System, I Don'T Wanna Be Last Human

System, I Don'T Wanna Be Last Human
Mencoba menembus batas



Alice segera memberikan serangan demi serangan ke arah Fix. Alice sangat marah karena Fix berani berhianat bahkan membawa orang dengan aura iblis ke wilayah keluarga Norton. Jadi dia ingin menghabisi Fix lebih dahulu.


Fix Sangat licik, Saat Alice menyerang dia segera berlindung dibalik tubuh Kungga. Kungga kesal dan menghajar Fix hingga terhempas jauh.


Alice menlesatkan serangan bertubi-tubi ke arah Kungga. Kungga sebisa mungkin menghindari serangan Alice. Dia tidak menyangka Alice benar-benar tidak memberinya kesempatan bernapas. Meskipun sudah berusaha tetap saja luka yang dia terima cukup banyak.


Di sisi lain Ersen bertarung sengit dengan salah satu musuh. Kultivasi Ersen baru mencapai formasi Qi namun lawan yang dia hadapi adalah prajurit kelas 3 yang memang setara dengan orang yang memiliki aura kontrol level 2. Meskipun aura kontrolnya masih berada di level 1, dengan tambahan kultivasinya sudah mampu mengimbangi kekuatan musuh.


"Aku tidak menyangka ada kultivator lain disini." musuh


"Itu sebabnya persiapan itu penting." Ersen


"Tapi kamu tidak bisa mengalahkan ku." musuh


"Memang sulit tapi bukan berarti tidak mungkin. Kakek..." Ersen berteriak.


Musuh segera menghindari serangan pedang Kakek Alice. Namun sebuah pukulan langsung menghantam perutnya hingga memuntahkan cairan hitam.


"Bajingan, kamu curang..." Musuh mengeluh.


"Iya, tapi ini bukan pertandingan. Jadi ini bisa di sebut strategi." Ucap Ersen kemudian bersiap menyerang.


Dengan kedatangan kelompok Silver Face, keadaan benar-benar terbalik. Kelompok dark planet mengalami luka-luka serius. Selain itu, tubuh pasukan dark planet tiba-tiba berat dan langsung memuntahkan cairan hitam.


Dari ketinggian Riki memancarkan aura dewa. Semua anggota keluarga Norton terkejut dan memandang di ketinggian. Tampak Riki memancarkan aura emas yang melesat cepat memenghujani kelompok dark planet.


"Siapa orang itu?" Banyak pertanyaan timbul dari orang-orang keluarga Norton.


"Jangan pedulikan hal itu. Cepat urus musuh, jangan biarkan mereka melarikan diri." Karl berteriak sambil terus menghajar musuh yang tertekan.


Teriakan Karl sangat keras hingga menyadarkan pikiran anggota Norton. Mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan dan segera menyerang kelompok dark planet.


Bibir Alice melengkungkan senyum, meskipun Riki memakai topeng, tapi dia jelas bisa merasakan ikatan Riki dan darinya. Begitu juga Riki, semakin dekat jaraknya dengan Alice semakin besar energi yang mampu dia hasilkan.


******


"Siapa kamu? Apakah kamu seorang Entitas semesta?" Monggua penasaran.


"Tidak penting menjelaskan pada orang yang akan mati." ucap Riki santai.


"Apa kamu yakin bisa membunuhku?" Monggua menyerang Riki,


Riki menyambut serangan Monggua


Boommm.... Boommm....Booommm


Ledakan tercipta setiap kali tinju keduanya berbenturan.


Monggua merasa kekuatan Riki semakin lama-semakin besar. Dia merasa tangannya sedikit bergetar setelah benturan terakhir.


"Ternyata kamu memiliki kemampuan juga, pantas saja kamu begitu sombong." Ucap Monggua. padahal dia hanya ingin mengulur waktu untuk memulihkan diri.


"Ohh ya? Aku pikir kamu ingin memulihka tangan mu ya kebas?" Ucap Riki.


"Kalau begitu mari kita lanjutkan lagi." Monggua melesatkan tinju menuju Riki.


Kali ini Riki terlihat lebih serius. Riki langsung melesatkan tinju untuk menyambut.


Boommm...


Monggua terlempar dan memuntahkan darah sambil memegang lenganya yang yang mengalami patah tulang.


Monggua terkejut dengan kekuatan Riki yang semakin meningkat. Alasan Riki lebih kuat karena jumlah orang yang dia tekan juga berkurang. Beberapa anggota dark planet sudah berguguran.


"Apa yang kamu pikirkan? sudah ku bilang kamu tidak boleh pergi." Ucap Riki menghujamkan pukulan ke kepala Monggua.


Monggua terlempar jatuh ke tanah hingga membentuk kawah kecil.


****


Ersen dan kakek Alice masih bertarung sengit. Tapi kondisi saat ini keadaan mereka unggu jauh. Salah satu lengan musuh telah lepas. Ersen terlihat memegang pedang yang sebelumnya di pakai Kakek Alice.


Musuh masih mengawasi pergerakan kakek cucu tersebut. Dia harus membunuh si kakek agar bisa mengalahkan Ersen. Tapi Ersen tahu apa yang dipikirkan musuh jadi dia tidak akan membiarkan hal itu.


"Ersen jika kamu terus ragu, kamu tidak akan menjadi kuat. Ingat kata guru!" Karl berteriak.


Mendengar teriakan Karl Ersen berpikir kembali apa yang Riki katakan.


Saat latihan bertarung dengan Karl untuk membangunkan kemampuan tubuh dewa perangnya. Riki terus mengawasi dan berteriak, "Anggap Karl adalah musuh yang ingin membunuh orang-orang yang ingin kamu lindungi. Kerahkan seluruh kemampuanmu, Jangan ada ragu sedikitpun. Lampaui batasanmu! Hanya ada 2 hal yang membuat orang bisa menembus batasannya. Rasa takut atau kematian."


Mengingat kata-kata Riki, Ersen memandang kakeknya. "Kakek, serahkan dia pada ku. Aku akan mengalahkannya sendiri." Ucap Ersen. Jika bertarung dengan Karl tidak bisa membangkitkan potensinya. Bertarung dengan musuh pasti bisa membuatnya serius.


Kakek Alice terkejut dan ragu tapi suara Karl kembali terdengar. "Kakek tua. Biarkan dia bertarung sendiri, apa kamu ingin dia terus menjadi bayi?" ucap Karl dengan tegas.


Kakek Alice segera pergi. Tetapi tetap mengawasi Ersen. Bagaimanapun musuh lebih kuat dari cucunya, tentu dia tidak bisa tidak merasa khawatir.


Ersen melemparkan pedangnya kepada Kakeknya. Dan bersiap beradu pukulan dengan musuh. Musuh menjadi lebih senang, jika hanya menghadapi Ersen sendiri jelas dia tidak akan kalah.


Ersen dan musuh mulai beradu serangan.


Boommm....


Ersen terlihat mundur beberapa langkah dan kesakitan. namun tekadnya yang kuat membuatnya mampu bertahan.Dia terus menerus bertarung sengit, kontrol aura yang awalnya berada di level 1 perlahan mulai berkembang dan mulai bisa menyerang musuh. Namun berkembangnya kontrol aura jelas belum cukup untuk mengalahkan musuh.


Di sisi lain Alice tidak memberi ampun sedikitpun pada Kungga. Serangan badai penjara pedang melesat cepat dan mengurung Kungga. Kungga berusaha keluar dengan melancarkan pukulan yang kuat.


Kungga terkejut karena tangannya justru tersedot angin dan seperti ribuan pedang memotong tangannya.


Aaakkkhhhhhh....


Kungga berteriak keras, dia mencoba menarik tangannya namun justru tersedot lebih dalam. Tidak lama kemudian Kungga tertelan sepenuhnya dalam pusaran angin pedang.


Aaaaa...... tidaaaakkkkk....


Hanya teriakan menyayat yang terdengar dari dalam pusaran angin pedang.


Setelah membunuh Kungga, Alice melihat ke arah Fix. Fix langsung dipenuhi keringat dingin. Dia tahu Alice bukan lah lawannya. Dia memutuskan mengeluarkan sebuah batu yang di berikan tuannya.


Alice melesatkan tebasan pedang angin ke arah Fix. Fix segera memecahkan batu di tanganya. Setelah pecah sebuah lubang hitam langsung menyedotnya masuk. Naas sebelum masuk ke lubang hitam kedua kakinya terpotong oleh serangan Alice.


Fix berada di sebuah hutan dengan pepohonan hitam. Namun tempat tersebut tidak besar, dia bisa melihat sebuah dinding yang mengelilingi, juga tidak ada langit berbintang. Hanya ada beberapa cahaya lampu hijau dan beberapa serangga terbang. Fix terbaring lemah tanpa kedua kakinya.


Di sisi lain, Ersen terlempar hingga menghantam tanah. Tenaganya habis terkuras, dia menatap musuhnya yang melesat cepat menuju dirinya.


Ersen menutup mata dan terbanyang saat dia berdiri di tengah mayat anggota keluarga Norton yang lain. Dia melihat kedua orang tuanya yang terkapar berlumuran darah, kemudian melihat kepala kakeknya yang menggelinding menuju ke arahnya.


"Ersen...." Kakek Alice melesat cepat ingin menyelamatkan Ersen.


"Ersen...." Alice juga terkejut melihat Ersen yang terbaring lemah menghadapi kematian.


Karl juga khawatir dan segera ingin menolong Ersen.


Riki merasakan lonjakan aura yang kuat dari tubuh Ersen. Melihat Karl, Alice dan Kakeknya bergerak menuju Ersen, Riki segera mengikat keduanya sehingga tidak bisa maju lebih jauh.


"Riki apa yang kamu lakukan?" Alice marah dan menatap Riki dengan tajam.


Booom......


Ledakan tercipta hingga menimbulkan kawah kecil. Semua anggota keluarga Norton langsung bersedih bercampur kemarahan. Karena salah satu keluarga inti harus gugur. Alice yang semula marah pada Riki terkejut. Bagaimanapun dia tahu jika mereka berada lebih dekat, bisa saja kakeknya akan mati dan dia akan terluka akibat ledakan energi tersebut.