
Sebenarnya kematian Ayu bukan sepenuhnya salah Lia , mungkin ini sudah takdir dari sang
pencipta
Ayu meninggal seperti itu, namun apa daya seluruh keluarga Atmaja menyalahkan itu
semua kepada Lia Padahal tak semestinya Lia menanggung semua penderitaan yang ia alami
sekarang.
Isakan tangis masih terdengar dari dalam gudang, seakan yang mendengarnya merasa iba.
“ Mama….Apa benar yang papa bilang??? ..Hiksss…hiksss… Apa benar
Lia bukan anak kandung mama “ Ucap lia.
“ Ma.. papa jahat......papa tega sama lia ma... Hiksss....Lia
kangen ma..Lia takut…sendiri disini….kenapa mama tingalin Lia sendiri??. “ Ucap Lia lirih.
POV LIA
Bagai disambar petir disiang bolong, badanku lemas seketika seakan nyawa
ini tercabut dari dalam ragaku.
Kata – kata yang papa ucapkan padaku apa kah itu benar?? Atau hanya
bualan papa.
Sulit sekali aku mencerna semua ucapan papa. Dengan lantang padaku papa
mengatakan aku bukan anak kandung mama Ayu.
Ohhh Tuhan.., apakah ini semua jawab dari semua pertanyaanku selama ini
atas sikap dan perilaku papa terhadapku?? Benarkah mama Ayu yang seperti
malaikatku bukan ibu kandungku??? Tak terima aku sungguh tak terima mendengar
dan mengetahuinya.
Ngak…ini nggak mungkin aku tetaplah anak mama Ayu, mama Ayu mama
kandungku. Hatiku dan pikiranku terus menyangkalnya.
Hikkk…hiksss…..hiksss…
Hanya rasa sakit dan hancur yang aku rasakan saat ini. Kalimat yang papa
ucapkan padaku tadi seakan pisau yang menikam jantungku, ku ingin waktu
berhenti sekarang karena tak ingin aku mengetahui kenyataan itu.
Kali ini aku begitu hancur benar – benar hancur, hancur fisik dan juga
mentalku, setelah sekian lama aku selalu ingin mencari tahu alasan sikap papa
yang selalu kasar padaku atas semua perlakuannya yang selalu berbeda dengan kedua
Dengan lantang dan tanpa rasa bersalah papa bilang padaku bahwa aku
bukan anak mama Ayu, dengan lantang ayah menyebutku anak haram, anak seorang
******. Benarkah aku anak seorang perempuan malam atau aku anak seeorang perusak rumah tanga papa dan mama? jadi inikah alasaannya papa begitu membenciku.
Tuhannn…hukuman apalagi yang engkau berikan padaku?? Sungguh inikah yang
harus aku tanggung atas apa yang tidak aku perbuat?? Lalu Siapa ibuku??.
“ Ma-mama..Lia kangenn…mama, hikssss…hiksss.”
“ Apa yang dibilang papa benar ma, Lia anak haram???? Pasti papa bohongkan ma?? Papa pasti hanya ingin
menyakiti Lia lagi kan ma??…Hiksss…hiksss…Lia bukan anak haram...BUKAN."
“ Lia Anak mama Ayu. Hiksss….hikkssss
Hiksss….hiksss……
POV Lia End
Jam sudah menunjukan pukul 03.00 WIB, namun Lia masih terjaga, bagaimana bisa ia tertidur pikiran dan hatinya saat ini benar – benar hancur.
Apalagi dengan tega ardi mengurungnya digudang yang penggap dan minim
pencahayaan, bahkan seluruh tubuhnya terasa sakit akibat pukulan yang Ardi
berikan padanya.
“ Arghhh……kenapa kepalaku sakit sekali..Awww..Ihhhss Sakiittt… ? Apa karena aku terlalu
lama menangis?” Ringis Lia sambil memegang kepalanya.
Lia masih terus memegang kepalanya yang teras amat sakit.
Tanpa ia sadari tiba – tiba cairan merah pekat meluncur dari hidung
mancungnya.
“ Darah…..” Pekik lia kaget.
“ Ya allah…ihhhss ini sakit sekali.” Ringis Lia kesakitan.
Entah kenapa tiba – tiba kepalanya saat ini terasa berat dan sakit.
“ Hiksss.. Ma…sa..- sakit....tolongggg ma.” Ucap Lia lirih
Bruk ….
Tak lama kemudian Lia menutup matanya karena tak bisa menahan rasa sakit yang teramat
dikepalanya.
Tubuhnya kecilnya terkulai lemas dilantai yang dingin itu bahkan
wajahnya terlihat pucat tak ada seorangpun yang mengetahuinya. Sungguh miris keadaan Lia saat ini.