
"Kenapa baru sampai sih, barang-barang aku ada di dalam mobil kamu."
"Sabar dong ini baru juga datang."
"Apaan di dalam kardus itu, perasaan tadi tidak ada deh?."
"Nih barang kamu ada di bagasi, bukan di kursi belakang mobilku?."
"Tapi aku ingin memeriksanya! Apa yang kamu sembunyikan dari adik kecilmu ini."
"Hush..sana pergi ini barang-barangku."
"Heh, gitu saja marah! Dasar kakak pelit."
Akhirnya Alex bernafas lega hampir saja barang yang ia simpan di kardus tidak jadi di buka oleh Lulu. Ia juga terlihat gugup karena tidak sabar menantikan malam ini untuk menakuti adiknya itu.
Alex bergegas masuk kedalam rumah membawa sebuah kardus menaiki tangga ia juga terlihat senyam senyum sendiri. Lulu yang melihatnya sedikit curiga apa yang sedang di rencanakan kakaknya ini.
"Lulu bagaimana jalan-jalannya, apa kamu menikmatinya."
"Oh iya aku hampir lupa. Tadi aku ada belikan mamah baju baru nih."
"Wah bagusnya, pintar kamu pilihnya ya."
"Iya dong, ini aku belikan sekalian buat papa juga."
"Pasti papamu senang, makasih sudah belikan kami baju baru ya."
"Sama-sama mah."
Terlihat Lulu dan ibunya sedang berbincang-bincang sambil mencoba beberapa pakaian dan mengeluarkan semua barang-barang yang telah dibeli oleh Lulu tadi siang. Mereka tampak sangat bahagia berdua duduk di atas sofa.
"Aku mau ke kamar dulu ya mah."
Ia juga meninggalkan ibunya yang masih terlihat sibuk mencoba baju barunya. Terlihat Lulu juga berusaha mengendap-endap menaiki tangga karena ia ingin sekalian memeriksa apa yang sedang Alex lakukan dikamar.
"Hayo apa yang kamu lakukan."
"Hah? Apa sih?."
Lulu merasa kebingungan ketika ia mencoba membuka pintu kamar Alex secara tiba-tiba tapi tidak ada hal yang mencurigakan Alex hanya terlihat sedang menulis di sebuah meja belajarnya. Ia juga sedikit bingung apa yang sedang Lulu lakukan itu.
"Tidak apa-apa kok, selamat belajar."
Ia segera menutup kembali pintu kamar Alex, ia masih sangat curiga dengan kakaknya itu namun tidak ada hal yang membuat ia yakin tentang apa yang ingin kakaknya lakukan.
"Tentu saja, ini adalah catatan rencanaku malam ini."
Setelah langkah kaki Lulu menjauh ia langsung merubah ekspresinya yang tidak sabar untuk membuat adiknya itu ketakutan malam ini. Ia sangat menantikan tentang balas dendam yang ia sudah pendam saat berada di mall siang tadi.
--
"Alex apa kamu sudah selesai makan? Tidak biasanya kamu makan sedikit."
"Aku sudah kenyang mah."
Ia pergi setelah menyelesaikan sarapannya karena ia ingin secepatnya menyiapkan rencana balas dendam kepada Lulu. Terlihat Alex bersenandung seperti orang yang sedang sangat bahagia. Ibu dan Lulu merasa bingung kenapa Alex bertingkah seperti orang kehilangan akal.
"Apa yang terjadi dengan kakakmu siang tadi?."
"Pfft..!! Ti-tidak ada apa-apa kok mah."
Sedikit menahan tawa Lulu berusaha meyakinkan ibunya, ia tidak mau menceritakan bahwa Alex tadi siang itu sudah ia permainan bersama teman-temannya.
"Beneran tidak apa?."
"Iya beneran kok."
"Ya sudah kalau begitu. Cepat kamu habiskan makanannya."
"Oke."
Lulu masih melihat kakaknya yang begitu bahagia menaiki tangga, ia masih curiga apa yang sedang ingin Alex lakukan di malam hari ini. Lulu tidak peduli lagi apa yang dipikirkan kakaknya itu dan ia kembali makan.
--
"Ah masih ada PR lagi, aku minta bantuan kakak saja ah?. Tapi kalau dia masih marah sama aku bagaimana?. Coba dulu lah."
"Tok..tok..tok.."
Terlihat Alex sedang terkejut mendengar ketukan pintu kamarnya secara tiba-tiba, ia langsung membereskan barang-barangnya dan berusaha menyembunyikannya ke bawah kasurnya agar tidak di ketahui.
"Ada apa Lulu? Kenapa mencariku padahal sudah jam 09.35 ini."
"PR aku masih ada, kakakkan pintar jadi tolong aku ya?."
Alex yang mendengarnya sedikit merasa senang karena itu adalah kesempatannya untuk melaksanakan balas dendamnya yang sudah ia siapkan matang-matang di siang hari tadi.
"Boleh, bawa saja bukunya kesini."
Ia merasa sangat senang karena Alex mau membantunya menyelesaikan PR yang sulit ia selesaikan sendiri. Ia bergegas mengambil bukunya ke kamar yang bersebelahan dengan kamar Alex.
Beberapa menit kemudian...
"Yey akhirnya selesai, makasih kakak. Kamu kok bisa pintar banget."
"Ya aku emang pintar dari dulu. Kamu saja yang bodoh."
"Iya-iya kamu sangat pintar. Aku mau tidur dadah."
"Iya sama-sama."
Alex segera menutup pintu kamar setelah Lulu pergi, ia juga sudah mengambil salah satu kunci kamar Lulu agar ia bisa masuk malam ini untuk menakuti lulu. Terlihat Alex sudah memakai baju putih yang di penuhi cat merah seperti darah dengan memakai topeng monster. Ia juga memegang pisau mainan yang berdarah-darah agar lebih kelihatan sangat menyeramkan.
Jam telah menunjukkan pukul 11.00 malam, Alex sudah mencoba mendengar dari balik pintu kamar Lulu apa adiknya itu sudah tidur atau belum. Ia ingin masuk ke kamar saat Lulu sudah tertidur agar rencananya itu lebih sempurna.
Disaat waktu yang sudah tepat ia mencoba membuka kunci kamar Lulu dengan sangat hati-hati supaya tidak membangunkan Lulu. Terlihat sebuah selimut menutupi seluruh kasur, Alex sangat senang karena melihat Lulu sangat menikmati tidurnya.
Alex mencoba bersembunyi di bawah kasur Lulu untuk menarik-narik selimutnya agar Lulu terbangun. Ia sangat menikmatinya sampai-sampai ia ingin ketawa melakukannya membayangkan bagaimana nanti ekspresi wajah Lulu ketika ketakutan.
"Kenapa belum juga bangun sih?."
Alex sedikit kesal karena Lulu begitu nyenyak ia langsung keluar dari persembunyiannya melihat Lulu yang begitu menikmati tidurnya. Ia sudah merasa gerah dan melepaskan topengnya untuk sementara waktu namun sialnya ia tidak sengaja menginjak baju panjangnya itu.
"Argh!!."
"Cuupps??."
Tiba-tiba Alex langsung terjatuh ke pelukan Lulu, bibir mereka juga secara tidak sengaja saling bersentuhan membuat Lulu langsung terbangun dan secara tidak sadar Lulu melihat wajah Alex yang tiba-tiba begitu dekat dengannya. Wajah mereka langsung memerah. Lulu juga berusaha mendorong Alex yang berada di atas tubuhnya dengan sangat keras membuat Alex terpental jauh dan membentur kedinding kamar.
"Hugh!!"
Benturan yang sangat keras membuat Alex lemas dan akhirnya ia pingsan tidak sadarkan diri. Lulu juga masih merasa malu ia masih memegangi bibirnya yang sudah kedua kalinya Alex menciumnya. Ia teringat kembali waktu saat Alex menyelamatkannya di dalam hutan. Ia sangat bingung kenapa Alex mencoba menciumnya lagi. Wajah Lulu terus memerah memikirkannya.
"Apa yang kamu lakukan di kama-?."
Lulu segera menekan saklar lampu di kamarnya ingin memarahi Alex tapi ia sangat terkejut melihat Alex sudah pingsan terbujur kaku di dekat dinding. Ia juga sedikit takut jika terjadi sesuatu dengan Alex, ia segera memeriksa keadaannya untuk memastikan apa ia baik-baik saja.
"Oh untungnya dia hanya pingsan."
"Sialan, dia ingin menakutiku dengan pakaian ini."
Lulu sangat marah karena sudah menyadari niat Alex yang sebenarnya masuk kedalam kamarnya ini. Ia juga sedikit tersenyum karena rencana Alex itu gagal. Tapi ia juga sedikit malu karena kejadian itu. Lulu terlihat memandangi wajah Alex yang sedang pingsan ia sedikit tergoda dengan wajah tampan yang dimiliki kakak angkatnya ini.
"Apa boleh aku mencobanya, lagian dia juga yang mulai duluan."
Terlihat Lulu ingin mencoba mendekatkan bibirnya ke bibir Alex, ia ingin mengetahui bagaimana rasanya berciuman dengan lawan jenis. Ia terlihat sangat malu tapi hatinya sangat penasaran.
"Aaaaaarrrrhhhhh!!!."
"Plakk!!."
Alex tiba-tiba terbangun dan langsung berteriak karena kaget melihat wajah seseorang yang begitu dekat dengan wajahnya. Teriakannya itu membuat Lulu sangat terkejut tanpa sadar ia langsung memukul dengan sangat keras wajah Alex dengan tangannya. Dengan satu pukulan itu Alex langsung di buat pingsan lagi.
Karena sudah terlanjur malu. Lulu tidak mau lagi melakukannya, ia juga ingin mengantarkan Alex ke kamarnya, akibat tubuh Alex yang lebih besar dan berat darinya, ia hanya bisa membawanya dengan cara menariknya.
Sesampainya di kamar ia hanya menaruh Alex di lantai, ia tidak sanggup untuk mengangkat Alex ke atas kasur, ia juga mengikat kaki dan tangan Alex dengan tali yang ia miliki. Setelah itu ia kembali ke kamar untuk melanjutkan tidurnya.
Keesokan paginya...
"Lulu!!!! Apa yang sudah kamu lakukan kepadaku??."
Teriakan Alex begitu keras sampai terdengar di ruangan tamu, ibunya yang sedang menonton TV merasa sangat terganggu mendengar teriakkan dari Alex. Ia langsung pergi ke atas untuk memeriksa kenapa Alex terus berteriak.
"Hah?? Kenapa kamu di ikat?"
"Ini semua ulah Lulu."
"Haha, kamu kalah lagi ya sama Lulu."
"Malah puji-puji dia, bukannya lepaskan dulu ikatannya?."
"Hehe maaf mamah terbawa suasana."
Setelah lepas Alex langsung pergi menuruni tangga untuk mencari Lulu, namun ia tidak menemukan keberadaan adiknya itu karena Lulu sudah pergi sekolah pagi-pagi sekali. Ibunya terus tertawa melihat wajah Alex yang di penuhi tulisan spidol hitam di wajahnya.
"Mama ketawa itu kenapa?."
"Coba kamu bercermin deh!."
"Rubah nakal!!."
Alex sangat kesal setelah melihat wajahnya di cermin penuh dengan tulisan dari Lulu yang sedang mengejeknya, ia langsung pergi ke kamarnya untuk membersihkan wajahnya itu, ia juga berniat untuk membalasnya nanti.
Bersambung...
Jangan Lupa Di Like, Subscribe, dan Share. Agar Thor Semakin Semangat Updatenya.