
Beberapa bulan kemudian...
"Tit..tit..tit.."
Bunyi alarm terdengar sangat keras. Alex masih terlihat tertidur pulas di pagi hari minggu. Ia juga merasa sangat capek karena sudah menangani semua pekerjaannya di kantor. Namun ia juga lupa mengunci kamarnya, saat itu Lulu masuk untuk membangunkan Alex yang masih tertidur pulas.
"Kakak, apa kamu tidak mau bangun?."
"Eegh..tunggu beberapa menit lagi ya."
"Hah?? Kamu sudah janji temenin aku belanja, kamu harus ingat loh kemarin malam."
"Tunggu 5 menit lagi ya?."
"Hmph..!!."
Ia terlihat kesal karena janji yang di berikan Alex semalam hanya kebohongan. Dalam beberapa bulan ini akhirnya mereka bisa menerima satu sama lain menjadi keluarga. Alex yang dulunya curiga sama Lulu sekarang ia mengakui Lulu sebagai adik perempuannya yang cantik dan menggemaskan namun sedikit nakal.
Satu hari sebelumnya..
"Lulu buatin aku sarapan dong? Masakan kamu itu enak banget."
"(....)."
Terlihat Lulu senyam senyum sambil memainkan ponselnya duduk di atas sofa. Ia tidak mendengarkan apa yang di ucapkan Alex kepadanya, ia terlalu sibuk chating sama group teman-temannya disekolah.
"Hello, adik aku yang cantik, nanti kakak penuhi satu keinginan kamu deh apapun itu."
Dengan raut wajah yang sedikit kesal berusaha memancing Lulu agar mau mendengarkan perkataannya yang sudah kelaparan datang dari luar. Ia sangat ingin masakan Lulu yang di buat sebelumnya.
"Benarkah, kakak tidak bohongkan?."
"Iya-iya kakak janji apapun itu. Cepat buatkan."
"Janji ya, awas kalau bohong."
"Iya bawel."
Lulu langsung menaruh ponsel dan segera ke dapur memasakkan sesuatu untuk Alex. Ia sangat bersemangat karena ia tahu kakaknya sangat kaya bahkan lebih kaya dari ayah Alice dan Alena. Ia sangat ingin memanfaatkan kesempatannya kali ini untuk membuat sesuatu kejutan untuk Alex nanti.
--
"Emmm..enak sekali, lain kali buatin lagi ya."
"Tapi besok kakak harus janji, temenin aku belanja besok."
"Besok hari apa?."
"Hari minggu, masa tidak tahu hari sih?."
"Oh iya, emmm..besok sepertinya aku tidak sibuk."
"Yeyy. Janji ya."
"Iya-iya."
Lulu langsung tersenyum riang sedikit lompat meninggalkan Alex yang masih berada di meja makan. Ia juga sedikit memikirkan bahwa semakin hari ia terus merasa hubungan mereka semakin erat. Rasa senang dan kebahagiaan bercampur menjadi satu, ia sangat bahagia karena memiliki keluarga yang baik di sisinya.
--
"Bagaimana apakah Alex sudah bangun?."
"Dia masih tidur mah, padahal dia sudah janji kemarin."
Lulu terlihat sudah siap bahkan ia sudah berdandan sangat cantik untuk pergi bersama kakaknya. Ia sangat kecewa karena Alex mengingkari janji. Ibu yang melihatnya langsung marah dan ia langsung menaiki tangga untuk segera membangunkan Alex.
"Alex tunggu ibu di atas ya?."
"Ayo berangkat."
Alex langsung keluar pintu kamar dengan wajah sedikit takut ia sudah berpakaian rapi dengan memakai kaos lengan panjang dan memakai topi agar orang lain sedikit susah untuk mengenalinya.
"Nah gitukan bagus, kalau janji itu di tepati jangan kek pria pengecut."
"Hehe. Iya mah, maaf tadi mata Alex masih melayang-layang kemana-mana."
"Layang-layang, kamu pikir mata bisa terbang."
"Hehe."
"Sudah berangkat sana, jaga adik kamu jangan sampai terjadi apa-apa padanya."
"Siap! nyonya besar."
Alex langsung menuruni tangga dengan sedikit tergesa-gesa karena ibunya terus memandanginya di atas tangga.
"Dadah mamah."
"Sekarang mereka sudah bertambah besar, tapi Alex belum juga ingin pergi sekolah, apa ia ingin menunggu Lulu lulus sekolah dulu. Dan mereka sama-sama masuk SMA. Wah itu ide yang bagus."
Ibunya tampak sangat bahagia karena memikirkan kedua anaknya itu, ia juga sedikit kangen dengan suaminya yang kini sedang belajar bersama Sebas untuk bisa menjalankan sebuah perusahaan.
*****
"Hai teman-teman. Apa kalian sudah menungguku."
Lulu sedang menyapa teman-teman di depan sebuah mall, ia juga bersama Alex yang sedang memakai topi dan masker. Alice dan Tiara sedikit penasaran siapa yang sedang bersama Lulu ini.
"Hei Lulu apa dia bodyguard kamu?."
"Bukan Tiara, dia adalah pembawa barang kita."
"Hehehehe..!!."
Mereka langsung tertawa jahat sambil melihat-lihat Alex yang tidak mendengar pembicaraan mereka. Mereka langsung masuk kedalam mall untuk memborong semua keperluan yang akan mereka beli. Kali ini mereka ingin membuat Alex kecapean semua itu sudah di rencanakan Lulu untuk mengerjainya.
--
"Wah cantiknya. Apa kita akan membeli ini."
"Heh? Cewek kebiasaan lebay amat."
"Biarin, dari pada kakak gak punya teman."
"Iya-iya."
Alex sedikit kesal, karena terus kalah dengan Lulu. Ia juga sedikit malu karena berada di tempat khusus pakaian cewek. Namun ia sedikit tenang karena sudah menutupi wajahnya.
"Ini barang Lulu tolong bawakan ya."
"Ini punya Tiara tolong juga ya."
"Ini punya saudariku tolong di jaga ya."
"Hah?? Apaan ini??."
"K-a-k-a-k, s-u-d-a-h, ja-n-j-i?."
Alex langsung bingung kenapa ia yang harus memegangi semua barang-barang yang di beli mereka. Ia juga tidak bisa menolak karena dari kejauhan Lulu sudah melirik bahwa itu adalah sebuah janjinya. Alex langsung terdiam menerima kenyataan pahitnya karena sudah mengucapkan janji itu.
"Heh??sial sekali!!."
Barang-barang terus menumpuk di tangannya dan bahkan ada juga di leher, ia mulai sedikit tidak sanggup membawa barang-barang yang sedikit mulai berat. Namun Lulu terus mengajak Alice dan Tiara berkeliling mall untuk mencari-cari barang yang mungkin mereka lupakan. Ia juga melihat Alex dengan mengedipkan salah satu matanya sambil tersenyum.
"Hah??.Rubah berbulu ini berani-beraninya sudah mempermainkanku, awas saja nanti aku balas kamu di lain waktu."
Sedikit melihatkan mata yang sudah kesal terhadap adiknya itu sambil menahan emosi mengikuti mereka yang masih berjalan-jalan mengitari mall. Ia juga berkeinginan untuk membalas ini dua kali lipat banyaknya karena sudah berani mempermainkannya berjam-jam lamanya.
Beberapa jam kemudian...
"Makasih sudah membawakan barang kami."
"Iya sama-sama, senang rasanya bisa membantu kalian gadis-gadis cantik dan imut."
Suara di balik masker mencoba mengatakan beberapa hal manis karena tidak berani untuk marah-marah di depan temen-temennya Lulu. Ia mencoba untuk bertahan terlebih dulu agar tidak membuat rencananya nanti menjadi hancur.
"Kami pulang dulu ya Lulu, lain kali kita belanja lagi. Jangan lupa bawa dia."
"Iya, tenang saja kok, dia pasti akan ikut lagi."
Alice dan Tiara memasuki mobil pribadi keluarga Alice, mereka sudah terlihat sangat jauh meninggalkan Lulu dan Alex di parkiran di depan mall. Alex yang sudah menunggu momen ini langsung memasukkan semua barang Lulu kedalam bagasi mobilnya. Ia sedikit tersenyum karena hal yang sudah ia rencanakan akan segera dimulai.
"Silahkan masuk tuan putri yang cantik."
"Emmm, seperti ada yang tidak beres deh dengan kakak?."
"Hah? Ti-tidak ada kok, ayo masuk kita pulang sekarang juga nanti ibu menunggu."
"Hehe, aku tau yang kakak rencanakan."
Sedikit tersenyum Lulu berjalan kepinggir jalan, ia langsung memberhentikan sebuah taksi dan langsung memasukinya ia juga tidak melupakan untuk melambaikan tangannya kepada kakaknya.
"Dadah kakakku yang ganteng, bleh!!."
"Hah??hei sialan awas kamu nanti aku balas di lain waktu."
Alex langsung memukul mobilnya karena tidak berhasil membalas dendamnya. Lulu mengetahui bahwa Alex ingin membawa mobilnya dengan ngebut-ngebut agar ia ketakutan. Ia berhasil menghindar semuanya itu karena pernah satu kali di buat pusing oleh Alex, ia tidak mau hal itu terulang lagi.
"Awas kamu Lulu, aku harus balas perbuatan kamu kali ini, enak saja membuat aku jadi pembawa barang."
Di perjalanan pulang Alex terus memikirkan bagaimana caranya ia bisa membalas perbuatan yang sudah Lulu lakukan kepadanya. Ia sedikit terpikirkan mungkin dengan menakutinya di rumah nanti bakal sangat menyenangkan, ia langsung buru-buru membeli beberapa barang untuk menjalankan rencananya itu.
--
Di sebuah toko.
"Mau beli apa?."
"Topeng yang sangat menyeramkan ada pak?."
"Ada mau bentuk apa? Ada setan, iblis, binatang, zombie, monster, tinggal pilih saja?."
"Sepertinya bentuk monster lebih seram deh. Aku mau ambil itu saja."
"Emang kamu buat apa?."
"Nakutin seseorang pak. Bapak ada ide yang lebih seram lagi gak?. Kalau ada aku bisa membelinya lagi disini."
"Banyak, ada darah palsu, baju putih penuh darah, pisau main berdarah?."
"Hehe..Wah aku beli semuanya pak."
"Makasih, lain kali mampir lagi ya."
"Hehehe..hahaha.." Alex sangat bahagia membayangkan Lulu akan ketakutan malam ini, ia terus senyam senyum memikirkannya sambil menyetir mobil menuju rumah. Ia sangat tidak sabar menunggu malam tiba untuk mencoba hal ini.
"Apa Lulu akan ketakutan sampai menangis malam ini." Dengan memikirkannya saja bisa membuat ia sangat bahagia, ia tidak sabar bagaimana reaksinya yang akan terjadi malam nanti.
Bersambung...
...Jangan Lupa Di Like, Subscribe, dan Share. Agar Thor Semakin Semangat Updatenya....