
Hari ini Tae jon akan terbang menuju negeriku, negeri hijauku yang indah. Negeri yang selalu ku rindukan, semoga semua rasa rinduku tersampaikan melalui semua lagu-lagu yang akan di nyanyikan oleh Blue. Aku bersiap untuk mencari tempat tinggal baru, aku memutuskan untuk segera pindah dari apartemen ini. Hari ini juga aku akan berpamitan dengan para rekan kerjaku di Bakery. Aku sudah mendapatkan beberapa pekerjaan baru melalui internet.
Dari pukul tujuh pagi sampai pukul dua belas siang aku akan bekerja di sebuah restoran bulgogi. Lalu dari pukul setengah satu siang sampai pukul tujuh malam aku bekerja di sebuah toserba. Pada pukul delapan malam aku akan bekerja sebagai pencuci piring di sebuah cafe. Semua pekerjaan itu memberiku libur pada hari minggu. Liburku itu bisa aku gunakan untuk bekerja di taman hiburan.
Sekarang aku hanya perlu mencari tempat tinggal baru. Jam dinding sudah menunjukan pukul sepuluh pagi, aku melihat Bakery sudah di padati oleh pelanggan. Para karyawan tampak sibuk melayani pelanggan. Ku tarik koperku masuk "En, apa kau ingin pergi berlibur lagi?" Hwang jung menghampiriku dan membantuku membawa koper masuk ke dalam.
"Ani~ aku akan pindah"
"Kau akan pulang ke negerimu?" raut wajah Hwang jung berubah seketika.
"Hei, jangan berpikir seperti itu. Aku hanya akan pindah rumah saja, aku juga akan berhenti bekerja"
"Jinjja?" matanya terbelalak, dan beberapa detik kemudian ia berlari pergi.
Tidak perlu waktu lama, tanda close tergantung di pintu Bakery. Semua karyawan sekarang berkumpul di hadapanku dengan tatapan mata yang penuh selidik dan pertanyaan.
Hwang jung, kurasa aku perlu menyumpal mulutnya tadi. Kini kegiatan Bakery berhenti total dan mereka menunggu jawaban dariku. Pasti si mulut besar Jung, sudah memberi tahu pada mereka semua kalau aku akan berhenti bekerja.
"Oke, dengarkan aku" kataku pada semua orang yang kini tengah serius menatapku "Dulu tunangan Kang chul oppa datang mencariku, apa kalian ingat?" setelah saling memandang, kemudian mereka mengangguk bersamaan.
"Dia memintaku untuk pergi dari apartemen, juga berhenti bekerja di sini"
Cha ok mengangkat satu tangannya, meminta izin untuk mengajukan pertanyaan, aku mengangguk tanda memberi izin.
"Hanya karena gadis itu memintamu pergi, kau langsung pergi begitu saja. Kau seperti bukan En yang selama ini kami kenal" serempak yang lain mengiyakan omongan Cha ok.
Mau tak mau aku menceritakan semua secara terperinci, tentang Presdir Kang siwon juga tentang gadis bermata kucing itu. Pada akhirnya mereka paham, jika keputusanku untuk pergi adalah semata-mata untuk melindungi Kang chul.
"Jika kau keluar dari apartemenmu , kau akan tinggal dimana?" kami berkumpul seakan sedang melakukan konfrensi meja bundar.
"Aku belum mendapat tempat tinggal baru, tapi aku sudah mendapatkan beberapa pekerjaan baru"
"Kau tidak bisa berfikir ulang Noona" Ha sung angkat bicara
"Aku sudah memutuskan dan keputusanku tidak bisa di ganggu gugat" aku mengedarkan pandanganku, memandang para rekan kerjaku bergantian.
"Tapi aku rasa kau dan Sunbae tidak memiliki hubungan seperti yang di takutkan oleh tunangannya itu, bukankah rumormu bukan dengan Kang chul.." dengan cepat Hwang jung menjitak kepala Ha sung, sementara yang lain berebut menutup mulut Ha sung.
"Ada apa dengan kalian? ada rumor apa? tolong beritahu aku?" semua orang jadi salah tingkah dan saling bertukar pandang.
Aku memfokuskan pandanganku pada Yoo bi, gadis muda itu pasti akan memberi tahuku "Yoo bi beritahu aku?" ku lihat Yoo bi menatap ke arah Cha ok, dan Cha ok menggelengkan kepalanya memberi isyarat agar Yoo bi tak menjawab.
"Jangan memandang ke arah Cha ok, Yoo bi. Tatap aku dan beritahu ada rumor apa?" Bola mata Yoo bi seperti kebingungan, segera aku bangkit dan memegang pundaknya.
"Hmm... di sosial media sekarang sedang ada rumor skandal antara kau dan Tae jon" aku tidak terkejut sedikit pun, bahkan aku sudah menduga ini saat kami berada di Namsangaol Hanok Village saat menonton Samulnori. Ada yang terus memotret gerak-gerik kami di sana. Bahkan saat Tae jon mengantarku sampai halaman apartemen aku masih merasa ada yang membuntuti kami.
"Bagaimana tanggapan para Kornet? apakah begitu buruk" sekali lagi semua hanya membisu "Jawab aku" kesabaranku mulai terkikis, hingga nada suaraku menjadi sedikit lebih tinggi. Padahal aku tau mereka tidak punya salah padaku "Rumor itu mengatakan kalau kau"
"Aku kenapa? lanjutkan Yoo bi?"
"Kau menggoda Tae jon, itu yang rumor itu katakan" Ha sung bicara dengan suara bergetar.
"Ada lagi? apa ada lagi isi rumor itu" mereka serempak menggeleng.
"Rumor itu tak menghina Tae jon kan?" Ha sung menggeleng, "Isi rumor itu terpaku padamu"
Aku mendorong kursi yang ku pakai lalu berdiri "Tak apa, i'm okay" aku menarik nafas dalam-dalam mencoba menenangkan hatiku.
"Ada yang bisa membantuku mendapat tempat tinggal baru?" sengaja aku mengalihkan topik pembicaraan. Cha ok berdiri, perlahan melangkah mendekatiku. Ia memelukku dengan hangat, sesaat aku hanyut dalam kehangatan persahabatan yang ia berikan.
"Kau bisa berbagi kamar denganku, kita akan membagi pembayaran sewa sehingga tidak akan menyulitkanmu"
Tapi entah kenapa aku justru menangis dalam pelukannya, aku hanya ingin melepas semua beban yang ada di hatiku sebelum aku benar-benar meninggalkan Bakery dan meninggalkan Kang chul.
"Gomawo Cha ok" ujarku di sela isak tangisku, Yoo bi mendekat dan ikut memelukku. Sementara yang lain memandang kami, dengan pandangan yang sulit ku jelaskan.
"Noona, ketika kau datang ketempat ini. Secara otomatis kau menjadi bagian dari kami. Jika kau terlalu lelah kau bisa berbagi bebanmu dengan kami" ku dengar ucapan bijak dari si pria kecil Ha sung. Lalu ia maju dan ikut memelukku.
Hingga akhirnya, Hwang jung dan Cha ok membantuku pindahan. Membawa barang-barangku dari apartemen ke rumah Cha ok. Sementara yang lain menjaga Bakery.
"Gaun-gaun ini apa akan kau tinggal En" tanya Cha ok saat ia memeriksa isi lemariku. Gaun yang bahkan belum pernah ku pakai. "Semua itu pemberian Oppa, membawa mereka bersamaku sama halnya dengan membawa semua kenangan Oppa. Aku takut jika nanti aku justru tak bisa melupakan Oppa" Cha ok menoleh ke arahku yang masih menata sepatu ke dalam tas.
"Kau.." ia tampak ragu melanjutkan kalimatnya
"Wae?" tanyaku penasaran.
"Mian, apa kau menyukai Sunbae nim?" aku tersentak, terkejut dan tak menyangka akan mendapatkan pertanyaan itu dari Cha ok.
"Aku tidak tahu" ucapku sambil menggeleng.
"Dan Tae jon? apa kau menyukainya?'' aku mengangguk pelan "Nae"
"Bukan suka karena dia idolamu, maksudku apa kau mencintainya" kembali aku tersentak, sampai detik ini aku masih belum bisa memahami, seperti apa sebenarnya perasaanku pada dua laki-laki itu.