
"Apa!! En, sudah sudah seminggu meninggalkan Bakery" Aku tersentak, aku baru pulang dari perjalanan bisnisku ke Hongkong dan di sambut dengan berita bodoh seperti ini. Padahal baru tadi pagi aku mengobrol dengannya di telepon, dan dia tidak menceritakan apapun. Aku benar-benar takjub dengan sikapnya yang tak pernah ku duga.
"Bukan hanya itu Sunbae, gadis itu bahkan juga meninggalkan apartemennya, dan sekarang tinggal bersama Cha ok" Dong sik melanjutkan laporannya. Aku hampir di buat gila oleh semua ulah gadis bodoh ini, tak tau kah dia berapa banyak beban yang kini tengah ku tanggung. Haruskah ia menambahnya lagi?
Aku mendesah kesal, sambil membolak-balik berkas yang ada di atas meja tanpa membacanya lebih dulu. "Mian Sunbae, aku juga mendapat kabar. En pergi dan terkesan menjauh darimu setelah Soo he menemuinya dua minggu yang lalu"
Dengan sekali gerakan aku menghempaskan semua berkas yang ada di atas meja "Jadi ini ulah Soo he, apa sebenarnya yang di inginkan gadis itu?" gigiku terkatup rapat karena amarah, aku sangat yakin jika Soo he pasti mengatakan banyak hal, En bukan lah gadis yang bisa gampang berjalan mundur. Perlu alasan kuat sampai En mau meninggalkan Bakery dan semua fasilitas yang ku berikan.
"Mungkin sebaiknya kau menemui En dulu Sunbae. Setiap Malam ku dengar dia mengambil pekerjaan parttime di cafe yang berada di dekat apartemen lamanya." Aku mengibaskan tanganku "Aku akan menemui Soo he dulu" aku bangkit dari dudukku.
"Hyung, tolong kau dulu yang pergi menemui En" aku menghilang di balik pintu, menarik langkahku menuju basement dimana mobilku terparkir. Beberapa saat yang lalu aku melihat status terbaru SNS gadis itu, saat ini dia sedang berada di salon langganannya. Aku perlu pergi ke salon itu untuk menemuinya.
"Soo he, aku ada di restoran di depan salon langgananmu, cepat selesaikan urusanmu dan temui aku" aku mengiriminya pesan setelah mendapatkan tempat yang pas di restoran. Kini aku hanya tinggal menunggu, gadis itu selesai dengan semua perawatan kecantikannya.
Butuh waktu empat puluh lima menit, sampai akhirnya ia datang dan duduk di depanku "Ada apa? tidak biasanya kau bersikap romantis dengan menungguiku, melakukan treatment di salon" aku menggigit bibir bawahku, dan menarik nafas dalam-dalam mencoba mengatur emosi, agar aku tak lepas kendali nantinya.
" Apa kau menemui En?" gadis itu tersenyum sinis, satu tangannya mengibaskan rambutnya yang terurai sepanjang bahu. "Kau datang menemuiku, menungguku di sini hanya untuk menanyakan itu?" seorang pelayan restoran datang membawakan kopi yang tadi ku pesan, membuat percakapan ini terpaksa berhenti.
"Anda ingin memesan sesuatu?" pelayan itu menanyai Soo he
"Ya, beri aku segelas jus mentimun. Aku harap jus itu bisa menurunkan hipertensiku sekarang" Sahut Soo he, mencoba menyindirku. Dia menumpangkan kaki kirinya ke atas kaki kanannya. Melipat kedua tangannya di dada, melihatku dengan pandangan yang memuakkan.
"Untuk apa kau menemuinya?" kembali ku ajukan pertanyaan.
"Untuk mengambil bayaranku"
Bayaran?
Apa yang ia maksudkan?
"Aku membantumu mengundurkan tanggal pernikahan kita, jadi kau harus membayarku"
"Kau sudah merencanakan ini dengan baik" suaraku terdengar serak.
"Hanya ini yang bisa ku lakukan agar gadis itu tak terus menempel padamu"
"Kang chul Oppa gadis tamak itu tak pantas untukmu"
"Kau berlebihan Soo he, ini sudah keterlaluan" Cangkir kopi yang baru saja di sajikan di atas meja, tanpa sengaja menjadi pelampiasan amarahku. Cangkir itu terhempas kelantai, terbelah menjadi dua mengalirkan espresso panas yang belum sempat ku minum.
Soo he tertawa dengan nada yang membuatku bergidik ngeri "Kau bilang akan berusaha mencintaiku?" kembali ia tertawa
Seluruh pengunjung restoran ini, diam-diam mulai memperhatikan kami "Aku tak ingin berdebat lebih banyak denganmu, kau harus ingat. Apapun yang akan terjadi, pada akhirnya mau tidak mau, suka atau tidak suka. Kau harus menikah denganku"
"Apa kau serius Soo he?" mataku tajam menusuk lurus ke arah mata Soo he. "Sejak aku memilih untuk mencintaimu. Aku selalu serius pada setiap tindakan yang ku ambil" aku menggebrak meja dengan keras, membiarkan semua mata mengalihkan padangannya padaku.
"Aku tau, seperti apapun usahaku. Aku tidak akan bisa menghindar untuk menikah denganmu. Tapi... ku pastikan kau tak akan bahagia karena menikah denganku" dia tertawa dengan keras, memasang wajah menakutkan. Wajah itu aku tak mengenalinya sama sekali. Lima belas tahun mengenalnya, baru kali ini aku melihat wajah itu.
"Tidak bahagia kau bilang?"
"Kau harus tau Oppa, dalam pernikahan itu kelak, ku pastikan bukan cuma aku yang tidak akan bahagia. Ku pastikan kau juga tidak akan bahagia"
Aku menatapnya tak percaya, gadis lucu dan lugu yang dulu seperti kapas kecil yang selalu ingin ku lindungi. Bisa berubah menjadi penyihir berdarah dingin.
"Janda itu cukup punya harga diri dengan pergi meninggalkanmu. Oh, mungkin bukan harga diri, tapi dia telah menemukan tempat bergantung yang baru"
"Apa maksudmu Soo he''
"Periksa Newspath, kau akan mendapatkan jawabannya" Soo he berdiri, menggantungkan tasnya ke lengannya. Kemuadian melenggang pergi.
Begitu Soo he keluar dari restoran, aku mengambil ponselku dan mulai membuka situs Newspath. Selama ini aku paling membenci situs ini, tapi untuk menjawab semua rasa penasaranku terpaksa aku membuka situs ini. Judul berita utama yang aku baca, cukup membuat darahku berdesir dengan cepat.
"Gadis Indonesia rayu Kang tae jon Blue, ribuan Blueshaw kecewa"
Di artikel itu aku melihat foto En, meskipun wajahnya di blurr tapi aku yakin jika dia En. Dia memakai Hanbok dan terlihat begitu menawan. Di foto itu ia tampak berjalan sambil bergandengan tangan dengan Tae jon, di Namsanggol Hanok Village.
Mereka sudah sedekat ini?
Apa mereka sedang pergi berkencan?
Sejak kapan mereka jadi begitu dekat?
Harusnya aku merasakan hal yang ganjil, saat melihat dia dan aktor itu pergi berlibur ke pulau Jeju. Hubungan En dan aktor itu bukan lagi sekedar hubungan antara fans dan idola. mereka memiliki ikatan lebih dari itu.
Appo (sakit)?
Nae, hatiku terasa sakit.
Ani~ Mereka tidak seperti itu? mereka pasti hanya kebetulan bertemu, lalu En dengan penuh antusias menyapa Tae jon. Lalu Newspath membual dan membuat berita bodoh. Sudah biasakan media membuat berita menyudutkan. En pasti sekarang di caci oleh Fans Tae jon, aku sangat tau para Fans sangat benci jika idol mereka berkencan dengan orang biasa.
Anehnya, aku lebih percaya pada pendapat pertamaku, meskipun hatiku terus mencoba menyangkalnya. Mereka pasti memiliki hubungan khusus di belakangku.