ONE MINUTE

ONE MINUTE
13



 ( Kagak ngerti lagi ini ginama episode 12 kagak lulus sensor melulu...huhuuuuu...sedih aku  )


Tanpa disangka setelah kejadian itu Sari hamil, dan melahirkan seorang gadis nan cantik.


Sari memang tidak menggugurkan kandungannya seperti apa yang Ardi suruh padanya dulu.


Saat itu Sari mengetahui dirinya hamil ia menemui Ardi namun dengan tegas Ardi menolak anak


yang ada dalam kandungan Sari.


Bahkan Ia menyuruh Sari untuk menggugurkannya. Sari memang tidak menggugurkan kandungannya karena


ia merasa bahwa apa yang terjadi bukan salah bayi kecil itu.


Baginya bayi kecil itu pantas untuk dilahirkan.


Karena baginya bayi itu tak pantas menanggung semua kesalahan mereka, sehingga Sari bertekad kuat untuk


mempertahankan kandungannya dan merawat bayi itu kelak Ketika lahir sekalipun Ardi tak mau mengakuinya.


Namun sungguh  malang nasib bayi munggil itu, alih - alih mendapatkan kasih sayang


setelah ia lahir didunia.


Malah bayi munggil itu tak diakui keberadaanya oleh keluarga besar Sari.


Terutama Kedua Orang tua Sari dengan tegas menolak menerima bayi itu dikeluarga mereka.


Bagi mereka bayi itu adalah Aib terbesar keluarganya yang harus disingkirkan, Sekalipun


Sari menanggis Iba memohon kepada kedua Orang tuanya, tetap saja orang tuanya


kekeh tak mau menerima bayi  munggil itu.


Bahkan orang tua Sari mengancam akan menyakiti Bayi itu jika Sari masih berhubungan dengan


Bayi cantik Itu, Sungguh malang nasib bayi yang tak berdosa itu.


Setelah berfikir akhirnya Sari memilih untuk menyerahkan bayi itu kepada Ardi.


Karena ia pikir Ardi mampu merawat dan menjaga bayi mungil itu.


Menurut Sari menyerahkan bayi munggil itu kepada Ardi adalah keputusan yang tepat, Ardi juga


seorang pengusaha terpandang selain itu Sari Yakin pasti Ardi mau menerima bayi


itu.


Namun apa yang terjadi sekarang???


Sungguh malang nasibnya.


*********************


Back to Ardi Ayu


Air mata Ayu sudah tak terbendung lagi mendengar cerita Ardi. Ada rasa sesak didada yang ia


rasakan, walaupun memang itu bukan kesalahan Ardi sepenuhnya tapi Wanita mana


yang tak sakit hati jika ia tahu suaminya sudah meniduri Wanita lain bahkan


“ Maaffff..….Maa- mafffinn papa ma. “ Ucap Ardi yang terdengar serak menahan rasa sesak dan bersalah yang


selama ini ia sembunyikan dari istrinya.


Ayu hanya bisa terdiam seolah bibirnya terkunci, pikirannya tak tau harus berfikir dan


berbicara seperti apa. Ia merasa amat kecewa dan sakit hati bahkan terbesit


difikirannya untuk meminta cerai kepada suaminya.


Namun saat ini Ayu tak mau egois karena yang difikirkannya bukan hanya dirinya sendiri, melainkan


ada dua sosok malaikat kecil, sosok malaikat Ayu dan Ardi yang mungkin ini  menjadi kekuatan Ayu untuk menerima semuanya.


Ardi mendekap tubuh Ayu dengan sangat kuat seakan menyalurkan semua rasa penyesalan yang amat dalam.


Namun Ayu tak membalas pelukan itu ia hanya menangis dalam pelukan suaminya.


Tokkk…..Tokkk….Tokkk…


Terdengar suara ketukan pintu kamar Ardi, membuyarkan kesedihan mereka.


“ Siapa??? ”, Ucap Ardi dari dalam kamar.


“ Saya Tuan, Bik Sumi. “ Jawab bik Sumi ART Ardi.


“ Masuk Bik ..!!!” suruh Ardi.


Ckleekkkk .


Terdengar pintu kamar Ardi terbuka.


Terlihat raut wajah yang ragu dan takut dari ART-nya.


Dengan perlahan – lahan bik Sumi memasuki kamar majikannya.


“  Emmm…Ma-maaff …Tuuuuaannn…..nyyooonyaa, “


Ucapnya terbata – bata.


Ardi dan Ayu bingung dengan sikap Bik Sumi ditambah lagi dengan apa yang sedang digendong


oleh ARTnya itu.


“ Ada Apa bik, Apa Clara menanggis?? “ Ucap Ayu lembut.


Ayu melihat sesosok bayi munggil yang saat ini sedang berada dalam gendonggan Bik Sumi.


Ayu bahkan mengira kalau bayi yang digendong adalah Clara Amelia Atmaja.


Putri cantik anak kedua Ayu dan Ardi yang beberapa minggu baru Ayu Lahirkan.


“ Sini bik……!!! Biar


saya gendong Clara…Mungkin ia lapar…, “ suruh Ayu pada bik sumi agar mendekat


kepadanya.