
( Kagak ngerti lagi ini ginama episode 12 kagak lulus sensor melulu...huhuuuuu...sedih aku )
Tanpa disangka setelah kejadian itu Sari hamil, dan melahirkan seorang gadis nan cantik.
Sari memang tidak menggugurkan kandungannya seperti apa yang Ardi suruh padanya dulu.
Saat itu Sari mengetahui dirinya hamil ia menemui Ardi namun dengan tegas Ardi menolak anak
yang ada dalam kandungan Sari.
Bahkan Ia menyuruh Sari untuk menggugurkannya. Sari memang tidak menggugurkan kandungannya karena
ia merasa bahwa apa yang terjadi bukan salah bayi kecil itu.
Baginya bayi kecil itu pantas untuk dilahirkan.
Karena baginya bayi itu tak pantas menanggung semua kesalahan mereka, sehingga Sari bertekad kuat untuk
mempertahankan kandungannya dan merawat bayi itu kelak Ketika lahir sekalipun Ardi tak mau mengakuinya.
Namun sungguh malang nasib bayi munggil itu, alih - alih mendapatkan kasih sayang
setelah ia lahir didunia.
Malah bayi munggil itu tak diakui keberadaanya oleh keluarga besar Sari.
Terutama Kedua Orang tua Sari dengan tegas menolak menerima bayi itu dikeluarga mereka.
Bagi mereka bayi itu adalah Aib terbesar keluarganya yang harus disingkirkan, Sekalipun
Sari menanggis Iba memohon kepada kedua Orang tuanya, tetap saja orang tuanya
kekeh tak mau menerima bayi munggil itu.
Bahkan orang tua Sari mengancam akan menyakiti Bayi itu jika Sari masih berhubungan dengan
Bayi cantik Itu, Sungguh malang nasib bayi yang tak berdosa itu.
Setelah berfikir akhirnya Sari memilih untuk menyerahkan bayi itu kepada Ardi.
Karena ia pikir Ardi mampu merawat dan menjaga bayi mungil itu.
Menurut Sari menyerahkan bayi munggil itu kepada Ardi adalah keputusan yang tepat, Ardi juga
seorang pengusaha terpandang selain itu Sari Yakin pasti Ardi mau menerima bayi
itu.
Namun apa yang terjadi sekarang???
Sungguh malang nasibnya.
*********************
Back to Ardi Ayu
Air mata Ayu sudah tak terbendung lagi mendengar cerita Ardi. Ada rasa sesak didada yang ia
rasakan, walaupun memang itu bukan kesalahan Ardi sepenuhnya tapi Wanita mana
yang tak sakit hati jika ia tahu suaminya sudah meniduri Wanita lain bahkan
“ Maaffff..….Maa- mafffinn papa ma. “ Ucap Ardi yang terdengar serak menahan rasa sesak dan bersalah yang
selama ini ia sembunyikan dari istrinya.
Ayu hanya bisa terdiam seolah bibirnya terkunci, pikirannya tak tau harus berfikir dan
berbicara seperti apa. Ia merasa amat kecewa dan sakit hati bahkan terbesit
difikirannya untuk meminta cerai kepada suaminya.
Namun saat ini Ayu tak mau egois karena yang difikirkannya bukan hanya dirinya sendiri, melainkan
ada dua sosok malaikat kecil, sosok malaikat Ayu dan Ardi yang mungkin ini menjadi kekuatan Ayu untuk menerima semuanya.
Ardi mendekap tubuh Ayu dengan sangat kuat seakan menyalurkan semua rasa penyesalan yang amat dalam.
Namun Ayu tak membalas pelukan itu ia hanya menangis dalam pelukan suaminya.
Tokkk…..Tokkk….Tokkk…
Terdengar suara ketukan pintu kamar Ardi, membuyarkan kesedihan mereka.
“ Siapa??? ”, Ucap Ardi dari dalam kamar.
“ Saya Tuan, Bik Sumi. “ Jawab bik Sumi ART Ardi.
“ Masuk Bik ..!!!” suruh Ardi.
Ckleekkkk .
Terdengar pintu kamar Ardi terbuka.
Terlihat raut wajah yang ragu dan takut dari ART-nya.
Dengan perlahan – lahan bik Sumi memasuki kamar majikannya.
“ Emmm…Ma-maaff …Tuuuuaannn…..nyyooonyaa, “
Ucapnya terbata – bata.
Ardi dan Ayu bingung dengan sikap Bik Sumi ditambah lagi dengan apa yang sedang digendong
oleh ARTnya itu.
“ Ada Apa bik, Apa Clara menanggis?? “ Ucap Ayu lembut.
Ayu melihat sesosok bayi munggil yang saat ini sedang berada dalam gendonggan Bik Sumi.
Ayu bahkan mengira kalau bayi yang digendong adalah Clara Amelia Atmaja.
Putri cantik anak kedua Ayu dan Ardi yang beberapa minggu baru Ayu Lahirkan.
“ Sini bik……!!! Biar
saya gendong Clara…Mungkin ia lapar…, “ suruh Ayu pada bik sumi agar mendekat
kepadanya.