ONE MINUTE

ONE MINUTE
39



Sebenarnya kematian Ayu bukan sepenuhnya salah Lia , mungkin ini sudah takdir dari sang


pencipta


Ayu meninggal seperti itu, namun apa daya seluruh keluarga Atmaja menyalahkan itu


semua kepada Lia Padahal tak semestinya Lia menanggung semua penderitaan yang ia alami


sekarang.


Isakan tangis masih terdengar dari dalam gudang, seakan yang mendengarnya merasa iba.


“ Mama….Apa benar yang papa bilang??? ..Hiksss…hiksss… Apa benar


Lia bukan anak kandung mama “ Ucap lia.


“ Ma.. papa jahat......papa tega sama lia ma... Hiksss....Lia


kangen ma..Lia takut…sendiri disini….kenapa mama tingalin Lia sendiri??. “ Ucap Lia lirih.


POV LIA


Bagai disambar petir disiang bolong, badanku lemas seketika seakan nyawa


ini tercabut dari dalam ragaku.


Kata – kata yang papa ucapkan padaku apa kah itu benar?? Atau hanya


bualan papa.


Sulit sekali aku mencerna semua ucapan papa. Dengan lantang padaku papa


mengatakan aku bukan anak kandung mama Ayu.


Ohhh Tuhan.., apakah ini semua jawab dari semua pertanyaanku selama ini


atas sikap dan perilaku papa terhadapku?? Benarkah mama Ayu yang seperti


malaikatku bukan ibu kandungku??? Tak terima aku sungguh tak terima mendengar


dan mengetahuinya.


Ngak…ini nggak mungkin aku tetaplah anak mama Ayu, mama Ayu mama


kandungku. Hatiku dan pikiranku terus menyangkalnya.


Hikkk…hiksss…..hiksss…


Hanya rasa sakit dan hancur yang aku rasakan saat ini. Kalimat yang papa


ucapkan padaku tadi seakan pisau yang menikam jantungku, ku ingin waktu


berhenti sekarang karena tak ingin aku mengetahui kenyataan itu.


Kali ini aku begitu hancur benar – benar hancur, hancur fisik dan juga


mentalku, setelah sekian lama aku selalu ingin mencari tahu alasan sikap papa


yang selalu kasar padaku atas semua perlakuannya yang selalu berbeda dengan kedua


Dengan lantang dan tanpa rasa bersalah papa bilang padaku bahwa aku


bukan anak mama Ayu, dengan lantang ayah menyebutku anak haram, anak seorang


******. Benarkah aku anak seorang perempuan malam atau aku anak seeorang perusak rumah tanga papa dan mama? jadi inikah alasaannya papa begitu membenciku.


Tuhannn…hukuman apalagi yang engkau berikan padaku?? Sungguh inikah yang


harus aku tanggung atas apa yang tidak aku perbuat?? Lalu Siapa ibuku??.


“ Ma-mama..Lia kangenn…mama, hikssss…hiksss.”


“ Apa yang dibilang papa benar ma, Lia anak haram???? Pasti papa bohongkan ma?? Papa pasti hanya ingin


menyakiti Lia lagi kan ma??…Hiksss…hiksss…Lia bukan anak haram...BUKAN."


“ Lia Anak mama Ayu. Hiksss….hikkssss


Hiksss….hiksss……


POV Lia End


Jam sudah menunjukan pukul 03.00 WIB, namun Lia masih terjaga, bagaimana bisa ia tertidur pikiran dan hatinya saat ini benar – benar hancur.


Apalagi dengan tega ardi mengurungnya digudang yang penggap dan minim


pencahayaan, bahkan seluruh tubuhnya terasa sakit akibat pukulan yang Ardi


berikan padanya.


“ Arghhh……kenapa kepalaku sakit sekali..Awww..Ihhhss Sakiittt… ? Apa karena aku terlalu


lama menangis?” Ringis Lia sambil memegang kepalanya.


Lia masih terus memegang kepalanya yang teras amat sakit.


Tanpa ia sadari tiba – tiba cairan merah pekat meluncur dari hidung


mancungnya.


“ Darah…..” Pekik lia kaget.


“ Ya allah…ihhhss ini sakit sekali.” Ringis Lia kesakitan.


Entah kenapa tiba – tiba kepalanya saat ini terasa berat dan sakit.


“ Hiksss.. Ma…sa..- sakit....tolongggg ma.” Ucap Lia lirih


Bruk ….


Tak lama kemudian Lia menutup matanya karena tak bisa menahan rasa sakit yang teramat


dikepalanya.


Tubuhnya kecilnya terkulai lemas dilantai yang dingin itu bahkan


wajahnya terlihat pucat tak ada seorangpun yang mengetahuinya. Sungguh miris keadaan Lia saat ini.