System, I Don'T Wanna Be Last Human

System, I Don'T Wanna Be Last Human
Kamu bukan sebuah bencana



Sein dan kelompoknya saat ini menelusuri sebuah terowongan panjang. Mereka kemari karena mengikuti seekor hewan yang sulit ditangkap. Jika sebelumnya hewan yang mereka temui hanya memiliki kekuatan elemental tanpa bisa melontarkan sihir. Kali ini hewan yang mereka temui mampu menyerang mengunakan sihir.


Mereka mulai memperlambat gerakan, ketika melihat cahaya di ujung lorong. Bagaimanapun mereka harus berhati-hati, mereka tidak tahu apa yang akan mereka temui disana.


"Bagaimana sekarang? apakah kita harus lanjut atau kembali?"


"Aku memilih lanjut, tapi mungkin kita tidak bisa kesana dengan kelompok besar. Sebaiknya kita mengirim 2 orang untuk menyelidiki tempat itu." Ucap Seir.


"Kami setuju"


"Aku dan Marik yang akan menyelidiki tempat itu, kalian tetap menunggu di sini. Sebagian silahkan berburu dan sebagian lagi tetap disini." Ucap Seir memberi arahan.


Seir dan temannya mulai berjalan keluar dari lorong. Mereka menemukan energi dunia yang sangat berlimpah melebihi di wilayah luar. Banyak tanaman juga mengandung element yang bisa memperkuat penyihir. Namun banyak bahaya juga yang siap mengintai mereka jika mereka sampai salah langkah.


Dari kejauhan terlihat pertarungan 2 serigala dengan element petir dan beruang elemen api. Mereka segera menjauh untuk menghindari terkena dampak pertarungan. Tidak lama setelah itu tampak beruang terluka parah san mencoba melarikan diri. Namun serigala tidak membiarkannya segera menyerangnya bertubi-tubi. Beruang segera terkapar, serigala mencakar tubuh beruang hingga terkoyak.


"Coba lihat, bukankah itu mana core?" Ucap Marik


"Benar, aku juga tidak menyangka hewan itu memiliki mana core." Ucap Seir masih tidak percaya.


Serigala mencoba mengorek mana core tersebut, namu dia mendapatkan firasat buruk. Serigala memandang tajam di kejauhan kemudian segera pergi. Memanfaatkan hal tersebut Seir mendekati mayat beruang dan mengambil mana core yang ada di tubuhnya. Keduanya juga membawa mayat beruang mayat beruang untuk dijadikan santapan makan mereka.


Sesampainya di mulut lorong jalan, Seir memberi sinyal. Tidak lama setelahnya 2 orang kelompoknya datang. Seir memerintahkan mereka untuk membawa mayat beruang.


Seir kemudian kembali menelusuri kawasan itu. Dalam pandangannya Seir menemukan sesuatu yang menarik. Beberapa hewan penggali terlihat sedang menggali tanah, Seir memperhatikan dan terlihat ada seekor yang berhasil menemukan batu. Setelah menemukan batu tersebut hewan tersebut segera menyerapnya. Namun ada juga beberapa batu yang ditemukan tapi hewan itu tidak menyerapnya tapi membuangnya begitu saja.


Seir sekarang paham, hewan-hewan penggali tersebut memiliki element angin. Itu sebabnya saat mereka menemukan batu berwarna putih mereka sangat senang. Sedangkan batu berwarna coklat yang baru saja di buang adalah batu tipe tanah.


Di tempat lain, Moris masih tidak percaya dengan apa yang dia lakukan dengan Nilaz. Dan Nilaz juga tidak percaya jika dia yang pada akhirnya menggoda Moris untuk melakukan hal tersebut.


"Karena kamu sudah mengambil banyak keuntungan dari ku, jangan harap kamu bisa bercerai dari ku." Ucap Nilaz


Nilaz sedikit bingung dengan nada bicara Moris yang menjadi lembut. "Kenapa kamu berubah pikiran?" Tanya Nilaz


"Jika dari awal aku tau melakukan itu dengan mu sangat enak. Aku lebih baik langsung menciummu saat pertama bertemu." Ucap Moris.


Nilaz menatap moris dengan jijik, "dasar mesum....! jika aku tahu bakal seperti ini lebih baik aku membunuhmu saat pertama bertemu." Ucap Nilaz mendengus kesal kemudian berdiri dan ingin bergegas pergi.


Langkah Nilaz terhenti saat memperhatikan banyaknya kristal di sekitar dinding gua. Dia sangat tahu betul fungsi kristal tersebut. Di kerajaan laut, kristal tersebut lebih mahal dari pada sebongkah emas. Bahkan anggota kerajaan tidak bisa memiliki banyak keristal tersebut. Namun disini kristal tersebut sangat-sangat banyak.


Nilaz menatap Moris dengan rasa tidak percaya. Semula dia merasa menikah dengan Moris adalah bencana. Tapi sekarang dia merasa mungkin ini takdir yang terbaik untuk mereka. Nilas berjalan mendekati Moris dan memberinya ciuman.


Setelah beberapa saat keduanya sudah kembali memakai pakaian mereka.


"Apa kamu tidak berkuktivasi seperti Sick?" Tanya Nilaz.


"Sejujurnya sampai saat ini aku tidak tahu bagaimana cara berkultivasi." Ucap Moriz jujur.


"Apa orang tuamu tidak pernah mengajarimu? Seharusnya keluarga purple sudah mulai belajar sejak kecil " tanya Nilasz.


"Aku tidak pernah belajar. Ibu ku adalah seorang purple namun ayahku berasal dari keluarga bisa. Normalnya aku tidak akan bisa menggunakan kekuatan keluarga purple." Moris segera menjelaskan.


"Aku sedikit tahu dengan keluarga purple, aku dulu pernah membaca di perpustakaan di rumah kakek." Ucap Nilaz.


"Apa kamu tahu tehnik kultivasi keluarga purple?" tanya Moris.


"Tidak, tapi kamu bisa bicara dengan anjing mu. Dia yang akan membimbingmu untuk berkultivasi." Ucap Nilaz.


Moris segera menghampiri Sick yang sedang menyerap cristal. Saat Menyentuh Sick, tiba-tib energi yang kuat melaju dengan. Moris segera melepas sentuhannya.