
Hari ini lebih dingin dari hari-hari sebelumnya. Sejak kencan di taman hiburan aku tak pernah lagi bertemu Sea ok. Apa dia begitu sibuk di rumah sakit? Dia bahkan mengembalikan dompet dan ponselku, melalui jasa pengiriman. Mungkin ada baiknya aku pergi mengunjunginya ke rumah sakit. Aku akan memasak sup ayam yang lezat dan membawanya ke rumah sakit, Sea ok pasti tidak makan dengan baik selama ini.
In ha, setelah pertengkaran kami, dia tidak pernah muncul lagi untuk bekerja. Mungkin ia sudah bosan dan lelah berurusan denganku terus. Jujur semua itu membuatku tidak enak pada Hyung si kaleng sarden hitam, bahkan Hyung jarang mengunjungi Bakery. Ahh.. bisa saja dia sekarang sedang sibuk membantu semua pekerjaan Kang chul.
Kang chul? sudah hampir seminggu aku juga tidak pernah bertemu dengannya. Bahkan ponselnya pun tidak aktif, apa yang terjadi padanya? andai saja Hyung masih sering datang ke tempat ini. Aku pasti bisa bertanya padanya perihal keadaan Kang chul.
Hari-hariku terasa hampa tanpa kehadiran dan canda tawa dari Kang chul dan Sea ok. Beberapa hari ini aku seperti sedang berpuasa ketawa, bibirku terasa kaku. Uhh.. aku merindukan mereka.
"Apa yang kau masak En?." Yoo bi membuka tutup panciku yang mengebul "Ini sejenis sup ayam ya." dia menatapku
"Ya kami menyebutnya sup ayam." sahutku
"Dengan campuran kentang, wortel dan gubis?" tanyanya lagi
"Ya, seperti itu lah cara kami memasak sup ayam di negeriku. Hmm, lebih tepatnya di kotaku. Karena di setiap pulau di negeriku, memiliki cara berbeda untuk memasak sup ayam." aku menata nasi ke dalam wadah.
"Kau memasak ini untuk Sunbae?," tanyanya berhati-hati
"Sebenarnya bukan, aku memasak ini untuk seorang teman. Hmm, mungkin aku juga bisa mampir ke kantor Oppa dan memberinya sup ayam ini juga."
Sudah siap..
Sekarang aku akan pergi ke rumah sakit Haesung tempat Sea ok bekerja, kemudian pergi ke kantor Kang chul. Aku sudah menitipkan kunci Bakery pada Cha ok, dia nanti yang akan menutup dan mengunci pintu Bakery.
Aku mencoba menghubungi Sea ok tapi tidak di angkat. Tuhan, apa semua orang sedang sangat sibuk hingga mereka tidak bisa mengangkat telpon dariku.
Aku hanya mampu menoleh ke kanan dan kiri meski kini aku sudah berada di lobi rumah sakit. Dimana Mr. setengah dokter itu? apa aku harus bertanya? tapi harus bertanya pada siapa?
Ada seorang gadis melintas di depanku. Dia memakai jas putih layaknya seorang dokter, tapi matanya sembab seakan dia begadang selama satu bulan. Ada kantong mata hitam menghiasi wajahnya. "Permisi.." sapaku, dia berhenti dan menatapku.
"Mian, apa anda mengenal Sea ok. Choi sea ok, dia residen tahun kedua di rumah sakit ini?." gadis itu tidak langsung menjawab pertanyaanku, dia justru melihatku dari atas kebawah, dari bawah ke atas. "Kau?" telunjuknya menunjuk dadaku "Manager Bakery itu? " dia mengenaliku, tapi aku merasa tidak memiliki pelanggan seperti dia.
"Nee, saya En." aku mengulurkan tanganku, dia menyambut tanganku dengan antusias "Eun sung namaku Eun sung, aku sangat mengenal dia dan dia...."
"Jika suatu saat dugaanku benar, dan En datang mencariku ke rumah sakit ini. Katakan lah aku sedang membantu dokter di ruang operasi atau katakan lah sesuatu yang masuk akal Sunbae, jebal." Eun sung teringat akan pesan Sea ok, anak dungu itu sedang berusaha menghindari manager Bakery ini.
"Dia sedang membantu dokter melakukan operasi" aku mengeryitkan keningku "Operasi?bukankah dia baru di tahun kedua. Aku sering menonton drama tentang medis, di sana aku pernah melihat adegan kalau residen tahun kedua masih belum boleh ikut operasi"
Sudahlah, mungkin aku memang tidak di takdirkan bertemu Sea ok hari ini. "Aku bisa minta tolong."
" Ya, katakan saja. Selagi aku mampu pasti akan ku bantu." dia tersenyum lebar, aku menyerahkan sup ayam itu pada Eun sung "Aku memasak sup ayam untuk Sea ok, ku pikir karena sibuk dan rajin bekerja Sea ok pasti tidak makan dengan baik. Tolong berikan ini padanya dulu dia pernah merengek memintaku memasakkan sesuatu untuknya. Jadi aku membuatkan ini untuknya."
"Baiklah Unnie, aku akan memberikan ini pada Sea ok."
"Gomawo Eun sung. Aku memasak banyak jadi kalian bisa memakannya bersama." aku tersenyum dan pamit untuk pergi. Eun sung melambaikan tangannya padaku saat aku keluar dari pintu rumah sakit.
********
"Hei, Sea ok lihatlah ini." Eun sung masuk dan langsung menata sesuatu di atas meja, seperti sebuah sup dan nasi. "Daebak, kau menraktir kami Sunbae?." Tae oh mengambil posisi ke dekat meja, ia hendak mengambil sepotong daging ayam tapi buru-buru Eun sung memukul tangannya.
"Ini bukan milik kita bodoh" Tae oh mengelus punggung tangannya. "Kalau ini bukan milik kita, kenapa kau menatanya di meja? ini membuat liurku turun." Tae oh terlihat kesal
"Ini milik Sea ok, tapi kata manager Bakery kita juga boleh makan. Dia memberi porsi yang besar untuk di makan bersama." aku tersentak dan bangkit dari tempat tidurku "Dia kemari? dia datang ke rumah sakit ini?," tanyaku cepat
"Ya dia datang kemari untuk mengantar sup ayam ini padamu, dia bilang karena sibuk bekerja kau pasti tidak makan dengan baik. Wahh, dia sangat mengkhawatirkanmu." Eun sung mengambil tiga mangkuk bersih dan memasukkan nasi ke dalamnya.
"Sunbae, kenapa kau tidak memanggilku saat dia datang," teriakku mendadak.
"Aish, kau mengagetkanku saja" Eun sung balik berteriak "Bodoh, bukannya kau sendiri yang merengek kepadaku. Kau minta supaya aku mengatakan kau berada di ruang operasi atau apalah itu agar ia pergi." aku menelan ludahku, aku memang bodoh.
" Aku hampir pingsan saat dia bertanya apa residen tahun kedua sudah bisa ikut ke ruang operasi."
"Lalu kau menjawab apa Sunbae?." Tae oh tampak penasaran
"Aku bilang saja si bodoh ini dapat kartu kesempatan karena rajin bekerja dan boleh ikut dalam satu kali operasi."
"Ayo kita makan, aku sudah lapar," ajak Eun sung
"Andwe.. ini milikku. Kalian tidak boleh ikut makan." ku ambil semua sup yang ada di meja, memasukkannya ke dalam wadah. "Aku akan menaruh ini di kulkas, memanaskan sedikit demi sedikit saat aku makan. Sup ini akan ku makan selama seribu tahun."
"Jangan ada yang berani menyentuh sup ayamku, arraseo (Mengerti)?." aku bergegas melangkah pergi meninggalkan Eun sung dan Tae oh yang saling berpandangan dengan ekspresi bingung.