System, I Don'T Wanna Be Last Human

System, I Don'T Wanna Be Last Human
Selamat belajar menjadi ayah yang baik



Dimalam hari saat Riki sedang duduk santai di sofa ruang tamu. Riki tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang mendekat. Riki berdiri dan mencari sekeliling namun tidak melihat siapapun. Riki kembali duduk namun kembali dia merasa ada sesuatu yang mendekatinya.


Kali ini Riki mencoba tenang dan menunggu waktu yang tepat untuk menangkap pelaku. Riki merasakan mahluk yang mendekatinya semakin dekat. Meskipun Riki tidak merasakan niat membunuh tapi Riki tetap harus berhati-hati.


Ketika sudah sangat dekat, Riki mencoba menangkap namun lepas. Riki melayangkan pukulan.


Buukkk... tampak mahluk itu terlempar hingga membentur dinding.


"Heengg...heeenn heennggg... tata jahat, tata putul Hima." Meskipun Hima tidak merasa sakit tapi di pukul oleh kakaknya sendiri membuatnya sedih.


Riki terkejut kenapa Hima tidak terlihat.


"Hima kamu dimana?" Riki bertanya.


"Tata jahat...!" Hima teriak.


"Zo, pindai kenapa Hima tidak terlihat." Riki pikir apa mungkin efek susu sapi merah membuat Hima berevolusi menjadi mutan dan memiliki kekuatan super.


[Ding]


[Memindai]


[Tuan, Hima saat ini terkoneksi dengan nano casper.]


"Hima..., apa kamu menyentuh barang milik kakak?" Riki bertanya.


Hima yang merasa ketahuan segera menunjukan diri dan berlari menuju kamarnya dan bersembunyi di balik selimut.


"Capel tenapa tata tau?" Tanya Hima


[Maaf Litle princes, Casper tidak tahu.]


"Talo nanti tamu di ambil ladi tama tata dimana?"


[Litle princes tenang saja, selama Litle princes menolak. Casper tidak bisa diambil paksa]


"Badus..., Berarti capel puna Hima." Hima senang.


Selama percakapan Hima dan Casper Riki sudah berada di dalam kamar Hima dan melihat adiknya yang berbicara dengan casper di dalam selimut.


Riki hanya bisa menepuk jidatnya sendiri. Pantas saja keluarganya bilang Hima jadi anak indigo. Ternyata Hima sedang bicara dengan robot nano casper.


"Hima, Bisa tidak kembalikan casper ke kakak?" tanya Riki


"Tida, kata capel dia puna Hima." ucap Hima.


"Tapi itu punya kakak, tidak baik mengambil milik orang lain. Nanti di tangkap polisi." Riki membujuk.


"Tata..., capel uat Hima aja bole ya?" Hima mengeluarkan kepalanya dari selimut dan memohon dengan wajah memelas.


Riki tidak tega, lagi pula dia juga akan memberikan robot nano pada anggota keluarganya. Jadi Riki hanya menghela napas.


"Baik, Casper kakak kasih ke Hima. Tapi Hima tidak boleh jahil seperti tadi ya?" Ucap Riki.


Hima yang mendengar hal itu langsung gembira memeluk Riki. Sebenarnya ada perbedaan antara robot nano yang sedang Riki kembangkan dengan Nano casper. Bahan untuk robot nano biasa adalah Besi Korsa yang merupakan material yang lebih kuat dari baja biasa. Hanya saja Besi korsa tidak bisa memadat kecuali dengan bantuan ikatan magnetik rush. itu adalah tehnologi yang Riki pelajari sebagai hadiah dari system.


Sedangkan nano casper menggunakan bahan dasar Loka. Loka adalah salah satu material terkuat di alam semesta. Itu alasannya meskipun Riki menyerang Hima dengan kuat, Hima tidak mengalami luka. Bahkan jika Hima di tembak menggunakan tank, Riki yakin Hima tidak akan mati.


"Terima tasih tata. cini Hima kasih cup." ucap Hima


"Hehh...?" Riki terkejut tapi tetap mendekatkan wajahnya.


Saat wajahnya mendekat Hima tersenyum dan meninju wajah Riki hingga Riki terjatuh. Melihat Riki terjatuh Hima tertawa kemudian berlari menuju kamar orang tuanya dan langsung bersembunyi memeluk ibunya yang sedang tidur.


"Himmaaa..." Riki marah tapi tidak mungkin dia bertarung dengan adiknya. Riki merasakan sedikit rasa sakit dari pukulan Hima. Jika Riki bukan seorang kultivator kemungkinan dia akan mengalami geger otak.


*****


Keesokan paginya Riki bilang pada kedua orang tuanya kalu dia akan berlibur ke pantai bersama Seir, Moris dan Elsa. Hima mendengar itu segera kembali ke kamarnya.


Hima segera keluar menuju mobil dengan mode menghilang. Sesampainya di mobil, Hima ingin membuka mobil namun masih dalam kondisi terkunci. Hima ingin mencuri kunci mobil yang saat ini ada di kamar Riki. Tapi dia takut ketahuan.


[Ding]


[Bisa Litle princes. tempelkan saja tangan Litle princes ke lubang mobil.]


Casper juga memberinya arahan. Hima mengikuti arahan casper dan langsung menempelkan tangannya pada mobil. Nano partikel langsung memasuki celah-celah lubang kunci. Tidak lama kemudian pintu berhasil terbuka dan Hima segera masuk ke dalam mobil dengan masih mengunakan mode menghilang.


Tidak lama kemudian Riki memacu mobilnya sambil mendengarkan musik. Riki merasa ada suara-suara orang menyanyi dari kursi belakang.


"Zo, apa ada orang di belakang?" Riki bertanya.


[Ding]


[memindai]


[Hima sedang berada di kursi belakang]


Riki segera mengerem mendadak. Hima yang sedang duduk asik sambil bernyanyi tidak memakai sabuk pengaman dan langsung terdorong ke depan. Untung saja casper dengan cepat melakukan perlindungan.


"Aduuuhhh... tata tenapa?" Tanya Hima.


"Hima kenapa mengikuti kakak?" Tanya Riki


"Hima mau itut te pantai. Hima mau main pasir" ucap Hima.


Riki menghembuskan napas, Adiknya ini semakin sulit di atur. Bisa saja dia melarikan diri tanpa sepengetahuan orang tuanya. Riki memikirkan apa yang akan dia lakukan selanjutya.


"Hima, Kakak minta ijin dulu ke ayah sama ibu. Kalo tidak diberi ijin kakak antar Hima pulang ya." Ucap Riki


Di rumah Riki semua penghuni rumah sibuk mencari Hima yang menghilang. Untung saja Riki menghubungi kalau Hima bersembunyi di mobil dan terbawa ke pantai bersamanya.


Di pantai, Riki dan Hima masih menunggu seseorang. Tidak lama kemudian Savik dan Lisa datang dengan setelan kantor lengkap. Riki bingung dengan keduanya. kenapa masih menggunakan pakaian kantor.


"Bukannya hari ini hari libur? kenapa kalian memakai setelan kantor?" Riki bertanya.


"Bukan... Aaaa..." Savik sebenarnya ingin bilang, bukanya Bos yang menggu hari libur mereka tapi Lisa segera mencubit Savik


"Kami lupa kalau hari ini hari libur." ucap Lisa dengan malu-malu.


Lisa tidak ingin Savik memberitahukan kegiatan mereka. Sebenarnya setelah dari kantor mereka tidak pulang ke rumah melainkan langsung ke hotel. Setelah bersenang-senang semalaman. Pagi harinya mereka melanjutkan kegiatan mereka setelah sarapan. Sedang asik-asiknya Riki menghubungi Savik menyuruhnya ke pantai. Karena nada Riki terdengar serius mereka bergegas ke pantai tanpa mengganti setelan kerja.


Riki juga tidak memikirkan hal lain. Jika Riki memikirkannya jelas dia akan bertanya. Riki hanya menghubungi Savik, tetapi mereka bisa datang bersama. Mungkin karena pikiran Riki tentang percintaan belum sampai ke tahap itu jadi Riki berpikir karena di suruh ke pantai sekalian saja Savik mengajak Lisa.


Savik dalam hati terus mengutuki Riki, Dia sudah beberapa hari tidak mendapatkan jatah karena Lisa sedang mendapat tamu bulanan. Giliran bisa bersenang-senang Riki malah mengganggunya.


"Bos, sebenarnya kenapa memanggil untuk kemari?" Savik bertanya.


"Saya pikir kamu sudah tahu, lalu mengajak Lisa juga kemari." Riki berpikir.


"Lalu ada tugas apa Bos?" tanya Savik.


"Apa kamu juga membawa tablet mu?" Riki bertanya.


"Ada di mobil Bos" Jawab Savik kemudian bergegas pergi untuk mengambil tablet miliknya.


Tidak lama kemudian Savik kembali dengan tablet di tanganya. Riki segera mengambil tablet tersebut dan menginstal sebuah program.


"Tolong jagain Hima bermain. Di tablet itu kamu bisa melacak lokasi Jika kehilangan jejaknya." Ucap Riki menjelaskan.


"Maksud Bos?" Savik bingung.


"Hima sekarang terhubung dengan versi lebih tinggi dari robot nano. Jadi harap berhati-hati." Riki berbisik ke telinga Savik.


Savik lebih takut lagi. Hima sangat nakal, dan juga licik. Sebelumnya dia selalu di kerjai Hima. Tapi Lisa sangat menyukai Hima yang lucu dan menggemaskan. Jadi dia tidak percaya kalau Hima membuat Savik menderita.


"Selamat belajar menjadi ayah yang baik" Ucap Riki meninggalkan Hima dengan kedua pasangan tersebut.


Hima sudah naik ke pelukan Lisa dan menatap Savik dengan senyum licik.