
"Mamah Lulu pulang. Kemana mama ya?."
Ia terus mencari mereka di seluruh rumah sampai ke halaman belakang. Tidak ada seorangpun di dalam rumah, setelah ia pergi keluar supir pribadi yang biasa mengantarkan ia pulang sekolah sudah tidak ada, ia sedikit bingung kenapa orang-orang tidak ada di rumah bahkan tidak ada yang memberi kabar juga.
Tapi Lulu terlihat biasa saja ia segera mengganti pakaian terlebih dulu, bahkan ia sedikit senang karena bisa sepuasnya santai di rumah karena tidak ada yang mengganggu istirahatnya. Ia terlihat bersenandung gembira berjalan menuju dapur.
Beberapa jam kemudian...
"Ehhh...kemana mereka pergi sih, sudah malam begini tidak ada yang nongol. Pasti ini rencananya Alex, aku yakin ini semua akal-akalan Alex untuk membalas karena aku sudah mengikat dia pagi tadi."
Ia sudah mulai bosan karena hanya sendirian di dalam rumah yang sangat besar. Ia juga sudah mulai takut karena belum ada kabar dari ibu atau pelayan rumah yang datang.
"Wussh."
Tiba-tiba semua lampu di rumah mati. Lulu yang berada di ruangan tamu sambil melihat TV, ia langsung kaget karena semua menjadi gelap gulita. Ia sedikit panik menggunakan senter ponselnya melihat sekitarnya. Ia juga berusaha berjalan menaiki tangga untuk sesegera mungkin masuk ke kamar.
"Tak..tak..tak.."
Suara langkah kaki terdengar jelas dari luar pintu rumah. Lulu yang sudah berada di atas tangga terlihat panik karena ia mengingat bahwa lupa mengunci pintunya. Tapi ia sangat takut untuk pergi ke sana.
"Wusst!!."
"Aaarrrghhh???."
Pintu rumah mendadak terbuka sendiri. Lulu panik karena melihat pintu itu sudah terbuka, ia segera berlari ke kamar karena takut dengan hantu, ia mengira bahwa yang sudah membuka pintu itu adalah hantu.
Ia segera mengunci kamar bahkan menggunakan meja belajarnya untuk menghalangi pintu kamarnya. Ia sangat takut sampai-sampai kakinya begitu gemetaran. Ia juga terlihat menutup mulutnya dengan kedua tangannya agar tidak terdengar apapun dari luar.
"Aku harus telepon mama atau kakak?."
"[Nomor yang anda tuju sedang sibuk, cobalah lain kali]."
Berulang kali Lulu memanggil ibunya dan Alex tapi semuanya sia-sia ponsel mereka tidak aktif sama sekali. Lulu hampir putus asa ia sangat sedih karena sangat merasa takut sendirian di kamar.
"Tak..tak..tak!!."
"(???)."
Suara langkah kaki itu sudah terdengar sangat jelas di telinga Lulu, langkah kaki yang berjalan menaiki tangga membuat ia sangat ketakutan karena langkah kaki itu semakin dekat dari kamarnya. Ia mencoba menutup telinganya agar tidak mendengar suara itu lagi.
"Wussh.."
Lampu tiba-tiba menyala. Lulu merasa sedikit tenang ia masih takut untuk membuka pintu kamarnya. Ia juga masih mengira hantu itu mungkin masih berada di dekat kamarnya ini.
"Ting..tong..ting.."
"Argh...!!."
Lulu kaget karena tiba-tiba ponselnya berbunyi. Ternyata ibunya yang menelpon Lulu. Ia sedikit senang akhirnya ponsel ibunya sudah kembali aktif.
"Lulu apa kamu baik-baik saja, kenapa kamu terdengar seperti terengah-engah."
Suara ibunya yang sedikit khawatir karena Lulu berada di rumah. Ia juga meminta maaf karena lupa untuk mengasih tau kepadanya. Lulu yang mendengarnya sedikit khawatir di mana ibunya saat ini.
"Ibu dimana sekarang?."
"Oh, mama berada di apartemen bersama papa disini. Tadi Alex juga disini, karena mama khawatir sama kamu jadi mama menyuruh dia pulang untuk menemanimu."
"Begitu ya mah. Tapi kakak belum pul-."
"Tit......"
Tiba-tiba panggilan ponselnya terputus. Lulu sedikit panik karena mengapa panggilannya terputus. Ia sangat merasa takut sekali karena di luar tidak ada siapa-siapa.
"Mungkin ini semua karena Alex, dia pasti merencanakan ini semua."
Lulu terpikirkan bahwa semua ini pasti ulah Alex yang ingin mengerjainya. Ia sudah bertekad untuk keluar dari kamar untuk mencari Alex karena sudah berani-beraninya mengerjainya.
"Awas kamu Alex!!."
Lulu hanya terlihat bingung karena di luar tidak ada siapa-siapa? Bahkan pintu yang tadi terbuka sudah tertutup lagi. Ia juga tidak lupa memeriksa kamar Alex mungkin kakaknya bersembunyi di dalam.
"Ketemu, kamu pasti-- tidak ada juga?."
Kamar Alex juga kosong, ia semakin ragu apa ini benar-benar di lakukan kakaknya atau tidak. Ia mencoba menuruni tangga untuk memastikan bahwa tidak ada siapa-siapa yang masuk kedalam rumah. Ia juga sudah bersedia membawa sapu untuk memukul kalau tiba-tiba ada yang berani mengejutkannya.
"Aku harus mengunci pintu dulu agar tidak siapa-siapa yang akan bisa masuk."
Lulu mencoba perlahan-lahan mendekati pintu, ia terlihat juga melihat-lihat kiri dan kanan untuk memastikan bahwa tidak ada siapa-siapa mengagetkannya. Ia sudah semakin dekat dengan pintu dan ingin meraih salah satu kunci pintunya.
"Wushh."
"Argh...??."
Lampu tiba-tiba mati lagi. Lulu langsung teriak karena kaget, ia segera menyalakan senter ponselnya untuk mencoba meraih kunci pintu lagi. Kali ini ia sudah bertekad untuk tidak takut untuk segera mengunci pintu itu namun.
"Tang..!!."
Salah satu barang di dekat ruang tamu terjatuh, membuat Lulu langsung berlari ketakutan menaiki tangga, ia juga segera mengunci kamarnya lagi, ia juga naik ke atas kasur dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Tak..tak..tak.."
Suara langkah kaki yang tiba-tiba berhenti di depan pintu kamarnya, membuat ia sedikit gemetaran, ia sangat yakin bahwa pintunya tadi sudah ia kunci.
"Tok..tok..tok.."
Ketukan pintu kamar terdengar sangat keras. Lulu dengan cepat menutupi telinganya dengan bantal agar tidak mendengar ketukan itu. Ia sangat takut bahkan air matanya sudah ingin keluar, ia juga memohon agar segera di tolong oleh siapapun.
"Kakak pulang, hei Lulu dimana kamu??."
Setelah mendengar suara Alex yang terdengar sudah datang, ia sangat bersemangat karena kakaknya sudah datang. Namun ia masih takut siapa yang masih berusaha membuka pintu kamarnya ini.
"Krik..krik.."
Gagang pintu yang bergerak-gerak mencoba berulang kali membuka. Lulu sangat takut padahal Alex sudah datang kenapa hantu ini tidak pergi juga.
"Lulu kamu dimana? Kakak lapar nih."
Suara Alex yang terdengar di ruangan tamu yang masih berusaha mencarinya. Lulu yang mendengarnya tidak berani menjawab karena orang atau hantu ini masih berada di balik pintu kamarnya itu.
"Kakak, aku didalam kamar!!."
Lulu langsung berteriak dengan sangat keras agar Alex bisa mendengarnya. Ia juga terlihat sudah berdiri di balik pintu kamarnya sambil memegangi sapu lantai yang ia bawa tadi dari ruang tamu.
"Tak..tak..tak.."
Langkah kaki itu terdengar menuju kamar Alex. Lulu yang mendengarnya sedikit takut. Ia juga belum berani keluar sebelum Alex sampai di depan kamarnya.
"Mengapa kamu di dalam kamar? Apa kamu terkunci dari luar atau bagaimana?."
Suara Alex sudah terdengar menaiki tangga. Lulu juga sudah sedikit berani membuka pintu kamarnya secara perlahan-lahan sambil mengintip di sela-sela pintu yang sedikit terbuka untuk memastikan di luar sudah aman.
"Kakak? Kamu dari mana saja?."
Lulu sedikit takut merangkul tangan Alex, ia juga terlihat memandangi pintu kamar Alex. Ia juga mencoba menunjuk-nunjuk ke pintu kamar. Alex yang melihatnya sedikit bingung apa yang sedang di lakukan Lulu dengan menunjuk-nunjuk pintu kamarnya itu.
"Ada apa dengan pintu kamarku?."
"Emmm..ada seseorang di dalam?."
"Yang benar saja? Aku akan memeriksanya?."
"Hati-hati mungkin maling atau hantu, kamu harus bawa ini?."
Lulu juga sedikit khawatir ia memberikan sapu yang di pegangnya kepada Alex. Ia juga mengikuti Alex dari belakang untuk melihat siapa yang berada di kamar Alex itu.
"Krik."
Alex sudah membuka pintu kamarnya. Ia juga terlihat biasa saja setelah memasukkan sebagian tubuhnya. Namun Lulu sedikit takut bukankah ia tadi mendengar langkah kaki seseorang itu menuju kamar ini.
"Argh..!!"
"Aaaaaaaa.."
Lulu langsung berteriak melihat Alex yang tiba-tiba termasuk kedalam kamarnya, ia juga sedikit gugup karena pintu itu tertutup kembali. Lulu juga mencoba sedikit mundur karena suara Alex tidak terdengar sama sekali di dalam.
"Kakak?? Apa kamu baik-baik saja?."
Ia mencoba memanggil Alex di dalam. Namun Alex belum juga terdengar menjawab panggilannya, ia sedikit perlahan-lahan melangkah mundur agar bisa secepatnya masuk kedalam kamarnya lagi.
"Tadah..!!."
"Argh..."
Lulu sangat kaget karena Alex tiba-tiba muncul untuk mengagetkannya, ia juga kesal karena Alex mencoba menakutinya. Alex hanya tertawa melihat Lulu yang begitu ketakutan.
"Tidak ada siapa-siapa kok di dalam sini?."
"Yang benar, padahal aku sudah mendengar suara itu masuk kedalam kamar ini?."
Lulu berjalan untuk memeriksanya apakah benar tidak ada siapa-siapa di dalam kamar. Ia juga sedikit bingung karena kamar Alex tidak ada seorangpun, ia juga menyuruh Alex untuk memeriksa di bawah kasurnya. Namun itu juga tidak ada, ia sangat kebingungan apakah itu benar-benar hantu.
"Wussh."
Tiba-tiba lampunya mati lagi. Lulu segera merangkul tangan Alex, ia memeganginya sangat erat. Alex hanya tersenyum dan membawanya menuruni tangga. Lulu sedikit khawatir kenapa Alex membawanya kebawah.
"Wussh."
"Happy birthday Lulu."
Ketika lampu menyala. Semua orang sudah berkumpul di bawah, termasuk ibu dan ayah mereka memegangi sebuah kue untuk merayakan ulang tahun Lulu yang ke-16 tahun.
"Hiks...hiks.."
Lulu langsung menangis karena mereka mempermainkannya seperti ini, ia juga sangat senang karena keluarganya saat ini mengingat hari ulang tahunnya.
"Siapa yang merencanakan ini?."
"Alex, dia yang ingin melakukan kejutan seperti ini."
"Kakak Alex!!!! Kamu benar-benar jahat."
"Hehe..ini pembalasan dendamku."
Lulu langsung memukuli Alex karena sudah sangat kesal sudah mempermainkannya seperti ini. Semua orang hanya tertawa melihat mereka yang sedang bertengkar. Ibunya tersenyum karena anak-anaknya sudah dewasa. Lulu yang melihat ibunya tersenyum langsung mendekat dan memeluknya. Ayahnya juga sangat bahagia kejutan ini sangat menakjubkan.
"Haha..!!."
Alex sangat merasa puas karena kali ini ia sudah menang meskipun beberapa kali saja. Ia sangat senang kehidupannya kini begitu menyenangkan dan memiliki keluarga yang sangat menyayanginya. Tawa dan canda terlihat sangat jelas di ruangan tamu sambil merayakan ulang tahun ke-16 Lulu.
Bersambung...
Jangan Lupa Di Like, Subscribe, dan Share. Agar Thor Semakin Semangat Updatenya.