System, I Don'T Wanna Be Last Human

System, I Don'T Wanna Be Last Human
Dunia sudah berubah



Dari dalam gua meluncur cepat sebuah bayangan hitam. Alice bisa merasakan Riki yang sedang berusaha melawan kegelapan. Elsa menatap Alice yang tiba-tiba cemas. Elsa juga merasakan perasaan yang tidak nyaman, jadi dia berpikir hal ini berhubungan dengan Riki.


Riki mengamuk tidak tentu arah, lalu tiba-tiba Riki menghentikan kecepatannya. Meskipun samar, Riki mendapatkan kesadarannya. Dia tahu jika terus melaju ke arah tersebut akan membahayakan orang-orang yang sedang berlatih.


Riki menghajar pepohonan, Beast, bahkan dinding tebing hingga hancur. Riki sangat kesulitan mengendalikan petempuran antara elemen cahaya dan kegelapan di dalam dirinya.


Sementara itu, 4 meteor yang ramai di perbincangkan sudah mulai terlihat dan mulai memasuki atmosfer planet Z2. Negara York memghitung mundur peluncuran rudal penghancur untuk menembak meteor sebelum jatuh menghantam tanah.


Negara Nim juga sudah mempersiapkan semua hal sesuai strategi yang telah di rencanakan. Para petinggi militer pun juga sudah mulai menekan timer. Menunggu saat yang tepat untuk meluncurkan rudal khusus.


Timez Memandang langit malam tanpa berkedip. Baginya detik-detik perubahan dunia akan segera dimulai. Dia sudah terbiasa melewati perubahan zaman dari masa ke masa.


Sedangkan di sebuah fasilitas milik Rik-Grup Ayah Riki masih mengucurkan keringat. Begitu juga dengan saudara serta kerabat dekat Riki yang lain. Bahkan Ibu, Bibi dan Nara sepupu Riki juga terus berlatih. Semenjak kematian Hima, keluarga Riki bertekad tidak akan membiarkan orang-orang bejad itu kembali mengusik keluarga mereka.


Meskipun Mereka tidak yakin bisa menang, setidaknya mereka harus bisa membela diri. Mereka mulai belajar menggunakan tehknologi nano. Agar jika sewaktu-waktu musuh kembali menyerang, mereka bisa melakukan perlawanan.


Saat gesekan meteor dengan atmosfer terjadi semua orang yang menyaksikan tayangan tersebut dari televisi mulai memanjatkan doa agar bencana besar tidak terjadi. Di negara-negara besar, orang-orang berkumpul di jalan menatap layar besar yang menyiarkan langsung momen tersebut.


Sedangkan di negara Nim pemerintah jelas sudah mengeluarkan perintah untuk tidak berada di luar ruangan. Itu sebabnya beberapa gedung sengaja di gunakan untuk penampungan sementara. Itu sebabnya keluarga Riki saat ini berada di fasilitas rahasia Rik-grup.


Saat metor sudah berada pada batas serangan, segera rudal meluncur. Rudal pertama langsung menghantam meteor yang berada di wilayah daratan Puan. Rudal kedua jatuh di wilayah Negara Blizky. Dan Rudal ke tiga menghantam wilayah negara bagia Fload negara York.


Semua meteor hancur menjadi partikel debu. Semua orang yang sedang menyaksikan siaran langsung bersorak gembira. Mereka menganggap bencana yang menimpa mereka sudah berakhir.


Saat semua sorak-sorai warga bergema, di negara Nim justru tidak melakukan apa-apa. Mereka menunggu dengan tenang meteor tersebut jatuh begitu saja.


"Apa yang mereka tunggu, bukannya mereka juga sudah menyiapkan rudal untuk menghancurkan meteor?"


"Apa mereka sudah putus asa?"


"Apa saya bilang, sedari awal mereka itu bodoh dan sombong karena menolah tawaran negara York."


"Benar, mereka sangat sombong. mereka selalu merasa bisa menyaingi teknologi negara York."


Para warga dari negara lain ada yang bersimpati, ada yang meremehkan, ada juga yang senang mengetahui Negara Nim sebentar lagi akan musnah akibat keegoisan sendiri. Mereka menunggu detik-detik tabrakan yang akan tercipta akibat dari meteor.


Mereka merasa ngeri saat melihat tampilan dari satelit detik-detik tabrakan meteor. Namun yang tidak mereka duga justru terjadi. Meteor meledak dengan sendirinya tanpa harus membuang sebuah rudal pun.


Saat semua orang terkejut melihat meteor yang meledak tanpa harus di tembak rudal. Awan gealp mulai menyelimuti hampir seluruh planet Z2. Begitu juga denagn wilayah negara Nim.


"Luncurkan Roket" perintah salah seorang jendral.


Sepuluh rudal terbang lurus, dan meledak saat mencapai awan. Awan hijau keluar dan melahap awan hitam. Hujan pun tercipta dan turunlah air dengan aroma yang busuk.


Sementara di planet vertu, Alice dan Elsa memndangi Riki yang masih mengamuk. Semula mereka ingin mendekati Riki namun Riki takut akan melukai kedua wanita yang dicintainya. Jadi Riki menyuruh keduanya agar tidak mendekat.


Saat keduanya masih mengamati dengan cemas, Sosok anak kecil muncul. Sosok itu adalah Zu.


"Mama! Papa sedang butuh bantuan, Saat ini papa tidak mungkin bisa menyeimbangkan elemen cahaya dan kegelapan di tubuhnya karena tubuh Yin dan Yang miliknya tidak lengkap." Ucap Zu.


"Jadi apa yang bisa mama lakukan?" Tanya Alice.


"Sebagian tubuh Yin dan Yang ada di tubuh mama, jadi hanya mama yang bisa membantunya saat ini."


"Baik mama akan segera membantu papa." Ucap Alice sambil mengusap kepala Zu.


Alice memandang Elsa, dan segera Elsa mengerti. Elsa dan Alice segera menghilang dan muncul di depan Riki. Riki mengamuk dan mencoba menyerang Alice. Alice dengan sigap mengeraskan udara dan menahan pergerakan Riki. Dari atas awan turun petir dan segera menyambar Riki.


Duaaarrr..... Riki yang semula mengamuk mendapatkan sedikit kesadaran. Dia memandang Alice dan Elsa


"Cee..cepaaatt... perr....ggggiiiii" Ucap Riki


Alice tidak pergi tapi justru bergerak maju dan mulai menyentuh pipi Riki. Elsa juga muncul di belakang Riki dan memberinya pelukan hangat.


Ketiganya segera menghilang dan muncul di sebuah gua. Elsa kemudian pergi, karena Alice memerintahkannya untuk menjauh. Alice tahu jika mereka berdua akan mengalami cobaan petir surgawi. Jika membiarkan Elsa berada di dekat mereka dia khawatir bisa melukai Elsa juga.


Elsa paham dan memikih untuk berjaga-jaga. Riki dan Alice saling menyalurkan hasrat. Tubuh Yin dan Yang kedua insan itu saling beresonansi. Perlahan sayap dan tanduk yang muncul berubah menjadi cairan hitam dan masuk ke tubuh Riki dengan cepat. Tubuh Yin dan Yang segera menyegel dan menyeimbangkan ke 6 elemen menjadi 1.


Setelah setelah elemen kegelapan tersegel, petir surgawi segera turun dengan cepat. Gunung yang menjadi tempat gua berada segera hancur berkeping-keping namun kedua insan yang masih menikmati proses penyaluran hasrat itu pun tidak begitu perduli.


Petir surgawi bahkan menjadi malu melihat kelakuan dua insan yang sedang larut dalam percintaan itu. Normalnya petir akan turun berangsur-angsur sebanyak 10 kali. Namun kali ini petir surgawi benar-benar memusatkan energi dan turun sekaligus dalam 1 serangan.


Setelah petir surgawi mereda, Elsa melihat Riki dan Alice yang pingsan. Segera Elsa membawa keduanya ketempat yang lebih aman.


*****


Sementara itu di dunia asal. Di berbagai belahan dunia sudah terdenagar jeritan, tangisa, serta suara-suara menyeramkan. Tampak bayang-bayang perkelahian di sebuah rumah. Dan bau amis darah mulai merebak bersamaan dengan rintik hujan yang masih terus turun.


Timez masih berdiri diatas puncak gedung tinggi. Seorang wanita mendekati Timez.


"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Litz


"Dunia sudah berubah." Ucap Timez memandang Litz


Terdengar suara rentetan peluru, dan bunyi klakson kendaraan yang semakin tidak beraturan.