
Hiksss....hikssss..
Terdengar isakan sari, Ia
sebenarnya sangat menyanyanggi anaknya tapi orang tua sari sudah mengacamnya
jika sari masih bersama bayi mungil itu maka orang tuanya akan bertindak hal
yang kejam pada bayi mungil itu. jadi bagi sari ini adalah pilihan yang tepat,
menyerahkan bayi mungil itu pada Ardi.
“ Tooolonggg mas..
..aku...Mohonn...rawat anak ini…!!! Hiksss……).” Terdengar isakan tangis Sari
“ Cihhh tak....sudi aku merawat anak ini, sekalipin kamu bersujut dikakiku..“ Ujar Ardi
“ Kalau kamu tak mampu merawatnya kenapa dulu kamu tak mendengar kata - kataku, untuk menggugurkan anak itu." Ejek Ardi.
“ Silahkan kamu bawa kembali anakmu itu, atau kamu buang saja dia. " Cerca ardi
“ MASS....CUKUPPP....MAS.” Triak sari
" Terbuat dari apa mas hatimu mas, tega kamu berbicara seperti itu." Ujar Sari penuh Emosi
“ Kamu ak punya hati mas dia darah dagingmu, dia berhak hidup, dia berhak kamu sayanggi. “
“ Aku dulu sudah pernah melakukan dosa besar, tapi aku tak sampai hati membunuhnya.”
Cukup dosa itu saja yang pernah kulakukan.”
Terang sari.
" Heeiiii.... Sarii... SAMPAI MATIPUN Anakku Adalah Anak yang dikandung dan dilahirkan oleh Ayu, Istri SahKu, CAMKAN Itu. " Ujar Ardi.
Ditenggah- tenggah pertengkaran mereka, tiba – tiba muncul wanita cantik berambut hitam lurus yang berjalan
kearah mereka.
“ Mas..mas ardi, ada apa ini mas ?”, Ucap wanita cantik itu tepat berdiri
disamping ardi.
Saat berada dihalaman belakang wanita cantik itu dikagetkan dengan pertenggkaran
seseorang diruang tamu, hingga memutuskan untuk melihat apa yang sedang
terjadi.
“ Sa-sayang..” Gumam ardi lirih melihat sosok istri cantiknya menghampirinya .
Ardi begitu kaget meilhat sosok cantik yang berdiri disampinya adalah " Ayu "
Karena merasa ada pertengkaran diruang tamu Ayu memutuskan untuk melihat apa yang terjadi.
“ Mas ..jawabb aku..ada apa ini dan dia siapa??” terang Ayu penuh selidik saat melihat sari.
Ayu dibuat kaget dengan kehadiran sosok perempuan yang mengendong bayi dengan wajah
penuh air mata. sejuta pertanyaan yang muncul dikepalanya saat ini, tapi Ayu tahu dirinya saat ini harus bersikap tenang untuk mengetahui semua jawabannya.
“ Mas….tolong kamu bisa jelaskan !” jawab Ayu tegas
“ Di-diaaaa..." Jawab ardi ragu.
Suaranya seakan tercekat ditenggorokan tak bisa bicara. Ia bigung harus bagaimana
menjelaskan kepada istrinya tak tau harus memulai dari mana.
Namun, belum sempat Ardi menjelaskan, tiba - tiba saja.
“ Saya mantan pacar mas Ardi mbak, dan ini anak kami mbak.” Jawab Sari tegas.
Juudaarrrr...
Jeeduaarrr...
Jeeedduuuuarrr...
Bagai tersambar petir dan gledek, Ayu dibuat Syok dengan pernyataan itu. Hatinya
hancur berkeping - keping, pikirannya kosong, ayu tak bisa berkata – kata lagi,
dia kecewa dan sakit hati.
" Maafkan aku Ayu, aku tak bermaksud menyakitimu, tapi ini semua demi bayi ini, aku tau kamu orang baik ayu, sekali lagi maafkan aku." Ucap Sari dalam hati
Setelah mendengar pernyataan dari Sari tiba - tiba saja Ayu terjatuh.
Bruggg…
Beruntung Ardi dengan sigap menangkap ayu agar tak jatuh kelantai.
Ayu pingsang mendengar hal yang ia terima begitu mengaketkan ditambah lagi kondisinya yang juga baru melahirkan anak keduanya dengan Ardi.
Saat semua orang dilanda kepanikan karena nyonya besar dirumah itu tak sadarkan diri.
Sari Dengan air mata yang terus menggalir berlalu pergi meninggalkan kediaman ardi.
Ia meninggalkan bayi munggil itu seorang diri di masion ardi.
Sungguh bayi kecil yang malang.
Kehadirannya tak diharapkan oleh kedua orang tuanya, Kehadirannya yang dianggap sebuah kesalahaan, kesalahan yang harus bayi mungil itu tanggung.