ONE MINUTE

ONE MINUTE
25



Terlihat jelas aura kebencian yang amat besar dari sorot matanya ketika ia melihat Lia.


Entah mengapa rasa saling menyanyangi yang dulu pernah ada sekarang menghilang dalam diri Clara begitu saja, malah yang ada hanya sebuah rasa benci dan dendam untuk menyakiti.


Dewi yang melihat sorot mata Clara merasa ada yang aneh. seakan Dewi tahu bahwa Clara murid baru itu memendam kebencian kepada Lia.


“ Ehhhh…ya..itu anak baru saudara loe yang sering loe ceritakan ke gua kan?? “ Bisik Dewi pada Lia.


“ Tapi kok dia lihatin kamu, kayak benci banget gitu yaa tatapannya. Songong banget


deh. “ Ujar Dewi yang tak sengaja melihat tatapan mata Clara ke Lia


“ iyaa…emang dia benci sama gue.” Ucap Lia santai sambil tersenyum.


“ yeee…aneh ya loe..malah cengar - cengir gitu..


BTW…keluarga loe itu gimana sih...aneh dehh.....hehehehe ( tawa kecil dewi ), Kok masih nyalahin loe


aja yaa..” Ujar Dewi.


Dewi adalah sahabat dekat Lia, Ia tau semua cerita tentang kehidupan Lia. Bagi Dewi sahabatnya itu adalah sosok yang kuat, bagaimana tidak, lia sudah diperlakukan keluarga sedemikian rupa tetap saja ia masih menghormati dan menyanyanggi keluarganya.


Lia pun hanya tersenyum kepada dewi.


Setika ucapan Dewi membuat Lia teringat kejadian beberapa tahun yang lalu, kejadian dimana


ingin Ia lupakan. Kejadian yang muat Ia dibenci seluruh keluarganya.


“..Upsssss…..( reflek menutup mulut )," Seketika dewi menutup mulutnya dengan kedua telapak tanganya.


Ia merasa kalimatnya barusan menyakiti hati sahabatnya itu.


" Ehh...ehh..Maappp….maaappp ..Lia....Sumpah...gue nggak sengaja keceplosann…Soryy…ya,,,,loe


pasti jadi inget lagi yyaa…maaappp yaa…” Ucap Dewi yang merasa bersalah karena


ucapannya yang tadi sudah mengiingatkan Kembali Lia dengan kejadian masa lalu.


“ Hehhehe….iyaa..iyaa..gpp kok…santai aja bro..” Ujar Lia sambil tersenyum


Sebenarnya Ia berusaha tersenyum. Lia tak enak jika dewi melihatnya sedih.


*****


“ Kenalin namaku Sheila, gadis popular disini.” Ucap Sheila dengan bangga dan percaya


diri.


“ lha...kok dia PD banget yaa.” Batin Clara.


“ Iya...gue Clara.” Balas Clara dengan sedikit basa - basi.


“ BTW Loe anak pemilik Atmaja Grup ya, pengusaha yang terkenal itu???” Tanyanya lagi


“ Ehhh..Loe mau gabung nggak sama genk gue, gue punya geng loh disini.” Ucap Sheila pasti.


Clara hanya tersenyum dan megangguk membalas jawaban Sheila.


" Okkk...sipp nanti loe gue kenalin sama yang lain ya." Ujar Sheila bersemangat.


Di tempat duduk yang lain Lia hanya temenung dan sedih


Lia tahu kalau Saudara kembarnya itu masih membencinya, karena diam - diam Lia juga memperhatikan Clara.


“ ..( sambil tersenyum )...Ternyata kita sekelas la.” Batin Lia


“ Sama kayak dulu kita sekolah, kamu maunya satu kelas sama aku bahkan dudukpun harus sama aku." Batin Lia


" Kamu pasti paling heboh kalau ada ulangan dadakan, mesti suruh ngasih contekan.. ( sambil tersenyum..)..." Batin Lia


“ Tak bisahkan kita Kembali seperti dulu??? Gua kangettt banggetttt la sama loe...” Batin Lia dalam lamunannya. tak terasa sudut matanya berair.


Dewi yang berada disampingnya menyenggol lenggan Lia.


“ Loe masih kepikiran tadi yang gue ucapin yaa...?.” Tanya dewi sedikit berbisik


Lia hanya membalas dengan gelengan kepala.


“ Yee loee, kebiasaan, dijawab cuman angguk – angguk, geleng – geleng...Irit banget ngomong...” Jawab


dewi sambil mermperagakan Gerakan angguk – angguk dan geleng – geleng.


Lia pun tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu.