System, I Don'T Wanna Be Last Human

System, I Don'T Wanna Be Last Human
Blood Moon War 2



Pertarungan berlangsung sengit, Banyaknya manusia serigala membuat penyihir keluarga Douz lebih cepat kelelahan. Saat keadaan mulai mendesak keluarga Douz. Ratusan pria bertopeng datang untuk menolong.


"Kalian keluarga Douz serahkan sisi timur pada kami." Karl memberi perintah.


"Baik" Para penyihir segera meninggalkan sisi timur untuk membantu yang lain.


"Rose unit, Bantu orang-orang yang terluka."


"Siap Bos" Puluhan wanita dengan topeng silver bergegas menolong penyihir yang terluka dan membawanya ke tempat aman. Anggota Rose unit memberikan orang-orang yang terluka pil untuk menyembuhkan dan memulihkan stamina.


Dari atas sebuah pohon sebuah tembakan mengarah ke dalam kediaman keluarga Douz. Karl melihat hal itu bergegas menembakan auranya untuk menahan serangan tersebut.


"Lady 1, bawa beberapa orang mu untuk melindungi para healer." Karl menyadari pertarungan akan berlangsung panjang. Healer tersebut tidak boleh terluka.


tiga anggota silver face wanita segera menuju tempat para healer merawat korban. Mereka membuat sebuah penghalang dengan bantuan alat yang Riki berikan. Anggota silver face juga sudah di lengkapi robot nano. Jadi kemampuan mereka menjadi lebih kuat.


Karl menatap seseorang yang sedang memegang senjata khusus. Riki mengetahui orang itu adalah ayah Agust Foxt, Juliz Foxt. Lalu Karl melihat Oktov Foxt juga memegang senjata khusus.


"Jadi senjata itu busa menembakan sihir. Pantas saja guru tertarik dengan senjata-senjata tersebut." pikir Karl. Namun pikiran itu hanya sekilas, karena Karl harus tenang agar bisa membunuh dua saudara Foxt itu. Karl masih ingat dengan jelas Oktov Foxt yang melecehkan bibinya hingga meregang nyawa. Juga tindakan Juliz Foxt yang membunuh ayahnya.


Karl menghembuskan napas panjang, mencoba menenangkan dirinya agar tidak terbawa amarah. Dia memfokuskan pandangannya pada Juliz Foxt.


"Juliz Foxt sampah..., apakah kamu tidah jera setelah melihat anak mu yang tidak tahu malu itu? bahkan dia memamerkan batang masa depannya yang hancur di depan umum. Hahaha...." Karl mencoba memancing emosi Juliz Foxt.


"Sialan... apakah kamu yang membuat anakku seperti itu?" Juliz berteriak dan menembak Ke arah Karl.


Karl terkejut dan bisa merasakan aliran mana yang kuat mengalir dari tembakan tersebut.


Wuzz... Wuzzz.. Badai angin menghantam Karl.


Karl yang sudah menggunakan Robot nano jelas tidak terluka. Karl membentuk sebuah pedang di tangannya dan melapisinya dengan aura. Saat tembakan berikutnya tiba Karl segera menebas tembakan yang darang.


Duaaarrrr.... tembakan meledak sebelum sampai pada Karl.


"Bajinggan ini punya kemampuan, Kak bantu aku membalaskan dendam Agust." Ucap Juliz


"Tanpa kamu suruhpun aku akan melakukannya." Ucap Oktov. Meskipun Agust di kenal sebagai anak Juliz Foxt. Ayah biologis Agust sebenarnya adalah Oktov. Ibu Agust diam-diam bermain dengan Oktov Foxt. Bahkan mereka sering melakukannya bertiga bersama dengan istri Oktov Foxt. Jadi bisa di bilang dia melakukan pembalasan untuk anaknya sendiri.


Pertempuran dua saudara dengan Karl tidak bisa terelakan. Karl sangat tenang, dia juga harus melihat kondisi sekitar untuk memastikan tidak ada ancaman lain.


Reilin mengerutkan kening karena tidak senang. Dia pikir akan mudah untuk meratakan keluarga Douz. Siapa sangka para silver face juga ikut membantu. Keluarga Mozart sudah mencoba bekerja sama dengan silver face. Namun orang-orang silver face menolak. Keluarga Mozart membayar ganster kecil untuk memusnahkan silver face namun justru para ganster yang terbantai.


Siapa sangka kali ini silver face akan menjadi duri yang menghambat rencana mereka. Lucy memandang tuannya yang kesal.


"Tuan apakah kita harus mengeluarkan kartu andalan kita?" tanya Lucy.


"Kita tidak memiliki pilihan lain, kelurkan saja para beruang gila itu." Reilin


"Tuan, apakah boleh saya ikut dalam pertempuran?" tanya Lucy.


"Sepertinya kamu sudah tidak sabar bersenang-senang." Ucap Reilin pada wanita itu.


"Tentu saja, saya ingin mencoba bagaimana rasanya menjadi penyihir." Ucap Lucy menarik bajunya keatas dan tampak ada lubang terbuka tepat di jantungnya. Lucy segera memasukan sebuah mana core ke dalam. kemudian lubang tersebut tertutup.


Lucy tersenyum kejam dan terbang dengan atribut api yang di dapat dari mana core.


"Mark7, Lepaskan My big kids." ucap Lucy


"Heii... Lucy kenapa kamu menggunakan mana core tipe api. bukankah lebih cocok kamu memakai mana core kayu?" ucap Mark7 seorang ahli tehnologi berbicara melalui radio komunikasi.


"Hahaha... dasar wanita datar" ucap Mark7.


"Lebih baik kamu segera mengganggu jaringan komunikasi mereka. Atau segera kamu mencari musuh mu si Rik-Rich itu dari pada menggangu pertempuran." Ucap Lucy.


"Dasar bispak gak laku." Mark7 mengumpat kesal. Selama ini dia selalu mencoba mengalahkan Rik-Rich namun sampai saat ini dia belum bisa mengalahkannya. Jadi dia selalu marah jika di bandingkan dengan Rik-Rich.


"Mark7 cepat analisis mereka menggunakan tehknologi apa?" Reilin merasa mereka menggunakan tehknologi yang sangat unik. Robot nano adalah produk rahasia. Hanya anggota silver face dan pasukan khusus militer yang menggunakannya.


"Maaf tuan, saya tidak bisa menembus system keamanannya. Sepertinya mereka menggunakan keamanan system buatan Rik-Rich." Ucap Mark7.


*****


"River cyrcle..." Seir bersama dengan 7 penyihir lain membentuk sebuah sungai yang mengelilingi kediaman keluarga Douz.


Dengan adanya sungai tersebut sebagian serigala terhambat untuk mendekat. Anggota silver face menjadi pertarung jarak dekat sedangkan para penyihir menjadi petarung jarak jauh.


Di sisi lain anggota silver face lain terbang menuju terpat pertarungan. Dia terlambat karena harus melakukan evakuasi bersama dengan pasukan militer.


Di sisi lain Elsa masih menyerang para serigala yang mencoba menembus pertahanan para penyihir. Tiba-tiba Elsa merasakan ada bahaya yang mendekat. Elsa melihat seseorang yang mendekat ke arahnya dan menembakan bola api. Elsa segera menghindari tembakan tersebut.


Tiba-tiba cahaya sihir bersinar di tempatnya berdiri. Kemudian kartu-kartu sihir menghujani Elsa. Elsa sebisa mengkin menahan serangan tersebut. Elsa bingung karena musuh bisa menggunakan sihir level 2. Dan juga kemampuan serangnya nyaris tanpa jeda.


Jika penyihir normal mereka harus merapal mantra dan membentuk formasi sihir di telapak tangan mereka. Sedangkan untuk mempercepat bisa menggunakan tongkat sihir. Namun musuh yang saat ini di hadapi bisa mengeluarkan sihir tanpa merapal mantra. Jadi Elsa sementara hanya bisa menggunakan kecepatan petirnya untuk menghindar sambil dia mencari kelemahan musuh.


"Menarik, bisa menemukan pengguna elemen petir. Aku akan membunuhmu kemudian mengambil mana core milikmu. Hahaha..." Ucap Lucy itu tertawa jahat.


"Jadi kamu orang yang telah mengambil mana core orang-orang kami?" Tanya Elsa.


"Tentu saja. Kalian berpikir tehknologi tidak bisa melawan para penyihir? kamu salah tehknologi terus berkembang, kami bisa mencuri mana core kalian dan menjadikannya untuk melawan kalian sendiri. Hahahaha....." Ucap Lucy itu bersemangat.


"Cihh... Aku tidak akan membiarkanmu hidup." Elsa marah.


"Hahaha..., kamu tenang saja. Aku juga akan mengambil tubuhmu. Aku menginginkan dua gunungmu yang seksi itu." Ucap Lucy sambil menatap tajam tubuh Elsa dan melihat tubuhnya yang datar.


"Kita lihat saja apakah kamu mampu?" Ucap Elsa kemudian berubah menjadi percikan petir.


Lucy terkejut karena Elsa tiba-tiba mengayunkan pedang petirnya menuju lehernya. Namun sebuah prisai api menghalangi Serangan Elsa.


Pertarungan kedua wanita itu berlangsung sengit. Dan dengan kecepatan tinggi. Elsa dengan kecepatan petirnya dan Lucy yang mampu mengeluarkan sihir tanpa jeda.


Grrroooooaaaaarrrrr.....


Grrroooooaaaaarrrrr.....


Grrroooooaaaaarrrrr.....


Suara teriakan menggema, dari kejauhan pohon-pohon tumbang. ada mahluk yang sangat besar melebihi tinggi sebuah pohon di hutan. Semua orang melihat bayangan hitam di gelapnya malam bergerak.


"Apa itu?"


"Lihat bukan hanya 1"


Seir melihat itu hanya bisa mengumpat. Dia bisa merasakan tekanan aura hitam dari mahluk yang mulai mendekat tersebut.


"Semuanya tetap fokus!" Seir menyadarkan kembali pikiran penyihir lainya.