System, I Don'T Wanna Be Last Human

System, I Don'T Wanna Be Last Human
Perang dimulai



Riki dan semua peserta pelatihan bergegas membasmi zombie yang berkeliaran sambil menuju tempat yang di sebut benteng.


Benteng ternyata adalah gabungan 3 wilayah yaitu sekolah Sur Zurxin yang dijaga kelompok silver face, Bandara yang juga bersebelahan dengan markas angkatan udara, dan gedung pusat Rik-Grup.


Saat sampai di benteng, mereka di sambut oleh ayah Moris, Robie Xern. Ayah moris ditunjuk sebagai penanggung jawab di tempat pengungsian. Sedangkan Ibu Moris Rumi Purple membantu penjaga keamana bersama orang yang memiliki keahlian dan pengguna nano.


"Ayahhh...." Teriak Moris


"Bagaimana pelatihanmu nak?" Tanya ayah Moris


"Sangat menyenangkan." Ucap Moris kemudian tersenyum menatap Nilaz.


Nilas menunduk dengan wajah memerah, dia memaki Moris dalam hati karena selama setahun entah berapa kali mereka melakukan sinkronisasi jiwa untuk memperkuat ikatan jiwa Moris. Dan cara terbaik untuk sinkronisasi jiwa yaitu dengan melakukan hubungan suami istri.


"Sepertinya kekuatan jiwa milikmu sudah jauh melebihi ibu." Ibu Moris menanggapi setelah memperhatikan Moris.


"Sebenarnya ini semua berkat bantuannya" Ucap Moris memandang ke arah Nilaz


"Kenapa kamu malah memandangi gadis itu?" Tanya Ayah Moris


"Tidak apa ayah, Sebenarnya dia adalah istriku." Ucap Moris


"Aa... apa???" Ayah Moris terkejut. Sedangkan ibu Moris mengamati Nilaz dengan tajam.


"Apa kamu tidak sengaja menciumnya?" tanya ibu Moris


"Bagaimana ibu bisa tahu?" Moris lebih terkejut.


Ibu Moris menghela napas, "Jangan memberitahukan hal ini pada keluarga yang lain, Apalagi Kakek mu. Ibu tidak tahu apa yang akan dia lakukan jika mengetahuinya." Ucap ibu Moris lalu memandang Nilaz. "Terimakasih sudah mau menerima Moris yang bodoh ini. Ibu berharap kamu tidak mengajak Moris untuk menemui keluargamu." Ucap Ibu Moris


"Kenapa bisa seperti itu Bu?" Tanya Moris


"Karena keluarga Purple dan Aquos tidak pernah akur sejak dahulu. Jika menikah dengan orang luar hanya akan diusir. Menikah dengan keluarga Aquos sama saja dengan hukuman mati begitu juga sebaliknya. Jika kalian ingin melawan aturan itu hanya ada 1 jalan." Ibu Moris menjelaskan.


"Apa itu Bu?" Tanya Moris dan Nilaz


"Capailah tahap Jiwa surga. Jika kalian bisa mencapai tingkatan tersebut bahkan kepala keluarga tidak berhak mengatur kalian." Ucap ibu Moris.


Moris dan Nilaz saling memandang dan tersenyum


******


Di sisi lain sehabis temu kangen dengan keluarganya Riki dan pimpinan penyihir dan kultivator mengadakan rapat. Savik membuka komunikasi dengan petinggi militer untuk mengetahui keadaan perang yang sedang berlangsung.


"Lalu bagaimana situasi terkini Jendral?" Tanya Riki


"Saat ini serangan sudah sedikit mereda. Namun kami tidak tahu apa yang mereka rencanakan. sepertinya mereka mengumpulkan pasukan ditiga titik lain."


"Apa bisa tunjuka dimana kordinat mereka?" Tanya Riki


"Di Samudra Azur, Laut Gibrar dan laut sekitar pulau Sharki."


"Sial, mereka ingin menghancurkan pilar pelindung dunia." Ucap Riki


"Apa itu pilar pelindung dunia?"


"Dunia kita terhubung dengan dunia-dunia kecil. Saat kekacauan besar terjadi seorang pelindung bintang datang dan menutup pintu penghubung dunia. Ada 3 pilar utama pelindung dunia, jika salah satu pilar hancur pintu-pintu tersebut akan kembali terbuka. Dan setiap dunia kecil tersebut menyembunyikan banyak ancaman." Riki menjelaskan.


"Pulau putih di utara, Kota Aqmoz di dasar samudra Gibrar. Dan pulau Sharki Hutan Nimbus." Ucap Riki


"Apa maksudmu tongkat kunci samudra?" Tanya Nilaz.


"Benar, Jika asumsiku benar artinya keluarga Aquos dan Purple harus bersiap. Kita sudah tidak bisa lagi menghindari perang besar ini." Ucap Riki


Riki berbicara dengan Savik dan memberikan sebuah fotmula untuk mengantisipasi evolusi virus yang bisa saja menjadi parasit. Riki menjelaskan ciri-ciri orang yang terjangkit parasit yaitu mereka tidak lagi bersikap layaknya zombie normal. Mereka akan lebih cerdas dan bisa dikendalikan oleh pemilik ratu parasit.


Setelah diskusi dengan Savik, Riki membawa pasukan menuju pulau Sharki. Sebagian penyihir elemen air di tugaskan untuk membantu Nilaz dan Moris yang akan membantu keluarganya.


*****


Di pulau putih, Jutaan petarung sudah berdiri di sepanjang garis pantai menatap kapal-kapal beaar yang mulai terlihat.


"Pasukan bersiap!!!! Hari ini adalah ujian besar yang harus bangsa kita lalui. Tidak ada jalan untuk mundur kita hanya memiliki 2 pilihan Berjuang atau Mati." Ucap Kepala keluarga Purple dan Aquoz.


Para Anggota keluarga purple segera melompat menaiki Serigala roh mereka. Mata mereka berubah warna ungu dan muncul 3 garis ungu pada pipi sebelah kanan mereka.


Serigala segera meraung dan berlari di udara. Menuju kapal-kapal musuh. Saat jarak sudah lebih dekat, Serigala segera menyemburkan tembakan aura menuju kapal-kapal musuh.


Kapal musuh yang berukuran kecil segera meledak, namun kapal berukuran besar segera mengeluarkan pelindung energi sehingga bisa menahan serangan tersebut.


Musuh tidak tinggal diam dan segera menghujani anggota keluarga purple dengan tembakan. Namun para serigala tetap tidak bisa terluka karena peluru kecil. Begitu juga dengan serangan canon dari kapal musuh. hanya dengan sapuan tangan dari anggota keluarga purple rudal-rudal langsung meledak sebelum mencapai anggota keluarga purple.


Begitu juga dengan Raja Aquoz yang juga sudah bersiap dengan pasukannya. Mereka mentap kapal selam yang semakin mendekat.


Terlihat beberapa torpedo melesat menuju pasukan keluarga aquoz. Namun torpedo tersebut meledak saat mengenai penghalang peebatasan kota Aqmos. Serangan terus menerus terjadi, hingga terlihat retakan-retakan pada dinding penghalang. Kepala keluara Aquoz masih tenang. Dia masih menunggu saat yang tepat untuk menyerang.


"Bersiap!!!" kepala keluarga memberi perintah. Lalu pasukan keluarga Aquoz menutup mata.


Mo zi heci ve dri fa.... terdengar alunan bahasa Aquoz kuno. Seiring dengan lantunan tersebut sebuah batangan hitam seperti asap bergerak menuju kapal-kapal musuh.


Musuh masih terus menembak saat kapal-kapal tersebut mulai terbungkus kabut hitam.


Kapten kapal sedikit bingung ketika layar monitor menjadi keruh. Mereka memperhatikan lebih teliti dan terkejut.


"Bukannya itu kawanan ikan teri?" celetuk pasukan musuh.


"Gawat....!!! segera aktifkan pemanas dinding kapal.


Beberapa kapak tiba-tiba merasa pergerakan baling-baling melambat. ikan-ikan teri tersebut rupanga mengangkut benih-benih tiram dan menebarkannya ke seluruh permukaan kapal. benih-benih tiram berkembang sangat cepat menikuti lantunan suara magis keluarga Aquoz.


Baling-baling tiba-tiba tersendat katena terhalang bongkahan cangkang tiram yang besar. monitor juga tiba-tiba menjadi gelap karena kamera pengamat tertutup oleh tiram.


Duarrrr....


Duarrrrrr.....


Duarrrrrr.....


Beberapa kapal segera meledak karena lubang tempat keluarnya torpedo tertutup tiram yang sangat tebal.


Beberapa kapal berturut-turut hancur. komunikasi antar kapa juga terputus akibat pemancar gelombang radio terganggu oleh tumpukan tiram. Dan dalam waktu sekejap kapal selam berubah menjadi batu akibat dipenuhi tiram.


"Kalian tidak akan menang di wilayah kekuasaan kami" Ucap kepala keluarga Purple dan Aquoz