System, I Don'T Wanna Be Last Human

System, I Don'T Wanna Be Last Human
Jadi anak indigo



Riki sangat terkejut dengan misi baru yang dia terima. Riki berpikir kenapa di kehidupan sebelumnya dia tidak mendapatkan misih tersebut. Riki kemudian bertanya tentang tamalan dan Rudi menjelaskan apa yang telah dia baca.


Riki termenung memikirkan masalalunya. Semua yang dia lakukan hanya untuk kepentingan dirinya saja. Dia tidak pernah memikirkan orang lain. Dia tidak suka menolong orang, meskipun jelas dia bisa menolong. Semenjak keluarga dan orang-orang yang dikenalnya tiada. Dia tidak pernah mau repot mengurus masalah orang lain. Selama dia tidak di ganggu dia tidak akan ikut campur.


"Apa ramalan itu tentang diriku?" Riki bertanya-tanya.


Sampai di rumah Riki masih saja memikirkan tentang kata-kata ramalan. Bahkan saat ini Riki tidak menyadari seorang anak kecil masuk ke kamarnya.


Anak kecil itu dengan pelan mendekati Riki lalu menutup matanya.


"Tebat-tebat sapa atu?" Hima.


"Siapa ya? Emm Hima ya?" Ucap Riki tersenyum meladeni adiknya bermain.


"Salah..., Ayo tebat sapa atu?" Hima


"Em..., Hima Hima Hima." Riki


"Butan... tebat ayo" ucap Hima lagi.


"Emmm... ini pasti casper." ucap Riki


"Siapa casper?" Hima tidak tahu.


"Casper itu hantu botak yang suka makan anak nakal." Riki menjelaskan serius.


"Mama... takut...." Ucap Hima berteriak sambil berlari ke kamar mamanya.


Riki tertawa melihat tingkah Hima yang terlihat lucu dan menggemaskan.


Dipagi hari, setelah olahraga pagi. Riki sarapan dengan tenang sambil menatap ponselnya karena ada sebuah pesan masuk. Itu pesan dari Seir yang mengajaknya ke pantai esok hari.


Riki teringat sesuatu, di kehidupan sebelumnya Alice tenggelam dan dia yang menyelamatkannya. Riki berpikir apa sekarang Alice juga akan tenggelam? namun segera dia menepis hal itu. Riki saat ini sudah berada di ranah Diamon Body tingkat 4 sedangkan Alice sudah berada di Gold Body tingkat 9 tidak mungkin Alice tenggelam. Dengan kultivasi seperti itu Alice bisa menahan napas selama 2 hari.


Setelah sarapan Riki menonton berita di televisi.


"Tata bohonin ima ya?" Hima datang langsung protes.


"Kakak tidak bohong." ucap Riki


"Capel itu hantu baik, iya tidak suka dandu anat-anat." Hima menjelaskan.


"Siapa yang kasih tahu Hima?" tanya Riki


"Tata Nala." ucap Hima.


Riki hanya tersenyum, namun dia memiliki kesan terhadap para casper. Mereka adalah pasukan lemah namun menyebalkan. Mereka adalah salah satu hasil experimen dari dark planet. Untung saja Hima mengingatkannya tentang casper. Jadi dia harus mencari serangga pemakan jiwa di planet misterius nantinya.


Riki mengusap kepala Hima kemudian berdiri. Riki kembali ke kamarnya untuk memperbaiki coding system untuk robot nano partikel. Sudah beberapa minggu ini program tersebut Riki perbaiki. Dia berharap Robot nano partikel bisa melindungi keluarganya yang bukan seorang kultivator. Setelah pembahasan mengenai casper, Riki mendapat inspirasi membuat System Robot nano seperti pola pikir casper.


Beberapa jam kemudian Riki tersenyum karena setelah beberapa pengetesan, Riki akhirnya berhasil. Riki segera memasukan Robot nano yang menjadi alat tesnya ke dalam kotak kayu di atas mejanya. Bentuk Robot nano seperti sebuah kubus sebesar kepalan tangan. Setelah ditanamkan coding baru, di permukaan kubus itu terdapat tulisan nano casper. Riki bergegas menghubungi Savik. Savik segera menjemput Riki dan membawanya ke markas rahasia.


Riki menanamkan coding baru untuk System nano.


[Upgrade on progres 1%]


[Upgrade on progres 2%]


Proses upgrade terus berjalan, butuh waktu 10 jam untuk proses upgrade. Sementara menunggu Riki dan Savik mengadakan pertemuan dengan para pemimpin anak perusahaan Rik-Grup. Setelah mendengar kondisi umum. Riki kemudian mulai tersambung dengan Rudi dan juga Malik.


"Rudi bagaimana kondisi nona Alin saat ini, apakah dia sudah bangun?" Tanya Riki.


"Sudah tuan. Saat ini dia ingin menyampaikan sesuatu kepada tuan. Tapi dia ingin berbicara langsung." Ucap Rudi.


"Baik aku akan ke sana. Biarkan dia beristirahat, dia mungkin masih ragu dengan informasi yang ada di kepalanya."


Riki melihat malik yang saat ini wajahnya seperti kurang tidur.


"Ada apa denganmu Malik? Apa kamu stress karena tidak mendapat jatah istimewa?" Savik mengejek.


"Hemm... apa kamu pikir kamu sudah bisa mendapatkan jatah istimewa juga?" Tanya Riki dengan senyum mengejek. Riki tahu hari ini Lisa mendapatkan tamu bulanannya.


Savik hanya tersenyum kecut. Sejak beberapa hari yang lalu Istrinya itu selalu mengeluh sakit perut dan suka emosian. Bagaimana bisa dia mendapat jatah istimewa.


"Baiklah, kamu harus beristirahat dengan baik." Ucap Riki kemudian memutus sambungan komunikasi.


Sementara Riki sedang menunggu proses upgrade. Seorang anak kecil memasuki ruang kerja Riki. Karena terburu-buru Riki lupa untuk menutup pintunya dengan rapat sehingga pintu tidak dapat terkunci otomatis.


"Em..., tamal tata bau." Hima mengeluh


"Wahhh..., tamal tata ada tipi dua." Hima bersemangat, segera dia memanjat kursi dan mencari sesuatu.


"Tok ndada?" Hima menggaruk kepalanya sambil matanya mencari di sekitar meja.


Hima melihat mouse dan memperhatikan dengan serius. Hima mulai memainkan srol mouse yang bisa berputar. Hima juga mulai mengetik-ngetik keyboard. Hima pernah melihat Nara mengerjakan tugas dengan laptop. Hima mengambil setiap barang yang ada di meja Riki. Sampai dia mulai melirik kotak kayu.


Hima anak yang cerdas, asal tidak terkunci dia pasti menemukan cara untuk membukanya. Dan benar saja Hima membuka tutupnya dan melihat kubus dengan tulisan nano casper.


"Wahhhh.... na.. no... caple." Hima berucap


Saat Hima memegang kubus tersebut, kubus segera mencair dan memasuki tubuh Hima. Hima terkejut dan mencari kubus tersebut. Karena kubus menghilang, Hima takut ketahuan kakaknya. Hima segera mengembalikan keadaan kamar seperti semula dan segera menyelinap pergi. Hima berlari ke kamarnya dan bersembunyi di balik selimut.


[Ding]


[Terdeteksi Host baru, apakah anda ingin terhubung dengan nano casper?]


[Ya/Tidak]


"apa ini?" Hima terkejut. Tapi karena Hima adalah anak yang sangat penasaran, Dia pun berkata ya.


[Sinkronisasi on progres]


Tidak lama kemudian progres selesai.


[Selamat host anda adalah pemilik Casper]


"Hei... nama aya Hi.. ma... butan hos. pandil aya Hi.. ma." ucap Hima menatap hologran berbentuk casper.


[Baik Hima]


"tundu.." Hima berpikir, dia kurang suka di panggil dengan namanya.


"pandil aya litel printes ceperti ini." Ucap hima sambil menunjuk buku cerita berjudul Litle Princes.


[Deteksi] system memindai tulisan di buku cerita.


[Baik Litle princes]


*****


Kembali ke tempat penelitian robot nano, upgrade sudah selesai. Dan Riki saat ini berlatih tanding dengan Savik.


Riki menyerang Savil dengan tinjunya. Saat akan terkena pukulan tinju Riki menyentuh pelindung transparan. Riki kembali menyerang dengan tenaga yang lebih kuat. Savik mundur beberapa langkah namun tidak menjapatkan luka. Riki melemparkan bilah angin berbentuk pisau dan tidak memberikan luka pada Savik.


"Ok berhenti. Nanti kita tes seberapa kuat robot nano tersebut bisa menahan serangan." ucap Riki.


Setelah selesai uji coba sesaat. Riki kembali ke rumah, tampak ada rasa kecemasan di wajah kedua orang tuanya. Riki penasaran jadi segera mengajak orang tuanya bicara.


"Ayah, Ibu kenapa sih?" tanya Riki.


"Emm... itu adikmu suka ngobrol sendiri. Seperti ada temannya tapi tidak ada siapa-siapa." Ibu Riki menjelaskan.


"Iya Bibi mu dan Nara juga bingung tiba-tiba Hima seperti itu." Ayah Riki menambahkan.


"Apa benar seperti itu?" Riki tidak percaya.


"Iya, ituloh yang bisa lihat-lihat hantu gitu. kalo kata orang namanya anak idigo" ucap Ibu Riki


"Indigo Bu" Ayah Riki memperjelas.


"Iya, Sekarang Hima jadi anak Indigo." Ibu Riki


"???" Riki