
( Curhat dikit ya bestie.. :(, lagi sedih nih episode 12 ditolak melulu nih...huhuuhu... jadi bikin bad... :(.. )
*****
Di tempat duduk yang lain Lia hanya termenung dan sedih .
Lia tahu kalau saudara kembarnya Clara masih membencinya, karena diam - diam Lia juga memperhatikan tatapan mata Clara kepadanya.
“ ..( sambil tersenyum )...Ternyata kita sekelas la.” Batin Lia
“ Sama kayak dulu kita sekolah, kamu maunya satu kelas sama aku bahkan dudukpun harus sama aku." Batin Lia
" Kamu pasti paling heboh kalau ada ulangan dadakan, mesti suruh ngasih contekan.. ( sambil
tersenyum..)..." Batin Lia
“ Tak bisahkan kita Kembali seperti dulu??? Gua kangenn.....banggetttt la sama loe...” Batin Lia dalam
lamunannya. tak terasa sudut matanya berair.
Dewi yang berada disampingnya menyenggol lenggan Lia.
“ Loe masih kepikiran tadi yang gue ucapin yaa...?.” Tanya dewi sedikit berbisik
Lia hanya membalas dengan gelengan kepala.
“ Yee loee, kebiasaan, dijawab cuman angguk – angguk, geleng – geleng...Irit banget ngomong...” Jawab dewi sambil mermperagakan Gerakan angguk – angguk dan geleng – geleng.
Lia pun tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu.
******
Pelajaran sedang berlangsung dan tak terasa bel istirahat pun berbunyi.
Kring.....kringggg....kringgg....
“ Ehhh yak kekantik yokkk, Gua laper nih.” Ajak dewi.
“ Bolehh….taa-piii…????” Ucap lia sedikit menjeda kalimatnya.
“ Minta traktir-kan….Hahahahha…” Tawa dewi menjawab kalimat ngantung Lia.
“ lagu lama loe..” Ucap dewi mengejek Lia.
Lia hanya menampilkan senyum manisnya dan mengacungkan dua jarinya membentuk tanda peace
“ Yukkk ahhhh…udah laper nihhh....Tenang gue traktir sepuas loe deh...” Ucap dewi sambil mengandeng tangan Lia keluar kelas menuju kantin.
" Yuhuu.....meluncurrr boss.... Bakso Mang Udin I' m Coming....". Ucap Lia.
Lia dan Dewipun berjalan bergandegan dengan tawa yang menghiasi wajah cantik mereka.
Dari kejauhan terlihat tatapan yang amat mengerikan.
“ Lihat aja nanti....Tak akan ku biaran kamu tersenyum kakaku sayang, akan aku buat kamu menangis
menderita....Penderitaan yang pantas buat kamu Lia..” Batin Clara dengan senyum liciknya.
Diam - diam Clara memperhatikan Lia yang bercanda dengan dewi.
“ Yukkk…ra kita cabut.” Ucap Sheila membuyarkan lamunan Clara.
“ Kemana????” Ucap Clara.
" Kekantin lha...loe kagak laper pa??" Ujar Sheila.
Clara mengangguk setuju dan berlalu pergi kekantin bersama Sheila.
******
Saat dikantin Sheila bertemu dengan gengnya lebih tepatnya team cheerleading.
Clara dikenalkan oleh sahabat – sahabat Sheila yang notabennya adalah anak – anak pengusaha
Clara pun berkenalan dengan mereka, diantara ada yang bernama meta.
Meta terkenal dengan sebutan ratu si lidah tajam, omongannya yang suka bikin bully anak - anak yang tidak disuka oleh genk mereka.
Ada Cecil si lemot tapi juga pedes omongannya. Tak lupa Sheila ketua and the genk si ratu sadis.
Geng mereka tak tanggung - tanggung kalau membully. Dan tentu saja mereka tetap aman karena koneksi orang tua mereka.
Mereka merupakan geng cewek yang populer disekolah mereka, terkenal dengan cewek
cantik dan glamour hanya anak – anak kelas atas yang bisa menjadi anggotanya.
“ genk Wildcats “. Begitulah mereka menamai genk mereka.
***
POV Lia
Sesampainya aku dikantin, aku dan Dewi menuju tempat duduk, maklum ini
perutku udah meronta – ronta dari pagi belum keisi apapun.
Saat kami duduk, seperti biasa mang Udin sang penjual bakso langganan
kami, menghampiri kami.
“ Non Dewi sama Non Lia mau pesen apa”, tanya Mang Udin pada kami.
“ Seperti biasaa mang, Yang Pueedessss Poll, Minumnya biasa lha.” Jawab
Dewi.
“ Loe mau apa yak?” tanya dewi padaku.
“ Sama kayak loe aja deh, tapi double ya mang baksonya.” Jawabku sambil
nyenggir kuda.
Maklum lha ya mumpung ada yang traktir plus belum isi bensi lagi dari tadi pagi.
“ Siapp non, Tunggu sebentar ya.” Jawab Mang Udin lalu berlalu dari kami untuk menyiapkan pesanan kami.
“ Ehhhh…BUSETTT nihh anak yaa, Makannya banyak tapi kagak gemuk - gemuk .” Ujar Dewi
“ Ehhhhh jangan - jangan loe...Kreminen kali yaa....Hahahaha.” Ejek Dewi padaku.
Akupun hanya tersenyum manis menanggapi omongannya.
" Serahhh loe dahh. " ucapku santai pada Dewi.
Tak menungggu lama pesanan kami pun datang.
Aku sudah tak sabar dengan bau bakso yang mengelitik perutku langsung saja
tuh Kusambar mangkok yang ada ditangan Mang Udin.
Sretttt...
“ Non.. hati – hati non, Awas nanti panas.” Jawab Mang Udin Kaget.
Gimana kagak kaget mangkoknya gue srepett…peettt…
Dewi pun hanya geleng – geleng kepala melihat tingkahku.
Suana dikantinpun rame penuh sesak, Yaa maklum sekarang jam istirahat dan anak - anak pasti udah pada laper setalah beberapa jam menempuh perjuangan ya ;) .
Aku dan dewi menyantap bakso kami dengan lahap tak lupa bergibah ria tentunya.
Saat kami sedang asik makan tiba – tiba datang segerombolan cowok menghampiri meja duduk kami.
Yah ku pikir karena penuh tempat duduknya dan kebetulan ditempat duduk kami hanya ada kami yang duduk jadi wajar kalau mereka menghampiri kami.
“ Haiiii... boleh gabung nggak ?” tanya Suara barito Cowok.
Dewi yang didepan gue malah tiba - tiba menjatuhkan bakso yang akan ia makan dan mlonggo setelah melihat sesosok cowok yang bicara tadi.
Tanpa memperdulikan siapa mereka gue asik menyantap bakso yang ada didepan mata gue.
Maklum bakso is number one bagiku, kalau yang lain mah nanti dulu.