
*****
(Waktu Berputar Kembali. Bab 29.)
"Pelan-pelan makannya nanti kamu keselek."
Lulu dengan perhatian membersihkan sisa makanan yang masih menempel di pipi Alex dengan tisu, ia juga terlihat biasa saja membersihkannya. Wajah Alex terlihat mulai merah ia juga tidak menyangka kenapa Lulu tiba-tiba perhatian dengannya di saat seperti ini.
Alex terus memandangi wajah Lulu yang terus berbicara dengannya, ia hanya fokus dengan wajah dan bibirnya yang terus bergerak-gerak itu. Bahkan suara Lulu yang sedang memperhatikannya tidak begitu terdengar lagi di telinga Alex. Ia hanya menatapnya bahwa ini hanyalah sebuah mimpi karena ia tahu bahwa Lulu sudah meninggal di depannya.
"Ih..apa yang kamu sedang pikirkan? Kenapa kamu tidak mendengarkanku."
Lulu terlihat kesal dan mendorong wajah Alex saat ia sedang membersihkan sisa makanannya tadi. Ia juga marah karena Alex tidak peduli dengan apa yang sedang ia katakan untuknya.
"Apa yang kamu katakan tadi?."
"Sebenarnya apa yang sedang terjadi kepadamu? Aku sudah banyak berbicara kepadamu tapi kamu tidak mendengarkannya sama sekali."
"Maafkan aku."
"Begitulah kamu, menyelesaikannya dengan hanya minta maaf saja."
"Maaf ya. Aku tadi sedikit kepikiran sesuatu jadi tidak mendengarkan perkataanmu lagi."
"Kata-katanya tidak bisa di ulang lagi."
"Baiklah kalau begitu."
Alex sudah terlihat tidak bersemangat lagi untuk berdebat, ia segera berdiri meninggalkan Lulu di meja makan pelanggan, ia bahkan tidak menoleh sedikitpun. Tiara terus melihat mereka dari kejauhan.
"Kamu pulang saja duluan, aku masih ingin berbicara dengan Tiara disini."
Lulu terlihat tidak sadar membuat hati Alex semakin sakit, ia tidak tahu kata-katanya tadi sudah memberikan jawaban kepada Alex bahwa ia tidak peduli sama sekali dengannya.
Alex hanya terdiam terdiri di depan tokonya, ia tahu ini hanyalah kenangan terakhirnya setelah itu ia memutuskan untuk meninggalkan Lulu untuk selamanya, ia juga sangat menyesal karena tidak berhasil menyelamatkan Lulu.
"Hiks..hiks!!."
Alex tidak bisa menahan air matanya dan terus menangis di depan toko, membuat semua orang melihatnya dan Lulu juga tidak tahu Alex belum juga pergi, malah menangis di depan toko.
Lulu mulai khawatir karena tidak biasanya kakaknya menangis seperti itu bahkan ia juga tidak tahu mengapa Alex tiba-tiba menangis di tempat umum.
"Kakak kenapa kamu menangis? Apa kita pulang saja?."
"Maafkan aku Lulu, aku sangat menyesal. Aku sudah sangat menyesal."
"Menyesal kenapa? Apa yang kamu perbuat?."
Lulu mulai bingung dengan apa yang di katakan oleh Alex, ia juga tidak tahu apa yang sebenarnya Alex lakukan sampai-sampai ia menangis dan meminta maaf kepadanya.
"Aku juga sebenarnya sangat mencintaimu lebih dari apapun, kalau itu bisa aku akan menikahimu secepatnya agar aku bisa memiliki kamu selamanya."
"Hah!!! A-apa yang ka-kamu katakan?."
Wajah Lulu mulai memerah karena malu setelah mendengar ucapan Alex yang sambil menangis duduk di depan toko. Alex bahkan tidak menoleh sedikitpun kebelakang saat mengatakan perasaannya itu.
"[Wah!! Wanita itu di lamar! Apakah wanita itu akan menerimanya?]."
Semua orang-orang mendengar ucapan Alex yang sedang melamar seorang wanita yang tepat berdiri di belakangnya. Lulu yang melihatnya tidak dapat berbicara lagi karena terlalu malu, ia segera menarik Alex dengan paksa untuk segera pulang ke rumah.
"Sampai jumpa lagi Lulu!."
Tiara terlihat senang melihat hubungan mereka akan bahagia, ia juga tersenyum melihat Alex yang belum menyadarinya bahwa ini bukanlah sebuah mimpi.
"Semoga kamu senang dengan hadiah ini."
Tiara terlihat sangat senang melihat tugasnya sudah selesai dan ia juga terlihat menghilang menjadi ribuan kunang-kunang.
--
"Apa yang sebenarnya yang kamu katakan tadi?."
"Hah? Apa kamu tidak dengar!! Aku sangat mencintaimu!! Apa telingamu itu tuli atau bagaimana?."
Alex sudah mulai kesal karena mimpi ini terus mempermainkan perasaannya seperti ini. Ia hanya ingin kembali terbangun dan ingin memakamkan Lulu secepatnya.
"Ehhh!!! Kenapa kamu marah seperti itu?."
"Argh!! A-aduh sakit?."
Alex terlihat begitu kesakitan karena di cubit oleh Lulu begitu sangat kencang di bagian pinggulnya, ia juga bingung kenapa rasa sakitnya begitu terasa sakit padahal ia tahu ini hanya dunia mimpi.
"Apa kamu mau aku menabrak sesuatu jika kamu terus mencubitku seperti ini?."
Alex masih bingung kenapa mimpi ini terasa sangat nyata dan terasa ia sedang mengulang masa lalunya sebelum pergi keluar negeri. Ia juga masih bingung dan ia juga senang jika terjebak selamanya di dunia mimpi ini.
--
"Wah kalian sudah pulang? Apa kalian sudah mak-?."
"Mamah aku ingin menikahi Lulu!."
"Hah??."
Ibu dan Lulu langsung kaget setelah mendengar ucapan Alex yang tiba-tiba. Ibunya juga segera menelepon ayahnya yang masih berada di kantor, ia tidak tahu mengapa Alex tiba-tiba berbicara seperti itu kepadanya.
"Sayang! Cepat pulang sekarang juga ada hal yang sangat mendesak!."
Ibunya terlihat begitu serius menelepon suaminya yang masih berada di kantor, ia juga tidak menyangka Alex terlihat begitu serius mengatakan sesuatu yang tidak ia sangka.
"Mah! Mungkin kakak Alex hanya bercanda!."
Lulu sedikit khawatir setelah melihat wajah ibunya yang begitu serius, ia sangat takut hubungan keluarganya ini benar-benar akan hancur karena kehadirannya.
"Aku serius mah! Aku sangat mencintai Lulu. Tolong restui kami secepatnya!."
"Kakak!! Apa yang kamu katakan itu!."
Lulu berusaha meyakinkan Alex agar tidak bermain-main dengan perkataannya. Ia sangat takut hubungan itu akan menghancurkan keluarganya saat ini.
--
"Papa pulang."
"Wah papa? Tolong yakinkan Alex agar tidak bercanda dengan urusannya seperti ini."
"Pah aku ingin menikahi Lulu!!."
"Wah bagus sekali! Papa sangat setuju."
"Hah??."
Lulu seketika terdiam kaku mendengar bahwa ayahnya merestui hubungan mereka untuk kejenjang yang lebih serius. Ibunya juga terlihat mendekati Lulu dan memeluknya dengan penuh kebahagiaan.
"Bruk!!."
"Haha..Kenapa kamu baru berani mengatakannya?."
Ayahnya Alex terlihat sedang memukul-mukul belakang Alex sedikit keras karena merasa bangga kepada anaknya yang sudah tumbuh dewasa. Alex juga masih bingung pukulan ayahnya sangat terasa sakit di tubuhnya.
"Besok kita akan melakukan upacara pernikahannya, lebih cepat lebih baik."
"(???)."
Lulu masih tidak dapat berkata-kata apapun, ia masih terlalu shock (kaget) karena hari di mana ia menantikan momen seperti ini akhirnya terwujud. Ia juga terlihat mulai menangis bahagia karena cintanya ini sudah ditakdirkan untuknya.
Keesokan paginya...
"Terima kasih kepada hadirin yang telah hadir ke acara pernikahan anak kami ini, semoga kalian menikmati jamuannya juga. Itu saja yang dapat kami sampaikan untuk tamu undangan yang sudah hadir."
Ayah dan ibunya terlihat bahagia sekarang. Alex dan Lulu dapat bersatu selamanya, mereka terlihat sangat senang duduk berdua di kursi pengantin saling memandang satu sama lain.
"Wah selamat untuk kalian ya! Baru tahu aku kalau kalian bukan saudara kandung."
"Terima kasih semuanya sudah mau datang ke acara pernikahan kami."
"Tenang saja? Kita inikan teman selamanya."
Semua teman-teman Lulu juga ikut bahagia. Mereka ikut berfoto bersama di hari kebahagiaan Alex dan Lulu. Terutama Alena, ia berusaha menerimanya karena cintanya tidak dapat ia miliki dan lebih memilih untuk ikut bahagia.
--
Malam pertama di kamar pengantin.
"Terima kasih sudah mengatakan semuanya."
"Apa yang kamu katakan? Ini adalah hari bahagia kita."
Terlihat Alex mulai memegang tangan Lulu sambil duduk di atas kasur pengantin. Ia juga sudah ingin mengeluarkan rasa cintanya kepada Lulu dan tidak akan menyimpannya lagi sendirian.
"Emmm..apa kamu janji tidak akan meninggalkan aku lagi."
"Tentu saja, aku juga sangat mencintai suamiku."
Alex mulai mendorong Lulu ke atas kasur untuk tidur bersama. Wajah Lulu juga mulai memerah karena ini adalah hari paling bahagianya seumur hidup yang pernah ia rasakan. Alex juga tidak bisa menahan cintanya lagi, ia berusaha untuk mengeluarkan semuanya untuk membuat Lulu bahagia.
Selesai...
Alex : Terima kasih telah mengikuti cerita kehidupanku yang penuh dengan rintangan, tapi aku hanya berpesan untuk semuanya, berbagai masalah pasti ada jalan keluarnya dan jangan mudah putus asa jika kamu sedang terjatuh, terus berjuang sampai menemukan kebahagiaan.
Jangan Lupa di Like, Subscribe, dan Share. Oh iya Vote-nya juga. Agar Author Semakin Semangat Updatenya. Terima Kasih Sudah Membaca Sampai Selesai Nantikan Novel Selanjutnya. Bye-bye :')