System, I Don'T Wanna Be Last Human

System, I Don'T Wanna Be Last Human
Tidak perlu bertindak



Di tempat lain, para pasukan pencari informasi sengaja di fokuskan di pulau dengan grafitasi tinggi. Hal ini akan meningkatkan kemampuan mereka dalam bergerak. Selain itu terdapat banyak tanaman yang bisa meningkatkan kemampuan penglihatan dan pendengaran.


Hal ini sangat diperlukan oleh seorang mata-mata yang mencari informasi. Jers Niklin dia saat ini yang menjadi pemimpin. Jers Niklin adalah salah satu mata-mata anggota silver face. Meskipun masih sangat muda, tapi dia punya kemampuan penyamaran terbaik. Dia juga sangat cerdas dan mudah dalam belajar.


Kemarin mereka mencoba menangkap hewan buruan namun tidak berhasil. Namun dengan kecerdikan Jers dia menyamar menggunakan dedaunan lalu perlahan mendekati buruan. Saat buruan berada di dalam radius serangan, Jers menyerang emggunakan aura.


Semua temannya terkejut, awalnya mereka merasa tingkah Jers sangat bodoh dan konyol. Namun setelah berhasil, akhirnya banyak yang meniru cara Jers untuk berburu. Sebagai mata-mata mereka di tuntut dengan konsentrasi serta kesabaran yang tinggi. Mereka tidak bisa bertindak tanpa perhitungan yang matang. Begitu juga dengan berburu di medan dengan gravitasi tinggi seperti saat ini.


Sementara pelatihan sedang berlangsung, di pulau Kall lebih tepatnya di sebuah apartemen tinggi. Seorang pria yang sedang tidur, perlahan membuka mata. Dia mendengus kesal karena tiba-tiba mendapat gambaran masa depan. Segera dia berpakaian dan menghilang dengan cepat.


Di sebuah pulau yang tersembunyi, Rudi terbangun di tengah malam. Dia melangkah keluar untuk mengambil air minum. Namun langkah kakinya terhenti saat dia melihat seseorang yang dulu pernah dia kenal saat SMA.


"Bagaimana kabarmu bro?" Tanya Timez


"Timez? apakah itu benar kamu?" tanya Rudi


"Apakah kamu menjadi bodoh setelah bercinta dengan Alin? Bagaimana keadaannya apakah gunungnya semakin besar?" tanya Timez.


"Dasar bajingan, pikiran mu masih saja mesum seperti wajah mu." Rudi mengumpat.


"Ok, saatnya serius, Kamu harus kamu harus sedikit memodifikasi temuan mu. Aku tidak memiliki waktu banyak, semua rencana rancanganku ada di Flash Disk ini." Ucap Timez.


"Hei, kemana kamu akan pergi?" tanya Rudi.


"Kemana saja mimpi membawaku." Ucap Timez kemudian menghilang.


Saat SMA Timez menghilang setelah menolongnya saat akan di diserang seseorang. Setelah itu, dia tidak pernah bertemu lagi namun suatu hari dia mengirimkan pesan. Setiap pesan yang dia kirimkan mengarahkannya untuk menghindari rencana pembunuhan yang di tujukan padanya.


Rudi yakin Timez pasti memiliki tujuan yang lebih penting saat ini. Segera Rudi membangunkan Alin yang sedang tidur untuk memberitahunya jika dia memiliki pekarjaan penting. Alin bangun dan berinisiatif membantu suaminya.


Sedangkan Timez Berdiri memandangi sebuah rumah yang saat ini sedang di jaga beberapa pasukan militer. Rumah itu adalah rumah Riki, Militer selalu mengawasi keluarga Riki agar tidak ada yang menyakiti. Itu adalah bagian dari perjanjian antara Riki dan pihak militer.


Timez memejamkan mata dan tersenyum, "Sepertinya kali ini aku tidak perlu bertindak." Ucap Timez kemudian menghilang. Dia kembali ke kamarnya dan tertidur pulas.


Di kediaman Riki dua orang menyerang kediaman Riki. Penjaga yang ada di kediaman Riki melawan musuh, namun karena musuh merupakan mahluk hibrid. Pasukan penjaga akhirnya dengan mudah di kalahkan.


Kedua penjahat tersebut memasuki rumah dan segera menuju kamar kedua orang tua Riki. Saat salah satunya mendobrak pintu, keduanya segera berpencar karena sudah tidak ada orang di dalam. Sesuai prosedur saat ada yang menyerang keluarga Riki dan penyerang sulit di tangani. Penjaga akan segera memindahkan keliarga Riki ke tempat aman.


Kedua penjahat tersebut berhasil menemukan mobil yang mengangkut keluarga Riki. Mereka melompat turun tepat di depan mobil tersebut dan meninju mobil hingga menghancurkan mesin mobil.


Supir yang membawa keluarga Riki adalah seorang pasukan khusus. Di segera menahan kedua penjahat, dia juga seorang pengguna nano. Jadi dia bisa sedikit mengimbangi musuh.


"Tuan Hanz cepatlah pergi dari sini biar saya menahan mereka."


"Tidak, Kamu akan mati jika melawannya sendiri." Ucap ayah Riki keluar dan menggunakan Nano. Ayah Riki juga seorang petarung. Namun kakek Riki selalu melarang dia untuk berkelahi. Tapi jika ada orang yang ingin menyakiti keluarganya, dia tidak mungkin tinggal diam.


Ayah Riki bertarung dengan salah satu penjahat. Dengan bantuan nano, dia bisa mengimbangi musuh. Pukulan-demi pukulan mereka lancarkan. Namun karena memang jarang berlatih, tenaga ayah Riki segera menurun dan konsentrasinya berkurang. Sebuah pekulan bersarang di perut ayah Riki hingga memnuatnya terlempar.


"Sayang... " Ibu Riki takut karena melihat suaminya memuntahkan darah.


Ayah Riki baru kembali pulih namun musuh sudah datang dan melesatkan serangan. Ayah Riki menghindar namun masih terkena sedikit serangan sehingga membuatnya kembali jatuh.


Musuh segera melesatkan pukulan lagi. Tapi tiba-tiba serangan musuh seperti menghantam penghalang yang keras. Ibu Riki terkejut, bukan karena melihat pertempuran tapi karena Hima tiba-tiba menghilang. Dia mencari-cari di dalam mobil tapi tidak ada.


Musuh mundur beberapa langkah, saat ini dia mengalami patah tulang tangan karena memukul sesuatu yang sangat keras. Hima menampakan wujudnya.


"Tamu jahat..., atu putul tamu." Ucap Hima kemudian berlari dan memukul penjahat.


Musuh menangkis serangan Hima namun tangan yang dipakai untuk menahan serangan Hima patah. Musuh terlempar dan terbaring dengan kedua tangan yang sudah tidak bisa di gunakan. Musuh benar-benar terkejut, dia tidak menyangka pukulan anak kecil seperti Hima bisa membuatnya mengalami patah tulang.


Saat dia masih tidak percaya dengan situasi yang terjadi, dia kembali terkejut karena Hima tiba-tiba tidak terlihat.


Brrruuuuaaaarrrrrr..... penjahat itu langsung memuntahkan darah. Dia merasa ada sesuatu yang keras dan berat langsung jatuh tepat ke perutnya. Saat Hima dalam mode transparan. Hima melompat tinggi dan langsung mendarat tepat di perut musuh. Belum cukup sampai disitu. Hima duduk tepat di atas perut mush dan menghujamkan tinju ke dada musuh.


Darah terus mengalir dari mulut penjahat itu. Beberapa tulang rusuk remuk terkena pukulan Hima. Salah satu musuh yang sedang bertarung dengan penjaga keluarga Riki terkejut menyaksikan temanya yang sudah pingsan dengan mengenaskan.


"Apa yang kamu lihat" Ucap penjaga keluarga Riki. melayangkan pukulan tepat pada wajah musuh.


Musuh terlempar setelah terkena serangan itu. Dia ingin segera bangun dan membalas serangan yang mengenainya. Namun sebuah serangan kuat menghantam kepalanya. Penjahat itu terlepar hingga menabrak mobil yang tadi mereka naiki.


Tampak tulang rahang musuh yang bergeser hingga mulut musuh tidak bisa tertutup rapat. Penjaga rumah Riki terkejut karena tidak melihat siapa yang menyerang. Namun tidak lama setelah itu, Hima menampakan diri dan segera berlari menuju ayahnya yang saat ini juga sedang terkejut. Dia tidak menyangka anaknya bisa sekuat itu.


Timez saat ini tidur dan melihat gambaran masa depan saat pasukan dari dark planet menghancurkan sebuah pohon. "Sepertinya saat yang aku tunggu-tunggu tidak akan lama lagi." Ucap Timez berbicara sambil tersenyum denga mata yang masih tertutup. Senyum kemudian menghilang dan Timez kembali tidur dengan tenang.