System, I Don'T Wanna Be Last Human

System, I Don'T Wanna Be Last Human
Hanya satu cara yaitu MATI



Api hitam membara menimbulkan panas yang menyengat. Api yang bahkan bisa membakar api. Alice yang merupakan pemilik planet vertu menggerakan oksigen yang menjadi bahan bakar api menjauh.


"Hahahah...., kamu pikir dengan menghilangkan bahan pendukung api akan mempengaruhi Api milikku? Kamu masih saja bodoh, Bing Lan." Ucap Bai Fang. Beberapa kepala naga langsung menyerang Riki dan kedua istrinya.


Riki langsung menggerakan tangan-tangannya dan beberapa lubang hitam menyedot api hitam. Naga-naga yang menyerang mereka perlahan hilang.


"Menarik... menarik... Sedari awal aku tidak memandang dirimu. Aku tidak menyangka ada orang yang hampir mencapai tingkatan sage dan mampu menguasai sihir kekosongan. Tapi itu saja belum cukup untuk mengalahkanku." Ucap Bai Fang


Bai Fang menembakan api hitam dari jarinya menuju gerbang void. Seketika gerbang tersebut hancur. Dia memandang petir yang turun dari langit yang turun dengan cepat menuju dirinya. Bai Fang melindungi tangannya dengan api hitam dan menangkap petir milik Elsa.


"Mainan kecil ini berpikir bisa melukaiku?" Bai Fang teraenyum meremehkan dan meremas petir hingga petir hancur.


"Apa kalian masih memiliki mainan yang lebih menarik? Jika masih ada, cepat keluarkan sebelum giliranku menyerang." Ucap Bai Fang yang masih terlihat santai.


Riki segera menghubungi Alice dan Elsa untuk mengulur waktu. Sementara Riki melakukan beberapa persiapan untuk membuka gerbang segel. Dia harus menyegel kultivasinya saat mencapai tahap suci agar tidak terkena siksaan petir surgawi saat di planet Z2.


Meskipun kultivasi suci saja belum bisa untuk mengalahkan seorang sage. Riki menarik napas dan berkonsentrasi membuka 5 segel diri. Gerbang Qi terbuka lebar, sirkulasi Qi juga menjadi lebih lancar dan berputar dengan cepat.


Bai Fang merasakan tekanan yang keluar dari Riki. Dia menatap Riki dengan tajam dan kemudian menoleh kearah kanannya.


Boommm.... Bai Fang mundur beberapa langkah. Bai Fang terkejut karena pukulan Riki berhasil membuatnya mundur beberapa langkah. Awalnya dia hanya waspada pada Alice yang memang bisa dia rasakan sudah ada di tahap suci.


Alice mengeluarkan pedangnya, saat melihat Riki juga mengeluarkan pedang. Riki memandang Elsa dan melemparkan sebuah tongkat kecil padanya. Saat Elsa memegang tongkat tersebut, segera tongkat berubah kebentuk aslinya dan aura phoenix petir miliknya membentuk jubah penyihir.


Bai Fang menatap Riki tajam. Aura membunuh yang pekat terpancar. "Apa hubunganmu dengan bajingan Gree Horld?" Tanya Bai Fang


"Aku adalah menantunya." Ucap Riki


"Hahahaha.... Pantas saja si dingin Bing Lan itu tidak terkejut melihatku. Berarti dia adalah putrinya Bing Lan dan kamu adalah suaminya." Ucap Bai Fang memandangi ketiga orang di depannya.


"Baguslah jika kamu sudah paham." Ucap Alice dengan dingin sambil menyapukan sabetan pedang.


"Kalau begitu aku tidak akan main-main lagi. Gree Horld.... Aku bersumpah akan membunuh semua keturunanmu." Ucap Bai Fang dan segera api hitam menahan serangan pedang milik Alice.


Bai Fang menghilang dan akan menyerang Alice. Kecepatan gerakan Bai Fang sangat cepat, Alice juga mencoba menghindari serangan tersebut namun terlihat lambat. Saat Serangan itu hampir mengenai Alice. Sebuah lubang hitam melindungi Alice dan Kikatan petir keluar dari lubang hitam tersebut.


Duarrrr.... Petir mengenai Bai Fang namun Tampak Bai Fang tidak terluka sedikitpun. Meski tidak terluka, petir tersebut berhasil membuat konsentrasinya terganggu. Riki memanfaatkan hal itu untuk menyerang Bai Fang.


Sebuah pedang raksasa menebas kearah Bai Fang. Bai Fang menciptakan lingkaran api di sekitar tempatnya berpijak. Dari lingkaran api keluar pedang raksasa dan menahan serangan Riki.


Booommm.... ledakan akibat bentrokan 3 serangan tercipta hingga menimbulakan gelombang kejut yang besar. Riki sudah mencul di samping Bai Fang dan melesatkan serangan. Bai Fang mencoba menahan serangan Riki namun udara di sekitarnya seperti menahan pergerakannya.


Terlihat Alice memerintahkan laut di Bai Fang untuk mengikatnya.


Kilatan terlempar dari tongkat sihir Elsa menuju awan. lingkaran sihir terbentuk diatas awan. Awan menjadi hitam dan bergejolak. Kilatan emas turun dengan cepat dan menghantam Bai Fang. Bai Fang masih terkejut serangan petir dari Elsa bisa menyakiti dirinya.


Bai Fang berbalik dan bersiap menahan serangan pedang dari Riki. Bai Fang terlempar dan menyemprotkan darah. Tapi Bai Fang tiba-tiba tersenyum dan luka-lukanya pulih dengan cepat.


Riki memandang Elsa dan segera bergerak menuju Elsa. Riki bisa menyadari Bai Fang yang terlihat terluka sebenarnya hanya bayangan. Dan tubub aslinya saat ini sudah siap menyerang Elsa.


"Yang terlemah yang akan mati lebih dulu." Ucap Bai Fang yang muncul secara tiba-tiba dan membentuk tombak api dan melesat cepat menuju Elsa.


Elsa segera membentuk perisai petir untuk menahan serangan Bai Fang. Perisai petir, tidak mampu menahanya dan berhasil menembus pertahanan Elsa. Elsa memuntahkan seteguk darah dan pasrah jika harus mati.


Elsa merasakan bahaya namun sudah tidak bisa menghindar. Untungnya Riki tiba tepat waktu dan berhasil mengubah arah serangan Bai Fang. Riki belum sepenuhnya siap saat Meteor hitam menghantam Riki hingga terlempar hingga ke dasar samudra.


Bai Fang ingin lenjut membunuh Elsa namun Elsa sudah berhasil di pindahkan oleh Alice. Alice yang menghadapi Bai Fang menggunakan aura dunia san menembakan serangan dasyat. Bai Fang terkejut Alice mengambil pilihan itu, karena hal itu akan mempengaruhi kehidupan mahluk yang ada di planet tersebut.


Bai Fang tidak bisa menahan serangan tersebut namun tetap saja dia harus kehilangan sebelah lengannya. Bai Fang benar-benar marah dengan ulah Alice. Segera api hitam keluar dari tubuhnya dan membentuk tangan berwarna hitam.


Dia segera menyerang Alice, namun tidak semudah itu untuk mengalahkan seorang pemilik planet. Alice bisa mengendalikan gafitasi dan semua hukum yang ada di planet vertu. Meskipun dengan kekuatannya setidaknya Bai Fang juga tidak akan bisa berbuat lebih buruk pada Alice.


Karena merasa tidak bisa membunuh Alice, Bai Fang akhitnya mengincar Riki. Riki yang baru saja keluar dari dalam samudra langsung menerima serangan kejutan. Riki hanya bisa bertahan. Riki sudah kehabisan tenaga, Alice juga sudah kelelahan setelah menggunakan energi dunia. Pertarungan Riki dan Bai Fang sampai pada sebuah pulau kecil. Riki di hajar habis-habisan. Bai Fang sengaja ingin menyiksa Riki sebelum membunuhnya.


Bai Fang menatap Riki merendahkan. "Aku pikir kalian bisa memberiku kejutan yang berarti. Tapi aku kecewa, ternyata kamu hanya sampah yang tidak bisa melindungi wanitamu. Setelah kamu mati, aku akan memastikan untuk menikmati mereka lalu setelah bosan aku akan meletakan kepala mereka di bawah tangga. Hahahaha...." Bai Fang tertawa penub kemenangan.


Bai Fang merapalkan sihir kemudian, api berbentuk duri mesat cepat menuju Riki yang sedang tergeletak tak berdaya. Saat duri-duri hitam itu hampir menusuk Riki, tiba-tiba sihir tersebut lenyap.


Bai Fang terkejut karena ada seseorang yang bisa membatalkan sihirnya. Dia menatap seseorang yang sedang menatapnya. Rasa takut menjalar di sekujur tubuhnya. Bai Fang menembakan sihir menyerang pria tersebut. Dan sekali lagi sihir yang dia gunakan menghilang.


Bai Fang mencoba mengeluarkan sihir terkuatnya. Lingkaran sihir terbentuk dan segera energi hitam pekat siap di tembakan.


Zzeeetttt.


Sihir kembali gagal,


"Siapa kamu?" Bai Fang bertanya dengan raut wajah ketakutan.


"Kin San" Ucap pria itu lalu menghilang dan sudah berada tepat di depan Bai Fang.


Tangan Kin San sudah menancap tepat di dada Bai Fang dan menggenggam mana core milik Bai Fang.


"Kamu sudah terkontaminasi benih kegelapan Hanya ada satu cara untuk menyelamatkanmu yaitu MATI." Ucap Kin San mencabut mana core Bai Fang.