
Pahlawan-pahlawan itu terdesak. Mereka sudah berjuang dengan gigih melawan monster-monster itu, tetapi semakin banyak yang muncul. Satu per satu, pahlawan-pahlawan itu jatuh ke tanah, tak berdaya melawan kekuatan monster-monster itu. Mereka bertempur untuk bertahan hidup, tetapi tampaknya tidak ada jalan keluar.
Tiba-tiba, suara bergema di udara. "Jangan khawatir, aku akan membantu kalian!" Terdengar suara yang sangat keras dan memecahkan telinga. Semua orang mengarahkan pandangan mereka ke atas dan melihat sosok besar yang terbang menuju mereka.
Itu adalah Gregor, seorang manusia berkekuatan titan. Ia pernah menjadi lawan mereka yang dulu dikenal dengan nama Nightshade yang diperbudak oleh penyihir jahat. Pahlawan-pahlawan itu menyambut kehadirannya dengan penuh sukacita. Mereka yakin dengan kekuatan Gregor, monster-monster itu pasti akan mudah dikalahkan.
Gregor mendarat di tanah dengan suara yang mengguncangkan bumi. Ia langsung bergerak menuju monster-monster itu. Pahlawan-pahlawan itu terkesima melihat kecepatan dan kekuatan Gregor. Ia mampu menghancurkan monster-monster itu dengan satu serangan saja.
“Salam, teman-teman,” kata Gregor dengan suara menggelegar. “Aku datang membantu kalian.”
“Terima kasih, Gregor,” jawab Ethan. “Kami sangat membutuhkan bantuanmu.”
Tanpa basa-basi, Gregor langsung bergabung dengan kelompok itu dalam pertarungan. Dia menyerang monster-monster itu dengan segala kekuatan yang dimilikinya, memukul mereka dengan kecepatan dan kekuatan yang luar biasa. Semua orang dalam kelompok itu terkesima dengan kekuatan Gregor, bahkan Gwyneth yang biasanya cuek dan angkuh terlihat terkesima.
Pertarungan semakin intens dan semakin sengit. Kelompok itu bekerja sama dengan baik untuk mengatasi setiap monster yang muncul. Ethan dengan pedangnya memotong dan menyerang monster-monster itu dengan kecepatan dan keahliannya yang tinggi. Sarah dengan panahnya menembak dari kejauhan dan menghabisi beberapa monster dengan satu tembakan. Maria dengan pisau menghabisi monster-monster kecil dengan lincah. Alex dengan tombaknya mematikan monster-monster besar dengan serangan yang tepat. Hanzel dengan ilmu bela dirinya menyerang monster-monster dari segala arah dan membuat mereka bingung. Gwyneth dengan dua pedangnya memotong dan menghantam monster-monster itu dengan kecepatan yang sulit diikuti.
Gregor memegang kepala monster dan memukulkannya ke tanah dengan tenaga yang luar biasa. “Hahaha, ini sangat menyenangkan!” katanya sambil tertawa.
“Gregor, kamu benar-benar luar biasa,” kata Sarah.
“Hanya melakukan tugasku,” jawab Gregor sambil tersenyum.
Tetapi, tiba-tiba datang monster yang lebih besar dari yang lainnya. Kelompok itu pun terkejut dengan monster tersebut dan mulai merasa cemas. Monster itu memiliki tentakel dan bisa menyerang dengan kecepatan tinggi. Semua serangan kelompok itu tidak berarti apa-apa untuk monster itu. Kelompok itu kembali terdesak dan kehilangan semangat.
“Ini tidak baik,” kata Ethan sambil menahan napasnya. “Kita terdesak.”
“Kita harus mencari cara untuk mengalahkannya,” kata Maria.
“Tetapi bagaimana?” tanya Hanzel.
Sementara itu, monster besar itu semakin mendekat, dan mereka semakin tidak punya banyak waktu untuk memikirkan strategi.
Tiba-tiba, Gregor mengambil tindakan. Dia berlari ke arah monster besar itu dengan kecepatan tinggi dan mendaratkan pukulan keras ke arah kepala monster tersebut. Serangan itu berhasil menghantam kepala monster dan membuatnya tersungkur ke tanah. Tapi, Gregor tidak puas. Dia terus menyerang monster itu dengan pukulan-pukulan kecil yang membuatnya semakin tersungkur ke tanah.
“Kalian bisa melakukannya, teman-teman,” kata Gregor sambil terus menyerang monster itu. “Ayo, jangan menyerah!”
Mendengar itu, kelompok itu kembali bangkit semangatnya. Mereka merasa terinspirasi oleh tindakan Gregor dan memutuskan untuk melakukan serangan gabungan untuk mengalahkan monster besar itu.
Ethan melompat ke udara dengan pedangnya dan memotong beberapa tentakel monster. Sarah menembakkan beberapa panah yang tepat mengenai bagian lemah monster. Maria melempar pisau ke arah mata monster, dan pisau itu berhasil menembus mata monster. Alex menyerang dari samping dan membuat monster kehilangan keseimbangan. Hanzel menyerang dari belakang dengan ilmu bela dirinya dan membuat monster tersebut terjebak.
Gwyneth, yang selama ini diam dan hanya memotong monster-monster kecil, akhirnya menunjukkan keahliannya yang sesungguhnya. Dia melompat ke udara dan menyerang monster besar itu dengan dua pedangnya. Serangan itu menghantam monster dan membuatnya terjatuh ke tanah.
“Sekarang, serang!” seru Ethan.
Kelompok itu menyerang monster besar itu dengan kecepatan dan kekuatan maksimal. Mereka bekerja sama dengan baik dan saling menutupi kelemahan satu sama lain. Setelah beberapa menit, monster itu akhirnya terkalahkan.
Kelompok itu saling berpelukan dan merayakan kemenangan mereka. Mereka berterima kasih pada Gregor karena telah membantu mereka dalam pertarungan.
“Terima kasih, Gregor. Kita tidak bisa melakukannya tanpamu,” kata Gwyneth.
“Tidak ada masalah. Kita adalah tim,” kata Gregor dengan tersenyum.
Setelah berhasil mengalahkan monster besar, kelompok pahlawan itu kembali ke kamp mereka untuk beristirahat. Mereka masih merasakan kelelahan dan adrenalin dari pertarungan sebelumnya. Namun, ketika mereka sedang bersantai, Gregor datang dan memberitahu mereka bahwa dia mengetahui keberadaan musuh mereka.
“Ada sesuatu yang harus aku katakan pada kalian,” kata Gregor serius.
“Ada apa, Gregor?” tanya Ethan.
“Aku telah menemukan jejak musuh kalian,” jawab Gregor.
Semua anggota kelompok itu memandang Gregor dengan tatapan terkejut.
“Bagaimana kamu bisa menemukannya?” tanya Sarah.
“Aku telah melakukan survei selama beberapa hari terakhir,” kata Gregor. “Dan aku berhasil menemukan tempat di mana musuh kita berada.”
“Luar biasa!” kata Maria.
“Jadi, di mana tempat itu?” tanya Hanzel.
Gregor menjawab dengan serius, “Tempat itu berada di lereng gunung berapi yang dijaga oleh banyak monster yang lebih kuat daripada yang selama ini kalian lawan.”
“Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?” tanya Gwyneth.
“Aku pikir kita harus menyerang tempat itu secepat mungkin,” kata Gregor. “Aku yakin musuh kita tidak akan terus menunggu. Aku tidak tahu apa yang akan mereka lakukan dengan putri Isabella dan juga batu hati Saphire, tetapi selama aku bekerja bersama mereka yang aku tahu mereka akan menggunakan itu untuk sesuatu yang lebih jahat untuk menguasai dunia.”
“Tapi, apakah kita siap untuk melawan mereka?” tanya Alex.
“Kita harus siap,” kata Ethan. “Ini adalah peperangan yang penting bagi kita semua, kita harus menyelamatkan David, putri Isabella dan mengalahkan ayahku, sebelum semuanya terlambat. Aku ingin tahu kejahatan seperti apa yang akan dilakukan oleh ayahku.”
“Aku setuju,” kata Sarah. “Kita tidak bisa lagi menunda-nunda.”
Mendengar itu, kelompok itu bersiap-siap untuk perang yang akan datang. Mereka tahu bahwa mereka harus bekerja sama dengan baik untuk mengalahkan musuh mereka dan melindungi dunia dari kejahatan.
***
Halo semuanya, jangan lupa untuk like, komen dan votenya ya semua. Terima kasih ❤️❤️❤️