
Setelah berjuang melewati labirin yang mematikan, Ethan dan tim akhirnya berhasil keluar ke dunia luar yang penuh dengan kegelapan. Namun, kegembiraan mereka tidak berlangsung lama, karena mereka segera menyadari bahwa mereka tidak sendirian.
Di kejauhan, mereka melihat pasukan penyihir jahat yang dipimpin oleh David, sahabat lama mereka yang telah dipengaruhi oleh kekuatan jahat. Kini ia telah berubah menjadi panglima pasukan yang kejam dan jahat.
Ethan dan timnya tahu bahwa mereka harus menghadapi David dan pasukannya jika mereka ingin melanjutkan misi mereka untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran. Mereka bersiap-siap untuk pertarungan sengit, menyiapkan senjata mereka.
Ethan dan timnya mempersiapkan diri mereka untuk melawan pasukan penyihir jahat yang sedang mendekat. Mereka berdiri siap menghadapi serangan pasukan penyihir jahat.
Ethan mengambil pedangnya, Sarah mengambil busur dan panah, Alex mengambil tombak, Maria mengambil pisau, Hanzel menempatkan dirinya dalam posisi siap dengan ilmu bela dirinya, dan Gwyneth mengambil dua pedang untuk menyerang musuh.
Pasukan penyihir jahat akhirnya tiba di depan mereka. David, yang sekarang memimpin pasukan, mengambil posisi di depan mereka. Dia menatap Ethan dengan tatapan tajam dan berkata, "Ethan, aku tidak pernah berpikir bahwa kamu akan melawanku. Kita dulu adalah teman baik, bukan begitu?"
Ethan tidak mengatakan apa-apa, dia hanya mengangkat pedangnya dan menantikan serangan dari pasukan musuh.
Pertarungan pun dimulai. Pasukan penyihir jahat melemparkan mantra sihir yang mematikan, dan Ethan dan timnya menghindarinya dengan cepat. Sarah menembakkan panah ke arah musuh, sementara Alex menyerang dengan tombaknya.
Maria mendekati musuh dengan kecepatan yang luar biasa, menghindari serangan sihir yang dilemparkan oleh para penyihir. Hanzel menggunakan ilmu bela dirinya untuk melawan musuh, sementara Gwyneth memotong dengan pedangnya yang tajam.
Saat pertempuran semakin intens, Ethan dan timnya mulai merasa terdesak. Pasukan penyihir jahat tampaknya terlalu kuat dan terlalu banyak untuk mereka hadapi. Namun, mereka tidak akan menyerah begitu saja.
"Ethan, kita butuh strategi baru untuk mengalahkan mereka," kata Sarah kepada Ethan sambil menarik panah dari busurnya.
"Aku setuju," kata Ethan. "Kita harus mencari kelemahan mereka."
"Aku akan coba melihat apakah saya bisa menemukan titik lemah mereka," kata Gwyneth. "Kalian semua harus mencoba melindungiku.”
Mereka semua setuju dan Gwyneth bergegas ke medan perang, berusaha mencari titik lemah para penyihir jahat. Sementara itu, Ethan dan timnya terus berjuang, melawan musuh yang terus menerus menyerang mereka.
Ketika Gwyneth berhasil menemukan kelemahan para penyihir, dia segera memberitahu Ethan dan timnya. Mereka semua bekerja sama untuk menyerang kelemahan tersebut.
Pasukan penyihir jahat terlihat terkejut ketika mereka melihat bahwa mereka telah diserang secara tiba-tiba. Mereka mulai kewalahan dan terus mundur saat Ethan dan timnya terus menyerang.
David, yang masih berada di depan pasukan hanya masih berdiri diam melihat pertarungan Ethan dan timnya.
"Mari kita serang mereka!" teriak Alex kepada teman-temannya.
Ethan dan timnya memulai serangan terakhir mereka dengan penuh semangat. Mereka menyerang pasukan penyihir jahat dengan pedang, panah, tombak, pisau, dan ilmu bela diri. Setiap serangan yang dilakukan Ethan dan timnya sangat terencana dan sangat mematikan.
"Aku tidak ingin melukaimu, David!" teriak Ethan.
David melangkah maju, membawa tombak di tangannya. Dia memandang tajam ke arah Ethan dan timnya. "Kalian adalah musuhku sekarang. Aku akan mengalahkan kalian," kata David dengan suara yang dingin.
"Tidak ada yang salah dengan diriku. Aku telah memilih untuk berada di pihak yang benar," jawab David.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, David segera menyerang dengan tombaknya. Alex, yang memiliki tombak yang sama, siap menangkis serangan David. Keduanya saling bertukar serangan dengan tombak mereka. Serangan David sangat kuat dan cepat, tetapi Alex berhasil menghindarinya dengan gerakan yang lincah.
Sementara itu, Sarah, yang memiliki kekuatan roh naga cahaya, menembakkan panah cahaya ke arah pasukan penyihir jahat. Panah itu sangat terang dan mengenai targetnya dengan akurat. Namun, pasukan penyihir jahat terus menyerang dan menghindari serangan Sarah.
Maria, yang memiliki pisau sebagai senjatanya, meluncur ke arah pasukan penyihir jahat. Dia dengan cekatan mengayunkan pisau ke arah mereka. Setiap kali dia mengayunkan pisau, pasukan penyihir jahat terpaksa menghindarinya.
Hanzel, yang memiliki kekuatan ilmu bela diri, melompat dan berputar-putar di udara sambil menyerang pasukan penyihir jahat dengan pukulan-pukulan mematikan. Namun, kekuatan pasukan penyihir jahat cukup kuat untuk menghindari serangan Hanzel.
Gwyneth, yang memiliki dua pedang, terus melawan dengan gigih. Dia mengayunkan kedua pedangnya dengan cepat dan terus menyerang pasukan penyihir jahat. Namun, pasukan penyihir jahat sangat terampil dalam pertarungan pedang dan terus menahan serangan Gwyneth.
Ethan, yang memiliki kekuatan roh naga api, melihat bahwa timnya kesulitan mengalahkan pasukan penyihir jahat. Dia tahu bahwa mereka memerlukan kekuatan yang lebih besar untuk mengalahkan musuh mereka. Dengan keberanian, Ethan memanggil kekuatan roh naga api yang ada di dalam dirinya.
"Kekuatan roh naga, datanglah padaku!" teriak Ethan.
Kobaran api besar muncul di sekeliling Ethan. Kemudian, kekuatan roh naga api keluar dari tubuhnya dan mengepul dengan dahsyat. Api merah menyala keluar dari mata Ethan, menunjukkan kekuatan yang luar biasa.
Melihat itu, Sarah, Alex, Maria, Hanzel, dan Gwyneth memanggil kekuatan roh naga mereka masing-masing. Sarah memanggil roh naga cahaya yang menerangi tempat pertarungan, Alex memanggil roh naga angin yang mengacaukan posisi pasukan penyihir jahat, Maria memanggil roh naga es yang membekukan tanah dan membuat musuh tergelincir, Hanzel memanggil roh naga petir yang menyambar pasukan penyihir jahat dan membuat mereka terkejut, dan Gwyneth memanggil roh naga kegelapan yang menutupi wilayah pertarungan dengan bayangan dan membuat musuh kesulitan melihat.
Keenam kekuatan roh naga tersebut menyatu menjadi satu kekuatan yang sangat kuat. Ethan dan timnya berubah menjadi makhluk besar yang menyerupai naga. Mereka memiliki sayap yang besar, sisik yang kuat, dan nafas yang menyala-nyala.
David melihat dengan kagum dan takjub kekuatan roh naga yang dimiliki oleh Ethan dan timnya bertambah semakin kuat. Dia merasa bahwa dia harus melawan dengan lebih gigih lagi. David mengangkat tombaknya dan menyerang ke arah makhluk raksasa yang menyerupai naga itu.
Ethan dan timnya membalas serangan David dengan taring dan cakar mereka yang kuat. David bertarung dengan gigih, tetapi kekuatannya tidak sebanding dengan kekuatan roh naga Ethan dan timnya.
Saat David melancarkan serangan terakhirnya, Ethan dan timnya mengeluarkan nafas api, es, petir, dan cahaya yang menyebar di sekitar wilayah pertarungan. Serangan itu menghancurkan pasukan penyihir jahat dan membuat David terpental ke udara.
David jatuh ke tanah dengan keras dan dia terdiam. Ethan dan timnya kembali ke bentuk manusia dan mendekati David yang masih terbaring di tanah.
"David, kembalilah ke jalan yang benar. Jangan biarkan dirimu dipengaruhi oleh sihir kegelapan lagi," kata Ethan.
David merespon dengan lemah, "A…aku apa yang telah aku lakukan.“
Tiba-tiba sebuah kabut hitam menyelimuti tubuh David.
***
Jangan lupa, like, komen dan votenya teman-teman.