Professor Reinkarnation

Professor Reinkarnation
Bab 13 Rasa Suka



"Hai Lulu tumben kamu agak pagi datangnya."


"Haha..aku hanya melarikan diri saja."


"Hah? Kenapa? Apa kamu di kejar orang?."


"Aku membuat kakakku kesal pagi ini."


"Wah kamu punya kakak ya? Baru tau aku."


"Oh iya, aku belum pernah bilang sama kamu ya."


"Alice belum datang nih, tapi malah kamu yang datang duluan biasa kamu lebih telat dari Alice."


"Mungkin sebentar lagi, aku ada masalah sama kakakku jadi aku kabur deh."


Tiara dan Lulu sudah berada di dalam kelas hanya mereka berdua, mereka adalah murid yang pertama datang ke kelas setelah pagar sekolah dibuka, mereka juga sudah semakin akrab beberapa bulan ini. Sekitar 2 bulan lagi mereka akan menghadapi ujian akhir untuk kelulusan mereka.


Beberapa menit kemudian...


"Selamat pagi Lulu dan Tiara. Apa kalian sudah lama datangnya?."


"Iya dong, aku nomor satu Lulu nomor dua datang ke sekolahan ini."


"Astaga rajin sekali, emang manfaatnya apa bagi kalian?."


"Kalau aku sih senang saja melakukannya."


"Kalau kamu apa Lulu."


"Aku kabur dari kakakku hee."


"Oh kamu punya kakak, kenapa kamu tidak menceritakannya dari dulu kepadaku."


Setelah itu Lulu menceritakan tentang sesuatu yang sudah terjadi pagi tadi ia baru saja mempermainkan kakaknya itu mencoret-coret wajah kakaknya dengan spidol, mendengar hal itu Alice dan Tiara tidak berhenti untuk tertawa karena mengetahui Lulu sangat nakal dengan kakaknya.


"Umur kakak kamu berapa?."


Alice juga sedikit penasaran berapa umur kakaknya Lulu, ia juga bingung kenapa Lulu tidak di marahi setelah mempermainkan kakak laki-lakinya itu. Padahal Alice tahu betul kakak laki-laki itu biasanya sangat menyeramkan ketika marah. Apa Lulu sangat disayangi kakaknya.


"Emmm..mungkin 17 tahun saat ini."


"Oh berarti sudah SMA? Sekolah SMA mana dia?."


Tiara sangat tergoda dengan cowok yang sudah sekolah SMA, ia juga berkeinginan untuk masuk SMA setelah lulus nanti untuk bertemu cowok-cowok SMA yang ganteng-ganteng.


"Dia hanya di rumah saja? Dia juga sudah punya kerjaan bahkan punya rumah sendiri sepertinya sekolah itu tidak penting lagi baginya."


Lulu sangat bosan memikirkan Alex yang hanya malas-malasan di rumah hanya karena ia sudah kaya raya jadi tidak perlu lagi sekolah. Lulu juga sedikit mengingat kejadiannya tadi malam ketika ia sedang memikirkan Alex.


"Enak banget ya, tapi sekolah seru juga punya teman banyak benarkan Alice."


"Iya, tapi adikku juga suka malas-malasan di rumah meskipun dia pergi sekolah."


"Hei Lulu, kok dari tadi diam saja?."


"Eh. Maaf aku tadi sedikit memikirkan sesuatu."


Alice dan Tiara sangat bingung karena Lulu tiba-tiba termenung seperti memikirkan sesuatu. Mereka juga sedikit peduli dengannya, Alice dan Tiara berusaha membujuknya agar mau bercerita dengan mereka jika memiliki masalah.


"Apa kalian pernah suka sama cowok?."


Dengan sedikit penasaran Lulu segera menayangkan kepada teman-temannya itu, ia juga tidak berharap lebih dari Alice dan Tiara apakah mereka mau menceritakan masalah pribadi mereka atau tidak.


"Kalau aku sepertinya tidak pernah, soalnya aku belum pernah ketemu cowok yang membuatku suka, bagaimana denganmu Alice?."


"Emmm..kalau aku sedikit suka dengan cowok yang mandiri dan sangat bertekad tidak mudah menyerah menghadapi semua rintangan."


"Waduh emang tipe kamu kek mana? Kok menghadapi rintangan seperti sedang memanjat tebing tinggi saja."


Tiara sangat bingung dengan ucapan Alice tentang tipe cowok yang ia suka, Tiara juga sedikit menyadari mungkin karena orang tuanya kaya raya jadi calon cowok Alice mungkin harus sukses juga agar bisa menyamai orang tuanya itu.


"Emmm..apa kamu sudah pernah ketemu cowok yang kamu suka?."


Lulu sudah sedikit penasaran karena melihat ekspresi Alice yang sedikit berbeda ketika mereka sedang membahas tipe cowok kesukaannya. Lulu juga sudah menebak bahwa Alice sedang menyukai seorang cowok.


"Emmm..Ti-tidak kok, aku hanya pernah melihat dijalan saja."


Alice sedikit malu ketika Lulu dan Tiara terus memandanginya dengan penuh kecurigaan seperti ingin mengetahui semuanya. Namun Alice juga tidak mau teman-temannya tau bahwa ia menyukai Alex. Ya meskipun ia belum kenal sama sekali.


"Baiklah kalau kamu tidak mau bercerita. Aku hanya sedikit penasaran saja, aku juga suka dengan cowok yang lebih tua dariku meskipun itu sedikit susah untuk mengatakannya."


"Kenapa begitu, kalau kamu suka tinggal bilang saja, aku sebagai temanmu akan membantu sebisa mungkin."


Sedikit semangat Alice sangat berantusias ingin membantu Lulu untuk mengatakan perasaannya kepada cowok itu, sekalian ia ingin belajar bagaimana caranya agar bisa mendapatkan seseorang yang sedang di sukai itu.


"Dasar Tiara kamu kalau tidak mengerti jangan ikut campur urusan orang dewasa ya."


"Dewasa kepalamu, baru tua 5 bulan sudah sombong kali mulutmu Alice."


"Kalau kamu bantu kami nanti aku traktir lagi belanja di mall bagaimana."


"Oke-oke, kapan kita akan menculik cowok itu Lulu, katakan saja kepadaku."


"Gitu dong jadi teman."


Lulu sudah mengetahui kelemahan Tiara, ia tau Tiara sangat suka di traktir meskipun begitu ia sangat menyukai sifat aslinya itu dari pada teman yang pura-pura baik kalau hanya ada maunya saja.


"Pengumuman, karena hari ini guru-guru mendadak rapat kalian bisa belajar sendiri dulu di kelas. Setelah rapat kita akan belajar seperti biasanya."


Terdengar suara guru yang sedang memberikan pengumuman lewat spiker di dalam kelas. Semua murid mendengarnya sangat senang terutama bagi mereka yang suka bermalas-malasan karena mereka tidak suka belajar.


"Wah hari ini rapat, padahal aku sudah mengerjakan PR karena itu pelajaran pertama."


Lulu merasa kecewa karena usahanya sia-sia akibat mendadak rapat ini. Padahal ia sangat ingin mengumpulkan PR dari kerjaan Alex yang biasa dapat nilai 100.


"Heh pura-pura kecewa bilang saja mau pamer nilai lagikan."


"Hehe..tau aja kamu Alice."


"Aku curiga PR kamu itu pasti di bantu oleh seseorangkan. Mana mungkin soal yang sulit bisa-bisanya kamu kerjakan dengan mudah."


"Aku mengerjakannya sendiri cuman aku di ajarkan sedikit oleh kakakku."


"Itu sama saja dong."


"Kalian ini bicara apa sih, aku tidak mengerti."


"Memori otak kamu tidak akan cukup menerima pembahasan ini jadi tidak perlu tahu."


"Kebiasaan Alice keluar lagi. Suka banget sih mengejek Tiara."


"Seru soalnya, Tiara sangat baik dan pemaaf jadi tidak apa-apa."


"Tapi jangan lupa traktir aku, kaliankan berdua kaya raya heee."


"Iya-iya Tiara goblin."


Alice dan Lulu memberi panggilan kepada Tiara dengan sebutan Tiara goblin karena ia sangat suka uang. Namun karena sifatnya membuat Tiara sangat istimewa bagi Alice dan Lulu. Ia adalah teman yang terbaik yang mereka miliki.


"Apa aku boleh menanyakan sesuatu pada kalian."


Alice sedikit malu karena ingin mengatakan sesuatu yang berkaitan dengan perasaannya terhadap Alex yang pernah ia temui ketika di taman ketika berolahraga pagi.


"Silahkan tanyakan saja."


Mereka terlihat sangat serius ingin mendengarkan apa yang ingin Alice katakan kepada mereka. Karena tidak biasanya Alice terlihat sangat tertarik dengan seorang cowok yang belum ia kenali sama sekali.


"Apa yang harus aku lakukan jika aku bertemu dengan cowok itu lagi?."


Ia ingin meminta saran kepada Lulu dan Tiara, ia juga ingin mereka membantunya apa yang harus ia lakukan ketika bertemu dengan Alex lagi, ia sangat kebingungan karena ia tidak pernah sama sekali mengobrol dengan seorang cowok.


"Mungkin kamu harus berkenalan dulu, mungkin bisa bertukar kontak juga agar hubungan kalian menjadi lebih dekat."


Lulu yang sedikit paham dengan urusan orang dewasa ia begitu terlihat sangat berpengalaman apa yang harus di lakukan. Alice yang mendengarnya sangat bersemangat karena saran yang di berikan Lulu sangat membuat hatinya begitu bersemangat.


"Kalau aku sih tidak terlalu banyak saran mungkin dengan saran Lulu juga bagus."


"Heh? Itu sama saja tidak ada saran sama sekali."


Dengan kesal Alice memandangi Tiara padahal ia sudah berharap Tiara ada saran tambahan tapi malah tidak ada. Namun Alice juga sudah senang karena saran yang Lulu berikan sepertinya sangat layak untuk di coba nanti.


"Aku akan membantu dengan doa saja, semoga kamu berhasil mendapatkan nomor ponsel cowok itu."


"Wah makasih, semoga saja aku bisa bertemu dengan cowok itu lagi."


"Alice sangat bersemangat dengan cowok yang ia sukai, tapi bagaimana denganku, hubungan kami sedikit rumit apa aku juga bisa mengatakan perasaanku ini padanya nanti atau tidak."


Terlihat Lulu memikirkan perasaannya yang sudah mulai membesar kepada seorang cowok yang sudah lama dekat dengannya namun ia belum berani mengatakannya karena hubungan mereka sedikit rumit di jalani.


"Lulu apa yang sedang kamu pikirkan lagi?."


"Haha tidak ada apa-apa kok, oh iya aku mau ke toilet dulu ya."


Lulu sangat terkejut karena Alice menyentuh tangannya, ia juga sedikit pusing memikirkan hubungannya yang begitu rumit, ia juga langsung pergi meninggalkan Alice dan Tiara yang masih duduk di atas kursi. Ia ingin memenangkan pikirannya karena sudah memikirkan hal yang sangat mengganggu kehidupannya. Ia ingin menikmatinya dulu meskipun harus mengorbankan sedikit perasaannya asal bisa terus bersama keluarganya itu.


Bersambung...


Jangan Lupa Di Like, Subscribe, dan Share. Agar Thor Semakin Semangat Updatenya.