System, I Don'T Wanna Be Last Human

System, I Don'T Wanna Be Last Human
Ramalan kedua muncul



Debu berterbangan, pohon-pohon di sekitar juga tumbang akibat ledakan energi tersebut. Alice memandangi Riki yang menatap arah ledakan dengan senyum kecil. Alice menatap ke arah ledakan kemudian terkejut tidak percaya.


Karl yang masih bersedih karena terlambat menolong Ersen mulai menyalahkan diri. Namun dirinya terkejut saat debu mulai hilang, sesosok sedang berdiri menahan serangan dari orang dark planet. Karl juga menjadi lebih terkejut lagi karena Ersen berdiri dan menahan tinju dari musuhnya.


Tubuh Ersen dilapisi aura yang sangat kuat. Aura yang mirip dengan milik Riki hanya saja sedikit lebih lemah. Musuh Ersen mengerutkan kening. Kepalan tanganya seperti di cengkram penjepit yang sangat kuat. Dia sudah mencoba untuk menariknya namun tidak bisa.


Ersen menggerakan tangannya dan membanting musuh ke tanah.


Braaakkkk.... tanah retak saat tubuh musuhnya jatuh. Ersen masih belum melepaskan kepalan tangan musuh. Dia mengakat dan membanting musuh ke arah lain.


Hueeekkkk.... musuh memuntahkan banyak cairan hitam dari mulutnya. Dia tidak menyangka akan di permainkan seperti guling yang di banting kesana-kemari oleh anak kecil.


Merasa bosan, Ersen berhenti membanting musuhnya. namun tangannya masih mencengkram erat tangan musuhnya. Ersen menginjak bahu musuh dan menarik tangan musuh dengan kencang.


Kkrreeetaaakkk..... suara patah tulang terdengar.


Aaakkkkhhhh....... teriakan keluar dari mulut musuh.


Ersen masih terus menarik lengan musuh yang sudah patah. Dan teriakan musuh lebih bertambah mengerikan.


Kkrreeekkkkk..... Tangan musuh terpisah dari tubuhnya. Darah hitam mengucur deras dari lengan yang terlepas.


Ersen membuang tangan tersebut kemudian menginjak kepala musuhnya. Kepala musuh langsung tertanam kedalam tanah. Aura kuat berkumpul pada kaki Ersen membentuk bilah besar. Dengan 1 kali injakan langsung menghujam leher musuh. Musuh akhirnya mati dengan kepala yang terpisah dari badannya.


Setelah menghabisi musuhnya, Ersen bergegas bergerak menuju pasuka musuh yang masih hidup. Seperti kata Riki, jangan memberi musuh kesempatan untuk lari.


Di sisi lain, Monggua yang melihat anak buahnya semakin banyak berguguran, kemudian mengeluarkan kristal teleportasi. Dia menyadari tetap di sini hanya akan membuatnya terbunuh.


Monggua mulai menggenggam erat kristal tersebut. Namun tiba-tiba suara bisikan terdengar dari arah belakangnya.


"Kamu pikir aku tidak tahu apa yang ingin kamu lakukan?" ucap Riki.


Sebuah aura berbentuk bilah pedang langsung mengarah ke tanganya yang memegang kristal teleportasi.


Sreeetttt...


Saat tangan Monggua terpotong, Riki langsung menendang tubuh Monggua hingga terlempar jauh. Riki memandang lorong hitam yang menyedot tangan Monggua masuk. Riki mengambil sebuah bola dan melemparkannya masuk ke lorong hitam. tidak lama berselang lorong hitam menghilang.


Riki memandangi Monggua yang baru saja berdiri. Riki melesat cepat menyerang Monggua. Monggua terus bertahan dari serangan Riki. Tapi Riki jelas tidak akan membiarkan hal itu terus terjadi. Riki mengingat bagaimana Monggua menyiksa manusia termasuk Seir dan Moris.


Dia mengingat bagaimana kedua temannya mati dengan mengerikan. Saat itu dia bertarung dengan salah 1 jendral dari dark planet sehingga dia tidak bisa melindungi teman-temannya. Itu sebabnya wajah Monggua sangat dia ingat. Dia ingin menyiksa Monggua lebih dulu sebelum membunuhnya.


Riki menghajar Monggua hingga terlepar ke udara. Riki terbang dengan cepat dan menghantam Monggua hingga kembali menghantam tanah. Riki memghampiri Monggua yang terbaring lemah. Riki menghujamkan tinju ke mulut Monggua hingga beberapa gigi lepas.


Riki membuka rahang Monggua dan memasukan tangannya kedalam mulut. Beberapa saat kemudian dia menarik kembali tangannya dengan memegang sebuah gigi berwarna merah.


"Apa kamu pikir aku tidak tahu, klan mu menyimpan racun untuk bunuh diri? Aku akan memberimu kematian yang tragis." Ucap Riki.


Monggua sangat ketakutan. Dia ingin memohon ampun tapi rahangnya patah sehingga tidak bisa berbicara.


Riki terus menghajarnya, menghancurkan setiap organnya secara perlahan. Bagi Riki siksaan yang dihadapi Monggua belum cukup. Dia terus menghajar Monggua hingga hampir setiap tulang di tubuhnya hancur dan tidak mungkin dipulihkan.


Melihat Riki yang seperti kehilangan kendali, Alice menahan tangan Riki yang masih ingin menghujamkan pukulan pada Monggua.


Riki menghentikan serangannya, rasa kehangatan meredam semua emosinya. Riki melemparkan api ketubuh Monggua dan langsung terbakar. Riki dan Alice merasakan ada dorongan kuat dalam diri mereka. Dorongan yang terus menyuruh mereka mendekat.


Namun tiba-tiba luka masa lalunya menyadarkannya. "Aku tidak boleh terjebak kembali seperti dulu." Pikir Riki dalam hati. Riki berbalik kemugian menatap pertempuran dimana semua orang dari dark planet sudah tewas.


"Silver Face segera kembali!" Perintah Riki kemudian menatap Ersen yang terbaring lemas setelah pertempuran. "Ersen, pulihkan energimu dan obati luka keluargamu." Riki melemparkan beberapa botol pil pada Ersen. Riki kemudian melesat pergi bersama kelompok Silver Face.


"Riki!" teriak Alice memanggil


Namun Riki tidak perduli sedikitpun. Alice hanya bisa menatap kepergian Riki dengan kekecewaan. Dia pikir perasaan mereka yang saling mengikat akan membuat mereka menjadi semakin dekat. Namun sepertinya hal itu hanya keinginan hatinya sepihak.


Di dalam sebuah hutan, terdapat tujuh batu sebesar tandon air 5000 liter yang tersusun membentuk lingkaran. Di masing-masing batu terdapat simbol-simbol. Masing-masing batu memiliki warna yang berbeda. Lalu di tengah terdapat batu yang lebih besar dengan warna transparan.


"Kenapa keluarga kita sangat kuat? jawabannya adalah kita adalah salah satu dari 5 keluarga mistik. Ada 5 keluarga mistik di seluruh dunia. Keluarga Douz adalah keluarga penyihir. Ada Keluarga Aquos yang merupakan kerajaan bawah laut. Ada keluarga Purple di utara sebagai pengendali serigala roh. Ada keluarga Mozars yang merupakan keluarga alchemist. Dan terakhir adalah keluarga Junaf yang merupakan seorang Apoteker kuno."


"Tapi saat ini hanya keluarga Douz dan Mozars saja yang masih tetap berhubungan dengan dunia. sedangkan keluarga Aquos dan Purple menutup diri dari dunia luar. Sedangkan keluarga Junaf telah jatuh kerena bertarung dengan keluarga Mozars."


"Kelima keluarga sebenarnya adalah murid dari seorang Dewa yang menurunkan beberapa keahlian untuk menjaga dunia ini dari mahluk asing yang akan menyerang." Kakek Esa


"Apakah semua keluarga kita adalah seorang penyihir?" tanya Seir penasaran.


"Benar setiap anggota keluarga yang sudah dewasa akan melakukan tes potensi. Dan saat ini adalah giliran kalian." Ucap kakek Elsa kemudian menatap Seir. "Seir majulah dan sentuh batu di tengah dan pejamkan matamu." Kakek Elsa


Seir maju dan mengikuti seperti yang di perintahkan kakeknya.


"Rasakan apa yang kamu lihat saat menutup matamu?" Ucap Kakek Elsa.


"Rasanya Seir seperti berada di tengah lautan yang luas dan badai menerjang dari segala arah." Ucap Seir


"Jangan takut, tenangkan hatimu. Rasakan Energi itu masuk ke tubuhmu." Kakek Elsa mengarahkan.


Tidak lama kemudian batu berearna biru bersinar. Batu di tengah juga bersinar biru. Sinar biru memasuki tubuh Seir dan mulai berkumpul di jantung Seir hingga terbentuklah mana core elemen air. Setelah itu Seir terduduk kelelahan. Sedangkan Kakek Elsa tersenyum melihat cucunya menjadi penyihir elemen air.


Setelah Seir sekarang adalah giliran Elsa. Namun sebelum melakukan ritual. Kake Elsa sedikit menjelaskan.


"Elsa, kakek harus menjelaskan hal ini padamu karena kamu adalah wanita. Jika kamu memilih menjadi penyihir artinya kamu akan kesulitan untuk menjadi seorang ibu nantinya. Karena butuh laki-laki yang memiliki kekuatan sihir lebih kuat dari mu untuk bisa memiliki anak. Kamu paham apa artinya?"


"Paham kakek." Setelah berpikir tidak masalah tidak memiliki anak asal menikah dengan Riki dia akan bahagia. Dengan menjadi penyihir dia juga bisa melindungi Riki nantinya.


"Baik, sekarang pilihan ada di tanganmu." Ucap kakek Elsa.


Elsa tanpa ragu sedikitpun maju dan meletakkan tangannya pada batu ktistal di tengah dan menutup mata. Elsa merasa ada di tengah kegelapan dengan kilatan putih yang tak terhitung jumlahnya. Batu berwarna ungu bersinar begitu juga dengan kristal di tengah berubah menjadi ungu. Seperti ribuan semut berjalan di sekujur tubuh Elsa.


Mata kakek Elsa terkejut, selama ribuan tahun tidak ada yang memiliki elemen petir. Orang terakhir yang memiliki elemen petir adalah leluhur pertama keluarga Douz. Sekarang lahir seorang penyihir petir.


"Apa ini berkah? atau akan ada bencana?" Kakek Elsa bertanya-tanya.


Sementara Elsa dan Seir masih membangkitkan mana core mereka. Jauh di utara, seekor anjing putih dengan taring panjang berjalan memasuki gua di sebuah gunung es. Di atas punggung anjing tersebut terdapat pemuda yang terbaring lemah namun tetap mencengkram erat bulu anjingnya.


Semua orang yang ada di ruangan waspada, tetapi para serigala menundukan kepala kepada anjing yang baru saja datang.


"Biarkan dia masuk, meskipun kamu bukan dari keluarga Purple. Tapi di dalam darahmu mengalir tekad besar keluarga Purple."


-


"Karena semua orang sudah hadir disini, Aku Riden Purple pemimpin keluarga purple akan memberi tahukan alasan aku memanggil kalian."


"Semua berkaitan dengan Ramalan Dewa. Dahulu Dewa memberikan sebuah ramalan. Tentang lahirnya seseorang yang akan menjadi pemimpin pertempuran. Namun di katakan dia masih sangat egois dan tidak layak untuk dibantu."


Di dalam lautan juga sedang berkumpul pasukan laut menceritakan hal yang sama dengan apa yang di ceritakan Riden Purple.


Di tempat Elsa berada, Elsa terduduk lemas akibat membentuk mana core elemen petir. Pembentukan mana tersebut sampai menimbulkan sambara petir ke pepohonan sekitar.


Kakek Elsa terkejut memandang pohon terbesar yang ada di depannya. Kulit pohon hancur akibat sambaran petir. Namun bukan itu yang membuatnya terkejut. tetapi Ramalan kedua telah terlihat.


Kakek Elsa, Kakek Moris, dan Raja Neptun Aquos mengucapkan kata-kata yang sma.


"Saat ramalan kedua telah muncul, itu adalah kehidupan kedua kalian. Itu berarti Dia telah siap, Itu berarti bencana akan datang, Itu berarti Dia membutuhkan kalian."


(Ark pertama Restart End)


Terimakasih buat yang telah membaca novel ini, terimakasih untuk yang sudah like dan komen.