
( Masih sedihh nihh.... episode 12 ditolak teruss...Huhhuhuuhh :(, Sabarr yaaa.... )
Sungguh miris memang, Lia gadis munggil nan cantik harus menahan siksaan yang begitu kejam. Bahkan siksaan itu ia dapat dari Ayah kandungannya sendiri.
Namun setidaknya Lia sedikit bersyukur, ia masih memiliki Bik Sumi yang selalu menyayangginya dengan tulus.
Flash back and.
*****
Back to Cerita Awal 😊 ( Alias Lia sudah SMA )
Pagi ini terlihat semua ART disibukan untuk menyiapan sebuah perayaan, banyak berbagai hidangan masakan yang disiapkan diatas meja makan, seakan menyambut kedatangan orang spesial.
Yaaa hari ini, memang hari yang ditungu – tunggu oleh Ardi karena
Sudah lima tahun lamanya ia terpisah dengan Rayhan dan Clara,
Karena semenjak kejadian Clara masuk rumah sakit, Clara memutuskan untuk milih tinggal di Singapura dirumah kediaman nenek dan kakeknya. Begitupun Rayhan, Ia meminta untuk menemani Clara disana, padahal alasan sebenarnya Rayhan enggan melihat wajah Lia. Rayhan belum bisa menerima semua takdir yang ada karena baginya Lia tetaplha penyebab kematian Ayu.
Ardipun hanya bisa menuruti keinginan anak – anaknya. Bagi dia kebahagian mereka adalah yang terpenting.
Ardi tak bisa ikut pergi dengan mereka, karena perusahan Ardi dikota ini masih membutuhkannya.
Selama lima tahun hidup dengan Natalia Ardi tak pernah sedikitpun bertegur sapa.
Ardi hanya marah dan menyiksa Lia, jika dirinya sedang ada masalah perusahan atau Jika Lia
melakukan sebuah kesalahan entah itu kesalahan besar atau kecil.
Bagi Ardi sampai kapan pun Lia hanya anak yang tak diharapkan oleh Ardi.
Mungkin kalau bukan permintaan mendiang Ayu, Ardi pasti sudah melenyapkan Lia. Karena Ardi menyimpan kebencian yang begitu mendalam kepada lia.
*******
Ckiitttt…
.
Terdengar decitan bunyi mobil berhenti
Mobil mewah berwarna hitam terpakir tepat disebuah massion putih mewah dan megah
Clekkk…
Sesorang membuka pintu mobil itu.
“ Papa….” Teriak Gadis cantik yang menghambur keluar dari dalam mobil
Gadis itu berlari menghampiri Ardi yang sudah menyambut kedatanganya.
Ardi memeluk gadis itu dengan penuh kasih sayang.
" Hiksss….hiksss…Kangen sama papa.” Ucapnya
“ Kesayangan papa, Akhirnya pulang.” Ucap Ardi sambil memeluk gadis
cantik itu.
Yaa gadis cantik itu adalah Clara Atmaja.
Putri kesayangan Ardi, gadis kecil itu sekarang tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik
idaman para gadis – gadis muda. Clara gadis kecil yang sekarang sudah menjelma
menjadi bidadari cantik.
Sudut mata Ardi mengeluarkan air mata menandakan Ia begitu merindukan Putri kecilnya itu.
“ Papa, Clara kangen banget sama papa...” Ujar Clara yang masih setia medekap tubuh tegap Ayahnya.
“ Papa Sehat kan?” Tanyanya pada Ardi
Ardi hanya membalas pertanyaan itu dengan sebuah senyuman dan masih terus memeluk
putri kecilnya tak lupa Ardi mencium pucuk kepala Clara.
“ Ekhhmmmm…Ekhhmmmm, ....Cuman Clara doang nih yang dipeluk???...Huhuuuhuu....aku dilupakan..". Ucap suara barito seorang cowok.
Sesosok cowok tinggi dengan postur tubuh atletis, warna rambut yang hitam kecoklatan
Alis yang tebal dan bibir yang begitu indah serta kulit yang putih datang berjalan mendekat menghampiri
mereka.
“ Rayhannnn…sayangg….... Jagoaann Papa... Selamat datang sayang....” Ucap Ardi sambil memeluknya.
Cowok tersebut adalah Rayhan putra tertua Ardi Atmaja.
Anak laki – laki tersebut sekarang sudah menjelma menjadi laki – laki idaman para wanita.
Sungguh sempurna Rayhan diciptakan sebagai laki – laki 😊.
Ardi, rayhan Dan Clara masih berpelukan mereka terhanyut dengan rasa kangen.
******
Disudut yang lain terlihat gadis cantik yang hanya mampu memperhatikan kejadian tersebut dari kejauhan.
Gadis tersebut adalah Natalia atau Lia. Terlihat air mata membasahi gadis cantik itu.
“ Clara Abang….Lia Kangen....kangenn Banget....Hiksss...hikssss....” Batin Lia.
“ Aku kangen kita kayak dulu.” Ucap Lia dari kejauhan.
“ Tuhan…kapan aku merasakan kehangatan keluarga seperti dulu lagi??.”
“ Merasa dicintai dan disayangi mereka.”
“ Ingin aku merasakannya walaupun hanya semenit.” Ucap Lia lirih.
Tak terasa air matanya menetes. Lia sangat merindukan kebersamaanya bersama Clara
dan Rayhan, karena selama lima tahun ini mereka tak pernah bertemu sekalipun.
Lia ingin merasakan seperti dulu kebersamaan bersama dengan Clara yang selalu
manja kepadanya dan juga Rayhan yang selalu menjaganya dan menghiburnya kala ia sedih.
Mungkin baginya hal tersebut adalah hal yang mustahil ia dapatkan saat ini
Pasalnya mereka semua masih terus selalu menyalahkan Lia atas kematian Ayu.