
Tengah malam yang tenang dengan sedikit suara-suara jangkrik. Riki berdiri di atap gedung dengan pakaian tertutup layaknya ninja.
Tampak beberapa penjaga yang saat ini duduk dengan kaki yang di letakan di atas meja. Diatas meja terdapat segelas kopi hitam, asbak yang penuh puntung rokok, dan sebuah monitor besar yang menampilkan seluruh gambaran CCTV yang ada di sekolah.
Tidak lama kemudian seorang penjaga keamanan lain masuk dan mengamati kawannya yang sudah dalam kondisi kepala mereng kanan dengan air liur yang menetes.
"Jamputt... nih orang tua banggkee baru jam segini sudah patah leher lagi." Penjaga tersebut kesal sebab dia yang seorang junior harus berkeliling memeriksa lingkungan dengan desakan rasa takut sedangkan temannya sendiri bukannya memonitor CCTV malah tidur seperti ayam mati.
Penjaga itu kemudian berbalik dan mengambil sebuah sarung dan meringkuk seperti udang masak di atas bangku panjang yang ada di dalam ruangan tersebut.
"Zo, Manipulasi CCTV" perintah Riki.
[Ding]
[Manipulasi selesai]
Di ruang penjaga, layar komputer seperti hanya berkedip kemudian kembali normal. Riki bergegas berlari di udara menuju ke ruang pelatihan jurusan listrik. Riki bisa menyusup dengan sangat mudah hingga akhirnya sampai di ruangan yang dia tuju.
Riki mulai membaca tulisan yang ada di dinding, mencari sebuah nomor telpon. Ada banyak cerita di dinding tersebut mulai dari cerita hantu, Spesifikasi motor listrik, tabel data banyaknya gulungan kawat dalam setiap spesifikasi dan jenis motor listrik. Ada curhatan tentang pacar yang selingkuh. Ada cerita +17, dan akhirnya Riki melihat apa yang dia cari. Dua nomor telpon yang kata teman-temannya adalah nomor ayam kampus yang menjadi langganan kakak kelas.
"Senia Half XXX4532790 dan Celiara Fond XXX3247022." Ucap Riki sambil memasukan 7 digit angka yang dimulai dari belakang untuk masing-masing nomor ke dalam system program alat teleportasi yang dia buat.
Riki sebenarnya tidak sengaja hingga bisa berteleportasi sampai ke planet aneh. Saat itu dia mencoba membuat sebuah penelitian. karena Riki menemukan kejadian aneh saat ada 2 core motor listrik yang identik sedang di coba untuk mengukur magnetiknya. Ada salah satu teman Riki yang tidak sengaja menjatuhkan pulpen, pulpen yang jatuh memantul hingga memasuki lubang di tengah core tersebut.
Namun Riki menemukan justru pulpen tersebut keluar dari core yang ada di depannya. Dari situ Riki mulai meneliti fenomena tersebut dan berhasil. Dengan temuannya tersebut Riki berhasil mendapat penghargaan dari seluruh dunia. Riki kembali meneliti untuk menciptakan tehnologi tersebut agar bisa terhubung dengan jarak jauh. Riki bekerja sama dengan pembuat kontroler dan software hingga akhirnaya berhasil. bisa terhubung hingga antar pulau.
Namun suatu hari Riki tertarik membaca coretan yang ada di dinding tersebut. Entah apa yang Riki pikirkan, dia merasa sangat lelah. Riki akhirnya memasukan 7 digit nomor tersebut sebagai titik kordinat lokasi tujuan. Dan Riki tersedot kedalam lubang dimensi dan terdampar di sebuah pelanet asing. Riki berada di planet tersebut selama 1 tahun namun di tempat asalnya hanya berlalu 1 bulan.
Banyak hal yang Riki pelajari di planet tersebut, sampai Riki mendapat system setelah menguburkan salah satu kerangka orang mati yang berada di salah satu ruangan. Akhirnya Riki bisa mengetahui cara kembali ke tempat asalnya.
Setelah Riki memasukan code lokasi ke system Riki bergegas pergi. Riki tidak kembali ke rumah tetapi pergi ke tempat penelitian rahasia Rik-Grup. Riki segera mengaktifkan portal teleportasi.
"Zo, Berangkat lokasi tujuan sesuai kordinat."
[Ding]
[Keberangkatan, hitung mundur]
[10]
[9]
*
*
[1]
[Teleport]
Riki menghilang dari tempatnya semula berdiri. Dan muncul kembali di sebuah tempat yang terlihat seperti pesawat luar angkasa.
Riki menghela napas, dan keluar dari ruang teleportasi. terdapat padang rumput yang luas. Namun Riki terkejut saat melihat sebuah kandang sapi. Dia mencoba melihat kondisi kandang tersebut. Ada ratusan ekor sapi di dalam kandang. Beberapa pagar sudah rusak, jadi ada banyak sapi yang mencari makan di luar kandang.
Riki segera berlari ke salah satu ruangan di dalam pesawat dan menemukan 3 botol serum yang sudah kosong.
"Zo, kenapa tempat ini tidak kembali seperti saat pertama kali aku kemari?" Riki penasaran dan bertanya.
[Ding]
"Artinya Serum super sudah tidak ada lagi." Riki sedikit kecewa. Namun harapannya belum hancur sepenuhnya.
Riki berencana membawa sapi merah dan memeliharanya di planetnya. Juga beberapa tanaman khusus yang hanya dia temukan di planet ini saja. Selain itu dia bisa berlatih di planet ini karena aura-langit dan bumi disini sangat-sangat padat. jika dia berlatih selama 1 tahun, dia hanya akan kehilangan waktu 1 bulan di dunianya.
Riki kemudian mencari berbagai data yang tersimpan di pesawat tersebut. Riki melakukan rutinitasnya untuk mempelajari penelitian yang tersimpan. Tidak lupa Riki juga berkultivasi dan mengasah keterampilan bertarungnya dengan hewan buas yang ada di dunia ini.
Riki hanya menghabiskan waktu selama beberapa hari kemudian kembali. Saat Riki tiba, Savik sudah menunggunya.
"Ohh kamu disini?" Riki melihat Savik
"Bos, Kenapa Bos ada disini?" Tanya Savik.
"Tidak perlu banyak bertanya. Serahkan data ini ke bagian pengembangan." Ucap Riki santai
Savik melihat data yang di bawa Riki dan sangat terkejut. Karena itu adalah rancangan senjata dan juga pesawat luar angkasa.
"Lalu hubungi Malik, aku ingin dia memelihara Sapi merah. Susu yang di hasilkan bisa meningjatkan kecerdasan dan daya tahan tubuh. Jadi suruh malik untuk menyiapkan lahan juga aku memiliki beberapa bibit tanaman yang penting untuk dia tanam."
"Baik Bos." Savik bergegas pergi melaksanakan tugasnya.
Riki kembali ke rumah untuk beristirahat. Keesokan harinya saat Riki pergi ke sekolah tiba-tiba ada kendaraan lain yang mencoba menghentikan mobilnya. Riki segera menepi untuk melihat apa yang diinginkan orang itu. Riki melihat seorang pria berkacamata hitam yang tidak Riki kenal. Pria itu turun dari mobilnya dan mengetuk kaca mobil milik Riki.
Riki menurunkan kaca mobilnya dan bertanya. "Mohon maaf apa ada yang bisa saya bantu?" ucap Riki dengan santai.
"Aku hanya ingin menyampaikan pesan dari Tuan ku." Kata pria itu
"Ohh..., pesan apa itu?" tanya Riki dengan nada tenang.
"Jauhi Elsa jika tidak ingin berakhir tragis." kata pria itu dengan nada merendahkan.
"Kalau begitu tolong sampaikan pesanku padanya. Aku sudah memberi pesan sebelumnya untuk menghadapiku secara langsung. Jadi aku akan menemuinya malam ini. Aku berharap dia bisa melalui malam ini dengan indah." Kata Riki sambil menekan anak buah Agust dengan aura. Sedangkan anak buah Agust terdiam dengan keringat dingin.
Riki menjalankan mobilnya dengan pelan. Saat berada tepat di samping mobil Agust, Riki menurunkan kaca dan memandang Agust dengan menghina. Riki mengibaskan tangannya dan aura milikinya melesat menembus mesin mobil Agust. Setelah melakukan itu Riki memacu mobilnya dengan kencang.
Anak buah Agust kembali dengan wajah pucat. Dia mencoba menyalakan mesin mobil dan mulai melaju. Namun baru beberapa meter berjalan, Nampak asap keluar dari kap mesin.
"Apa yang terjadi?" Agust kesal.
"Maaf tuan sepertinya terjadi kerusakan mesin."
"Dasar tidak berguna.., Bukannya baru kemarin mobil ini di service?" Agus bertambah kesal. "Lalu apa yang dia katakan?" Tanya Agust
"Em..emm..."
"Jawab cepat, dasar sampah.." Agust sangat marah atas kinerja anak buahnya. kalau saja orang di depannya bukan pengawal terbaiknya. Dia mungkin sudah menembaknya mati.
"Dia akan menemui tuan malam ini dan dia berharap tuan bisa melalui malam yang indah."
"Keparaatt..., Jika dia benar datang malam ini, akan pastikan dia tidak berani bicara sombong lagi." Agust semakin bertambah kesal.
****
Riki sangat mengenal karakter Agust. Saat periode zombie menyerang, Dia akan menampung para wanita. Namun di tempat pengungsian dia akan melecehkan wanita setiap malam. Jika wanita itu melawan Agust akan melemparnya untuk makanan zombie.
Riki yang saat itu tidak perduli dengan orang lain. Tidak suka ikut campur, jadi selama Agust tidak mengganggunya dia akan diam saja. Namun suatu hari Riki mendengar Agus merendahkan dan menghina Elsa saat mengetahui Elsa telah mati. Riki terbakar amarah dan membantai semua pasukan yang Agust miliki. Bahkan kepala Agust tergantung dengan tulisan "Bajingaan Sampah"