System, I Don'T Wanna Be Last Human

System, I Don'T Wanna Be Last Human
Dark Magician



Kakek Elsa masih mengendalikan naman-tanaman di hutan untuk menjatuhkan salah satu beruang, Akar pohon runcing menusuk kulit keras Siluman beruang.


"Spora dust" Beberapa tumbuhan bungan muncul. dan perlahan memunculkan kuncup bunga. Saat bunga mekar menyemprotkan serbuk racun


"Sniper Cactus" muncul kaktus di sisi kakek Elsa, Kaktus-kaktus tersebut membakan duri hitam melasat menuju siluman beruang.


"Grass thorn" Rumput duri hitam menusuk telapak kaki beruang.


Graaaaaauuurrrtt..... raungan beruang menggema.


Ersen juga segera bertarung dengan para manusia serigala. Ersen memiliki tubuh dewa perang. Dia memiliki robot nano, namun dia tidak menggunakannya untuk pertahanan. Riki memang menyuruhnya bertarung tanpa bantuan nano karena hal itu akan memperlambat kultivasinya. Semakin sering tubuhnya mendapat tekanan, semakin cepat peningkatan tubuhnya.


Jadi saat ini Ersen bertarung dengan puluhan manusia serigala sendirian. Di kepalan tanganya sudah di lapisi aura.


Boommm... Booommm... Boommm.... Satu persatu tubuh manusia serigala terlempar dan mati. Manusia serigala memiliki insting yang kuat. Dia bisa merasakan jika Ersen bukan lawan mereka. Segera manusia serigala tersebut berbalik menjauhi Ersen. Ersen tidak tinggal diam, dia tidak ingin membiarkan manusia serigala tersebut melarikan diri.


Di sisi lain, Lucy benar benar di buat tak berkutik melawan Karl dan Elsa. Keduanya cepat dan kuat. Karl kuat dalam pertarungan darak dekat. Elsa sangat cepat dan bisa menguasai serangan jauh dan dekat.


Karl menghajar Lucy hingga rahangnya bergeser, Analisis nano sangat akurat, dia bisa melihat letak kelemahannya dengan tepat. Karl menghujamkan pukulan tepat di bawah jantung. Lucy segera terlempar dan memuntahkan darah. Belum pulih sepenuhnya, Elsa sudah muncul di bawah dan menghantamnya dengan tendangan yang telah di lapisi petir.


Boomm.... Lucy terhempas kembali ke atas. Karl melesatkan tendangan pisau angin yang sudah dilapisi aura. Lucy bergerak menghindari bahaya berharap bisa mengeluarkan prisai api. Namun harapannya siasia karena mana tidak mengalir ke formasi sihir yang ada di badannya. Lucy terlempar dan kehilangan sebelah tangannya.


"Bagaimana bisa?" Lucy terkejut.


"Tidak ada yang sempurna, Semua memiliki kelemahan termasuk dirimu. Pukulanku sebelumnya bertujuan menutup aliran mana yang mengalir ke formasi sihir prisai api. Sekarang kamu sudah tidak bisa menggunakan sihir pelindung itu lagi." Ucap Karl


"Bajingan kalau begitu aku akan membunuhmu" Lucy mengamuk dan melesat cepat menuju Karl


"Kamu pikir kamu bisa pergi sesuka hati?" Ucap Elsa yang tiba-tiba muncul di samping Lucy dan menghantamnya dengan tinju petir.


Lucy terkapar di tanah dengan tenggorokan dipenuhi darah. Elsa menghilang dan berdiri di samping Lucy yang saat ini sudah tidak lagi memiliki tangan yang masih bisa berfungsi. Sebelah tangannya tampak menghitam setelah menahan serangan tinju petir Elsa.


*****


Seir menatap para tetua yang masih berusaha menahan siluman beruang. Seir mengangkat tongkatnya dan mulai musatkan sihirnya pada salah satu siluman beruang. Tanah yang sedang di pijak beruang tiba-tiba merosot dan berubah menjadi lumpur.


"Serahkan yang ini pada ku" Ucap Seir.


Tetua melihat Seir yang saat ini dalam mode warlock. Segera mereka mundur.


"Mud grave" Seratus meter dari tempat berdirinya siluman beruang berubah menjadi lumpur. Siluman beruang mencoba untuk lepas dari jeratan lumpur penghisap. Namun semakin dia bergerak, semakin cepat dia terhisap. Siluman beruang terus menerus mengamuk namun sihir yang di gunakan Seir sangat kuat.


"Tornado slice" Sebuah tornado mengelilingi siluman beruang. di dalam pusaran tornado, Tubuh siluman beruang tersayat-sayat hingga tubuhnya dipenuhi luka.


kembali ke sisi Elsa, dia menatap tajam Lucy yang saat ini terdiam tanpa expresi. "Terimalah kematian mu" Ucap Elsa.


"Nona Elsa mundur." Karl melemparkan bola hitam kecil ke tubuh Lucy.


Elsa yang ingin mundur tiba-tiba kakinya di tangkap. Ternyata dia masih bisa menggunakan tangannya dan dia ingin meledakan diri bersama Elsa.


"Hahhahha.... aku akan membawamu wisata ke neraka. Selamat menikmati ke...." Ucapan Lucy terhenti saat dia menyadari lonjakan mana di tubuhnya berhenti. Tusukan kaki laba-laba tersebut bertujuan menghentikan saluran mana dan memutus syaraf pengendali mana.


"Sepertinya silahkan dirimu pergi sendiri, maaf aku tidak ingin ikut dengan mu." Ucap Elsa yang sudah menumpuk petir pada salah satu kakinya.


Duaarrrr.... Kepala Lucy pecah berkeping-keping setelah di injak oleh Elsa.


Elsa menusuk tepat pada mana core di tubuh Lucy dan mengambil mana core tersebut. Elsa kemudian menghilang dan muncul di depan Karl.


"Apakah kamu pemimpin silver face?" Tanya Elsa


"Benar" jawab Karl


"Apa kamu guru mereka?" Tanya Elsa lagi


"Bagaimana mungkin aku bisa di sejajarkan dengan guru." Ucap Karl, dia mengerti seharusnya Elsa sedang mencari tahu Riki.


"Lalu siapa guru mu?" tanya Elsa.


"Guru? Dia orang yang kamu cintai" Ucap Karl kemudian pergi membantu yang lain.


Elsa yang baru akan kembali pada pertempuran tiba-tiba merasakan adanya lonjakan mana dari bawah tanah.


"Semuanya keluar dari rumah!" Elsa berteriak


"Rose unit Segera pasang pagar pelindung." Segera 20 orang anggota rose unit membentuk pelindung.


Boooommmm..... Ledakan dasyat menghancurkan sebagian bangunan kediaman Douz.


Karl memandang salah satu anggota Rose unit yang terluka parah. Karl bergegas melesat menuju wanita yang saat ini menderita luka terparah. Wanita itu adalah Lady 1 atau nama aslinya Mily Brown. Anggota Rose unit yang lain juga segera menghampir wanita itu. Bagi mereka Lady 1 adalah kakak yang selalu menjaga mereka.


Karl memeluk Mily yang tetap tersenyum meskipun saat ini kondisinya sangat mengenaskan karena kedua kakinya putus. Dia mendorong adik-adiknya saat prisai pelindung mulai retak.


Karl sangat menyesal, seharusnya dia tidak membawa Mily ke medan perang. Seorang healer datang untuk menyembuhkan luka-lukanya. Karl juga memberikan sebuah pil buatan Riki kemudian segera berdiri menatap kearah sumber ledakan.


"Bawa Lady 1 pergi." Perintah Karl karena dia merasakan tekanan mana yang sangat gelap.


"Hahahha...., aku tidak menyangka kalian bisa bertahan sampai sejauh ini." Ucap Reilin.


Percikan petir berkumpul di samping Karl kemudian membentuk tubuh Elsa. Saat ledakan terjadi dia merasakan mana kegelapan yang pekat. Seir juga perlahan turun dari langit. Dia baru saja memenjarakan para siluman beruang. Namun dia merasakan mana kegelapan yang kuat. Saat terjadi ledakan Seir bergegas menuju sumber ledakan.


Tidak lama setelah itu Ersen juga datang dan bergabung dengan yang lainnya. Dia bisa merasakan musuh di depannya sangat kuat.


Di sisi lain Riki dan Alice mengerutkan kening. Dia tahu bahaya kali ini sulit untuk ditangani oleh Karl ataupun penyihir biasa. Karena musuh saat ini setara dengan jendral dark planet.


Riki pernah menghadapi penyihir sejenis di kehidupan sebelumnya. Penyihir dengan 4 elemen utama dan di dukung elemen kegelapan. Mereka adalah Dark Megician. Riki hanya bisa berharap bisa datang tepat waktu.