System, I Don'T Wanna Be Last Human

System, I Don'T Wanna Be Last Human
Membayar dendam Ayah, Ibu, dan Bibi



Karl masih mencoba mendekati dua bersaudara Foxt. senjata yang mereka gunakan jelas bukan senjata biasa. Bahkan robot nano memberi peringatan agar tidak terkena dampak langsung.


"Nano apa kamu bisa menampilkan proyeksi gambar?"


[Tentu saja bisa tuan]


"Bagus"


Sambil terus menghindari serangan-serangan dari kedua saudara tersebut. Karl mulai mempersiapkan semua rencana.


"Juliz Idiottt..., apakah kamu ingin tahu kenyataan yang pahit?" Teriak Karl.


"Kamu tidak perlu banyak omong kosong! Aku akan membalaskan kematian anakku." Ucap Juliz sambik terus membidik Karl.


"Apa kamu yakin dia anakmu? Hahahaa... kamu benar-benar idiott Juliz." Ucap Karl.


"Tidak perlu dengarkan ocehannya. Dia hanya ingin membuat kita kehilangan fokus." Ucap Oktov yang terkesan mengingatkan Juliz. Tetapi dia juga cemas jika musuhnya sudah mengetahui jika perbuatannya.


Marez hanya memiliki 2 putra, Juliz terkenal tangguh dalam pertarungan. Dia juga cerdas dalam berbisnis. Sedangkan Oktov lebih tangguh dalam urusan ranjang. Marez selalu membanggakan adiknya Juliz sehingga dia tidak senang. Oktov diam-diam sering memberikan obat agar stamina Juliz tetap terjaga. Namun efek sampingnya adalah Juliz perlahan menjadi lemah sahwat.


Saat dia melihat istri Juliz yang bersedih karena suaminya sangat sibuk. Oktov datang menawarkan kenikmatan yang tidak pernah diberikan Juliz. Hingga akhirnya istri Juliz hamil anak Oktov. Sekarang 3 orang cucu keluarga Foxt adalah anaknya. Secara tidak langsung dia yang akan menguasai keluarga Foxt nantinya.


"Oktov si bajingaan apakah takut semua rahasia mu terbongkar?" Teriak Karl.


Mendengar teriakan Karl, Juliz jadi bertanya-tanya apakah maksud dari Karl sebenarnya. Sedangkan Karl tersenyum melihat Juliz mulai menghentikan serangan.


Karl menembakan Sesuatu ke batang pohon kemurian keluar sebuah cahaya hologram yang menampilkan sebuah gambar. Oktov terus menembaki Karl, dia tidak ingin Karl lebih banyak bersuara. Karena terlalu fokus pada Karl Oktov tidak memperhatikan jika saat ini Julis sedang melihat hal yang membuatnya tidak percaya jika memiliki kakak bajingann.


Yang pertama adalah gambar obat yang Juliz sangat tahu. Kemudia hasil laboratorium yang menjelaskan efek apa saja yang di milikinya. Juliz mengerutkan kening karena ada tertulis penggunaan jangka panjang bisa menyebabkan impotensi.


Kemudian muncul sebuah video yang di ambil dari rekaman CCTV. Seorang wanita yang berjalan menyusuri koridor hotel. Wanita itu mengetuk pintu kamar. Kepala seorang pria keluar untuk melihat ke adaan di luar kemudian menarik wanita tersebut masuk.


Video kemudian terpotong dimana jam menunjukan sudah pagi, dan wanita itu keluar dengan senyum lebar bahkan sebelum pergi dia memberikan ciuman panas kepada si pria. Juliz jelas mengenal pria dan wanita itu yang tidak lain kakak dan istrinya sendiri.


Kemudian video istri dan kakaknya yang sedang melakukan adegan panas, ada juga foto-foto panas kakanya bersama dua wanita yang tidak lain istrinya dan kakak iparnya. Dan yang terakhir, laporan hasil test DNA yang menyatakan Agust adalah anak dari Oktov.


Juliz sangat marah dan menatap kakaknya dengan aura membunuh. Juliz menghantampak senjata miliknya ke kepala Oktov. Oktov terkejut saat tekena pukulan dari Juliz. Saat dia melihat hologram yang memunculkan hasil test DNA, Oktov akhirnya menyadari sudah tidak mungkin lagi untuk bersembunyi.


Oktov mundur untuk menjaga jarak, kemudian menekan pelatuk senjatanya.


Syuuuuttttt... Sebuah formasi sihir api terbentuk di tubuh Juliz.


Booommm... Juliz terlempar dengan tubuh penub luka bakar.


"Kamu yang memaksaku untuk melakukan ini. Jika saja ayah tidak selalu membanggakan anak bodoh yang bahkan tidak bisa membahagiakan istrinya. Aku ti....." Ucap Oktov terputus, tubuhnya tiba-tiba lemas. Senjata di tangannya terjatuh. Dia mentap sebuah bilah pedang menembus perutnya.


"Kamu yang memaksa ku untuk menghancurkan kalian berdua. Apa kamu ingat wajah bibiku yang kamu lecehkan. Hari ini aku akan memotong barang yang kau bangga-banggakan untuk di jadikan makanan para burung bangkai." Ucap Karl dengan nada kejam di telinga Oktov. Karl sengaja tidak membunuhnya.


Karl mengeluarkan sebuah bola dan melemparkannya pada Oktov. Bola tersebut menempel dan mengeluarkan tali yang mengikat Oktov. Oktov masih terbaring lemas terikat dan tidak berdaya. Karl menebaskan pedangnya ke titik diantara kedua pahanya.


"Aku akan tetap mengawasimu, dan melihatmu diperlakukan sebagai orang cacat yang tidak berguna." Ucap Karl dengan dingin kemudian berjalan menuju Juliz.


"Dan kamu, aku akan memberimu kematian yang cepat." Ucap Karl kemudian melayangkan tebasan yang dengan cepat memutus leher Juliz.


Dia menatap langit, air matanya menetes mengenang kematian orang tua dan keluarganya yang di bantai oleh keluarga Foxt. "Ayah, Ibu aku berharap kalian bisa tenang sekarang. Kakek, mohon untuk bersabar. Aku akan membawakan kepala Marez menghadap ke makam mu."


Lady 1 datang dan mendekati Karl.


"Bos ada perintah?"


"Bawa bajingan itu, pastikan dia tidak mati. Kita akan mengurusnya setelah ini." Perintah Karl menyuruh Lady 1 untuk membawa Oktov.


"Baik" jawab Lady 1.


"Tunggu!"


"Ada perintah lain Bos?" Tanya Lady 1.


Karl mendekati Lady 1,"Buka topeng mu!" Lady 1 membuka topengnya, Karl membuka topengnya. Topeng anggota silver face sekarang adalah bagian dari robot nano. jadi membuka topeng cukup memberi perintah robot nano saja. Karl mencium bibir Lady 1, Setelah beberapa saat keduanya berhenti.


"Terimakasih, cuma kamu yang bisa mengobati kesedihanku." Ucap Karl tersenyum kemudian kembali memakai topeng dan pergi. Tidak lupa Karl mengambil senjata milik Juliz dan Oktov.


Lady 1 juga kembali memakai topeng dan pergi dengan gembira. Keduanya sudah hidup bersama sejak kecil. Karl pernah menyelamatkannya saat menjadi korban pelecehan di SMP. Yang akhirnya membuat Karl bertarung dengan pimpinan preman SMP saat itu. Karl akhirnya berhasil menang dan menjadi pimpinan preman tertinggi sebelum akhirnya di tumbangkan Riki.


Saat ini Lady 1 adalah pemimpin rose unit. Tugas rose unit adalah mengumpulkan informasi di tempat-tempat hiburan malam. Dan saat pertempuran seperti ini mereka akan menjadi team medis.


****


Di sisi lain Elsa yang masih bertarung dengan Lucy mulai kelelahan. Namun berbeda dengan Lucy yang merupakan mahluk modifikasi genetik. Dia masih memiliki kekuatan terbaiknya.


Elsa sedikit kehilangan konsentrasi dan akhirnya sebuah bola api mengenainya. Meskipun tidak menumbangkan Elsa. Tapi itu cukup memberikan luka dalam untuknya.


Elsa memuntahkan seteguk darah, dan menatap Lucy dengan tajam. Meskipun dia memiliki mana core terkuat dengan kapasitas mana yang besar. Tetap saja semua itu memiliki batas.


"Hahaha...., Sebaiknya menyerah saja. Biarkan mana core milikmu menjadi milik ku." Lucy tersenyum kejam.


"Cih lebih baik aku meledakan diriku bersamamu." Ucap Elsa.


"Masih memiliki keberanian rupanya." Ucap Lucy kembali menyerang Elsa. Namun belum sempat melesatkan sihirnya, Subuah wind blade melesat menuju Lucy. Lucy segera membatalkan sihir dan menghindari serangan wind blade.


"Cih... pengganggu kurang ajar." Lucy menatap tajam ke arah serangan. Tampak pria yang berdiri di dahan pohon memegang sepasang senjata di kedua lengannya.


"Keluarga Foxt ini benar-benar tidak berguna. Mark 7! apakah pasukan zombie keluarga Foxt sudah siap?" Tanya Lucy.


"Tenang saja, mereka saat ini sudah bergerak melalui jalur bawah tanah. Keluarga Foxt ini benar-benar cocok untuk menjadi kuli angkut tambang. Hahahah..."


Di bawah tanah, Mares dan anak buahnya senggali tanah dengan peralatan sederhana. Namun saat ini wajah mereka tampak datar tanpa ekspresi. Mereka hanya menggali dan terus menggali. Jika dua saudara keluarga Foxt tahu apa yang terjadi dengan ayah dan 2000 anggota keluarga Foxt lainya. Mungkin mereka akan menyesal karena sudah percaya dengan keluarga Mozart.