System, I Don'T Wanna Be Last Human

System, I Don'T Wanna Be Last Human
Kamu tidak layak tahu



Aura yang keluar dari tubuh Reilin membuat semua orang ketakutan. Ersen menguatkan tekadnya agar tidak terpengaruh aura kegelapan. Seir segera merapalkan sihir pelindung dan membungkus Elsa, Karl, dan dirinya sendiri.


"Mengagumkan, Saya pikir hanya kami yang memiliki teknologi yang bisa memanfaatkan mana core. Ternyata ada tehknologi lain yang bisa melakukannya bahkan lebih baik dari milik kami." Reilin kagum melihat bagaimana Seir bisa menjadi warlock.


"Itu karena kamu tidak tahu luasnya langit." Ucap Ersen.


"Kamu juga menarik, bahkan bisa menahan tekanan kegelapan." Ucap Reilin memuji Ersen.


Ersen mengeluarkan kubus nano, dan memberikannya pada Elsa. Dengan cepat kubus tersebut melebur dan menyatu dengan Elsa. Seperti yang di alami Seir sebelumnya, Elsa mendapat job baru menjadi Wizard dengan Element petir dan api.


"Menarik..! Sangat menarik.., aku akan membunuh kalian semua lalu mengambil tehknologi milik kalian." Reilin bersemangat.


Kabut putih menyebar. dari dalam lubang muncul sekumpulan zombie yang bergerak menuju para penyihir. Pertarungan berlanjut, Reilin menembakan meteor sangat cepat menuju Seir. Seir segera membuat dinding dari tanah dan air untuk menahan serangan tersebut. Karl dan Ersen melesat menyerang Reilin, Tapi kedua serangan tersebut dengan di tahan oleh Reilin.


Reilin jelas sangat menghina kekuatan Ersen dan Karl. Karl ingin menarik diri untuk kembali menjaga jarak. Namu kepalan tangan mereka seperti di genggam erat oleh penjepit. Sebuah formasi sihir terbentuk di tangan Reilin siap di lancarkan pada Ersen dan Karl.


Reilin menghentikan sihirnya dan menghindari serangan yang datang kearahnya. Nampak jelas panah petir yang melesat menuju dirinya. Ersen dan Karl juga menembakan auranya pada Reilin. Namun serangan tersebut belum mampu menggores tubuh Reilin.


Justru sebuah meteor menghujani keduanya untung saja Seir melindungi keduanya menggunakan sihir air dan tanah. Namun Seir terkejut karena tanah tempat dirinya berpijak berubah menjadi magma panas.


Seir segera terbang menghindari serangan Reilin. Ersen segera mengaktifkan nano, dan menyerang ke arah Reilin. Sebuah kepalan tangan melesat cepat menuju Reilin. Reilin terlempar terkena serangan Ersen. Karl muncul ke arah tempat Reilin terlempar dan melesatkan tinju yang sudah di lapisi sihir api dan aura.


Booommm..... Ledakan membuat Reilin terlempar. Reilin masih mencoba mengatur serangan balik namun dari langit turun lonjakan petir besar dan melesat cepat menghantam Reilin. Di kejauhan berdiri Elsa dengan sayap api dan sebuah tongkat dengan bola petir di atasnya.


Reilin sangat marah, setelah terkena serangan Elsa. Reilin tersenyum dan mentap Ersen, Dia mengarahkan tangannya ke arah Ersen. Tiba-tiba tubuh Ersen seperti di tarik kearah Reilin. Saat dekat magma panas sudah menghiasi kepalan tangan Reilin.


Boommm... Tubuh Ersen terlempar hingga merobohkan beberapa batang pohon.


Belum berhenti sampai di situ, Sebuah balok-balok batu menghalangi dan mengurung Karl. Balok-balok tersebut seperti hidup dan menghajar Karl dari segala arah. Karl merasa tubuhnya babak belur karena di pukuli ribuan manusia batu.


Karl segera meledakan sihirnya untuk menghancurkan penjara buatan Reilin hancur. Namun tiba-tiba sebuah tinju api menghantam tubuhnya. Karl memuntahkan seteguk darah dan terhempas jauh.


[warning pertahanan tersisa 25%]


Pemberitahuan dari nano menggema. Jika dia sampai terkena lagi serangan seperti itu, Robot nano akan tertidur hingga 24 jam untuk memulihkan diri.


Saat Karl membuka mata, tampak Reilin sudah berada di sampingnya dengan mengangkat sebelah kakinya. Kaki Reilin dilapisi api hitam, siap untuk dilesatkan untuk membunuh Karl. Saat Reilin ingin melesatkan tendanganya, Tiba-tiba pijakannya goyah karena tempatnya berpijak berubah menjadi lumpur.


Sebuah kilat melesat cepat melewati Reilin. Sosok Karl dengan cepat menghilang dari pandanganya menyisakan sebuah bola api. Wind blade melaju cepat menuju bola api yang ada di hadapan Reilin.


Brrruuuuaaammmm..... Fire blade besar membakar Reilin. Namun dengan cepat api yang membakar tuhuh Reilin menghilang. Tampak Reilin menghisap semua api tanpa terluka sedikitpun. Reilin menatap Seir dengan kesal, namun belum sempat bertindak. Dari atas meluncur tombak angin yang berputar.


Boommm.... ledakan dasyat bergema. Namun tampak Reilin sudah berada di kejauhan. Reilin mengerutkan keningnya. Tidak menyangka dia akan di buat kuwalahan oleh para semut yang tidak pernah dianggap.


Elsa sudah meletakan Karl agar bisa memulihkan diri. Karl segera meminum pil miliknya dan segera menyerapnya.


Reilin mentap Seir dan Elsa yang saat ini bersiap untuk mengatur serangan. Seir segera mendorong Elsa mundur karena Reilin menggunakan sihir kegelapan miliknya. Seir tiba-tiba tidak bisa bergerak, dan matanya berubah menjadi hitam. Sihir tersebut adalah Black stone, Sihir yang membuat musuh menjadi batu selama beberapa menit. Namun setelah terkena sihir itu, Reilin juga tidak bisa menyerangnya.


Reilin menembakan meteor menuju Elsa, Elsa justru menendang meteor tersebut hingga pecah berkeping-keping. Namun serangan tersebut hanya pengalihan saja. Target sebenarnya adalah Ersen, Saat ini lidah api dari magma yang mengelilingi Ersen terus menerus menyambuk tubuh Ersen. Ersen berlari di udara namun sebuah tangan menarik Ersen sehingga tidak bisa pergi.


Ersen menggunakan aura untuk memotong tangan-tangan tersebut dan melesat terbang. Namun saat sampai di atas sebuah pukulan kembali menghujam ke arahnya. Ersen menyambut pukulan tersebut hingga tubuhnya terlempar jauh.


Ersen terbaring lemah dengan tangan patah dan memuntahkan darah. Dia bisa merasakan ternyata kemampuannya masih lemah dan berjanji jika bisa melewati hari ini, dia akan berjuang lebih keras lagi.


Kali ini Reilin langsung menyerang kearah Elsa. Elsa yang memiliki kecepatan yang sangat luar biasa menghindari serangan Reilin dengan mudah. Elsa menyerang Reilin, karena kecepatannya yang cepat Reilin kesulitan untuk menghindarinya.


Elsa semakin bersemangat dan terus melesatkan tendanganya. Namun Reilin berhasil menangkap kaki Elsa dan melesatkan tinju api hitam ke tubuh Elsa. Elsa terlempar jauh hingga kesulitan bernapas.


Di sisi lain, karena Ersen, Karl, Elsa, dan Seir sedang fokus melawan Reilin. Para penyihir dan anggota silver face juga kesulitan menangani zombie dan manusia serigala. Keadaan semakin mendesak hingga keluarga Douz. Tiba-tiba sebuah tekanan kuat muncul dari ketinggian langit. Siluman beruang yang berhasil keluar dari perangkap lumpur mulai kembali mengamuk.


Zreettt.... Zreeettt... tubuh siluman beruang terpotong-potong. Sosok cantik turun dari ketinggian, manusia serigala tiba-tiba tidak bisa bergerak. Beberapa saat kemudian satu persatu kepala manusia serigala yang berasa dalam radius serangan wanita itu pecah berkeping-keping.


Semua orang terkejut dengan kedatangan wanita yang cantik luar biasa itu. Alice mengabaikan keterkejutan semua orang. Dia segera menuju siluman beruang lain dan melakukan tebasan demi tebasa yang indah layaknya sedang menari.


Di sisi lainnya Elsa terbaring lemah dengan darah mengotori bibirnya. Reilin memandang Elsa yang sudah tidak berdaya. Reilin menggenggam leher Elsa dan mengangkatnya hingga tidak menyentuh tanah.


"Sayang sekali wanita cantik dan berbakat sepertimu harus menjadi musuh ku. Hahahah.... tapi tenang saja, aku akan membawamu dan menjadikan mainanku nanti." Ucap Reilin ingin mematahkan leher Elsa.


Slashhh... tangan Reilin putus dan Elsa sudah tudak berada dalam pandanganya.


"Akkkkkhhhhhh...." Reilin menatap tangannya yang putus. Dia tidak tahu siapa yang melakukan hal itu.


Saat ini Riki sedang memeluk Elsa yang masih menatapnya dengan senyum kebahagiaan. Dia tidak menyangka saat dia akan menuju jalan kematian ternyata orang yang dia cintai datang menolongnya.


"Jangan banyak bicara. Pulihkan luka mu, biar aku yang mengurus sisanya." Ucap Riki kemudian menghilang. Saat ini Riki sangat marah, aura membunuhnya sangat-sangat pekat.


Riki muncul tidak jauh dari Reilin dan menatapnya tajam. "Aku berpikir musuh yang menyerang adalah Dark Megician yang asli. Ternyata hanya sampah yang memainkan peran penyihir." Ucap Riki merendahkan.


"Siapa kamu? kenapa ikut campur urusan ku?" Reilin ketakutan karena tertekan aura membunuh dari Riki.


"Kamu tidak layak tahu." Ucap Riki menghilang dan muncul dengan menggenggam leher Reilin.