
Riki bangun pagi dan seperti biasa ingin melakukan latihan pagi. Namun dirinya di kejutkan dengan suara-suara dari arah dapur. Riki berjalan dengan pelan untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Riki jarang pulang, biasanya dia pulang saat libur nasional. selebihnya dia menghabiskan waktu untuk sekolah, melatih anggotanya, juga berlatih di hutan kuno. Jadi Riki tidak tahu keanehan apa saja yang terjadi di rumah baru mereka.
Riki melihat tubuh kecil dengan rambut sebahu. seluruh tubuhnya berwarna putih. Bahkan rambut sosok itu juga berwarna putih. Sosok itu berlari kesana-kemari dan memeriksa laci dan rak bahan dan peralatan dapur. Riki perlahan berjalan semakin mendekat, tapi dia tetap berusaha tidak menunjukan tubuhnya. Riki menggunakan tehnik bersembunyi sehingga tidak bisa terlihat.
Sosok itu membuka sebungkus tepung dan menghamburkanya. Tampak jelas 3 bungkus tepung ukuran 1 kg sudah kosong berserakan. Setalah tepung di hambur, sosok itu kemudian menari berlenggak lenggok, melompat-lompat, Mengulurkan tangan kemudian berputar.
Riki sangat jelas dengan gaya tarian itu. Sebab itu adalah album single pertama dari grup musik 2B1G yang sedang hits. Grup itu adalah bentukan Seir, Moris, dan Elsa. Dalam video ada ledakan asap putih, setelah kabut mereda Elsa akan menari dan bernyanyi, Di belakanya Seir dan Moris menggunakan jas seperti seorang pengawal juga menari dan bernyanyi sesuai porsi masing-masing.
Yang menjadi pertanyaan kenapa ada hantu di rumahnya yang menirukan gerakan Elsa dalam video. Setelah berapa lama, sosok itu telah selesai menirukan gerakan yang ada di video. Dia mulai mencari sapu, dan mengumpulkan tepung kemudian membuangnya ke kamar mandi. meskipun tidak terlalu bersih, tapi sosok itu terlalu pintar untuk jadi seorang hantu.
Sosok itu kemudian membuka celananya dan meletakannya di tempat sampah. Dia bergegas menuju kamar mandi. Terdengar jelas suara riak air, Riki menebak sosok itu pasti menceburkan diri ke bak air dan berenang-renang dengan gembira.
Riki terkejut melihat siapa yang keluar dari kamar mandi tanpa busana. Karena sosok yang dia kira hantu itu adalah adiknya sendiri. Terlihat adiknya melihat ke kiri dan ke kanan lalu dia menggaruk kepalanya seperti melupakan sesuatu. Adik Riki berlari menuju kamar dan mengambil celana papers dan memakainya. Setelah selesai dia mulai memanjat box tempatnya tidur.
Riki menghampiri box tempat adiknya tidur, Dia mendekatkan kepalanya. "Kamu tidur atau pura-pura tidur?" Riki bertanya.
"Tidul ta"
Riki ingin tertawa mendengarnya. Adiknya sudah pintar bicara dan cepat belajar. Hal ini karena Riki selalu memberikan jus stroberi yang di campu dengan susu dari sapi merah. Susu dari sapi merah memang punya efek menambah daya tahan tubuh dan menambah kecerdasan. Namun Riki tidak menyangka efeknya akan sekuat ini.
Tidak lama kemudian adik Riki membuka mata dan menutup mulutnya. dia melirik Riki yang memandanginya dengan senyuman. Dia segera mengubah arah tidurnya untuk menghindari tatapan mata Riki. Riki tidak ingin mempermasalahkan apa yang di perbuat adiknya. Dia akan mencari kesempatan untuk mengajari adiknya agar tidak ada yang menyakiti atau memanfaatkan kemampuan adiknya untuk keuntungan pribadi.
"Ngomong-ngomong siapa yang mengajarinya?" pikir Riki.
Saat Riki kembali Riki melihat Bibinya, kakak dari ayahnya yang sudah 1 tahun tinggal bersama keluarga Riki sedang menyiapkan sarapan. Keluarga Bibinya tinggal di desa di pulau Seri dan telah memiliki suami dan 1 orang nak perempuan. Kepala desa menginginkan anak sepupu Riki yang masih SMA untuk menjadi istrinya. Mengetahui cerita tersebut, Ayah Riki menyuruh mereka untuk pindah ke pulau Kall. keuangan keluarga sudah lebih baik, Rumah mereka juga besar kenapa harus perhitungan dengan keluarga.
Suami Bibi bekerja sebagai pembudidaya ikan di desa asalnya dan Riki mengenalkan cara budidaya lobster. Dan Suami Bibinya sekarang sudah menjadi pengusaha lobster dan bergabung dengan Grup Rik-Agro sama seperti Paman Biggi yang menjadi pengelola budi daya kerang.
Setelah melihat kelakuan Bibinya yang memasak sambil mendengarkan single 2B1G Riki berpikir mungkin Hima melihat video dari Bibinya. Ternyata Nara sepupunya keluar dari kamar menggendong Hima. Nara mengambil remote dan menonton video grup 2B1G.
"Hemm..., ini ternyata yang bawa virusnya." Pikir Riki.
Sementara Bibi di dapur mondar-mandir mencari sesuatu.
"Bibi cari apa?" Riki bertanya.
"Ada lihat tepung gak? Riki." Bibi Ima
"Sudah Bibi beli ajah percuma di cari, tuh bungkusnya ada di tempat sampah." ucap Riki.
"Kok habis ya? padahal bibi baru beli kemarin. Cepat betul habis?" Bibi Ima bingung.
"Kenapa kak?" Tanya Ibu Riki.
"Ini tepung baru kita beli kemarin tapi kok sudah habis. Apa ada pakai kah?" Bibi Ima.
"Loh 2 hari kemarin juga baru beli 4 bungkus juga langsung habis. Saya kira Kakak yang pakai." Ibu Riki.
Hima menoleh ke arah dapur dan bertemu dengan tatapan Riki yang tajam. Dia bergegas berlindung di balik tubuh Nara.
"Apa di bawa tikus ya?" ucap Ibu Riki.
"Udah Bu beli ajah lagi." ucap Riki
"Gak bisa, kalo cuma 1 bungkus masih wajar. Kalo sudah 4 bungkus mana mungkin kalo gak ada yang ambil." Ibu Riki kesal.
"Kenapa sih ribut-ribut di dapur?" Nara bertanya.
"Ini ada yang ambil tepung diam-diam." Ibu Riki kesal.
"ta... ta..." ucap Hima menunjuk Riki.
"Hemm..." Riki mengerutkan kening
Sedangkan 3 wanita di dapur memandangi Riki curiga.
"Siapa yang ambil tepung?" tanya Nara.
"Ta... Ta..." ucap Hima sekali lagi sambil menunjuk Riki
Riki menatap tajam Hima. "Siapa yang ambl tepung?" tanya Riki
"Ta.. ta.., Ta... ta..., Ta... ta..." Ucap Hima sambil terus menunjuk Riki.
Hima langsung menangis dan mengukurkan tanganya kepada Ibunya. Ibu Riki bergegas menggendong Hima untuk mendiamkannya.
"Riki, kamu tidak boleh seperti itu dangan adik mu. Sana pergi beli tepung ke mini market depan." Perintah Ibu Riki sambil mengelus-elus kepala Hima.
Riki tidak bisa berbuat apa-apa, dia bergegas pergi ke mini market untuk membeli tepung. Riki sempat berbali dan melihat senyum Hima yang licik.
"Huhh... awas ajah kalau nanti kulihat, biar ku foto baru kasih lihat ibu." Riki kesal dan bergegas pergi.
*****
Riki bangun pagi seperti biasa, kemarin Riki membeli beberapa bungkus tepung sesuai permintaan ibunya. Jadi saat bangun pagi Riki ingin memastikan si bayi licik bermain tepung. Dan benar saja Hima sedang menari-nari sambil menghambur-hamburkan tepung. Kali ini bukan tarian seperti kemarin, entah Nara memperlihatkan video apa lagi.
Riki tidak menyia-nyiakan kesempatan dan segera mengambil beberapa foto. Seperti biasa Ibu Riki dan Bibi Ima mencari tepung yang yang belum di gunakan.
"Ibu pasti mencari tepung kan?" Riki bertanya.
"Iya, apa kamu lagi yang menggunakannya?" Ibu Riki menuduh.
"Ta..ta..." ucap Hima menunjuk Riki.
"Bukan Riki, tapi Hima yang mainin." Ucap Riki sambil menunjukan foto yang dia ambil tadi.
"Riki kamu jahat banget. Sampai bela-belain edit foto buat nuduh Hima." Nara membela Hima.
Hima memandang Nara dengan wajah penuh kesedihan. Nara segera menggendong Hima, sedangakan Hima menengelamkan wajahnya di antara dua bukit milik Nara.
Riki tidak bisa apa-apa lagi, hanya bisa menerima nasib. Hima di dukung oleh semua wanita yang ada di rumah. Riki kembali di suruh ibunya untuk membeli tepung di mini market depan.
Dua hari kemudian, Riki kembali mendengar suara-suara dari dapur. Setelah melihat adiknya sedang melakukan persiapan untuk pentas. Riki bergegas ke kamar orang tuanya.
"Ada apa sih Riki! pagi-pagi sudah bikin ribut."
"Coba Ibu periksa Hima dimana?" Kata Riki
"Hima jam segini masih tidur di boxnya." Kata Ibu Riki namun tetap memastikan keberadaan Hima. "Loh Hima kemana?" Ibu Riki panik bahkan langsung menarik tangan Ayah Riki yang masih tidur.
"Ada apa sih Bu?" Ayah Riki mengeluh
"Hima.. Hima hilang." Ibu Riki cemas
"Hima tidak hilang Bu, Hima lagi di dapur main tepung." kata Riki
"Kamu jangan mengada-ngada Riki, Adik mu itu masih kecil gimana dia bisa pergi ke dapur sendiri?" Ucap Ayah Riki tidak percaya.
"Hemm... kalo tidak percaya ayo kita ke dapur. tapi jangan berisik." Ucap Riki kemudian pergi menuju dapur. Ayah dan Ibu Riki semua juga mengikuti Riki.
Sesampainya di dapur, kedua orang tua Riki terkejut namun tetap tidak bersuara menyaksikan anaknya menari-nari dengan tubuh yang di penuhi tepung. Sekarang dia percaya omongan Riki yang mengatakan Hima yang mengambil tepung.
Bibi Ima yang terbangun tidak sengaja melihat kedua orang tua Riki yang terdiam di depan pintu dapur juga penasaran dan menghampiri. Bibi Ima juga terkejut dengan aksi Hima namun tetap tidak bersuara.
Ibu, Paman, Bibi sedang apa di situ?" Nara bertanya karena penasaran kenapa para orang tua itu terdiam di depan pintu.
Hima yang mendengar suara Nara langsung berbalik. Hima menutup mulut terkejut menatap orang-orang yang menontonnya. Hima memasang wajah sedih dan mengulurkan kedua tanganya ke arah ibunya.
Ibu Riki segera menggendong Hima. "Anak ibu pintar banget sih? belajar sama siapa?"
"Tata.." Ucap Hima menunjuk Riki
"Heemmm... Tapi kenapa Hima main tepung?" tanya Rki.
"Ya ini salah ayah mu tidak perna mengajaknya ke taman bermain!" Ibu Riki menyahut
"Kok jadi salah Ayah sih?" Ayah Riki protes
"Kalo bukan salah ayah terus salah siapa?" Tanya Ibu Riki.
"Tata..." ucap Hima sambil menunjuk Riki
"Ya ini semua salah Riki." Ucap Ayah Riki.
"???" Riki bingung kesalahan dilimpahkan kembali padanya. Sedangkan Hima tersenyum licik menatap Riki.