System, I Don'T Wanna Be Last Human

System, I Don'T Wanna Be Last Human
Yang terpenting kamu tidak boleh kembali



Segera setelah kembali Savik langsung menghubungi Riki. Savik merasa sangat kelelahan karena menggunakan Robot nano. Saat Riki datang dia sudah tertidur di kursinya.


"Bagaimana bisa Bos selelah ini?" tanya Riki yang langsung menyapa melalui ranah jiwanya.


"Maaf Bos," Savik mengusap wajahnya.


"Minum ini, Sangat wajar untuk kali pertama sinkronasi dengan robot nano. itu sebannya aku menyuruhmu sering-sering berlatih." Riki


"Saya juga tidak tahu ternyata sangat menguras energi seperti ini." Savik


"Lalu apakah kamu lupa membawa obat mu?" tanya Riki.


"Ada di kantong jas." Ucap Savik santai.


Riki menepuk jidat, "Apa kamu lupa? aku sudah memberimu banyak pil pemulih stamina." Riki kesal dia pikir Savik tidak membawa pil nya.


"Maaf Bos, saya sampai lupa kalau Bos sudah memberiku pil." Savik


"Sudahlah. lalu apa informasi yang kamu dapatkan?" Riki bertanya.


"Vanilla Farmasi mencari Rudi. Untung saja kemarin yang mencari Rudi adalah nona Alin. Dia hanya ingin mengetahui keadaan Rudi." Savik.


"Mulai sekarang kamu harus meluangkan waktu untuk berlatih lagi. Kamu juga harus waspada dengan orang-orang disekitarmu. Juga jaga emosimu terhadap Lisa. Jika mereka mengetahui hubungan kalian, dia akan berada dalam bahaya." Ucap Riki mengingatkan


"Baik Bos." Savik memahami hal itu. Riki juga sudah memberitahu hal itu sejak awal hubunganya dengan sekertaris Riki diketahui Riki.


"bagaimana bahan baku untuk robot nano?" Tanya Riki. Vanilla Farmasi sudah bergerak, mereka bisa berbuat apa saja jadi mereka harua segera memproduksi robot nano untuk melindungi diri.


"Sudah siap Bos, kita bisa memproduksi untuk 10.000 orang." Savik memberitahukan.


"Tambah lagi bahan bakunya, kita akan memberikannya pada pasukan khusus militer, juga orang-orang terdekat kita. Aku akan memperbaiki coding System agar bisa lebih cerdas lagi." Ucap Riki kemudian meninggalkan ruangan.


****


Di kediaman keluarga Norton sebuah hutan yang memang jarang di lalui. Sebuah batu mulai bergeser dan menampakan beberapa orang dengan aura hitam yang pekat. Seorang pria muda memimpin di depan dengan seringai jahat. Pria itu adalah Fix Brain


Kakek Alice merasakan bahaya segera bangun. Beberapa tetua juga berbegas membawa anggotanya untuk memasuki hutan.


Rombongan Fix baru berjalan beberapa puluh meter, puluhan orang sudah menunggu menghadang jalan mereka.


"Fix?? Kenapa kamu membawa orang asing menyusup kediaman keluarga Norton?"


"Hahaha... karena ini adalah hukuman untuk keluarga Norton. Tuanku berpesan, jika kalian menyerah dan tunduk padanya tuanku akan mengampuni kalian. Tapi jika kalian melawan, Tidak akan ada lagi keluarga Norton kedepannya." Fix


"Apa kamu pikir mudah untuk menghancurkan keluarga Norton?" Salah satu tetua marah dan menyerang Fix dengan aura miliknya.


Fix hanya tersenyum aura hitam pekat berbalik menekan tetua.


"Kamu bersekutu dengan iblis?" Tetua yang lain bergegas membantu tetua yang tertekan oleh aura iblis dari Fix.


Di tempat pelatihan dekat sekolah Sur Zurxin. Ersen baru selesai berlatih tanding, meskipun belum bisa mengalahkan Karl, namun dia sudah mampu mengimbanginya.


Ringgg... Ringgg... Ringgg...


"Halo! Alice ada apa?" Tanya Ersen


"Cepat kembali, Keluarga Norton di serang." ucap Alice


"Tidak perlu khawatir, tetua pasti bisa menangani mereka." Ersen menjawab santai.


"Tidak, kali ini beda, orang yang menyerang menggunakan aura iblis. Aku sendiri tidak yakin bisa mengalahkan mereka." Alice menjelaskan.


"Apa Aura iblis?" Ersen bingung. Dia belum pernah mendengar hal itu sebelumnya.


"Orang dengan auta iblis? Karl bawa anggota dengan control aura level 2 dan 3. Keluarga Norton dalam bahaya." perintah Riki. Sejak tadi dia seperti merasa tubuh Yin dan Yang nya tidak tenang.


Riki dan rombongan menuju rumah keluarga Norton dengan melewati hutan. Riki mengunakan topeng emas, sedangkan yang lain menggunakan topeng silver. Ersen juga menggunakan topeng silver khas kelompok Silver Face.


Di rumah keluarga Norton, Alice bertarung dengan Fix dan Kungga anak buah dari Monggua dari dark planet. Monggua sendiri mengawasi pertarungan dari ketinggian. Dia sedikit tidak percaya ada seseorang yang berada di tahap silver body di keluarga Norton.


"Menarik," Monggua tersenyum sambik melihat cincin yang melekat di jari manis Alice. "Itu adalah Queen side ring. Apa dia juga mempunyai King side ring?" pikir Monggua.


Di kehidupan sebelumnya Riki yang memegang King side ring, kemudian di kembalikan karena Riki membatalkan pertunangan. Saat Alice sekarat, Alice menggunakan kekuatan King dan Queen ring untuk mengalahkan Kraiger. Yang merupakan Jendral dari dark planet. Alice memang berhasil menang sekaligus mengorbankan dirinya.


Orang-orang dari dark planet sangat kuat, jadi butuh 3 sampai dengan 4 orang keluarga Norton untuk mengimbangi mereka.


Alice sendiri mencoba menjaga jarak dari orang-orang keluarga Norton dan pelan-pelan menggiring Fix dan Kungga menjauh agar dia bisa bertarung dengan maksimal.


Setelah merasa cukup jauh, Alice berhenti dan menahan serangan Fix dan Kungga.


trang...trang...


"Hemm...., apa kamu ingin menyerah sekarang?" tanya Fix. "Aku akan melepaskan keluarga Norton asal kamu mau menjadi Budak ku. juga serahkan cincin itu." kata Fix.


"Kamu pikir aku mau menjadi budak orang lemah sepertimu?" Tanya Alice kemudian melepaskan aura miliknya. Aura iblis milik Fix dan Kungga menyebar tersapu ledakan Qi tahap Gold Body.


"Sial, dia ada di tahap Gold Body." Kungga bersiaga


"Gold Body apa?" Fix tidak mengerti tahapan kultivasi sehingga dia tidak paham maksud kungga.


"Dasar manusia sampah... kamu bahkan tidak tahu tahapan kultivasi." Kungga langsung menampar Fix hingga bibirnya pecah.


"Apa kakian sudah cukup bicaranya?" Alice melesatkan serangan.


Fix bisa merasakan hawa bahaya dari serangan Alice. Dia segera menghindarinya. Kungga juga menghindari serangan Alice. Dia tahu wanita di depannya sangat berbahaya. Jadi harus sangat berhati-hati.


Di sisi lain Kakek Alice bersama dengan tetua ke 3 juga berusaha keras untuk mengimbangi kekuatan musuh. bahakan tetua ke 3 mengalami banyak luka berat.


Anggota keluarga Norton sangat terdesak. Banyak dari pasukan yang kelelahan dan luka parah. Ada yang berusaha memakai senjata, namun tetap tidak berpengaruh. Kulit manusia dark planet sangat keras.


Saat ini hanya Alice satu-satunya anggota keluarga Norton yang mampu mengalahkan manusia dari dark planet.


Kakek Alice terlempar terkena pukulan manusia dark planet. Darah keluar dari mulutnya. Tetua ke 3 juga sudah berbaring lemah tidak berdaya.


"Kalian sudah di berikan pilihan yang baik, namun kalian memilih melawan kami. sekarang sesalilah pilihanmu." Musuh langsung melesatkan tinjunya ke arah kakek Alice yang mencoba untuk berdiri.


Boomm...


Suara ledakan terjadi saat sebuah tinju menyambut pukulan manusia dark planet. Musuh langsung menjaga jarak untuk melihat siapa yang menahan serangannya.


"Kamu tidak di izinkan berada disini. Berani mengacau sama dengan mencari kematian." Ersen menatap tajam manusia dari dark planet.


Monggua sendiri terkejut dengan kedatangan orang-orang yang mengunakan topeng silver. Dia berniat untuk menyerang Alice untuk mendapatkan Queen Side Ring. Namun saat dia melangkah dia terkejut melihat sosok bertopeng emas.


"Kamu ingin pergi kemana?" Tanya Riki


"Menyingkir dari ku atau akan kubuat kamu menderita" Monggua mengancam.


"Monggua... Monggua... kamu sudah disini, apa mungkin aku membiarkan kamu pergi?" Ucap Riki.


"Siapa kamu?" Monggua kaget karena orang di depannya mengetahui namanya.


"Apa kamu datang sendiri atau bersama dengan Monggan?" Tanya Riki.


"Siapa kamu?" Monggua lebih terkejut lagi karena lawannya mengenal Jendral Monggan. Dia takut orang di depannya adalah seorang Entitas semesta yang sedang memburu kaum mereka.


"Itu tidak penting, Yang terpenting kamu tidak boleh kembali." Riki