
Riki memulai pelajaran, Di negara Nim sekolah menengah atas sudah memiliki jurusan. Ada sekolah khusus managemen, kesehatan, tehnik, peternakan dan lain-lain.
Riki sama seperti sebelumnya masuk ke sekolah tehnik Kaizen. Dan mengambil jurusan tehnik listrik. Saat pertama kali memasuki lingkungan sekolah, semua siswa laki-laki memandangnya. Beberapa yang merupakan anak basket jelas sudah tahu Riki adalah pemain terbaik basket SMP. Selain itu beberapa murid juga sudah mendengar tentang murid terbaik nasional yang masuk ke sekolah mereka. Namun yang yang menjadi masalah adalah mayoritas semua orang yang memandangnya dengan aroma permusuhan adalah fans garis keras Elsa.
Riki berjalan dengan santai sampai seseorang yang berjalan dengan cepat tidak sengaja menabrak dirinya. Riki melihat orang yang menabrak dirinya kehilangan keseimbangan dan akan terjatuh. Riki dengan reflek menahanya agar tidak terjatuh.
"Heemm..." Riki sedikit terkejut karena merasakan sensasi lembut di genggaman tangannya. Sepintas Riki mengira orang yang terjatuh adalah laki-laki karena jelas potongan rambutnya seperti laki-laki. dari pakaiannya juga pakaian laki-laki. Lalu mengapa dia merasakan sensasi yang berbeda.
Secepatnya orang yang terjatuh tersebut berdiri normal. Dengan wajah memerah dia menatap Riki.
Plakk..., Sebuah tamparan bersarang tepat di pipi kiri Riki. Memang Riki tidak merasakan sakit. Namun Riki terkejut, karena sosok yang menamparnya adalah wanita tomboy berkaca mata dan berdada besar. Riki mengingat seseorang seperti itu sebelumnya dia sebuah warnet.
Setelah menampar Riki wanita itu tergesa-gesa pergi. Riki mengingat kehidupan sebelumnya, wanita itu seharusnya adalah Nilaz Aquos. Ratu kerajaan bawah laut sekaligus pejuang terkuat ras manusia ikan.
"Kenapa putri raja Marlinz Aquos bisa berkeliaran di daratan? Sebaiknya aku menjaga jarak darinya." Riki bertanya-tanya dalam hati. Selain itu Riki akan berusaha untuk tidak berurusan dengan wanita gila tersebut. Dahulu Riki menjadi buronan Ras manusia ikan karena Riki berhasil mendapatkan mutiara samudra. Sedangkan orang yang berhasil mendapatkan mutiara tersebut wajib menikahi Putri Nilaz. Sedangkan Riki yang tidak ingin menikahi Putri Nilaz selalu berhasil melarikan diri setiap kali di temukan.
Di hari pertama sekolah Riki lalui dengan santai. Namun beberapa teman sekelasnya tetap membicarakannya. Karena hampir seluruh tempat sudah menganggap Riki berpacaran dengan Elsa yang merupakan artis.
Riki tidak terlalu perduli, saat ini dia ingin segera membuat portal teleportasi menuju planet misterius. Dia sebenarnya ingin membuatnya lebih awal. Namun yang menjadi masalah adalah code lokasi menuju kesana dia sama sekali tidak mengingatnya.
Sebelumnya dia sudah pernah mencoba menyusup ke dalam gedung pelatihan jurusan listrik. Namun Riki tidak menemukan tulisan nomor yang tertera pada dinding. Nomor-nomor tersebut sebenarnya adalah nomor telpon yang di tulis kakak kelasnya yang di dinding.
Karena hari pertama masuk hanya berisi materi perkenalan biasa. Riki belum sempat memeriksa ruangan pelatihan tersebut. Riki berencana akan kembali menyusup malam ini.
Saat Riki pulang sekolah, Riki melewati jalan yang biasa di pakai senior untuk sekedar kumpul-kumpul. Beberapa orang langsung menghadang jalan Riki. Riki jelas bisa melihat niat orang-orang itu.
"Hei..., Kamu anak baru yang katanya pacaran sama artis ya?"
"Benar" Jawab Riki
"Heemmm... boleh juga kamu ya? Bagaimana kalo sekali-kali kamu ajak pacarmu buat kumpul-kumpul sama kita."
"Sepertinya dia tidak mau. Dia gak suka kumpul dengan banyak orang." Jawab Riki.
"Cihh... kamu itu anak baru di sini, jangan sok deh. kalau kami suruh itu nurut apa susahnya sih."
"Sepertinya aku gak ada niat buat sok. Sebenarnya siapa yang menyuruh kalian?" Riki bertanya.
"Bajjinggan busuk ini, berani ya sama kami? gak takut bonyok kamu ya."
"Jika kamu merasa mampu silahkan saja." Ucap Riki santai.
Banyak senior yang kemudian bergerak mengelilingi Riki. Saat mereka akan menyerang, Seseorang datang dan menghajar beberapa orang yang mengelilingi Riki. Tangan Riki kemudian di tarik untuk keluar dari pengepungan. Para senior segera mengejar mereka.
"Dasar pengecut...! Bisanya cuma melarikan diri."
"Woy berhenti kamu! Dasar sampah pengecut."
Riki ingin memberi pelajaran orang-orang itu agar jera. Namun orang yang menariknya masih berlari dengan kencang. Orang itu membawanya untuk bersembunyi di sela bangunan yang sempit. Membuat mereka berdiri berhadapan sangat dekat. Bahkan Riki bisa merasakan parasaan benda lembut yang tertekan tubuhnya.
Riki mengerutkan kening, karena orang yang menariknya adalah Nilaz Aquos. Padahal Riki bertekad untuk menjaga jarak pada wanita gila di depannya.
"Kenapa menyerang mereka? Aku bisa mengatasi mereka tanpa bantuanmu." Ucap Riki
"Apa kamu ingin mati melawan sebegitu banyaknya orang?" Nilaz kesal.
"Siapa kamu? kenapa kamu bisa tahu namaku?" Tanya Nilaz waspada.
"Aku cuma tidak bermaksud mengucapkan kata itu, aku ingin bilang Aku bisa membereskan mereka dengan cepat. hanya saja, dia terlalu menekanku jadi kalimat ku selanjutnya tidak jadi terucap." Ucap Riki memberi alasan sambil menunjuk bukit kenyal yang menekan tubuhnya.
"Aaaa.... dasar mesum" Nilaz teriak dan melempar Riki keluar dari tempat persembunyian.
"Hei... hei... ada apa dengan mu?" Ucap Riki yang terdorong keluar dari celah persembunyian.
Para preman sekolah itu mendengar suara Riki dan Nilaz bergegas menuju arah sumber suara.
"Kak, mereka disini!"
Tidak lama kemudian para preman sekolah mengepung Riki dari arah depan dan belakang. Riki tersenyum memandangi mereka.
"Maaf pertarungan kita terjeda iklan. Ayo kita lanjutkan lagi pertarungan kita." Ucap Riki kemudian melihat ke arah Nilaz. "Hei Iklan, tetap di sana. Jangan ikut campur." Ucap Riki melanjutkan.
"Dasar anak baru sombong! semua hajar dia, buat dia tidak bisa berbicara lagi." perintah pemimpin mereka.
"Hahahah.... Bagus cepat kemari." Ucap Riki kemudian mulai mengeluarkan auranya.
Buuzzzz.... puluhan preman sekolah tertekan aura milik Riki. Riki hanya menggunakan 2 persen kekuatan auranya. Para preman langsung terdiam di tempat. Mereka menatap Riki ketakutan, keringat dingin segera membasahi tubuh mereka. Mereka melihat seolah-olah Riki adalah malaikat pencabut nyawa.
"Kita lihat apakah kalian masih bisa bertahan lebih lama." Riki menambah kekuatan auranya menjadi 3 persen.
Brakkk... brakkk... brakkk....
satu persatu terkapar pingsan. hanya dalam hitungan detik semua preman sekolah yang mencoba menyerangnya tumbang tidak sadarkan diri. Riki memandangi pemimpin mereka yang saat ini ketakutan hingga kencing di celana. Riki berjalan mendekat, sedangkan pemimpin preman sekolah itu langsung menekuk lutunya lerlutut.
"Ammpunn... tolong maafkan aku. Aku salah, aku bodoh, aku tidak bisa melihat tingginya gunung."
Riki menepuk pelan pipi pemimpin preman sekolah tersebut. "Bagus kamu bisa tahu kesalahanmu. Mulai sekarang kamu harus melihat tempatmu dimana. Kali ini aku akan melepasmu tapi jika lain kali kamu berani memprovokasi aku lagi. Aku tidak akan segan muntuk mematahkan tulang-tulang mu. Sekarang cepat katakan siapa yang menyuruh kamu?" Tanya Riki.
"Aku di perintahkan oleh Agust Foxt."
"Akhirnya orang-orang itu mulai bergerak." Pikir Riki. Keluarga Foxt merupakan mafia yang memegang wilayah utara dan barat pulau Kall. Keluarga Douz sengaja tidak mengambil alih kekuasaan seluruh pulau Kall karena tujuan utama mereka adalah menunggu datangnya calon pemimpin yang sudah di jelaskan dalam ramalan. Jika mereka sudah mulai menyerang dirinya itu artinya mereka ingin masuk ke wilayah keluarga Douz dengan cara mendekati Elsa. Sayangnya Elsa sudah mengumumkan jika Riki adalah pacarnya. Jadi mereka pasti akan menargetkan Riki kedepannya.
"Katakan padanya jika memang berani suruh dia langsung menemui ku." Ucap Riki kemudian pergi.
Nilaz Aquos menatap preman-preman yang masih tergeletak pingsan. Senyum licik terpancar dari wajah Nilaz. Akhirnya dia menemukan seseorang yang cocok untuk menjadi calon suaminya.
"Akhirnya aku bisa menolak perintah ayah." pikir Nilaz
Alasan Nilaz meninggalkan kerajaan karena dia tidak mau di jodohkan dengan anak salah satu Jendral laut. Jadi dia mengajukan diri untuk mencari membawa calon pemimpin dari keluarga Hanz.
Dari penyelidikan anggota kerajaan, mereka menyuruh Nilaz untuk mendekati Riki yang menurut informasi adalah calon kuat untuk menjadi Pemimpin dari keluarga Hanz.
Di sebuah ruangan hotel, Seorang pemuda sedang duduk dengan hanya berbalut handuk. Di belakangnya nampak seorang wanita tanpa busana yang terikat lemah.
Riiinggg... Ringgg.... Ringgg....
"Halo Bos. Rencana gagal, target ternyata memiliki kemampuan bela diri yang tinggi."
Pemuda itu marah lalu membanting handphone miliknya. Dia kemudian mengambil pistol yang ada di meja dan menembak wanita yang terikat di kasur.