ONE MINUTE

ONE MINUTE
16



“ Persis seperti kamu ya mas…Pintar dan cerdas..” Ucap Ayu kepada Ardi yang duduk disampingnya.


“ Tetap Clara anakku yang paling hebat, Persetan dengan anak itu. “ Jawab Ardi dingin.


Ayu hanya menghela nafas Panjang butir bening jatuh membasahi pipinya.


Mendengar jawaban suaminya itu hati Ayu sakit, sudah beribu cara ia lakukan agar Ardi mau menerima Lia namun


yang ia dapat hanya pertengkaran dengan Ardi jika harus membahas Lia.


Ardi masih menganggap Lia adalah sebuah Aib yang harus hilang dari kehidupannya.


“ Sabar…cantiknya mama…suatu saat Papa pasti sayang sama kamu.” Ucap Ayu dalam hatinya


Padahal Ayu tahu betul betapa besar pengorbanan Lia untuk mendapatkan kasih sayang Ardi,


Berbagai cara Lia lakukan, bahkan Lia melupakan kesenangannya untuk sekedar jalan dengan Clara atau dengan teman – teman yang lain, Waktunya Ia gunakan untuk belajar dan belajar.


Karena bagi Lia belajar dengan giat Ia akan menjadi juara kelas dan Pasti akan membanggakan Ardi.


Namun usahanya sia – sia tak ada satupun pujian yang terlontar dari mulut Ardi atas keberhasilan Lia.


Hanya Ayu dan juga Rayhan yang selalu memujinya.


Berbeda dengan Clara yang begitu disayang oleh Ardi, apapun yang diinginkan Clara Ardi pasti memenuhinya.


Ada terbesit rasa cemburu dihati Lia padahal yang ia tahu Clara adalah Saudara kembarnya tetapi kenapa


perlakuan Ardi berbeda kepadanya.


Entah datang keberanian dari mana, pernah suatu hari Lia bertanya langsung pada Ardi atas perlakukan Ardi selama ini padanya, namun ia tak mendapatkan jawabannya.


Ardi malah marah dan membentak Lia. Dan pada saat itulah Lia memutuskan


untuk tidak bertanya lagi kenapa Ardi kenapa ia memperlakukan Lia berbeda dengan saudara –


saudaranya.


******


Acara kelulusanpun telah usai, Clara dan lia berjalan untuk menemui keluarga mereka.


“ Selamat ya sayang, kamu membuat mama dan papa bangga.” Ucap Ayu sambil memeluk lembut Lia


“ Terimakasih ma. “ Balas lia.


“ Lha kok cuma Lia yang dipeluk ma... aku enggak


dipeluk juga ma.” Ucap Clara dengan bibir sedikit mayun.


“ Sini….sini…anak papa yang cantikkk, selamat ya sayang sekarang anak gadis papa bentar lagi udah masuk SMP


nih. “ Goda Ardi pada Clara.


“ Ahhhh….Papa, “ Balas Clara sambil memeluk Ardi


" Ehhmmmmm, apa yaa??? terserah papa aja deh. " Ujar Clara yang masih didalam pelukan Ardi.


Lia yang melihat itu merasa iri. Padahal selama ini Ia sudah berjuang keras untuk mendapatkan gelar juara.


Ia berharap Ardi mau memberinya ucapan tapi yang dilihat tak ada ucapan selamat ataupun pelukan dari Ardi untuknya.


Melihat kesedihan diwajah adiknya Rayhan mengacak – ngacak rambut Lia.


“  Hiieee…Selamat yeee Ratu makan, udah jadi juara nih..... Hebat.. adikk kakak, kirain taunya habisin cemilan dirumah....Hahahahaha...“  Ucap Rayhan membuyarkan kesedihan Lia.


“ Ihhhhh….kak ray..... “ Renggek Lia


“ Hahahahahahah…. sekali lagi selamat yaaa, adik kakak sekarang udah gede aja ya.” Ejek Rayhan pada


Adiknya lia.


Rayhan memeluk Lia , Ia berhasil membuat lia tersenyum melupakan sedihnya.


“ Ahhhhh abangg….kok aku nggak dipeluk juga…mau dong ikuttt...….” Jawab Clara yang langsung ikut Berhambur


kepelukan Rayhan dan Lia.


Ayu yang melihat hal itu sampai terharu, Ayu berharap semoga kelak dan seterusnya mereka bisa seperti ini saling menyanyanggi.


“ Selamat juga yee bocil, akhirnya loe lulus juga...” Ucap Rayhan yang kali ini ditujukan untuk Clara


“ Gua kira loe bakal jadi anak SD terus.” Ejek Rayhan


“ Hahahahhahha.”. Terdengar tawa dari Rayhan yang melihat ekspresi tak suka dari wajah Clara


“ Wlllllekkkkkkk……... Enak aja gua udah kagak bocil lagi yaa abang, Udah gede ini. “ Jawab Clara.


“ Iya…iya….adiik – adik kakak udah gede, …..Geede makannya….” Jawab Rayhan.


“ Hahahahaha…. “


Tawa mereka pecah Bersama – sama, tanpa disadari Ardi ikut larut dalam kebahagian yang diciptakan Rayhan.


“ Pa..bagaimana kalau kita merayakan kelulusan mereka dengan makan direstoran pa???” Tanya Ayu pada Ardi.


“ Nah betul tuh Pa…kata Mama….Yokk kita makan – makan Pa. “ Ajak Clara bersemangat.


“ Okeyyy..okeyy., apa sih yang enggak buat gadisnya papa. “ Jawab Ardi sambil mencubit pipi gembul Clara.


“ YYeeeeyyyyy… Let’s Go..” Teriak Clara sambil mengandeng tanggan Lia


Clara dan Lia sudah berjalan mendahuli kedua orang tuannya dan juga kakaknya Rayhan.


“ Dasar yeeee… ..Duo Bocil itu, kalau urusan makan aja tetep nomor satu.”  Ucap


Rayhan sambil geleng – geleng kepala melihat tingkah adiknya itu.