ONE MINUTE

ONE MINUTE
11



Flash Back Ardi dan Sari


“ Euugghhhh.” Eluh Ardi yang merasa pusing


“ Kamar..??? Aku dimana ini, dan ini kamar siapa.??” Tanya ardi pada diri


sendiri.


Ia merasa kaget dan bigung dirinya berada disebuah kamar yang jelas itu bukan tempat tidurnya.


Sambil memegang kepalanya yang masih terasa pusing Ardi meraba - raba tempat tidurnya


untuk mencari ponselnya,


Tetapi  betapa terkejutnya ia karena tepat disampingnya


ada sesosok perempuan yang jelas bukan istrinya.


“ HEIII BANGUNN..”


“ SIAPA KAMU????...CEPAT BANGUNN!!!!”. Tanyak ardi sedikit keras dan berusaha membangunkan Wanita disampingnya


Wanita itu pun terbangun karena merasa terusik dengan suara Ardi.


Dengan perlahan ia membuka matanya.


“ Eehhhghhh, ..” eluh wanita disamping Ardi


“ MA-MASS...ARDI ???.” Jawab Wanita itu terkaget.


Bagaimana tidak kaget, sekarang ia berada dikamar bersama seorang Ardi Atmaja padahal yang ia tahu tadi mereka masih diacara reuni sekolah.


” APA YANG KAMU LAKUKAN DISINI MAS??” Tanya Wanita itu dengan masih merasa terkejut.


“ Bodohh, Harusnya aku yang bertanya sama kamu Sari, Apa yang sudah kamu lakukan?” Bentak


Ardi.


Melihat Kondisi Sari saat ini Ardi tiba – tiba tersadar ada sesuatu yang aneh ditubuhnya,


tubuhnya terasa panas dan terasa tak nyaman seperti terkena obat perangsang.


“ Sial…..apa yang dilakukan ****** ini, pasti dia yang sudah mencampur minumanku


dengan obat.” Maki Ardi dalam hati


“ Aku harus segera keluar dari sini. “ Ucap Ardi.


“ Heii gadis sialan, kamu kan yang menaruh obat diminumanku ??” Tanya Ardi pada Sari


“ Obattt…??? Obat Apa yang mas maksud???.” Terang sari


Pasalnya ia tak mengerti apa yang Ardi bicarakan karena dia sendiri pun merasa pusing dan


tak ingat apa – apa lagi.


Disisi lain Sari juga merasa tak nyaman dengan tubuhnya, sama halnya apa yang sedang dirasakan Ardi saat ini, Namun saat ini Sari masih bisa menahannya.


“ Aduh kenapa dengan tubuhku, kenapa terasa seperti ini...Gawattt...Pasti ada yang ingin melakukan hal jahat denganku dan Mas Ardi.” Batin sari.


“ Halahh…persetan dengan omonganmu sari, aku tau kamu masih mencintaiku dan ingin menjebakku kan


???”. Tanya Ardi yang seakan mengejek Sari


“ Kamu ingin memakai cara kotor ini untuk membuat aku Kembali ???? JANGAN HARAP SARI


!!!. “ Bentak Ardi.


“ Apa yang kamu omongin sih mas, Aku tak melakukan apapun yang kamu tuduhkan.”


“ Dan satu hal aku sudah menerima kamu dengan yang lain, dan aku sudah melupakan


semua tentang kita..ini Pasti ada yang ingin menjebak kita mas...” Jawab sari dengan lelehan air mata.


Saat ini yang dirasakan Sari hanya rasa takut dan kekhawatiran


“ Bullshitt,…Sialan..…” Maki Ardi tak jelas


Dengan terhuyung – huyung Ardi turun dari Kasur dan menuju pintu, tapi sialnya pintu


itu terkunci, bahkan tak ada kunci yang bisa membuka pintu itu.


Dorrrrr….dorrrrr…..dorrrrr.


Terdengar bunyi gedoran pintu berulang kali dari dalam kamar Ardi dan Sari, Ardi berusaha menggedor


pintu dan berharap ada yang mendengar dan membukanya.


berulang kali dari dalam.


Namun sialnya tak ada satupun yang mendengar teriakan Ardi.


“ Apa yang harus gue lakukan sekarang, apalagi obat sialan ini makin terasa....Siaalllll.” Jawab


Ardi


“ Siapa yang ngejebak gue???”. Tanya Ardi


“ Pasti ini ulah Fariss… BODOHHH..” jawab Ardi dengan penuh emosi.


“ Awas kamu faris tunggu saja, pembalasanku. Akan ku buat kamu hancur.” Ucap Ardi


penuh dendam dan dengan tangan terkepal seakan meninju seseorang


Ardi telihat sangat marah, ia bahkan meninju pintu yang ada didepannya, namun usaha


yang dilakukan sia – sia saja, malah membuat punggung tangannya terluka.


Sari hanya bisa melihat itu merasa ketakutan dan ia hanya bisa menangis, pasalnya


ia tak tau apa – apa. Ia bigung kenapa bisa satu kamar Bersama Ardi.


Mendegar Sari menagis Ardi berbalik menatap Sari.


Sari merasa takut melihat tatapan Ardi yang seperti macan yang akan menerkam mangsanya.


Dengan perlahan Ardi menghampiri Sari dengan tatapan mata yang ingin membunuh.


“ ARrrrrgggggghhhhh….Aku sudah tak bisa menahannya lagi, Sialan obat ini berhasil


menguasaiku.” Ucap Ardi dalam hati.


“..Maa-mafkan aku sayang. Aku mengingkari janji kita “ Ucap Ardi pada dirinya


Bruggghhhh


Tiba – tiba saja Ardi menubruk dan menindih tubuh sari yang masih berada diatas Kasur.


“ Mass….Apa yang kamu lakukan,???” Kaget Sari


Sari mencoba memberontak dan menyadarkan Ardi. Namun sayang saat ini kondisi Ardi


sudah dikuasi oleh amarah dan obat birahi.


“ Diam Kamu ******, Ini kan yang kamu Mau, Akan aku kabulkan.” Jawab Ardi.


“ Masss... JANGANNN...……Aku MOHONN.... JANGAN mas...HIKssssss...hikssss....tolong lepaskan Aku….Jangan lakukan itu mas.!!!!” Tangis Sari pecah


Hisssskkkskk…….hiksssss,….hikssssss……


Sari masih terus meronta – ronta sekuat tenaga, namun gagal ia kalah kuat dengan


Ardi.


Dengan kasarnya Ardi mulai mencumbu sari. Seakan tak percaya apa yang dilakukan Ardi,


Sari hanya bisa menangis dalam dekapan Ardi.


Ardi seakan kehilangan akal sehatnya, ia bahkan tak menghiraukan tangisan Sari. yang ada dipikirannya saat ini adalah bagaimana caranya menuntaskan hasratnya yang semakin memuncak yang seakan ingin membunuhnya jika tidak segera dilampiaskan


___________________________________________________________________________________________


PENGUMUMAN


Hayyy bestie…aku


ucapkan terimakasih bgt yaaa yang udah mau mampir dinovel aku


Yang masih


acak adul ini 😊


Tapi insyaallah


dengan dukungan kalian bisa semangat update terus 😊


Sooo…Aku


MOHON BGT ya Bestie klik LIKE yang BUaaannnyaakkkk…sama Jangan Lupa Kasih


Comment…yang Bikin aku semangat…ngetiknya…. 😊


Enjoyyy…for…readying… 😊