The Abyssal Dungeon

The Abyssal Dungeon
Chapter 10



Sarah meminum air yang di dapatkan oleh teman-temannya dan dalam beberapa saat dia merasakan kesehatannya pulih dan sembuh dari sakitnya.


“Terima kasih banyak, kalian adalah teman-teman yang luar biasa,” kata Sarah dengan senyum di wajahnya. Ethan dan teman-teman lainnya juga ikut tersenyum.


“Apa yang sebenarnya diinginkan David dari batu biru itu?” Tanya Maria.


“Kita tidak tahu sampai kita benar-benar bertemu dengannya!” Ucap Ethan tegas, “sekarang ayo kita pergi ke istana penyihir jahat!”


“Ayo!” Ucap yang lainnya bersamaan.


Ethan dan timnya melanjutkan perjalanan mereka melalui hutan yang lebat dan melintasi sungai yang dalam. Mereka tidak pernah berhenti, bahkan ketika mereka lelah dan kelaparan.


Akhirnya, mereka tiba di sebuah bukit yang terletak di tengah-tengah padang rumput yang luas. Di atas bukit itu terdapat istana sihir, tempat penyihir jahat, yang merupakan musuh besar mereka, berkuasa.


Ethan dan timnya berhenti sejenak untuk mengambil napas. Mereka tahu bahwa ini adalah titik balik perjalanan mereka. Di depan mereka, terhampar pemandangan yang menakjubkan. Di bawah mereka, padang rumput yang luas menyebar sampai ke horizon. Di depan mereka, terdapat sebuah istana besar yang terbuat dari batu-batu besar dan menjulang tinggi di atas langit.


"Ethan, kita harus berhati-hati," kata Sarah, "Kita tahu bahwa pasukan penyihir jahat ada di sini."


Ethan mengangguk dan menarik keluar pedangnya dari sarungnya. Sisa timnya juga menyiapkan senjata mereka masing-masing. Mereka menyusuri bukit dan menuju ke arah istana. Ketika mereka mendekat, mereka mulai melihat para pasukan penyihir jahat yang berjaga di sekitar istana.


Para penyihir jahat itu terlihat sangat menakutkan. Beberapa di antaranya berbentuk monster yang mengerikan, dengan tubuh besar dan berkaki banyak. Ada juga monster yang memiliki sayap dan ekor yang panjang, dan mereka bisa terbang tinggi di atas langit.


"Tidak mudah untuk melewati mereka," kata Alex.


"Ethan, apa rencanamu?" tanya Gwyneth.


Ethan berpikir sejenak dan kemudian berkata, "Kita akan membunuh mereka satu per satu. Kita harus melakukan dengan cepat dan hati-hati."


Ethan dan timnya bergegas menuju pasukan penyihir jahat. Mereka mulai bertarung dengan serangan cepat dan kuat. Sarah menembakkan panah-panahnya dengan presisi yang luar biasa, sedangkan Alex menggunakan tombaknya untuk menusuk musuh-musuhnya.


Maria meluncur dengan lincah di antara para monster, menggunakan pisau-pisau kecilnya untuk melukai dan membunuh mereka. Hanzel juga ikut berperan, dia menggunakan ilmunya untuk menghindari serangan dan menyerang balik dengan tendangan dan pukulan.


Gwyneth menggunakan dua pedangnya untuk melawan para penyihir jahat yang lebih kuat. Dia mengayunkan pedangnya dengan kecepatan yang luar biasa, dan memotong tubuh monster-monster dengan mudah. Namun, mereka tidak berhenti sampai di situ. Pasukan penyihir jahat terus berdatangan, dan mereka terus bertarung dengan sekuat tenaga.


Tiba-tiba, udara di sekitar mereka menjadi gelap. Awan hitam mulai muncul di langit, dan angin kencang mulai bertiup.


Ethan dan timnya mulai merasa kesulitan bernapas. Mereka menyadari bahwa penyihir jahat telah menciptakan lingkaran sihir yang kuat di sekitar mereka. Mereka tidak bisa melepaskan diri dari lingkaran itu.


Namun, mereka tidak menyerah. Mereka terus bertarung dengan sekuat tenaga. Sarah terus menembakkan panah-panahnya, Alex terus menggunakan tombaknya, Maria terus meluncur di antara para monster, Hanzel terus menggunakan ilmunya, dan Gwyneth terus menggunakan pedangnya.


"Tolong, bantu aku!" teriak Ethan.


Para anggota timnya merasa putus asa. Mereka tahu bahwa mereka tidak bisa membebaskan diri dari lingkaran sihir itu, dan mereka tidak bisa membantu Ethan. Namun, mereka tidak menyerah.


Tiba-tiba, sebuah jebakan sihir aktif dan para anggota tim Ethan terseret ke dalam perangkap itu. Mereka terjebak di dalam ruangan kecil yang gelap dan lembab. Mereka merasa terikat dan tidak bisa bergerak.


Mereka merasa panik dan mencoba melepaskan diri dari ikatan itu, tetapi semakin mereka mencoba, semakin kuat ikatannya. Mereka terjebak di sana tanpa ada yang bisa mereka lakukan.


Saat itu, suara penyihir jahat terdengar. “Aku adalah penyihir jahat akan menjadikan kalian tawanan selamanya dan tidak akan aku biarkan kalian mendekati istanaku lebih dekat lagi,” kata penyihir jahat.


Ethan dan timnya mencoba untuk melepaskan diri, tetapi mereka tidak bisa bergerak. Mereka merasa putus asa dan lelah.


"Aku tidak tahu apa yang bisa kita lakukan," kata Hanzel.


Gwyneth mengangkat kepalanya dan berteriak. “Kami tidak akan menyerah padamu. Kami akan melawanmu sampai akhir."


Penyihir jahat tertawa dan berkata, "Kalian adalah makhluk yang lemah. Kekuatan sihirku jauh lebih besar daripada kekuatanmu."


Ethan dan timnya merasa putus asa. Mereka tidak tahu bagaimana cara melawan Raja Sihir dalam kondisi seperti ini. Namun, mereka tidak menyerah.


"Mungkin akan lebih baik jika kalian menyerah padaku dan mengabdikan diri pada kekuatanku," kata penyihir jahat.


"Kami tidak akan pernah mengabdikan diri pada kejahatanmu," kata Sarah dengan tegas.


Sarah memusatkan energi roh naga cahayanya membuat batu roh naganya bersinar terang melepaskan ikatan sihir mereka.


Saat cahaya itu mulai meredup, tiba-tiba mereka sudah berada di sebuah ruangan yang cukup besar. Di sana mereka melihat banyak jalan yang bercabang dan tidak tahu harus memilih jalan mana yang harus mereka ambil. Tiba-tiba, muncul monster besar dengan empat tangan dan kepala harimau di hadapan mereka.


"Kalian harus melawan monster ini untuk melanjutkan perjalanan kalian," kata penyihir jahat dengan nada yang dingin.


Ethan langsung mengeluarkan pedangnya dan bersiap untuk melawan monster itu. Sementara itu, Sarah mengeluarkan panahnya dan bersiap untuk menembak monster itu. Alex mengambil tombaknya, Maria mengambil pisau, Hanzel bersiap untuk menggunakan ilmu bela dirinya, dan Gwyneth mengambil dua pedangnya.


Monster itu tiba-tiba menyerang mereka, dan pertempuran yang sengit pun dimulai. Ethan dan Gwyneth bertarung dengan pedang mereka, sedangkan Sarah dan Maria menembakkan panah dan pisau mereka. Alex menggunakan tombaknya untuk menyerang dari kejauhan, dan Hanzel memanfaatkan ilmu bela dirinya untuk menghindari serangan monster itu.


Setelah beberapa menit pertempuran, monster itu akhirnya berhasil dikalahkan. Ethan dan timnya merasa lega dan berpikir bahwa tantangan mereka sudah selesai. Namun, mereka salah besar. Pertempuran dengan monster itu hanyalah awal dari banyaknya tantangan yang harus mereka hadapi.


Mereka terus berjalan di dalam labirin itu dan menghadapi berbagai macam monster yang semakin ganas. Mereka harus berjuang keras untuk bertahan hidup dan melanjutkan perjalanan mereka.


"Kalian terlalu lemah untuk melawanku,” kata penyihir jahat dengan nada yang meremehkan. "Kalian tidak akan pernah bisa keluar dari labirin ini."


Namun, Ethan dan timnya tidak akan menyerah begitu saja. Mereka terus berjuang dan bekerja sama untuk mengalahkan semua monster yang mereka hadapi.


Setelah berjuang dan berjalan selama beberapa jam, mereka akhirnya sampai di pintu keluar labirin. Namun, pintu itu terkunci dengan kuat dan mereka tidak memiliki kunci untuk membukanya.


"Kalian pikir kalian bisa keluar dari sini begitu saja?" tanya penyihir jahat dengan suaranya yang merendahkan. "Kalian harus menyelesaikan satu tantangan terakhir."


Penyihir jahat itu mengeluarkan sebuah kunci kecil dan memberikannya kepada mereka. "Kalian harus memasuki ruangan terakhir dan mengambil benda yang berada di dalamnya. Hanya dengan itu kalian bisa membuka pintu keluar."


Ethan dan timnya berjalan ke ruangan terakhir dan menemukan seekor monster berbadan manusia tetapi berkepala naga besar yang sedang tidur di tengah ruangan. Di dekat naga itu, mereka melihat sebuah pedang yang tampaknya sangat berharga.


Ethan dan timnya berusaha untuk mengambil pedang itu dengan hati-hati, tetapi mereka tidak berhasil. Monster itu bangun dan marah besar. Mereka harus melawan naga itu untuk mempertahankan hidup mereka.


Pertempuran melawan naga itu sangat sulit dan melelahkan. Namun, dengan kerja sama dan keterampilan mereka, Ethan dan timnya akhirnya berhasil mengalahkan naga itu dan mengambil pedang berharga itu.


Mereka kembali ke pintu keluar dan menggunakan pedang itu untuk membuka pintu itu. Mereka berhasil keluar dari labirin itu dengan selamat dan bernapas lega.


Ethan dan timnya melangkah keluar dari labirin itu dan terkejut, mereka sudah di kepung oleh pasuka penyihir jahat dan David berdiri di depan pasukan penyihir jahat itu.


***


Jangan lupa like, komen dan votenya teman-teman.