
Diantara gelar tawa dan keceriaan yang hadir karena adanya Hima. Riki menatap kepergian Alice, Riki masih belum bisa sepenuhya khawatir. Di kehidupan sebelumnya Alice mengalami musibah tenggelam. Meskipun berulang kali Riki meyakinkan dirinya jika Alice tidak akan berada dalam bahaya karena Alice seorang kultivator. Tetap saja hatinya tidak bisa tenang.
Riki mencoba mengikuti dan mengawasi Alice dari kejauhan. Sepertinya Alice tidak menyadari keberadaan Riki, sebab Alice terlihat menatap lautan. Wajah cantiknya juga menjadi perhatian para lelaki di sekitarnya. Riki memperhatikan Alice yang perlahan bergerak ke perairan. Terus berenang dengan lincah menikmati kesegaran mandi di laut.
Riki bernapas lega, melihat Alice yang bisa berenang. Di kehidupan sebelumnya Alice tidak bisa berenang. Saat dia sedang bemain wahana banana boat Alice tidak sengaja terjatuh. Riki tidak tahu alasan kenapa kondisi saat itu Alice tidak memakai pelampung. Riki saat itu tidak sengaja melihat Alice yang tenggelam saat menikmati wahana perahu. Jadi Riki segera terjun kelaut untuk menolong Alice. Saat sampai di pantai Alice masih dalam keadaan pingsan.
Riki bergegas memanggil petugas pantai, Riki sendiri yang kelelahan karena kesulitan saat menolong Alice yang panik saat tenggelam akhirnya memutuskan untuk kembali ke privat area yang telah di sewa Seir. Itu sebabnya saat Alice sadar dia tidak tahu siapa yang menolongnya. Lagi pula Riki bukan orang yang mengumbar setelah menolong orang. Dia tidak ingin Alice menyukainya hanya karena alasan berutang nyawa. Dia cukup senang melihat kondisi Alice yang akhirnya membaik.
Saat Riki pulih dari ingatan masa lalunya. Riki baru sadar Alice sudah menghilang dari pandangannya. Riki tidak perduli lagi dengan apa pun. Riki bergegas berenang menuju lokasi terakhir Alice berenang.
Riki tidak melihat Alice dimanapun. Akhirnya Riki mencoba mengikuti dorongan dari tubuh Yin dan Yang milikinya. Riki menyelam dan akhirnya melihar Alice yang telah tenggelam dengan mata tertutup. Riki memastikan lingkungan sekitar tidak ada bahaya mengancam. Bagaimanapun tentu bukan hal biasa yang bisa membuat kultivator tenggelam di lingkungan normal yang harusnya tidak akan membahayakan nyawa kultivator.
Setelah yakin tidak ada bahaya Riki segera menyelam dengan cepat. Riki meraih tangan Alice dan menariknya masuk ke dalam pelukanya. Tapi saat itu Riki baru menyadari jika rebenarnya Alice hanya berpura-pura untuk tenggelam.
Mata Alice terbuka dan senyumnya mengembang.
"Ternyata itu kamu?" Ucap Alice berbicara melalui ranah jiwanya.
Tatapan Riki dan Alice saling bertemu, dorongan tubuh Yin dan Yang sangat kuat hingga sulit dibendung. Sentuhan bibir keduanya sulit terelakan lagi. Keduanya hanyut dalam kekuatan cinta keduanya yang sangat kuat. Kehangatan menyelimuti tubuh keduanya. Saat energi keduanya sudah hampir terikat. Riki membuka mata dan mendorong tubuh Alice.
"Maaf" hanya dengan 1 kata itu Riki bergegas pergi menjauhi Alice yang nampak kecewa. Riki sampai saat ini ingin menjalankan janji yang telah dia katakan di masa lalu. Dan kata-kata itulah yang tiba-tiba menyadarkannya.
"Terimakasih karena tetap sabar dengan sikap kekanak-kanakan ku. Aku sadar mungkin takdir kita bukan untuk bersama. Setelah ini, aku tidak akan mengganggu kamu lagi. Aku juga akan menjauhi kamu. Selamat tinggal." Riki mengingat kata-katanya sebelum meninggalkan Alice di masa lalu.
Setelah kejadian tersebut Riki sengaja mendekatkan diri dengan Elsa. Apa lagi Hima juga sangat menyukai bersama Elsa. Alice yang awalnya senang karena menganggap ternyata Riki peduli padanya kini merasa sedih melihat Riki dan Elsa yang seperti sepasang kekasih.
Alice hanya bisa merasakan rasa di bibirnya yang masih berasa seperti mimpi. Alice mencoba tegar menghadapi kenyataan.
Hari berlalu, Riki mulai masuk Sekolah menengah atas. Elsa masih sering menghubunginya disela-sela kesibukannya antara sekolah dan musik. Sedangkan Riki masuk sekolah dengan pandangan iri orang-orang. Riki sempat protes pada Elsa karena ngunggah kata-kata yang memprovokasi para fans nya terutama fans laki-laki.
Sementara Riki memulai kehidupannya barunya sebagai murid SMA. Dalam sidang LBB (Liga Bangsa Bangsa) isu potensi datangnya 4 meteor yang akan menghantam dunia mereka sedang dibahas. Negara York yang pertama kali mengungkapkan isu masalah tersebut mulai memaparkan cara untuk mencegah terjadinya bencana.
Dan Negara York mencoba memberikan solusi yaitu menembak hancur 4 meteor tersebut. Mereka juga mengembangkan senjata terbaru hasil penelitian mereka.
Negara York didukung oleh banyak negara sekutunya. Dan rencana mereka mendapat dukungan kuat dan berhasil mendapatkan voting mutlak.
Negara Nim mencoba mengangkat isu virus BDV, Namun perwakilan negara York jelas mengatakan kalau bukti yang mereka berikan masih belum jelas. Akibatnya terjadi perdebatan yang akhirnya membuat marah perwakilan negara Nim.
Perwakilan Negara Nim akhirnya berucap, "Jika kalian tidak mendengarkan usul kami juga tidak masalah. Kami akan tetap menjalankan rencana kami untuk negara kami sendiri. Dan juga kami akan menghancurkan meteor yang berpotensi membawa bencana untuk negara kami dengan senjata kami sendiri, kami tidak akan menggunakan senjata dari negara York." setelah mengucapkan hal itu perwakilan negara Nim keluar ruangan sidang dan segera kembali ke negara Nim.
Cahaya emas berbentuk bola turun dari atas pohon dan berhenti tepat di depan Malik. Cahaya emas mulai berubah bentuk dan membentuk sesosok peri kecil berwajah bulat nan lucu.
"kreee... kreee.. kreee..." Ucap mahluk tersebut.
"Benar nama saya Malik Junaf, dari keluarga Junaf." Meskipun mahluk tersebut hanya mengucapkan 1 kata yang sama. Tapi entah kenapa Malik bisa memahami arti ucapannya.
"kreee... kreee... " Ucap mahkuk tersebut.
Malik kemudian mengikuti mahluk tersebut. lalu secara tiba-tiba Malik berada di sebuah ladang yang sangat luas. beragam tanaman tumbuh di sana. Dan mahluk kecil seperti yang muncul disana sangat banyak. mereka bekerja merawat tanaman sambil bernyanyi. Burung-burung bersuara merdu tidak henti-hentinya mengeluarkan suara yang indah.
Malik kagum dengan apa yang di lihatnya namun dia tetap mencoba fokus mengikuti mahluk kecil tersebut membawanya ke sebuah lubang besar yang berada di bawah pohon yang menjulang tinggi hingga menembus awan.
Sesampainya di sana, terdapat mahluk yang sama duduk di sebuah kursi dengan memegang tongkat. Tampak mahluk itu sangat tua. Malik berpikir mungkin dia adalah pemimpin dari mahluk mungil tersebut.
"Kreee... kreee.." Mahluk yang membawanya berbicara pada pemimpinnya.Dia tampak melaporkan sesuatu.
"Kree.. kree... kreee..." pemimpin mahluk tersebut menatap Malik dan berucap.
"Ya, saya Malik Junaf, dan kakek saya Syam Junaf."
"Kreee... kreee...... ..... Kreee..." Pemimpin tersebut bercerita.
Malik Junaf terkejut mengetahui cerita dari pemimpin tersebut. Mahluk kecil tersebut merupakan bangsa peri kree. Mereka adalah pembantu setia anggota Star Guard. Pemimpin tersebut menceritakan tentang 5 keluarga mistik. Dan keluarga Junaf merupakan salah satunya. Mereka juga memberitahukan bahwa tugas mereka adalah membantu keluarga Junaf. Dan keluarga Junaf harus membantu seorang pemimpin dari keluarga Hans yang akan melawan badai kegelapan.
Selain itu pemimpin tersebut menceritakan alasan Ayah Malik diusir. Keluarga Malik bukan diusir karena kesalahan. Tetapi sengaja diusir untuk menyelamatkan warisan keluarga Junaf. Karena menurut ramalan, Ayah Malik memang harus diusir. Tapi karena tidak ada alasan akhirnya dijadikanla menolak perjodohan sebagai alasan. Awalnya ayah Malik sangat membenci keluarga Junaf.
Hingga dia membaca surat yang diberikan Nenek Malik. Dalam surat itu dia menceritakan bahwa Surat itu baru boleh dibaca setelah mereka memiliki anak. Saat ayah Malik membaca, dia benar-benar terkejut karena surat tersebut seperti sebuah ramalan.
Dalam surat itu di jelaskan tentang Ayahnya yang harus diusir, kemudian menikahi Ibu Malik, kemudian memiliki anak yang akan diberi nama Malik. Yang akan menjadi penerus keluarga Junaf. Sekaligus orang yang akan membantu pemimpin melawan musuh.
Malik kemudian menuju sebuah batu besar. Saat dia menyentuh batu tersebut. Serbuk bunga menyebar dan membentuk sebuah tulisan. Meskipun tidak menggunakan huruf yang biasa dia gunakan Malik tetap mengerti artinya.
"Ramalan pertama. Akan lahir pejuang bintang dari keluarga Hanz yang akan memenangkan pertempuran besar melawan badai kegelapan. Dia kuat, Dia kaya, Dia memiliki semuanya. Namun dia tidak mampu menerima kehilangan, Dia bukan seorang penyabar, Dia egois, Dia hanya memikirkan Dia. Dia belum layak hingga waktu berikutnya tiba."
"Ramalan ke dua. Saat ramalan kedua telah muncul, itu adalah kehidupan kedua kalian. Itu berarti Dia telah siap, Itu berarti bencana akan datang, Itu berarti Dia membutuhkan kalian."