
Seorang anak kecil menangis melihat kekejaman saat keluarganya mengalami pembantaian. Ayahnya mati demi membawanya keluar dari wilayah kekuasaan keluarga Foxt. Karl adalah saksi kekejaman keluarga Foxt.
Bibinya yang selalu menemaninya bermain sejak kecil mengalami pelecehan tepat di depan mata Karl. Ayahnya mati saat membawa Karl, Adik serta ibu Karl keluar dari wilayah keluarga Foxt. Ibunya meninggal 1 tahun setelahnya karena sakit-sakitan. Karl dan adiknya akhirnya tinggal dengan kakek dan neneknya yang sebatang kara.
Dan hal yang membuat Karl mau mengabdi pada Riki adalah janji Riki untuk menghancurkan keluarga Foxt. Bagi Karl tujuannya hidup sampai saat ini adalah untuk membalas dendam pada keluarga Foxt.
Riki sudah merencanakan hal ini sejak awal. Bagi Riki keluarga Foxt adalah duri yang harus di bersihkan sebelum bencana terjadi. Karena keluarga Foxt hanya akan memanfaatkan bencana untuk menguasai pulau Kall. Selain itu mereka hanya akan menjadikan warga sebagai budak.
Anggota silver face pada dasarnya selalu mengamati geng yang di dukung untuk membuat stabilitas keluarga Douz goyah. Dan saat waktunya tepat mereka akan menghancurkan semua antek-antek keluarga Foxt. Riki menilai kekuatan anggota silver face sudah cukup untuk menyatakan perang dengan keluarga Foxt.
Karl memandang Agust yang mengenaskan.
"Apa yang kita akan lakukan pada tikus kotor ini?" tanya Karl.
"jika kita langsung membunuhnya akan terasa enak untuk PK sepertinya." Ucap Riki
"Bagaimana jika kita menjadikannya kasim yang sempurna?" Ucap Karl memberi ide.
"Sepertinya itu masih terlalu ringan, Bayangkan saja sudah berapa wanita hancur oleh si PK ini?" Ucap Riki
"Tidak... tidak.. tidak... aku tidak bisa membanyangkan. Bagaimana jika kita memenuhi seluruh tubuhnya dengan luka, lalu kita baluri dia dengan garam." ucap Karl mengungkapkan idenya lagi.
"Masih terlalu ringan." Ucap Riki santai.
"Huffttt..." Karl menghela napas lalu memandang Agust dengan kejam. "Lebih baik kita membuatnya menjadi kasim, lalu kita penuhi tubuhnya dengan luka dan kita baluri dengan garam. Kemudian kita ikat dia di papan reklame pinggir jalan. Jangan lupa kita kirim videonya pada keluarga Foxt." Ucap Karl.
"Terdengar menarik, Kuserahkan pada kalian. Jangan lupa berikan pil yang kemarin saya buat." Ucap Riki kemudian pergi.
"Ampun... "
"Tolongg...."
"Aakkkhhhhh....."
Hanya suara menyayat yang terdengar. Bagi Riki untuk baiingan seperti Agust tidak perlu memberikan belaskasihan sedikitpun. Lagi pula jika dia tidak bertindak, kedepannya dia pasti akan mengusik orang-orang yang Riki sayangi.
*****
Dia sebuah Rumah besar di puncak gunung kota Maall Kall utara. Sebuah mobil Box besar tiba, sesuai prosedur pengiriman 10 buah Box 1 meter kubik diturunkan. Pemimpin keluarga Foxt Marez Foxt bersemangat karena pesanannya sudah tiba. Mereka mendapatkan kiriman dari negara York berupa senjata jenis baru.
"Cepat buka, aku ingin melihat senjata apa saja yang mereka kirimkan." Marez duduk dengan tenang di kursi yang sudah di sediakan.
Segera anak buah keluarga Foxt membuka salah satu box. Namun semua yang menyaksikan proses tersebut mengerutkan kening saat bau bangkai merebak keluar dari dalam box. Saat terbuka sepenuhnya, Marez Foxt membelalakan matanya. Puluhan kepala manusia mengisi box tersebut.
Salah satu tetua keluarga Foxt jelas mengenali kepala siapa itu. Mereka adalah pasukan yang di tugaskan melakukan pembongkaran di pelabuhan. Setelah melihat kepala pasukannya yang tersusun rapi di dalam kotak. Sebuah pesan masuk ke handphone kepala keluarga.
Kepala keluarga menerima foto seseorang tergantung di sebuah papan reklame pinggir jalan. Kondisi tubuh tanpa busana dengan luka di sekujur tubuhnya. juga tongkat masa depannya yang terpotong. Ada tulisan "Aku Agust Foxt seorang Bajinggan" berukuran besar tertulis di papan reklame.
Tidak lama berselang masuk lagi sebuah video Agust yang berteriak bahwa dirinya bajingan, Ayahnya bajingan, Kakenya bajiingan, seluruh keluarganya bajinggan. Kemudian terkirim link berita tentang Agust yang di bawa kerumah sakit juga di diaknosis menderita gangguan kejiwaan.
Marez Foxt langsung membuka link. Tapi bukannya di arahkan menuju berita yang ingin di lihat. Tapi justru pesan pemberitahuan bahwa rekeningnya melakukan sejumlah transfer ke banyak rekening yang tidak diketahui.
Juliz Foxt anaknya mencoba untuk menghubungi bank. Namun justru nomor telponnya tidak bisa melakukan panggilan. beberapa tetua juga mencoba menghubungi pihak bank namun mendapat kendala serupa.
Karl dan anggota silver face melihat tampilan bodoh anggota keluarga Foxt. Riki mengirimkan malware ke Hp milik Marez Fox saat Marez Foxt membuka link. Otomatis semua nomor telpon yang ada ditelpon tersebut dinonaktifkan oleh Riki.
Selain itu semua akun bank yang terhubung dengan nomor telpon milik Marez Foxt melakukan transfer ke banyak rekening secara acak. Semua tingkah bodoh keluarga Foxt tayang live di akun sosial media lifebook.
Tayangan tersebut viral di tonton banyak pasang mata diseluruh dunia. Butuh waktu beberapa hari untuk menangani permasalahan di keluarga Foxt. Bahkan Marez Foxt memutuskan membunuh Agust yang sudah di anggap sampah.
Sementara keluarga Foxt sibuk mengurusi masalah, mereka tidak sadar jika data-data perusahaan mereka telah Riki bagikan kepada musuh-musuh keluarga Foxt. Selain itu Silver Face sudah siap untuk mengirim pasukan untuk menggigit usaha keluarga Foxt sedikit-demi sedikit.
Namun ada sebuah data yang kini mengejutkan Riki. Data tersebut semakin membuat Riki khawatir. Riki melihat foto sebuah barang yang sudah dia ketahui dengan sangat jelas.
Riki Tidak yakin apakah benda itu persis seperti yang dia pikirkan atau tidak. Yang pasti Riki berharap itu bukan seperti yang ada di pikirannya. Jika benar benda tersebut seperti yang dia pikirkan. bisa di jamin akan terjadi kekacauan besar.
*****
Riki dan bergabung dengan pasukan yang sudah lama berada di kota Maal. Riki mengamati tampilan dari kamera pengintai. Sangat jelas kegiatan mereka yang sedang memindahkan peti-peti yang tidak terlalu besar. Sudah ada 4 orang dengan control aura level 4 berdiri di belakang Riki.
"Zo, Manipulasi semua CCTV. Rusak jaringan telekomunikasi musuh."
[Ding]
[Manipulasi selesai]
"Berangkat"
Riki melompat dari gedung dan berlari di udara. Keempat lainya juga mengikuti, namun arah tujuannya berubah sesuai perintah Riki. Tugas mereka mencuri dan memeriksa barang-barang selundupan yang di dapatkan keluarga Foxt.
Salah seorang sniper yang berada di salah satu gedung sedang mengintip melalui teleskop. Dia terkejut karena tiba-tiba seseorang menyentuh senjatanya dan sebuah wajah bertopeng tapil.
Kreekkkk....
Ujung senjata miliknya tampak remuk. Dia ingin berteriak namun pukulan keras sudah menghujam kepalanya. Dia tidak bisa berbuat banyak hingga pandangannya menggelap. Di bagian sisi lainnya, terlihat seseorang yang sudah tergeletak dengan kepala miring dan mengeluarkan lidah.
Hanya ada 2 penembak jitu yang mengawasi wilayah tersebut. Setelah menangani penembak jitu, anggota silver face bergabung dengan kedua temannya untuk menghancurkan orang-orang yang berjaga.
Riki dengan santai, memeriksa setiap peri dan memasukannya ke ruang penyimpanan system. Namun ketenangan Riki terganggu saat terjadi pertempuran sengit antara anggota silver face dengan musuh.
Riki berbalik dan melihat apa yang terjadi, Riki mengerutkan kening melihat tampilan salah satu musuh yang terbaring tak bernyawa. Meskipun masih bisa ditangani anggota silver face, setidaknya orang yang berpenampilan monster itu berhasil memberikan luka berat pada salah satu anggota silver face.
"Bungkus mayat itu, aku yang akan menelitinya lebih lanjut."
"Siap bos"
Riki meraih salah satu batu kristal, Riki tidak bisa tidak mencemaskan masa depan.
"Vanilla Farmasi, kristal siluman. Saya tidak tahu apa rencana kalian. Tapi aku tidak akan membiarkan rencana kalian berhasil." Ucap Riki