
Di dunia asal, rekaman penyerangan keluarga Douz tersebar. Negara Nim dituduh mengembangkan senjata bio kimia. Yang mengakibatkan Liga bangsa bangsa akan melakukan penyelidikan. Tentu saja petinggi negara Nim tahu itu hanya alasan untuk melakukan invasi secara halus.
Presiden negara Nim, Greg Raskal mengumumkan negara manapun yang berani ikut campur dengan urusan internal negara Nim akan menjadi musuh. Negara Nim tidak akan membiarkan Liga bangsa bangsa ikut campur karena Negara Nim sudah mengetahui dalang kejadian.
Greg Raskal menyebarkan secara terbuka produk Shark Tehknologi dan Vanilla Farmacy yang menjadikan serigala menjadi buas dan menjadi manusia serigala. Video tersebut langsung membuat heboh dunia. Semua orang tahu para petinggi negara York 80% adalah orang yang berasal dari keluarga Mozart. Dan keluarga Mozart adalah pemilik Shark Teknologi dan Vanilla Farmacy.
Setelah bukti yang nenunjukan jika serigala-serigala tersebut diciptakan oleh Shark Tehknologi banyak negara yang memilih untuk menjadi netral. Tapi Negara York sudah memiliki rencana untuk mengendalikan mereka. Karena pada dasarnya negara-negara tersebut sudah di susupi.
Disisi lain keluarga Douz dan keluarga Norton berkumpul di markas rahasia Rik-Grup. Keluarga Norton dan Keluarga Douz akan menjalani latihan selama sebulan untuk memperkuat diri. Selain itu sebagian anggota Silver Face juga akan ikut.
"Seir, Elsa, kenapa kalian pergi berlibur dengan Riki tapi tidak mengajak Aku?" Suara yang terasa capek terdengar.
Seir dan Elsa melihat ke arah suara tersebut, ternyata itu adalah suara Moris. Keduanya terkejut karena ini adalah misi rahasia negara. Bagaimana Moris bisa tahu dan juga ada orang wanita asing dibelakang Moris.
"Bagaimana kamu bisa tahu tempat ini?" Tanya Elsa.
"Aku tahu dari dia" Moris menunjuk wanita di belakangnya. "Nona bagaimana kamu bisa tahu?" Tanya Moris pada wanita itu.
"Aku?" Wanita itu terkejut saat ditanya. "Bukannya kamu yang mengirimkan orang untuk menemuimu dan berangkat bersama kemari?" Wanita itu menjelaskan.
"Haaa..., Aku tidak tahu masalah ini. Juga aku tidak tahu siapa kamu?" Ucap Moris.
"Lalu bagaimana kalian bisa masuk?" Tanya Seir.
"Orang yang memberitahu aku memberikan kartu ini." Ucap Wanita itu menunjukan kartu miliknya pada Seir.
"Dia juga memberiku kartu seperti itu." Ucap Moris
"Nilaz Aquoz ras Aquator." Ucap Seir membaca kartu milik Nilaz.
"Moriz Xern Beast Master" Ucap Elsa membaca kartu milik Moris.
"Guk.. gukk..gukk" Sick berlari kearah Moris.
"Sick bagaimana kamu bisa datang kemari?" Tanya Moris. "Heemmm.." Moris terkejut karena ada kartu serupa tergantung di leher Sick.
"Sick, Moris Beast Master Pet. Kamu memiliki Beast roh" Ucap Nilaz
"Guk..Gukk..." Sick menatap tajam Nilaz dan berubah menjadi besar.
Sontak Nilaz mundur dan berubah, tubuhnya di kelilingi air lalu terbentuk sebuah jirah. Di tangan Nilaz muncul sebuah tombak. Dia sudah waspada siap bertarung jika Sick akan menyerangnya.
Semua yang hadir terkejut dengan perubahan Nilaz dan Sick. Bagaimana pun selain ketiga kelompok mereka tidak tahu jika ada kelompok lain yang memiliki kekuatan unik.
Ditempat lain, Di dalam ruang praktek gedung jurusan tehnik listrik. Seorang murid menulis di dinding dengan pencil milikinya.
'Anjing Vs ikan siapakah yang menang? ahh tidak kenapa penyihir melerai mereka?' begitulah tulisan yang dia tulis.
"Ohh..., Hanya ingin mengikuti jejak pendahulu ku." jawabnya.
"Memangnya kamu tahu siapa saja yang menulis di dinding itu?"
"10 teratas itu tulisan buyutku. 20 berikutnya itu tulisan adiknya buyut ku. Lalu yang menulis table itu kakaknya kakekku, Lalu yang menulis cerita hantu itu kakek ku, yang menulis cerita esek-esek itu ayahku, yang terakhir aku yang menuliskan nomor HP kedua mantanku." Ucapnya menjelaskan.
"Kamu pernah pacaran?"
"Ya aku memacari kedua wanita itu bersamaan. Dan ternyata kuduanya sahabat. Jadi saat pacarku ingin mengenalkan sahabatnya aku ketahuan dan digampar oleh keduanya." Ucapnya menjelaskan sambil tersenyum.
"Aku tidak menyangka berteman dengan orang gila. sebaiknya aku tidak dekar-dekat denganya." Ucap temannya dalam hati.
"Kamu pasti tidak percayakan? Hahaha... tidak masalah. Aku pergi dulu. Bye..." Ucap Timez pergi
****
Di atas gedung tinggi, Seorang wanita mengenakan pakaian rumah sakit berjalan pelan dan mulai menaiki pembatas tepi gedung. Dia sudah tidak kuat lagi menahan penyakit yang dia derita. Dia mengalami kangker otak stadium akhir. Umurnya sudah tidak lama lagi. Dia ingin segera mengahiri hidupnya agar kedua orang tuanya terbebas dari belenggu.
"Apa kamu ingin mengakhiri dirimu sekarang?" Suara terdengar dari arah belakang.
Wanita itu berbalik dan terkejut, "Timez?" dirinya masih tidak percaya keberadaan orang yang dicintainya yang telah lama pergi. Tapi kenapa wajahnya masih terlihat muda seperti saat mereka SMA dulu.
"Calvin Timez, saya adik Ziaz Timez. Saya hanya ingin memberi pesan dari kakaku." ucap Timez.
"Katakan padanya aku tidak butuh belas kasihan." Ucap wanita itu.
"Kalau begitu silahkan melompat dan beritahu dia sendiri saat sampai di neraka. itu juga jika kamu masih bisa mengenalinya." ucap Timez.
"Apa maksudmu?" wanita itu terkejut.
"Bukannya sudah jelas? jika kamu ingin menemuinya lompat saja aku akan menguburkan jasad mu bersama dengannya."
Wanita itu segera turun. "Kamu bohongkan?" tanya wanita itu tidak percaya.
"Untuk apa aku berbohong bahkan harus memanjat gedung rumah sakit ini. Bukannya kamu mengunci pintunya" Ucap Timez. menunjukan jarinya yang merah.
Wanita itu baru ingat jika dia mengunci pintu. Bagaimana mungkin adiknya Timez bisa naik. "Lalu apa itu?" tanya Wanita itu penasaran.
"Tujuan baru hidupmu." Ucap Timez melemparkan sebuah kubus bertuliskan Nano.
"Kamu bukan adik Timez. Kamu Timez." Ucap wanita itu menangkap kubus tersebut.
Timez hanya berucap. "Belum waktunya kamu pergi. Karena kamu akan pergi bersama denganku. Tapi ini bukan saat yang tepat. Teruslah hidup sampai waktu yang tepat. Sampai ketemu lagi Litz" Ucap Timez kemudian menghilang.
Bersamaan dengan itu, Kubus nano mencair dan memasuki tubuh Litz. Tidak lama setelah itu, Litz jatuh pingsan. Perawat dan dokter segera membawa Litz untuk pemeriksaan. Dokter panik karena cairan hitam yang keluar dari kepala Litz.