System, I Don'T Wanna Be Last Human

System, I Don'T Wanna Be Last Human
Pengenalan dasar aura



Pagi hari berikutnya, Riki sarapan seperti biasanya. Riki menempatkan tepung di tempat yang tinggi agar si bocil tidak bermain tepung lagi.


"Breaking News


Badan pengawasan dan penelitian luar angkasa internasional menemukan jejak 4 meteor yang melaju dengan kecepatan yang stabil menuju planet Z2. Menurut perhitungan meteor akan bertabrakan dengan bumi dalam waktu 18 bulan.


Sampai saat ini Badan pengawasan dan penelitian luar angkasa internasional masib mencoba menghitung kemungkinan terburuk apa yang akan di timbulkan oleh tabrakan tersebut."


"Sepertinya masa depan sangat cepat berubah." ucap Riki dalam hati.


Setelah sarapan Riki pergi ke sekolah.


"Halo Malik! Bagaimana perkembangan tanaman yang kuminta untuk di tanam?"


"Sangat bagus, berkat metode yang sesuai tanaman tumbuh dengan sangat baik." Malik menjelaskan.


"Berapa perkiraan yang bisa kita hasilkan dalam 1 tahun?"


"500.000 ton dalam 1 tahun untuk masing-masing tanaman." Malik memperkirakan.


"Malik, tanaman itu akan sangat dibutuhkan umat manusia nantinya. Usahakan kita bisa memproduksi lebib dari itu dalam 1 tahun."


"Baik aku akan menghitung kembali." Ucap Malik.


"Baik, jangan lupa untuk menghubungi Savik jika memerlukan bantuan."


telpon kemudian terputus.


Malik mulai memperhitungkan lagi bagaimana cara menghasilkan produksi lebih dari perhitungannya sebelumnya.


"Jangan hanya memikirkan pekerjaan, Kamu juga harus menjaga kesehatanmu." Seorang wanita cantik masuk mengantarkan secangkir kopi.


"Baik, Bagaimana terapinya." Malik bertanya pada istrinya.


"Semua berjalan baik, Aku harus berterimakasih dengan tuan Rik-Rich."


"Dan ini salah satu caraku berterimakasih pada tuan Rik-Rich." Malik menunjukan Hasil perhitungannya.


Malik adalah ahli dalam pertanian, di kehidupan Riki sebelumnya. Malik menemukan sebuah metode pertanian yang bisa membuat tanaman yang dia tanam menghasilkan produksi 2 kali lipat. Hal itu juga yang membuat Riki memasukan namanya untuk di rekrut.


Di sebuah pulau, Seorang pria sangat senang dengan hasil pengamatannya terhadap subjek penelitiannya.


Ringg... Ringg... Ringg...


"Halo tuan Rik-Rich. Formula yang tuan berikan benar-benar menakjubkan. Jika di tambahakan dengan penelitianku sebelumnya ini benar-benar sempurna." Rudi menjelaskan dengan semangat.


"Pastikan tidak ada kesalahan sedikitpun. Kamu ingat virus yang kamu teliti sebelumnya?"


"Jelas saya sangat mengingatnya." Rudi


"Apa kamu tahu dari mana virus itu berasal?"


"Saya hanya tahu, itu berasal dari meteor yang jatuh dari luar angkasa." Rudi.


"Mereka pikir mereka sudah menemukan antivirusnya. Tapi mereka salah karena obat yang mereka produksi memiliki efek samping."


"Lalu maksud tuan?" Rudi bingung.


"Ada 4 metor yang akan jatuh sekitar 1 tahun lagi. 4 meteor itu akan menyebarkan virus melalui udara. Kita harus bisa memproduksi antivirus selama 1 tahun. Dan jangan biarkan orang yang sakit meminum antivirus dari mereka. Karena hal itu akan menciptakan wabah untuk umat manusia."


"Baik, saya akan pastikan antivirus siap di produksi sebelum 1 tahun." Rudi. Rudi juga paham obat yang akan di produksi oleh perusahaan tempat Rudi bekerja sebelumnya memiliki efek samping. Karena 50% subjek penelitian menjadi Zombie. Hanya saja hal itu sangat di rahasiakan. Bahkan bukti-bukti yang dia kumpulkan sudah di musnahkan.


Rudi di kehidupan sebelumnya adalah orang yang bekerja sama dengan Riki untuk menciptakan antuvirus. Dia bahkan sampai kehilangan nyawanya demi menyembuhkan orang-orang.


*****


Setelah berbicara denga Malik dan Rudi, Riki akan menemui teman-temanya yang sedang latihan. Namun saat dia keluar dari ruangannya, seorang yang tidak asing juga sedang berdiri di depan ruangannya. Orang itu adalah Ersen.


"Apakah kamu sudah yakin dengan pilihanmu?" Riki bertanya.


"Ya, saya yakin." Ersen.


"Apa kamu tahu kenapa aku mengajakmu bergabung?" Riki bertanya.


"Tidak tahu." Ersen


"Yang pertama, kamu memiliki tubuh special. Yang kedua aku butuh bantuanmu sebagai penghubung dengan pihak militer." Ucap Riki.


"Apa yang kamu inginkan dengan pihak militer?" tanya Ersen.


"Akan ada wabah yang menyerang umat manusia." Ucap Riki.


"Zombie?" Ersen mengucapkan kata itu. Hal itu dia dapat dari Alice. Alice beberapakali menunjukan bahwa dia bisa melihat masa depan. Alice juga bercerita tentang wabah zombie.


Kali ini Riki yang terkejut karena Ersen mengetahui masalah zombie.


"Dari mana kamu tahu masalah zombie?" Riki penasaran.


"Sebenarnya militer juga sudah bersiap masalah ini. Dan Ayah ku dan ayah Alice sedang meyakinkan petinggi negara untuk mengambil keputusan." Ersen.


"Kalau begitu aku butuh bantuan mu untuk menghubungkanku dengan pihak militer. Aku akan memberikan bukti tentang masalah ini. Meskipun kita tidak bisa menangulanginya sepenuhnya setidaknya kita bisa menyelamatkan nyawa sebanyak kita bisa." Riki.


"Baik, aku akan mempertemukan kamu dengan Ayah dan juga kakek ku." Ersen


"Cukup dengan Ayah mu saja. Jangan dengan kakek mu?" Ucap Riki


"Kenapa? Apa kamu takut dengan kakek ku? atau..." Kata Ersen terpotong


"Bukan apa-apa. hanya lebih baik tidak melibatkan terlalu banyak orang." Riki mencari alasan.


"Bukan karena itu hehehe..." Riki bingung bagaimana mencari alasan. "Dan juga berjanjilah untuk tidak memberitahukan tehnik kultivasi tubuh yang lengkap ini pada siapa pun. Apa lagi kakek mu." Riki


"Jadi kamu tahu, tentang ramalan Nenek? Aku hanya ingin memberitahu kamu, Alice tidak seburuk yang kamu kira. Bicaralah padanya dengan jujur baik tentang masa lalu atau masa depan mungkin kamu bisa tahu jawaban pertanyaanmu selama ini." Ersen.


"Mungkin lain kali, Sekarang ikut aku." ucap Riki kemudian membawa Ersen ke tempat latihan di lembah belakang bukit yang berada di dekat sekolah Sur Zurxin. "Jika suatu saat kamu menjadi jendral perang. Aku harap kamu bisa menjadikan mereka pasukan khusus." Riki.


Ersen kagum dengan teman-teman Riki yang semuanya memiliki kontrol aura yang sangat baik. dalam hal pengendalian aura mereka bahkan setara master keluarga Norton.


"Baik Sekarang kamu ikut dengan ku." Riki membawa Ersen ke sebuah bangunan. Disana sudah ada seseorang yang belakangan ini sangat ramai di bicarakan. Dia adalah Karl Bisop yang merupakan Juara MMA tahun lalu. Dia juga yang membuat babak belur ketua gang Silver Bolton Lex Bolton.


"Dia akan menjadi partner tanding mu nanti. Dia sudah mempelajari kultivasi tubuh yang lengkap. Apa kamu ingin melihat perbandingan kultivasimu?" Ucap Riki


"Boleh." Ersen tidak takut.


****


Ersen dan Karl berdiri berhadapan, sementara semua teman-teman Riki menonton pertandingan.


"Mau bertarung dengan aura atau murni?" Karl bertanya.


"Dengan aura juga boleh jadi aku bisa melihat perbandingannya dengan jelas." Ersen


"Baik" Karl melapisi tubuhnya dengan aura.


Ersen juga mengeluarkan auranya. Mirip seperti Fix aura miliknya menyebar menekan semua yang menonton. Kecuali Riki semua yang menyaksikan pertandingan melapisi tubuh dengan aura.


Ersen memperhatikan semua penonton melapisi diri dengan aura dan terkejut karena Riki mampu bertahan tanpa perlindungan aura.


"Tidak perlu terkejut, dia yang mengajari kami tehnik aura. Tentu saja dia tidak akan tertekan dengan aura mu yang masih belum berkembang." ucap Karl


"Apa maksudmu dengan belum berkembang?" tanya Ersen


"Tidak perlu pusingkan hal itu, sekarang serang aku." Ucap Karl


Ersen segera melancarkan serangan demi serangan. Namun sedikit pun tidak mampu menembus pertahanan Karl. Ersen sampai ngos-ngosan menghajar Karl namun tidak memiliki dampak. Bahkan Karl tidak bergerak sedikitpun.


"Baik aku sudah memberimu kesempatan sekarang giliran ku. Siapkan pertahanan aura milikmu." Ucap Karl


"Aku Si... Huueeekkkk...." Ersen terlempar dan memuntahkan darah. Perutnya mengalami luka seperti tusukan benda tajam. Dia ingat dengan jelas saat Karl melesatkan tinju, aura di tanganya seketika membentuk tombak. Meskipun tinju tersebut belum mengenai tubuhnya auranya sudah lebih dulu menembus pertahanan miliknya.


Karl bergegas menghampiri Ersen dan mengeluarkan sebuah botol pil dari kantongnya. "Minum ini untuk menyembuhkan lukamu. Sekarang apa kamu paham perbedaan kita?" Karl bertanya.


"Ya, sangat jauh." Ersen menjawab.


"Perbedaan pertama, saya sudah menerapkan tehnik kuktivasi tubub yang sempurna. Sedangkan kamu belum. Jika aku melawan mu tanpa aura pun kamu hanya bisa menggores kami. Kemampuanmu saat ini bahkan tidak mengalahkan Jers." Kata karl menjelaskan sambil menunjuk ke arah tertentu.


Ersen melihat arah yang ditunjuk Karl dan mendapati seorang bocah berkepala botak dengan sedikit rambut di bagian depan. Meskipun penampilannya bocah banget. tapi tubuhnya sudah diselimuti aura.


"Perbedaan ke dua, Aura milikmu tidak terkontrol bertebaran kemana-mana sehingga menciptakan banyak celah. Jika kamu beradu aura dengan Jers kamu juga akan kalah." Ucap Karl


"Lalu maksudmu aura ku belum berkemban?" tanya Ersen penasaran.


"Jika di kelompokan berdasarkan peringkat, kamu baru mencapai tahap Nol besar. bisa di katakan baru sekedar mampu mengeluarkan aura. Lalu tahap 1 yaitu mampu memadatkan aura atau bisa di katakan aura akan selalu mengelilingi kamu dan tidak menekan orang lain. lalu tahap 2 mampu kamu bentuk sesuka hati. Jers tadi dia sudah ada di tahap 2. Lalu tahap ke 3, kamu bisa mengeraskan apa pun dengan aura mu. contohnya seperti ini." Ucap Karl melemparkan daun ke arah Ersen.


"Aaa...." Ersen memandangi tangannya yang tergores oleh daun.


"Lalu tahap 4 kamu bisa berjalan di udara seperti ini" Karl menunjukan bagaimana dia berjalan di udara.


"Haaa...?" Ersen benar-benar tidak habis pikir ternyata aura bisa sehebat itu


*****


*Urutan tingkatan pengguna aura




Tingkat Dasar \= mampu memancarkan aura




Tingkat pertama \= mampu memadatkan aura




Tingkat kedua\= mampu mengontrol aura sesuai keinginan




Tingkat ketiga\= Mampu menyalurkan aura ke benda padat




Tingkatan ke empat\= mampu menyalurkan aura ke benda non padat