
Di keluarga rumah kediaman Douz, Seorang pria bertopeng silver sedang berdiri.
"Siapa kamu? ada perlu apa kamu kemari?" Tanya penjaga.
"Saya anggota silver face. Saya ingin berbicara dengan kepala keluarga atau tetua keluarga Douz." Jawab pria itu.
Penjaga segera berkomunikasi dengan atasannya yang sebelumnya merapalkan mantra deteksi kebohongan. Setelah beberapa saat penjaga berkata, "Silahkan masuk." Penjaga segera mengantar pria tersebut memasuki rumah. Penjaga itu mengantar anggota silver face ke sebuah ruangan.
Tidak lama kemudian, kakek Elsa masuk bersama dengan Elsa. Anggota silver face berdiri dan memberikan hormat.
"Tidak perlu terlalu sungkan, katakan apa informasi yang ingin silver face berikan?"
"Mungkin kalian bertanya-tanya kenapa 10 orang mata-mata keluarga Douz menghilang?" Ucap anggota silver face.
"Apa kalian mengetahuinya?"
"Saat kalian memata-matai keluarga Foxt, kami juga sedang bertugas memata-matai mereka. Ada beberapa orang asing yang datang dan memberikan sebuah alat. Setelah itu, entah bagaimana caranya mereka bisa mengetahui 10 mata-mata yang kalian kirim." Anggita silver face menceritakan.
"Lalu bagaimana keadaan mereka sekarang?"
"Saya meminta maaf karena tidak bisa menyelamatkan mereka. Tapi aku hanya ingin menunjukan rekaman ini." Ucap anggota siver face lalu melemparkan sebuah handphone kepada kepala keluarga Douz. "Aku tidak tahu rahasia apa yang tertanam pada tubuh anggota keluarga Douz. Namun itu pasti sebuah kabar buruk. Melihat hubungan nona Elsa dengan guru kami, pemimpin memerintahkan untuk memberitahu hal ini juga menawarkan bantuan. Kami saat ini sedang mengawasi mereka, sepertinya mereka merencanakan sesuatu untuk menyerang keluarga Douz." Anggota silver face kembali menjelaskan.
"Ini..." Wajah Kakek Elsa terkejut.
"Kenapa kakek?" Elsa bingung kenapa kakeknya bisa terkejut seperti itu.
"Mereka mempunyai alat untuk mengambil mana core." Ucap Kakek Elsa.
"Bagaimana mungkin? bukankah mana core akan meledak jika diambil paksa?" Elsa juga tidak percaya.
"Kakek juga tidak tahu bagaimana mereka memiliki tehknologi seperti itu. Tapi ini jelas kabar buruk untuk penyihir seperti kita." ucap Kakek Elsa.
"Aku sudah memberikan informasi untuk keluarga Douz, aku akan pergi dulu. Aku berharap keluarga Douz mau menerima tawaran kami." ucap anggota silver face.
"Tunggu, tuan bilang tuan memberi kami informasi karena aku dekat dengan guru tuan? Siapa guru tuan sebenarnya?" Tanya Elsa.
"Guru ku adalah orang yang nona sukai." Ucap anggota silver face kemudian melangkah pergi.
Elsa terdiam mendengar jawaban tersebut. Orang yang Elsa sukai adalah Riki. Elsa jadi bertanya-tanya apakah benar guru yang di maksud adalah Riki.
"Apa maksud perkataannya tadi?" Tanya kakek Elsa menyelidiki.
"Aku juga tidak mengerti, Kakek sendiri sudah tahu jika aku sudah bertunangan dengan Riki, dan aku sangat mencintai Riki. Apa yang dia maksud benar adalah Riki?" Ucap Elsa.
"Haaaa... Riki? Riki siapa?" Kakek Elsa terkejut.
"Siapa lagi kalo bukan Riki Hanz, kan kakek sendiri yang bilang jika Riki adalah tunanganku." Ucap Elsa kesal.
"Hahaha... Jadi cucuku ini menggap serius ucapan bercanda kakek. Kakek minta maaf, kakek tidak tahu jika kamu akan menganggap serius ucapan kakek saat itu." ucap Kakek Elsa meminta maaf.
"Jadi benar kata Riki, jika kami tidak memiliki ikatan pertunangan?" Tanya Elsa masih tidak percaya. Dia sudah terlanjur menganggap semuanya benar. Dan bahkan dia menutup hatinya untuk orang lain. Dia benar-benar hanya menginginkan Riki untuk menjadi pasangan hidupnya.
"Kita adalah keluarga penyihir. Normalnya kita hanya akan menikahi penyihir juga. Jadi jika ada manusia biasa yang ingin menikahi perempuan dari keluarga kita, tentu saja kakek harus melihat apakah anak perempuan tersebut sudah menjadi penyihir atau belum. Jika sudah menjadi penyihir kakek harus melihat laki-laki seperti apa dia? apakah dia memiliki potensi untuk menjadi penyihir atau tidak. jika dia tidak memiliki potensi untuk jadi penyihir maka kakek harus memastikan apakah dia siap untuk tidak memiliki anak." Kakek Elsa menjelaskan.
"Jadi jika Elsa ingin menikah dengan Riki juga harus melalui proses itu?" Tanya Elsa.
"Emmm... untuk Riki Hanz kakek memberi perlakuan special." Ucap Kakek Elsa.
"Maksud kakek?" Elsa sedikit bingung.
"Jika kamu ingin menikah dengan Riki, kakek akan sangat setuju. Bahkan jika kamu menjadi istri kedua, kakek tetap akan setuju." Ucap kakek Elsa.
"Benar, kali ini kakek tidak bercanda." Ucap kakek Elsa tersenyum.
Elsa segera memeluk kakenya dengan semangat. Elsa sudah berpikir akan menikahi Riki, karena dia adalah penyihir dan berkemungkinan tidak memiliki anak dengan Riki. Jadi dia berpikir untuk membiarkan Riki menikah dengan Alice. Bagaimanapun Elsa tahu jika Riki mencintai Alice tapi Elsa tidak tahu apa yang membuat Riki mencoba menjauhi Alice.
Keesokan harinya. Saat hari mulai gelap, penjaga keluarga Douz yang berjaga di tepi hutan tiba-tiba mendengar lolongan serigala saling sahut menyahut. Purnama besar bersinar terang tanpa awan yang menutupi. Perlahan bulan berubah warna menhadi menjadi merah.
"Bulan darah telah muncul, Kini waktunya untuk memusnahkan para penyihir." Ucap Reilin bersemangat.
"Lucy, lepaskan anak-anakmu." perintah Reilin.
Lucy menatap serigal-serigala dengan mata merah yang saat ini sudah berdiri dengan sepasang kaki. Serigala-serigala tersebut melolong, dari mulutnya mengeluarka liur berwarna ungu.
Ketika kandang dibuka, para serigala segera berlari jauh kedepan. Seribu manusia serigala berlari kencang sambil melolong sahut menyahut. Seseorang di dalam tenda meletakan beberapa titik merah di sebuah peta pada layar monitor. Peta tersebut merujuk sebuah tempat dengan nama keluarga Douz.
10 penjaga keluarga Douz yang memantau dari menara segera memberi kode untuk bersiap. Beberapa saat lalu, sebuah panah meluncur dan menancap di salah satu pohon di kediaman keluarga Douz. Di panah tersebut berisi informasi mengenai kelurga Foxt yang sudah bersiap di hutan tidak jauh dari kediaman keluarga Douz. Disana juga tertulis berapa banyak pasukan. Namun tidak ada informasi mengenai kekuatan musuh. Hanya peringatan untuk mengerahkan kekuatan penuh untuk melawan musuh.
Surat itu berasal dari anggota silver face. Saat ini anggota silver face juga sedang berkumpul. Karl mendengar laporan jika keluarga Douz sudah bersiap-siap.
"Bagaimana dengan guru, apakah dia sudah kembali?" Tanya Karl
"Belum Bos."
"Satu orang tetap berjaga menunggu Guru datang. Segera sampaikan informasi saat Guru kembali. Dan juga apakah sudah ada informasi dari militer?" Tanya Karl.
"Sudah tapi militer tidak bisa membantu sepenuhnya karena mereka belum yakin dengan pasukan manusia serigala. Tapi Ersen sudah meyakinkan ayahnya dan ayahnya sudah siap memberikan 1/4 pasukannya untuk untuk mengevakuasi warga dalam radius bentrokan. juga berjaga jika ada manusia serigala yang memasuki perkampungan." Anggota siver face melaporkan.
"Setidaknya itu lebih baik dari pada tidak. Kita juga harus bersiap untuk membantu keluarga Douz. Jika keluarga Douz sampai kalah, kesempatan kita untuk meratakan keluarga Foxt akan semakin berat." Ucap Karl kemudian berdiri. "Silver Face bergerak!" perintah Karl.
Sementra di kediaman keluarga, Bentrokan antara manusia serigala dengan para penyihir yang menjaga tidak bisa terelakan lagi.
"Fire storm..."
"Hurican blade.."
"Darknerss Blind.."
"Eart Block.."
Beragam sihir menerjang para serigala, serigala juga sangat kuat butuh beberapa kali serangan untuk bisa membunuh serigala-serigala tersebut.
"Heal.." Beberapa penyihir tipe penyembuh segera mengobati penyihir yang tampak kelelahan.
Dari kejauhan melesat cahaya putih dan langsung membentuk sebuah badai. Para penyihir terkujut dengan serangan tersebut.
"Apakah ada penyihir di pihak musuh?"
"Apa ada penghianat?"
Anggota keluarga Douz benar-benar bertanya-tanya.
"Jangan pikirkan itu, tetap waspada." Ucap Seir "Water blade."
"Poison Arow"
Kakek Elsa melayang di udara. "Binding root" Beberapa akar keluar dan segera mengikat para serigala.
Meskipun sudah terikat para serigala masih mencoba untuk bergerak. Namun sebuah kilatan petir mmelesat dengan sangat cepat. petir yang tercerai berai kemudian berkumpul di samping Kakek Elsa. Perlahan membentuk kembali tubuh Elsa yang di tangannya masih memegang petir.
"Thousand ligning araw." Elsa melesatkan panah-panah petir yang menghujani para serigala.