Professor Reinkarnation

Professor Reinkarnation
Bab 10 Pertemanan



"Wah ternyata kamu orang kaya juga?."


Tiara sedikit terkejut karena melihat Lulu di jemput dengan sebuah mobil mewah berwarna hitam dengan supir pribadinya. Sebas langsung membukakan pintu mobil untuk Lulu.


"Tidak kok, ini semua hanya harta milik orang tuaku."


"Alice apa kamu di jemput juga?."


"Masih belum. Adikku masih di kelas jadi aku menunggunya dulu."


"Aku duluan ya. Lain kali kita ngobrol lagi."


"Dadah."


Lulu segera masuk kedalam mobil, ia juga tidak lupa melambaikan tangan kepada Alice dan Tiara yang masih berdiri di dekat pagar sekolah. Setelah Lulu jauh dari sana Alena akhirnya datang ia sedikit penasaran dengan siapa mereka melambaikan tangan itu.


"Dengan siapa kalian melambai?."


"Oh Alena. Kamu sudah selesai dengan tugasnya."


"Iya. Baru saja."


"Ah, Alena selalu dingin denganku."


Tiara masih mencoba merayu Alena yang masih dingin kepadanya. Padahal Tiara sudah lama kenal dengannya apa yang membuat Alena tidak mau berteman selain dengan Alice.


"Sudah-sudah lain kali lagi ngobrolnya, jemputan kami sudah datang."


Alena kurang suka di ajak bicara selain Alice. Ia hanya suka berbicara dengan kakaknya ketimbang dengan orang lain padahal teman-teman lainnya mereka sangat ingin berbicara dan berteman dengan Alena, namun sangat berlawanan dengan sifatnya itu membuat Alena sangat susah untuk di dekati.


"Maafkan saudariku ya. Dia memang seperti itu."


"Iya tidak apa-apa kok. Hati-hati dijalan ya."


Alice langsung berpamitan dengan Tiara teman akrabnya yang masih menunggu ayahnya menjemput juga. Tiara adalah teman akrab yang hanya hidup sederhana ia tinggal bersama ayahnya sedangkan ibunya bersama laki-laki lain. Orang tuanya bercerai ketika Tiara masih kecil, ibunya tidak mau merawat Tiara dan akhirnya ia di serahkan seutuhnya kepada ayahnya.


Beberapa menit kemudian...


"Maaf ayah terlambat menjemputmu. Tadi pekerjaan ayah belum selesai."


"Tidak apa-apa kok yah, ayo kita pulang."


Tiara sangat menyayangi ayahnya itu, ia berjanji setelah selesai sekolah nanti bisa membantu ekonomi keluarganya ini. ia adalah anak yang sangat berbakti dengan ayahnya namun tidak dengan ibunya. Ia sangat benci dengan ibunya yang sudah meninggalkan mereka demi laki-laki kaya.


Ayahnya hanya pekerja pembersih di sebuah perusahaan kecil di sebuah toko makanan. Ia bekerja dari pagi sampai sore, di siang hari ia di izinkan untuk pergi menjemput anaknya namun setelah selesai ia harus segera kembali lagi ke toko. Hanya pekerjaan itu ia miliki untuk keluarganya saat ini mencari sedikit penghasilan demi kehidupan mereka.


--


"Ayah berangkat kerja dulu."


"Ayah tidak makan dulu ke rumah?."


"Ayah sudah makan di toko tadi, kamu jaga rumah baik-baik ya."


Terlihat ayahnya menyentuh kepala Tiara, ia sangat menyayangi putri satu-satunya itu. Tiara adalah penyemangat dalam hidupnya ini. Tanpa Tiara mungkin kehidupannya sudah hancur setelah di tinggalkan oleh mantan istrinya.


"Hati-hati di jalan yah."


Tiara sangat senang bisa memiliki ayah yang begitu baik kepadanya, ia juga sangat ingin membantu ayahnya itu namun ia harus sekolah terlebih dulu agar ia bisa memiliki pekerjaan yang layak di masa depan nanti agar bisa merubah kehidupan keluarganya ini.


*****


Di sore hari...


"Sepertinya aku sudah lama tidak makan diluar."


Terlihat Alex menaruh sepedanya di depan sebuah toko makanan yang lumayan besar. Ia juga ingin menikmati suasana bagaimana rasanya makan di luar sesekali. Di kehidupannya dulu sangatlah sibuk, jangankan makan diluar, izin liburan saja sangat merepotkan untuk di urus.


"Wah wangi sekali tokonya. Lain kali aku akan membangun sebuah toko makanan juga." Gumamnya setelah memasuki toko itu.


"Silahkan duduk. Ini menu yang tersedia disini."


Salah satu pelayan wanita di sana memberikan buku menu untuk di pilih Alex. Ia juga sedikit naksir karena terpesona dengan ketampanan yang Alex miliki. Ia sedikit termenung menatap wajah Alex yang lagi melihat-lihat buku menu.


"Mbak, apa kamu baik-baik saja?."


Alex mencoba menyentuhnya karena dari tadi pesanannya tidak di dengarkan oleh wanita pelayan itu. Ia juga sedikit malu beberapa wanita di sana juga terus memandanginya.


"Apa-apaan ini, mengapa mereka terus memandangiku, apa ada yang salah dengan wajahku?"


Alex sedikit penasaran memikirkan tentang keadaannya yang terus di pandangi oleh wanita-wanita di dalam toko. Ia sangat merasa terganggu namun ia sudah sangat merasa lapar.


"Pak bolehkah meminjam topimu?"


"Topiku jelek nak, ini sangat kotor."


"Tidak apa-apa pak?."


Sedikit penjelasan Alex tentang keadaannya akhirnya pria paruh baya itu mau meminjamkan topinya. Ia sangat senang karena berhasil bisa menutupi wajahnya itu. Ia sangat berterima kasih dengan pria paruh baya itu yang menjadi petugas pembersih di toko ini.


--


"Ah, makanan disini sangat enak tidak rugi aku mampir kesini, oh iya! aku lupa mengembalikan topi bapak-bapak itu. Aku akan menunggunya saja diluar soalnya ini juga hampir jam waktu toko tutup."


Alex dengan senang hati menunggu pria paruh baya itu untuk mengucapkan terima kasihnya. Ia juga ingin memberi sedikit imbalan atas kebaikan yang sudah mau meminjamkannya sebuah topi.


"Bukankah kamu anak muda yang makan di dalam tadi. Kenapa kamu berada disini?."


"Aku ingin mengembalikan topi milik bapak, makasih sudah mau meminjamkan topinya."


"Tidak apa-apa senang rasanya bisa membantu."


"Ini sedikit rezeki untuk bapak karena sudah baik sama aku."


"Tidak usah nak, bapak ikhlas membantunya."


"Aku pulang dulu ya, semangat kerjanya pak!."


"Makasih sekali lagi ya."


Alex langsung pergi meninggalkan bapak itu yang masih terlihat senang menerima pemberiannya. Ia juga sangat menikmati menjadi orang yang bermanfaat bagi yang lainnya. Setelah kepergian Alex, pria itu langsung segera pulang menaiki sepeda motornya untuk segera pulang ke rumah.


*****


"Ayah pulang."


"Wah bagaimana pekerjaan ayah hari ini, apa baik-baik saja?."


"Tidak terlalu capek hari ini."


"Ayo kita makan yah, tadi Tiara baru selesai masak loh."


"Wah benarkah. Tapi badan ayah sudah bau, ayah sepertinya harus mandi dulu."


"Aku tunggu ya."


Sambil merapikan baju ayahnya Tiara tidak sengaja melihat sebuah amplop yang tiba-tiba jatuh dari kantung baju ayahnya. Ia juga sedikit penasaran dengan apa yang ada di dalam amplop itu. Namun tidak di sangka sebuah kejutan besar datang secara mengejutkan.


"Hah!!! Apa ini banyak sekali??"


"Ada apa Tiara kamu tiba-tiba berteriak sangat keras seperti itu.


Ayahnya langsung berlari setelah beberapa kali siraman air ketika mendengar teriakkan dari anaknya. Ia langsung memakai sarungnya untuk segera memeriksa keadaan anaknya itu.


"Ayah liat dari mana uang sebanyak ini??"


"Oh uang. Hah??? Uang!!."


Ayahnya langsung lemas ketika melihat Tiara yang menunjukkan uang yang begitu banyak. Ia langsung mengingat uang itu di berikan oleh anak muda yang ia temui di tempat pekerjaannya.


"Mungkin ia salah mengasih uang itu."


Dengan rasa yang masih ada keraguan ia bergegas pergi untuk mencari anak muda itu lagi. "Kemungkinan ia tinggal di sekitar sana karena ia menggunakan sepeda saat pergi ke toko waktu itu."


"Ayah pergi dulu ya, ini sangat penting setelah itu kita akan makan bersama."


Terlihat ayahnya sangat terburu-buru memakai pakaiannya. Ia juga tidak mau kalau anak muda itu nanti kehilangan uangnya karena sudah salah memberikannya.


Diperjalanan Ayahnya Tiara terus melihat-lihat sekitarnya takutnya anak muda itu ada di pinggir jalan sedang naik sepeda. Ia juga sudah hampir sampai lagi di depan toko tempat ia bekerja namun belum juga ketemu dengan anak muda itu. Sedikit rasa sedih ia memutuskan untuk pulang terlebih dulu melewati jalan yang lainnya. Tanpa di duga akhirnya ia bertemu dengan anak muda itu sedang mengobrol dengan seseorang di depan toko sepeda.


"Akhirnya aku menemukanmu?."


"Kenapa bapak mencariku. Kalau ingin mengembalikan uang itu aku tidak akan menerimanya lagi."


"Hah kenapa?? Ini uangnya sangat banyak mungkin kamu salah memberikannya?."


"Itu tidak salah. Itu sekarang uang bapak."


"Ini uang kamu- hah?? Uang aku??."


"Tapi-??"


"Sudah terima saja lagian itu rezeki buat bapak."


"Terima kasih kasih banyak, bagaimana bapak harus membalas semuanya ini."


Ayahnya Tiara langsung menangis sambil memegang kedua tangan Alex yang sedang berada di depan toko sepeda itu. Ia juga ingin berlutut ke kaki Alex namun sudah di hentikan oleh Alex.


"Bapak tidak perlu melakukan apapun, bapak bisa pulang sekarang. Aku ikhlas memberikannya."


"Makasih ya semoga kamu terus di sehatkan dan di lancarkan semua rezekinya."


"Iya, makasih doanya."


Tangisan yang tidak dapat di bendung lagi. Ayahnya Tiara terus menangis karena belum pernah menerima uang sebanyak itu dalam hidupnya. Baru kali ia di beri uang hanya meminjamkan topi begitu saja. Rezeki sudah ada yang ngatur jadi kapan itu datangnya tidak ada yang tahu.


"Bolehkah aku juga membeli sepeda dengan uang ini?."


"Tentu saja, itu sekarang uang bapak jadi bebas menggunakannya untuk apa."


Ia menceritakan kepada Alex memiliki seorang putri yang masih sekolah SMP, ia ingin melihat putrinya bisa pergi sekolah dan pulang tanpa terlambat lagi menunggu ayahnya yang masih bekerja. Alex yang mendengarnya sedikit tersenyum karena anak itu memiliki seorang ayah yang sangat baik.


Beberapa menit kemudian...


"Terima kasih sekali lagi ya. Aku pulang dulu makasih banyak atas semua pemberiannya. Bahkan sepeda ini juga gratis, makasih banyak."


Melihat senyuman seorang ayah yang berjuang demi anaknya Alex sangat merasa bahagia. Ia juga memberikan hadiah sepeda di toko yang ia miliki karena merasa terharu dengan perjuangan seorang ayah meskipun ia harus bekerja dengan gajih yang sedikit.


--


"Ayah pulang."


"Hah? Sepeda siapa yang ayah bawa."


"Ini sepeda kamu!."


"Hah? Sepedaku? yang benar yah?."


"Iya, ini untuk kamu biar kamu sekolah tidak terlambat lagi."


"Makasih ayah, aku sayang ayah."


"Ayah juga sayang Tiara."


Kebahagiaan hadir di keluarga kecil bermula dari sebuah pemberian dari seseorang yang berhati begitu baik, membagikan sedikit kebaikannya kepada orang yang membutuhkan semua itu bisa membuat orang lain dapat bahagia.


Bersambung...


...Jangan Lupa Di Like, Subscribe, dan Share. Agar Thor Semakin Semangat Updatenya....