
"David, kembalilah ke jalan yang benar. Jangan biarkan dirimu dipengaruhi oleh sihir kegelapan lagi," kata Ethan.
David merespon dengan lemah, "A…aku apa yang telah aku lakukan.”
Tiba-tiba sebuah kabut hitam menyelimuti tubuh David dan David menghilang.
“David,” teriak Ethan dengan napas yang terengah-engah setelah pertempuran sengit dengan pasukan David.
"David dibawa kembali oleh penyihir jahat,”balas Sarah, menatap jauh ke hutan di depan mereka.
Ethan memasukkan kembali pedangnya ke dalam sarungnya, "Kita akan menemukannya. Sekarang, sekarang kita lanjutkan kembali perjalanan kita.”
Ethan dan timnya berjalan melewati hutan yang gelap dan menakutkan. Mereka diperdaya oleh penyihir jahat untuk tidak dapat mendekat ke istana sihirnya. Sesaat setelah mereka melalui perjalanan yang sulit, mereka menemukan sebuah laboratorium rahasia di sebuah gua yang tersembunyi. Mereka melihat pasukan penyihir jahat sedang melakukan eksperimen pada makhluk hidup yang tak berdaya.
"Ini kekejaman yang sangat mengerikan," kata Sarah, menutup mulutnya dengan tangannya.
"Mereka sedang melakukan eksperimen terhadap makhluk hidup ini," kata Ethan, memandang dengan benci pada pasukan penyihir jahat itu.
"Mari kita segera beraksi," kata Alex.
Mereka menemukan jalan masuk ke laboratorium rahasia dan tanpa ragu masuk ke dalamnya. Mereka berjalan dengan hati-hati, berusaha untuk tidak menimbulkan suara yang akan mengkhawatirkan pasukan penyihir jahat tersebut.
"Kita harus menemukan cara untuk menghentikan pasukan penyihir jahat itu," kata Maria.
"Setuju,” kata Hanzel, menaikkan jempolnya.
Mereka berjalan terus hingga sampai ke ruangan utama di mana pasukan penyihir jahat sedang mengadakan eksperimennya. Ada makhluk hidup yang sedang menderita di atas meja operasi. Ethan merasa hatinya berdenyut kencang melihat kekejaman itu.
"Kita harus menghentikan kekejaman ini," kata Ethan dengan suara yang tegas.
Mereka berencana untuk menyerbu ruangan, tetapi sebelum mereka bisa melakukan itu, pemimpin pasukan penyihir jahat tersebut tiba-tiba mengetahui keberadaan mereka.
Ia berbentuk setengah manusia dan setengah beruang.
"Siapa kalian?" tanya pemipin pasukan penyihir jahat itu, dengan suara yang tajam.
"Kalian tidak bisa melakukan hal kejam seperti ini," kata Ethan, mencoba mempertahankan diri.
"Tidak peduli, kalian tidak bisa mengganggu eksperimenku,” balas pemimpin pasukan penyihir jahat itu.
Tiba-tiba, pasukan pemimpin penyihir jahat itu melepaskan mantra sihir dan memanggil para makhluk hidup yang sedang menderita di atas meja operasi. Makhluk-makhluk tersebut tiba-tiba berubah menjadi monster yang menakutkan. Tim Ethan terpaksa menghadapi monster-monster itu dengan keberanian yang besar. Sarah dan Gwyneth menyerang mereka, sementara Alex dan Maria menggunakan senjata mereka untuk melawan para monster tersebut.
Ethan berhasil membunuh beberapa monster, tetapi terluka oleh serangan monster yang lain. Dia kesulitan untuk berdiri, tetapi tetap bertahan dengan tekad yang kuat. Tim Ethan terus berjuang mati-matian, dan akhirnya berhasil mengalahkan para monster itu.
"Tidak ada yang bisa menghentikanku,” kata pemimpin pasukan penyihir jahat itu, mencoba melepaskan mantra yang lebih kuat lagi.
Namun, Ethan menggunakan seluruh kekuatannya untuk menyerang pemimpin pasukan penyihir jahat itu dan berhasil mengalahkannya.
"Kami berhasil mengalahkan para monstermu, dan sekarang giliranmu," kata Ethan, menatap pemimpin pasukan penyihir jahat itu dengan tatapan tajam.
Pemimpin pasukan penyihir jahat itu tersenyum sinis dan melepaskan mantra yang kuat. Ethan dan timnya berjuang dengan gigih untuk menahan mantra itu, tetapi semakin lama semakin sulit. Namun, mereka tidak menyerah dan terus berusaha.
Pemimpin pasukan penyihir jahat itu terkejut, tidak menyangka bahwa Sarah memiliki kekuatan yang sebesar itu. Namun, Sarah tidak berhenti di situ saja.
"Kita tidak akan membiarkanmu melakukan kekejamanmu lagi," kata Sarah, memandang pemimpin pasukan penyihir jahat itu dengan benci.
"Sekali lagi, kalian tidak bisa menghentikanku!” balas pemimpin penyihir penyihir jahat itu, sambil melepaskan mantra lainnya.
Namun, kali ini Alex berhasil menangkis mantra tersebut dengan tombaknya. Sementara itu, Gwyneth menggunakan kekuatan roh naga kegelapannya untuk mengikat penyihir jahat itu.
"Kalian berhasil menghentikanku, tetapi kalian tidak bisa menghentikan kekuatan gelapku!" kata pemimpin pasukan penyihir jahat itu, mencoba mengancam.
"Tidak peduli apa yang kamu katakan, kita tidak akan pernah membiarkanmu merugikan makhluk hidup lagi," balas Ethan dengan tegas.
Tiba-tiba saja sebuah kabut hitam menyelimuti tubuh pemimpin pasukan penyihir jahat itu sama dengan yang di alami David. Tubuh pemimpin pasukan penyihir jahat itu pun menghilang dengan hilangnya kabut hitam itu.
“Sial! Penyihir jahat itu melakukan trik sihirnya lagi,” ucap Ethan.
”Sekarang kita harus memeriksa laboratorium ini terlebih dahulu,” ucap Sarah dan dianggukkan kepalanya.
Mereka pun memasuki setiap ruangan laboratorium rahasia yang mengerikan itu. Mereka melihat monster-monster yang terbuat dari berbagai jenis makhluk hidup, dan semua terlihat sakit dan tersiksa.
"Mereka melakukan apa pada makhluk hidup ini?" tanya Sarah dengan suara gemetar.
"Eksperimen kejam," jawab Ethan, memandang monster-monster itu dengan rasa benci.
Saat Ethan dan timnya berjalan lebih dekat, monster-monster itu mulai bangkit dan menyerang mereka. Ethan mengeluarkan pedangnya, Sarah mengambil panah dari punggungnya, Maria mengambil pisau, Alex mengambil tombak, Hanzel menggunakan ilmu bela dirinya, dan Gwyneth mengambil dua pedang.
"Mereka kuat, tetapi kita tidak akan mundur!" kata Ethan dengan suara keras.
Mereka mulai melawan monster-monster tersebut dengan gigih. Sarah mengambil panahnya dan melepaskannya dengan kecepatan yang luar biasa, mengenai satu monster dengan tepat di kepalanya. Maria berlari ke depan, melompat dan mendarat di atas monster lainnya, mengambil pisau dan memotong lehernya dengan gesit. Alex menggunakan tombaknya untuk menikam monster itu dari jarak jauh, mengenai titik vitalnya.
Hanzel dan Gwyneth bekerja sama dengan sangat baik. Hanzel menggunakan ilmu bela dirinya untuk menghindari serangan monster, sementara Gwyneth menggunakan kedua pedangnya untuk memotong monster-monster itu dari samping. Mereka bekerja dengan begitu cepat sehingga monster-monster itu tidak memiliki kesempatan untuk menyerang kembali.
Ethan juga berjuang dengan gigih, mengambil pedangnya dan memotong monster-monster itu satu per satu. Dia menggunakan gerakan yang cepat dan gesit, membuat monster-monster itu kesulitan untuk menangkapnya.
"Tidak ada yang bisa mengalahkan kita!" kata Hanzel dengan semangat, melompat ke udara dan menendang monster yang datang ke arahnya.
"Kita akan menghentikan kekejaman mereka!" kata Sarah, mengambil panah lain dan melepaskannya dengan tepat di dada monster lainnya.
Mereka terus bertarung dengan gigih, menggunakan semua keahlian mereka untuk mengalahkan monster-monster eksperimen itu. Suara benturan senjata mereka mengisi ruangan laboratorium, dan darah monster-monster itu menyebar ke lantai.
Akhirnya, setelah pertempuran yang sengit, mereka berhasil mengalahkan semua monster itu. Ethan dan timnya berdiri di tengah ruangan yang penuh dengan bangkai monster-monster itu.
Tiba-tiba saja terdengar suara gemuruh dari luar laboratorium itu.
***
Jangan lupa like, komen dan votenya teman-temang semua!!! Terima kasih.❤️❤️❤️