
Dengan cepat, Ethan dan timnya memasuki gua dan menutupi pintunya dengan bebatuan besar yang ada di sekitar gua. Mereka berhenti sejenak dan bernapas lega karena berhasil lolos dari kejaran pengawal penyihir jahat.
Ethan, pemimpin kelompok, mengambil nafas dalam-dalam dan berkata, "Kita perlu mencari jalan keluar dari gua ini. Namun, kita harus berhati-hati. Siapa tahu ada yang menunggu di dalam gua ini."
Mereka memasuki gua dengan hati-hati, menghindari setiap sudut yang tampak mencurigakan. Namun, mereka tak pernah menyangka bahwa mereka akan menemukan sesuatu yang lebih berbahaya daripada pengawal istana penyihir jahat.
Ketika mereka mencapai bagian tengah gua, mereka menemukan seekor naga yang berbaring di depan mereka. Naga itu terbangun dari tidurnya dan menatap kelompok pahlawan dengan tatapan tajam.
"Kalian tidak boleh berada di sini," ucap naga itu dengan suara menggelegar.
Maria, yang selalu cerdas dalam segala situasi, mengambil pisau yang selalu dibawanya dan menatap tajam pada naga itu. "Kami mencari jalan keluar dari gua ini. Kami tidak ingin mengganggumu."
Naga itu tertawa keras, "Kalian pikir kalian bisa pergi begitu saja? Kalian tidak akan meninggalkan gua ini dengan mudah, terutama setelah melihatku."
Kemudian, tiba-tiba sebuah suara menggema dari dalam gua dan terdengar seolah-olah ada banyak naga di dalam gua. Sarah, yang selalu andal dalam menggunakan panahnya, mengambil panah dan memasangnya pada busurnya. "Kita harus bertarung untuk keluar dari sini," ucapnya.
Mereka mengambil posisi untuk menghadapi naga-naga itu. Ethan memegang pedangnya dengan kokoh dan bersiap untuk menyerang. Sarah mengarahkan busurnya pada naga dan menembakkan panahnya dengan cepat dan tepat, membuat naga itu terluka. Alex, yang terluka parah, berdiri di belakang dan mengangkat tombaknya, bersiap untuk menyerang naga yang sedang mengincarnya. Maria memegang pisau kecilnya dan melompat ke belakang naga untuk menyerang dari belakang. Hanzel, yang juga terluka, mempersiapkan dirinya untuk menyerang naga lainnya. Gwyneth, dengan dua pedangnya yang selalu dipegangnya dengan lincah, siap untuk menghadapi naga-naga yang lain.
Pertarungan pun dimulai. Naga-naga itu menyerang kelompok pahlawan dengan gigih, tetapi kelompok pahlawan juga tak mau kalah. Ethan memimpin serangan dengan pedangnya, memotong ekor naga yang menyerangnya. Sarah terus melepaskan panah dengan cepat dan tepat, mengenai naga-naga itu di bagian vitalnya. Alex berusaha melindungi dirinya dan memberi dukungan dari jarak dekat dengan tombaknya. Maria, dengan kecepatannya yang luar biasa, berhasil menghindari serangan naga dan menghujam pisau kecilnya di leher naga yang lain. Hanzel, meskipun terluka, berusaha keras menyerang naga. Gwyneth, dengan kelincahannya yang luar biasa, berhasil menghindari serangan naga dan membelah tubuh naga itu dengan dua pedangnya.
Tetapi naga-naga itu sangat kuat dan sangat banyak, naga-naga itu terlalu kuat bagi mereka. Kekuatan dan kecepatan naga-naga itu membuat kelompok pahlawan kesulitan untuk mempertahankan diri. Mereka merasa putus asa. Ini pertama kalinya mereka merasa hancur dan tak berdaya. Ethan berpikir cepat dan berkata.” Ayo kita gabungkan kekuatan roh naga kita dan bersatu melawan mereka!"
Semua anggota kelompok memandang Ethan, dalam keputusasaan mereka, mereka memutuskan untuk mengikuti saran Ethan. Mereka mengumpulkan sisa-sisa energi mereka dan memfokuskan kekuatan roh naga mereka untuk menciptakan ledakan energi yang dahsyat.
Ledakan itu terjadi, dan naga-naga itu tersungkur ke belakang oleh gelombang energi. Kelompok pahlawan itu berdiri di tengah ledakan energi, bertarung untuk bertahan dari kekuatan yang sangat kuat. Namun, akhirnya mereka berhasil mengatasi kekuatan roh naga mereka dan meluncurkan serangan terakhir pada naga-naga itu. Kali ini, serangan mereka berhasil dan naga-naga itu terbunuh.
Namun, kelompok pahlawan itu merasakan bahwa energi mereka terkuras habis setelah ledakan energi itu. Mereka kelelahan dan terluka parah.
"Sekarang, kita perlu mencari jalan keluar dari gua ini, tetapi kita istirahat dulu untuk memulihkan tenaga kita,” ucap Ethan.
Ethan dan timnya pun beristirahat sejenak untuk mengumpulkan tenaga mereka kembali. Mereka menemukan sebuah tempat untuk beristirahat sejenak dan mengobati luka-luka mereka.
"Kita harus terus maju dan melawan penyihir jahat itu," kata Gwyneth dengan tegas.
"Benar, kita tidak boleh menyerah sampai kita berhasil mengalahkan penyihir jahat itu,” tambah Sarah dengan mantap.
Ethan terbangun di tengah gua yang gelap dan sunyi. Dia meraba-raba di sekitarnya mencari tanda-tanda teman-temannya, tetapi tidak ada yang bisa ia temukan. Dia merasa cemas dan gelisah, tidak tahu harus berbuat apa.
Tiba-tiba, dia mendengar suara gemuruh yang datang dari arah yang sama dengan kekuatan gempa bumi tadi. Dia berlari menuju sumber suara tersebut, dan setelah beberapa saat, dia tiba di sebuah tempat yang sangat aneh.
Dia menemukan sebuah gua yang dipenuhi dengan kristal dan batu-batu cahaya. Dia melangkah maju dan merasa seperti sedang berada di dalam mimpi. Namun, ketika dia berbalik untuk kembali ke luar, dia melihat Gwyneth tergeletak di tanah tidak sadarkan diri.
Sementara itu, Sarah terpisah dari kelompok yang lain. Mereka bertanya-tanya di mana Ethan, Alex, Hanzel, Gwyneth dan Maria berada. Ia merasa cemas dan khawatir karena tidak tahu apa yang terjadi pada teman-teman mereka.
Ia berjalan-jalan di dalam gua, mencari tanda-tanda keberadaan teman-teman mereka. Tiba-tiba, ia mendengar suara keributan yang berasal dari kejauhan yang berdekatan. Ia berlari menuju suara itu.
Sedangkan Alex, Hanzel dan Maria sedang berhadapan dengan beberapa monster dalam gua tersebut.
Napas ketiga sahabat itu terengah-engah, Alex dan Hanzel yang masih terluka merasa kesulitan menghadapi monster-monster itu.
“Maafkan aku, Maria. Aku tidak dapat mengalahkan mereka dengan cepat,” ucap Hanzel yang memegang perutnya yang masih terluka.
“Tidak apa-apa, Hanzel. Aku masih bisa membunuh mereka seorang diri,” ucap Maria. Ia bergerak dengan sangat cepat, menghunuskan pisau kecilnya ke leher beberapa monster membuat monster-monster itu mati dalam sekejap.
Semetara itu, Alex masih berusaha membunuh beberapa monster dengan tombaknya. Ia menghujamkan tombaknya ke tubuh monster-monster itu.
Ketiga sahabat itu hampir kehabisan tenaga, tetapi tekad mereka mengalahkan semuanya.
Hanzel bisa membunuh beberapa monster walaupun dengan kondisi tubuhnya yang terluka, Alex yang kehabisan tenaga berhasil membunuh tiga monster sekaligus dan sekali gerakan.
Maria yang masih mempunyai cukup tenaga, paling banyak membunuh monster-monster itu sampai akhirnya pertarungan itu berhasil mereka menangkan.
Dengan napas yang tersengal-sengal ketiga sahabat itu duduk di tanah di tengah-tengah mayat-mayat monster yang tergeletak di tanah.
***
Jangan lupa komen, like dan votenya semua.❤️❤️❤️