System, I Don'T Wanna Be Last Human

System, I Don'T Wanna Be Last Human
Gejolak di dunia asal



Riki terbangun dengan 2 wanita yang sedang memeluknya. Alice yang ada di sebelah kanannya dan Elsa yang ada di sebelah kirinya. Masih terbayang jelas pertempuran mereka semalam. Meskipun awalnya Elsa merasa canggung namun pada akhirnya mereka bisa menikmati setiap detik sentuhan yang mereka rasakan.


Sedangkan di dunia asal, pihak militer semakin menjaga ketat lokasi-lokasi peluncur rudal untuk menembak meteor yang akan jatuh. Headline News pagi ini memuat berita 4 meteor yang akan memasuki orbit planet Z2 dalam 5 hari lagi.


"Pastikan semua senjata sudah dikirimkan, dan tidak ada yang kurang." Savik memberi perintah


"Tuan Savik, Semua sudah kami pastikan." Ucap salah satu pengawas.


"Segera berangkat. Jangan sampai kita menunda waktu lagi." Ucap Savik


Rombongan truk pengangkut rudal segera meninggalkan lokasi. Truk melaju dengan lancar hingga sampai di markas pasukan udara. Truk tersebut segera parkir dengan rapih.


Sepuluh pesawat pengangkut segera lepas landas satu persatu. Kemudian melayang diatas kontainer lalu menurunkan tools pengangkut. 50 konteiner segera terbang menuju titik yang di tentukan.


Pilot dan copilot saling menatap dan tersenyum. mereka sudah melakukan perjalanan selama 1 jam.


"Red bird 1 berbicara, ubah haluan menuju kordinat 998436, 2574600"


"Red Bird 2, Copy"


"Red Bird 3, Copy"


*


*


*


"Red Bird 50, Copy"


*****


Seorang perwira militer tergesa-gesa berjalan menuju lantai 3 ruang rapat. Di dalam ruang rapat sudah berkumpul 3 jendral sedang membahas strategi selanjutnya. Namun diantara 3 jendral tersebut ada seorang yang sangat tidak asing. Pria itu adalah Timez yang sedang menjelaskan penglihatan masa depan.


"Jadi maksudnya, persiapan yang telah kita lakukan saat ini tidak bisa mencegah bencana?" Tanya jendral Rodrik.


"Ya, kita sudah tidak punya waktu untuk menyusun kembali rencana. Satu-satunya cara adalah penanggulangan bencana agar tidak memperparah." Time menjelaskan.


"Lalu cara apa yang kamu miliki?" Tanya Jendral Benz


"Kalian sudah membuat langkah awal, yaitu dengan vaksin. Dengan begitu warga tidak akan menjadi zombie. Namun ada efek lain yaitu kulit yang melepuh." Timez menjelaskan.


"Syukurlah jika seperti itu, dari pada mereka harus kehilangan akal. Lalu apa langkah kita seoanjutnya, karena tidak semua warga yang mau di vaksin." Tanya Edward Norton.


"Saya sudah menyerahkan sebuah rancangan amunisi baru, Namun karena waktunya yang terbatas, tidak semua wilayah yang bisa mendapatkan dampak. Silahkan kalian berdiskusi pilih 10 wilayah yang akan mendapatkan vaksin via udara." Ucap Timez.


Saat semua sedang berdiskusi, sebuah ketukan terdengar dan seorang petinggi segera masuk. Tampak wajah petinggi tersebut cemas.


"Lapor jendral, 50 pesawat yang mengangkut rudal saat ini bergerak tidak sesuai dengan rute. Kami sudah memerintahkan peawat tempur untuk memberi merwka peringatan."


"Biarkan saja. Segera tarik tim Boraq kembali." perintah Jendral Benz


"Tidak, Tetap ikuti mereka, namun tetap waspada. mereka akan tahu ada sesuatu yang tidak beres jika tidak ada yang mengejar." Ucap Edward Norton.


Di sisi timur laut, pesawat terus menerus mengirimkan sinyal peringatan. Namun pilot pesawat pengangkut tidak memberi respon. Pesawat tempur segera mengirimkan tembakan. Namun tembakan yang mereka lancarkan disambut oleh rudal lain.


Segera para pilot pesawat tempur merasakan sesuatung yang mengerikan. Sebuah pesawat induk yang semuala tidak tampak tiba-tiba menunjukan wujudnya.


Para jendral yang menyaksikan hal itu bergegas memberi perintah mundur. Namun kecepatan serangan pesawat induk sangat mengerikan. Segera 4 pesawat yang dikirim lenyap tersapu laser.


"Terimakasih atas pengorbanan kalian, Aku berjanji akan membalas mereka." Edward Norton mengepalkan tangannya. Dia benar-benar sangat marah, namun dia juga tidak bisa gegabah.


*****


Disebuah pulau, seorang pria dan wanita mengenakan masker. Mereka telah selesai membuat serum dan siap melakukan uji coba. Berbagai skema sudah mereka buat. Saat ini sebuah cairan hitam terlihat diam. Rudi menekan tombol dan seekor tikus putih yang semula terkurung akhirnya berlari dengan gembira karena penghalang yang tadinya menghalanginya terbuka.


Tikus tersebut mengikuti jalur pipa yang mengarahkannya ke sebuah ruangan yang lebih besar. Sesampainya di ruangan yang lebih brsar, tikus tersebut menginjak genangan air hitam. Kaki tikus yang semula basah dan menghitam tiba-tiba kembali normal. Sepertinya cairan hitam tersebut seperti meresap kedalam kulit.


Beberapa saat kemudia tikus tersebut mulai mengejang hingga pingsan. Setelah beberapa saat tubuhnya menjadi hitam. Kedua kelopak matanya yang tertutup terbuka dan berubah ganas. Melihat hal itu, Alin segera menekan sebuah tombol dan tetesan air mulai keluar dan membasahi tikus layaknya hujan. Tetasan air tidak langsung larut begitu saja. Air kemudian membentuk sebuah kabut. Tikus yang awalnya hitam tiba-tiba lemas dan warna hitam di tubuhnya luntur layaknya cat air.


"Percobaan 100, test menunjukan keberhasilan 100%." Ucap Alin berbicara menghadap kamera.


Mereka mengirimkan catatan penelitian yang mereka lakukan pada Savik. Semua bahan sedah di persiapkan, Sebuah tabung besar berisi cleovarisela dan box berisi tanaman herbal dari kebun milik malik juga sudah siap. Mesin beroprasi dengan lancar dan memasukan satu persatu bahan sesuai catatan yang dibuat Rudi dan Alin.


Butuh waktu 48 jam untuk menghasilkan 10 tabung. Semua tabung serum langsung dikirim ke titik-titik yang telah di diskusikan oleh para jendral dan petinggi negara Nim. Semu tidakan ini sangat rahasia, hanya beberapa orang terpercaya yang mengetahui rencana tersebut.


Seluruh warga negara planet Z2 membicarakan mengenai 4 meteor yang mulai memasuki orbit planet Z2. Beberapa negara sudah membuat rencana untuk menyelamatkan warga sejak 2 tahun sebelumnya. Ada yang membuat shalter bawah tanah, Ada yang membuat bangunan yang sudah dihitung sedemikian rupa untuk menahan bencana yang akan di timbulkan.


Beberapa Negara yang tidak bisa memberikan kepastian rencana penaggulangan bencana terpaksa memohon negara lain untuk mendapat bantuan. Negara York menjadi tujuan utama mereka, karena pengaruhnya dalam liga bangsa-bangsa. Negara York juga gencar menyebarkan berita rencana mereka yang terkesan sangat hebat.


Saat ini sidang petinggi negara York sedang berlangsung. Namun orang yang duduk di kursi utama bukanlah perdana menteri atau presiden. Orang itu adalah kepala keluarga Mozart. Sangat jelas semua orang yang hadir saat itu sangat patuh padanya.


Tapi saat mereka sedang bersemangat sebuah telpon berbunyi. Telpon tersebut merupakan panggilan untuk mentri pertahanan.


"Halo, Apakah ada laporan penting?"


"Pesawat induk mengalami kecelakaan dan terjatuh di perairan Samudra Mediar. Saat ini kami sudah mengirimkan pasukan penyelamat."


"Bagaimana bisa hal itu terjadi?"


"Itu... sepertinya Rik-Tehknologi menipu kita. Kami menerima rekaman kejadian sebelum ledakan yang mengakibatkan rusaknya kapal induk kita."


Lalu sebuah tayangan kejadian sebelum jatuhnya pesawat tampil di layar ruang rapat. Mata kepala keluarga Mozart memerah, aura hitam mengepal di tangannya. Retakan di atas meja menyebar hingga berapa saat kemudian meja tersebut berubah menjadi debu.


*


*


*


Mohon maaf karena tidak update selama tahun baru. Saya kerja di pertambangan batu bara. Cuti setiap 3 bulan sekali, berhubung covid saya tidak bisa cuti. Jadi keluarga saya yang datang berkunjung. selama 4 hari saya liburan bersama keluarga jadi tidak bisa fokus menulis. Saya berharap pembaca sekalian bisa memaklumi.


Terimakasih, jangan lupa tinggalkan jejak untuk mendukung saya.