meskipun masih bisa merasakan kekuatan yang terpendam dalam dirinya.
"Kita bisa melakukannya!" seru Ethan dengan penuh semangat kepada timnya. "Mari kita selesaikan ini!"
Dengan kekuatan gabungan mereka, tim Ethan mulai bergerak dengan koordinasi yang lebih baik. Setiap anggota tim memanfaatkan keahlian mereka dan kekuatan roh naga yang dimilikinya dengan efisiensi yang tinggi. Sarah, dengan roh naga cahaya yang terpancar di tubuhnya, mampu mengeluarkan serangan cahaya yang membutakan musuh-musuhnya. Serangan itu memberikan keuntungan bagi David, yang dengan kecepatan angin mampu menghindari serangan musuh dan melancarkan serangan balik yang mematikan.
Tidak ketinggalan Maria, yang memiliki kekuatan roh naga es. Dengan kemampuan mengendalikan es, ia membekukan musuh-musuhnya dengan kilatan es yang mematikan. Sementara itu, Hanzel menggunakan roh naga petirnya untuk menciptakan badai petir yang mengacaukan formasi musuh. Petir bergelombang dan mematikan menyambar ke segala arah, menghancurkan segala yang menghalangi jalan mereka.
Dengan kekacauan itu, pasukan monster milik Dart mulai jatuh satu per satu ke tanah. Gwyneth, dengan roh naga kegelapan yang mengelilinginya, mengawasi keadaan sekitar. Ia menjaga tim dari serangan balik musuh dan menggunakan kekuatan gelapnya untuk melindungi rekan-rekan setimnya. Gregor, yang memiliki kekuatan roh naga tanah, menggunakan kekuatannya untuk memanipulasi tanah di sekitarnya. Ia menciptakan gempa bumi yang membingungkan musuh dan menjatuhkan mereka satu per satu.
Dalam keadaan ini, kekuatan Ethan sebagai roh naga api semakin kuat. Dengan api yang berkobar di sekelilingnya, ia mengeluarkan serangan yang membara dan menghancurkan segala yang ada di hadapannya. Lawan-lawannya terbakar oleh kemarahan dan kekuatan Ethan.
—
"Ethan, kamu tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri. Kekuatanku juga tidak cukup untuk mengalahkan ayahmu," kata Sarah yang masih mencoba menyembuhkan beberapa luka dari teman-temannya setelah pertarungan melawan Dart dan pasukan monster miliknya.
David mendekati Ethan yang sedang menunduk, ia merasa bersalah karena secara tiba-tiba tidak dapat mengendalikan kekuatan roh naganya.
"Ethan, kamu harus belajar mengendalikan kekuatanmu dengan lebih baik. Jangan biarkan emosi mengendalikan dirimu,” kata David.
Ethan berdiri dari duduknya dan melihat ke arah teman-temannya. “Kita harus mengambil kembali tiga benda pusaka yang ada pada ayahku, sebelum ia menggunakannya untuk menghancurkan dunia.”